Quantcast

Fredrick Buechner pernah berkata bahwa “panggilan kehidupanmu adalah dimana pekerjaan yang membuatmu bahagia bertemu dengan kebutuhan terpenting dunia.” Kata-kata Buechner telah menjadi pegangan hidup gue selama ini, terutama dalam aspek pekerjaan dan tujuan hidup. Kata-katanya mengingatkan gue bahwa melakukan sesuatu yang gue cintai dan memiliki keahlian saja tidaklah cukup. Ketertarikan dan keahlian gue harus melayani sebuah kebutuhan nyata di dunia ini. Ketertarikan dan keahlian gue harus membuat kehidupan-kehidupan orang lain lebih baik. Apa yang gue kerjakan harus menambah nilai ke dalam kehidupan orang lain. Menambah Nilai Pada dasarnya menambah nilai berarti membantu orang lain. Jika lo mengikatkan ketertarikan dan keahlian lo dengan kebutuhan dunia, lo sudah berjalan ke arah yang benar. Bagi gue itu artinya mengarahkan passion dan keahlian menulis gue ke dalam sebuah blog yang bertujuan untuk membantu membuat kehidupan orang lain lebih baik. Sayangnya, banyak sekali orang-orang di dunia ini yang melupakan hal ini. Mereka memulai atau menciptakan…

Di akhir tahun kemarin, gue sempat menghadiri sebuah seminar di mana pendiri Orang Tua group, Bapak Hamid Djojonegoro menjadi pembicara utamanya. Di awal acara itu, dengan suara yang lantang, Bapak Hamid berkata, “Semakin besar bisnis lo, semakin besar masalah lo. Saat lo menyelesaikan sebuah masalah, lo akan menciptakan masalah lain…” Ia kemudian melanjutkan bahwa di kehidupan ini, masalah lo tidak akan pernah berakhir. Solusi dari sebuah masalah adalah sebuah masalah baru yang harus lo selesaikan di kemudian hari. Masalah tidak akan pernah hilang dari hidup lo katanya, mereka hanya akan berubah dan menjadi lebih baik… Waktu pertama kali mendengar kata-kata itu, gue ingin tertawa. Gue berpikir, “lo pasti bercanda, sepertinya, kehidupan tidak se-menyedihkan itu deh.” Tetapi setelah melihat kembali kehidupan gue dan memikirkan kata-kata itu lagi, gue menyadari ada kenyataan dibalik kata-kata itu. Kata-katanya membuat gue teringat akan peluncuran blog pertama gue… Masalah, Masalah, dan Masalah… Memulai blog ini adalah…

Suatu hari di bulan September 2017 kemarin, terjadi sebuah perdebatan hebat di gym gue. Tidak, ini bukanlah karena seseorang telah memakai alat gym tanpa menggunakan handuk atau karena beberapa orang tidak mengembalikan alat-alat gym ke tempatnya. Perdebatan ini terjadi karena sebuah video yang kami tonton kemarin malam. Sebuah video peluncuran produk-produk baru Apple tahun 2017 kemarin… Cerita ini diawali saat seorang teman gym gue membagikan video peluncuran produk-produk baru Apple beserta sebuah comment: “What do you guys think?” di Facebook dan mengetag gue dan teman-teman gym gue yang lain. Keesokan harinya, seperti biasa, kami bertemu di gym sekitar pukul 5 sore. Begitu teman gue yang membagikan video itu melihat gue dan teman-teman gym gue yang lain di loker, ia langsung bertanya, “Gimana guys, Iphone X keren nggak?” Pertanyaan itu kemudian memicu sebuah diskusi hangat di ruang loker kami. Salah satu dari teman gym gue berkata bahwa Iphone X adalah inovasi…

Dua minggu terakhir, gue telah menuliskan tentang pentingnya memiliki prioritas hidup dan bagaimana cara membedakan prioritas yang baik dan buruk. Nah, di esai ini gue ingin membagikan satu tips untuk menjaga prioritas-prioritas itu dan memastikan lo menggunakan waktu lo untuk hal-hal terpenting kehidupan. Tips itu adalah mengadopsi gaya hidup minimalisme… Menjaga Prioritas Hidup dan Minimalisme Pernahkah lo mengalami pengalaman ini: Lo berkata pada diri lo sendiri bahwa lo akan mengerjakan tugas lo selama tiga jam ke depan. Lo menyeruput kopi hitam yang ada di sebelah lo seperti seorang tauke besar lalu membuka laptop lo untuk bekerja. Tetapi sebelom lo sempat melakukan apa-apa atau mengetik satu huruf-pun, lo tiba-tiba menerima sebuah video lagu anak-anak lucu tentang bayi ikan hiu dari pacar lo. Penasaran, lo akhirnya menonton video itu sampai habis. Setelah selesai menonton video itu, lo berkata bahwa lo akan mulai bekerja dengan serius sekarang, tetapi beberapa detik kemudian, lo malah…

Di post gue yang sebelumnya, gue telah menuliskan betapa pentingnya itu untuk mengetahui dan menghidupi nilai-nilai terpenting kehidupan lo, apalagi di abad 21 ini. Di sebuah zaman yang dipenuhi gangguan, opsi-opsi baru, dan kesibukan-kesibukan palsu; sangatlah mudah untuk menjadi seorang manusia galau yang menghabiskan hari-harinya tidak tahu harus melakukan apa dan mempertanyakan setiap pilihan-pilihan yang sudah mereka buat. Namun seperti segala pilihan di dunia ini, tidak semua nilai-nilai kehidupan yang ada di dunia ini adalah nilai-nilai kehidupan yang baik. Beberapa nilai-nilai kehidupan di dunia ini memang akan membuat masalah-masalah kita menjadi lebih baik dan mendewasakan kita. Namun, beberapa nilai kehidupan di dunia ini malah akan memperparah masalah-masalah kita dan hanya akan membuat kita stress dan menyanyikan lagu Manusia Bodoh karangan Ada Band sambil nangis Bombay. Kuncinya adalah untuk membedakan dan mengetahui nilai-nilai apa yang baik untuk kita, dan nilai-nilai apa yang kurang baik untuk kita. Dari situ, kebahagiaan dan kesuksesan…

Beberapa minggu yang lalu gue memutuskan untuk melakukan sebuah eksperimen kecil. Gue ingin mengetahui bagaimana gue menghabiskan waktu gue dalam satu bulan. Jadi setiap harinya, setelah gue selesai melakukan sesuatu, gue akan mencatat aktivitas itu di dalam sebuah buku. Disampingnya, gue akan menuliskan berapa banyak waktu yang gue habiskan untuk melakukan aktivitas itu dan seberapa memuaskan aktivitas itu dari skala 1 sampai 10. Setelah satu bulan, eksperimen kecil ini menunjukkan dimana dan kapan gue biasanya menyia-nyiakan waktu gue. Eksperimen ini juga menunjukkan hal apa yang paling penting di dalam kehidupan gue. Atau lebih tepatnya, hal apa yang sebenarnya paling penting untuk gue. Selama ini gue selalu merasa bahwa passion, hubungan, dan kebahagiaan adalah nilai-nilai paling penting di dalam kehidupan gue. Jadi gue pikir gue akan menghabiskan waktu gue untuk mengembangkan passion gue, menghabiskan waktu dengan orang-orang yang gue cintai, dan mencari kedamaian. Namun setelah melakukan eksperimen kecil ini, gue baru…

Gue pernah mempunyai seorang teman yang bisa dibilang memiliki tampang yang cukup oke, hati yang baik, dan karier yang sangat mapan. Umurnya sudah mendekati 30 dan entah kenapa, setiap kali ia mendekati seseorang, usaha PDKT itu tidak pernah berhasil. Ia bukannya ditolak, tetapi ia selalu merasa tidak yakin bahwa wanita yang ia dekati adalah jodohnya. Selang beberapa bulan kemudian, biasanya wanita-wanita yang ia dekati akan mulai berpacaran dengan orang lain, sementara ia meratapi kejombloannya lagi. Ia selalu berkata bahwa ia memang menginginkan sebuah hubungan yang serius, sebuah hubungan yang akan berakhir ke sebuah pernikahan. Jadi ia tidak mau salah memilih. Ia berkata bahwa ia tidak mau menyesal di kemudian hari. Ia melihat proses pencarian jodoh seperti sebuah pernikahan, sebuah hubungan yang hanya bisa dipatahkan oleh maut… Gue yakin beberapa dari kita pasti pernah memiliki pengalaman yang sama. Kita menginginkan hubungan yang serius, jadi kita menjadi lebih berhati-hati untuk memilih jodoh…

Pernahkah lo bertemu dengan seseorang yang menarik? Kemanapun ia pergi, rambutnya selalu terlihat rapi, matanya berbinar-binar, dan pakaiannya terlihat elegan. Kemanapun ia pergi tubuhnya selalu tegak dan pandangannya selalu mantap ke depan. Setiap kali ia membuka mulutnya untuk bercerita atau bercanda, kata-katanya selalu singkat, jelas, dan padat. Ia selalu mempunyai kata-kata yang tepat di saat yang tepat. Kemanapun ia pergi, orang-orang selalu tertawa, tersenyum, atau terkesan. Jika ia seorang pria, lo akan selalu menemukannya ditemani seorang perempuan cantik di sebuah kafe, restoran, atau bahkan warung, di akhir pekan. Jika ia adalah seorang wanita, lo akan selalu menemukannya dikelilingi laki-laki yang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan perhatiannya. Bahkan walaupun itu berarti menginjakkan kaki mereka di sebuah zona terkutuk yang disebut friend-zone… Maukah lo menjadi orang itu? Well, percaya tidak percaya, menjadi pribadi yang menarik ternyata tidaklah sesulit itu. Lo hanya perlu mengikuti 7 tips sederhana ini dan mencoba untuk mempraktikkannya…

Ada 3 kata yang bisa lo katakan di dunia ini yang bisa membuat lo lebih disukai oran lain. Apakah lo ingin mencoba menebak apa 3 kata itu? Bukan, jelas bukan “aku cinta kamu,” karena pada kenyataannya tidak semua orang yang mengatakan kata-kata itu jadi lebih disukai orang lain. Beberapa orang  bahkan ditampar karena mengatakan kata-kata itu. Kecuali lo adalah Lee Min Ho atau Song Hye Kyo, lo harus berhati-hati dengan kata-kata itu. Tiga kata itu juga bukan kata-kata pujian seperti “Kamu luar biasa” atau “Kamu cantik/ganteng sekali.” Pujian itu mungkin membuat orang yang mendengarnya tersenyum, tapi itu bukan berarti kata-kata itu akan membuat lo disukai orang lain. Percaya tidak percaya 3 kata yang akan membuat lo lebih disukai orang lain adalah… “Eh sama dong…” Kekuatan “Eh Sama Dong” Psikolog Robert B. Cialdini, penulis buku Influence pernah mengatakan bahwa kita menyukai orang yang mirip dengan kita. Saat kita bertemu dengan orang-orang…

Gue mengakhiri post minggu lalu dengan menuliskan bahwa tidak semua cerita cinta akan berakhir bahagia dan itu adalah sesuatu yang sangat normal. Sebagai manusia kita akan bertemu dengan orang-orang yang akan langsung menyukai kita, orang-orang yang bersifat acuh tak acuh dengan kita, dan orang-orang yang akan langsung terdorong untuk menampar muka kita begitu mereka melihat kita. Pada dasarnya, ini semua disebabkan karena memulai sebuah hubungan, entah itu adalah hubungan cinta, bisnis, dan selingkuhan (eh?) adalah sebuah risiko… Cinta memang bisa membuat lo menjadi manusia paling bahagia di dunia ini, tapi di saat yang sama, cinta juga bisa membuat lo menjadi orang yang paling menyedihkan di dunia ini. Cinta memang bisa membuat lo merasa seperti orang paling kaya di dunia ini, tetapi di saat yang sama, cinta juga bisa membuat lo merasa seperti orang paling miskin di dunia ini. Cinta memang bisa membuat hidup lo terasa penuh dan berwarna, tetapi cinta…