Quantcast

Kobe Bryant adalah salah satu pemain basket tersukses sepanjang masa.ia adalah pemenang 5 kejuaraan NBA dan dua medali emas Olimpiade. Bryant telah menghasilkan lebih dari dua ratus juta dolar dari bermain basket. Dan ya, dia adalah seseorang yang mengagumkan. Di tahun 2012, Bryant telah dipilih untuk merepresentasikan Amerika untuk Olimpiade. Waktu itu, salah seorang pelatih Tim USA yang bernama Robert dipilih untuk mempersiapkan Bryant dalam pertandingan itu. Satu malam sebelum perjalanan mereka ke London, Robert dan tim Amerika diutus untuk bermalam di Las Vegas. Malam itu, Robert memutuskan untuk menonton film Casablanca sampai sekitar jam 3:30 pagi. Beberapa menit kemudian, setelah ia merebahkan dirinya sendiri di kasur, ia mendengar handphonenya berbunyi. Orang yang meneleponnya tidak lain adalah Kobe Bryant. Dengan was-was ia menjawab telepon itu. Setelah berbasa-basi sejenak, Bryant meminta Robert untuk datang ke tempat latihan dan membantunya melakukan latihan-latihan pengkondisian. Saat Robert mengecek jam di handphonennya, ia melihat ini…

Gue sedang berada di kantor baru gue yang masih berumur enam bulan. Di depan gue, duduk partner bisnis gue. Setelah lima detik yang panjang, gue akhirnya berhasil mengatakan kata-kata itu… “Kayaknya kita mending berhenti melakukan semua ini deh…” kata gue dengan berat hati. Partner bisnis gue hanya menatap gue sejenak lalu menganggukkan kepalanya. Beberapa hari setelah itu, kami memutuskan untuk mengecilkan bisnis kami dan selang beberapa bulan kemudian, kami memutuskan untuk menutup bisnis itu untuk selamanya… Sesuatu yang tidak pernah gue bayangkan akan gue lakukan enam bulan yang lalu… ### Itu adalah hari-hari terakhir gue di Fvour media, sebuah perusahaan digital marketing yang gue dirikan bersama teman gue.Seperti kebanyakan anak-anak muda yang terinspirasi oleh entrepreneur-entrepeneur cilik yang memulai berbagai bisnis berdasarkan passion mereka, kami terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. Kami memutuskan untuk memulai sebuah Digital Marketing Agency di Semarang dan awalnya, kami berpikir bahwa bisnis kami akan sukses jaya.…

Nilai kita di dunia ini ditentukan oleh seberapa besar kontribusi kita ke dunia ini. Semakin banyak dan bermanfaat kontribusi yang lo berikan, semakin orang lain akan menghargai lo. Itu adalah hukum manusia yang tidak akan berubah dan bahkan akan menjadi semakin kuat di era digital ini. Jika hukum itu membuat lo terdengar seperti seorang pelacur, well… itu karena pada dasarnya kita semua adalah seorang pelacur. Kita hanya melacurkan diri kita dengan cara yang berbeda. Gue akan memberikan lo beberapa detik untuk menyerap kalimat itu baik-baik… Arti Kehidupan dan Kontribusi Seperti yang sudah gue tuliskan sebelumnya, lo bisa mengartikan kehidupan lo dengan cara apa saja. Pada dasarnya, arti kehidupan seorang manusia bertujuan untuk mendorong manusia itu untuk terus ber-inovasi dan menjadi lebih baik. Namun, ada satu aspek lain yang belum gue bahas di post itu, yaitu kualitas arti kehidupan yang kita ciptakan. Seperti segala hal di dunia ini, tidak semua arti…

Baru-baru ini, gue menonton sebuah film Disney yang berjudul The Wrinkle in Time bersama tunangan gue. Dan setelah 30 menit menonton film itu, gue menjadi semakin yakin bahwa sutradara itu pasti sedang menghisap ganja saat ia sedang membuat film tersebut. Bagaimana tidak? Dalam waktu 30 menit, gue melihat bunga-bunga yang bernyanyi riang seperti di film teletubies, makhluk yang terlihat seperti seledri terbang, dan Oprah Winfrey yang didandani seperti seorang Super Saiya… Film itu mengisahkan tentang pertualangan dua anak, Meg dan Charles Wallace, yang sedang mencari ayahnya yang menghilang ke dunia lain. Ayah dan ibu mereka adalah dua ilmuwan yang sedang meriset tentang konsep dunia di dalam dunia (mereka percaya bahwa ada beberapa dunia di dalam bumi ini, mereka hanya ada dalam waktu ‘berbeda’). Dan entah itu karena sebuah kecelakaan atau kebetulan, ayah mereka menemukan sebuah pintu ke dunia lain. Didorong oleh rasa penasaran yang akan membuat anak lima tahun malu,…

Sejak gue masih kecil dulu, gue sudah sering bertanya pada diri gue sendi “Apa sih tujuan hidup gue?” sambil menggosok-gosok dagu gue yang masih mulus. Gue sadar bahwa pertanyaan itu adalah pertanyaan paling sulit sekaligus pertanyaan paling penting yang harus kita jawab sebagai manusia. Gue merasa tanpa menjawab pertanyaan itu, kehidupan akan terasa kosong dan membosankan. Akan tetapi, saat gue mencoba untuk menjawab pertanyaan itu, gue mulai sadar bahwa pertanyaan itu bukanlah sebuah pertanyaan yang mudah. Ini bukan karena gue malas atau tidak bisa menemukan jawaban yang tepat terhadap pertanyaan itu, tetapi masalah ini lebih disebabkan karena jawaban-jawaban yang gue pikir tepat ternyata berakhir… tidak tepat… Waktu gue berumur lima tahun, gue pikir mempunyai mainan terbaru dan membuat Bokap Nyokap gue bahagia adalah tujuan kehidupan gue. Tetapi semakin gue bertambah dewasa, semakin gue sadar bahwa itu bukanlah tujuan kehidupan gue. Mempunyai mainan-mainan terbaru dan cinta orangtua gue memang membuat gue…

Kita semua pasti ingin menjadi lebih bahagia. Tanyalah pada seseorang kenapa ia menginginkan sesuatu beberapa kali, dan lo akan menemukan bahwa mereka menginginkan hal-hal tersebut karena mereka ingin lebih bahagia. Tidak bisa dipungkiri kebahagiaan adalah sebuah kebutuhan manusia yang paling penting dan hidup akan terasa seperti sebuah penyiksaan panjang tanpa kebahagiaan. Namun masalahnya, kebahagiaan adalah sesuatu yang subjektif, sesuatu yang lebih mudah dirasakan daripada dijelaskan dengan kata-kata. Dan selama ribuan tahun, para filsuf dan pemimpin agama di dunia ini telah mencoba untuk menjawab pertanyaan itu: Apa yang akan membuat manusia bahagia? Selama ribuan tahun, orang-orang pintar ini mengajari satu sama lain, berdebat, dan bekerjasama untuk mencoba menjawab pertanyaan itu. Namun, sayangnya mereka sepertinya tidak pernah menemukan satu jawaban baku untuk menjawab pertanyaan itu… sampai saat ini… Dengan berkembangnya teknologi X-ray dan berbagai inovasi canggih lainnya, kita akhirnya bisa melihat isi kepala manusia dan mulai memetakan isi pikiran dan perasaan kita.…

Seperti kebanyakan cowok normal di dunia ini, gue paling benci jika seseorang mengajak gue menonton film drama. Gue sebenarnya tidak pernah punya masalah dengan film drama itu sendiri. Film itu memang dibuat sedramatis dan semelankolis mungkin untuk memainkan perasaan penontonnya, dan itu adalah sesuatu yang wajar. Para sutradara memang dibayar untuk itu.   Masalahnya adalah saat orang yang mengajak gue menonton film-film ini menggunakan film itu sebagai sebuah standar untuk mengukur kualitas hubungan mereka. Gue nggak tahan sama mereka karena biasanya orang-orang ini mempunyai ekspektasi yang nggak nyata terhadap hubungan mereka. Dan ujung-ujungnya, setelah film itu selesai, kita biasanya akan berdebat tentang apa itu artinya sebuah hubungan yang bahagia. Gue akan berargumen bahwa tokoh-tokoh di film itu adalah orang-orang idiot, sementara temen nonton gue akan berargumen bahwa pemeran utama di film itu adalah orang-orang romantis yang sangat memahami cinta. Sebuah argumen tidak penting yang bisa berlangsung berjam-jam. Gue melakukan semua…

Beberapa minggu terakhir kita sudah membahas berbagai hal tentang keterbukaan. Mulai dari penerimaan diri, bagaimana kita bisa hidup lebih terbuka, dan cara menanggapi penolakan. Namun, ada satu aspek dari keterbukaan yang masih belum kita bahas, yaitu, membangun batasan yang sehat. Kenapa membangun batasan ini penting di dalam sebuah hubungan? Jawabannya adalah karena sebuah hubungan yang sehat akan selalu mengizinkan kita untuk berkata “tidak.” Apa maksud semua ini? Mari kita telusuri makna kalimat itu lebih dalam… Batasan dan Menjadi Kesatria Berkuda Putih Saat gue bersekolah di Singapura dulu, gue pernah berteman baik dengan seorang perempuan Filipina yang bernama Pat. Ia memiliki wajah yang ayu, mata yang jernih, dan lesung pipi yang manis. Ia bukanlah perempuan paling cantik di sekolah gue dulu, tetapi ia adalah teman Singapura pertama gue. Dan bagi seorang murid Indonesia berumur 15 tahun yang bersekolah di negara asing untuk pertama kalinya, itu adalah segalanya… Seperti layaknya dua…

Seperti yang gue bahas di artikel gue sebelumnya, keterbukaan dan kejujuran adalah dua hal yang akan membuat lo menjadi orang yang lebih menarik. Di artikel itu gue telah menjelaskan manfaat keterbukaan dan bagaimana keterbukaan akan membuat lo menjadi orang yang lebih menarik di mata orang lain. Jika lo belum membaca artikel itu, gue menyarankan lo untuk membaca artikel itu terlebih dulu. Sudah? Mari kita lanjutkan bahasan kita tentang keterbukaan. Di artikel gue yang sebelumnya, gue menuliskan bahwa membuka hati kita dan menunjukkan kejujuran kita tidaklah mudah. Jika lo tidak biasa melakukan hal itu dan lo adalah orang yang tertutup, membuka hati lo pada orang lain mungkin akan terasa seperti melepaskan celana lo di depan umum. Para atlet angkat besi mengalami sebuah fase yang disebut sebagai “masa-masa sakit” dan mereka menyadari di fase inilah justru otot-otot mereka mulai berkembang. Sama seperti itu, saat lo mempraktikkan keterbukaan untuk pertama kalinya, lo mungkin…