Quantcast

Lihatlah sekeliling anda, semua orang melakukan berbagai hal dalam waktu yang sama. Kita terlihat jauh lebih sibuk dari nenek moyang kita, mencoba untuk mengisi setiap kekosongan kita dengan kesibukan. Setiap kali anda berjalan ke pusat perbelanjaan, anda akan melihat hal yang sama: kepala-kepala yang terdunduk kebawah, perhatian orang-orang yang larut ke dalam sinar yang terpancar dari smartphone mereka. Teknologi telah merubah kita semua menjadi mayat hidup. Budaya yang Menyembah Kesibukan Kita hidup di sebuah dunia yang sibuk, sebuah dunia yang menilai kualitas kehidupan manusia dari produktivitas, efisiensi, hasil, laba dan rugi. Kehidupan kita dipenuhi oleh meeting dan lembar kerja dan update status dan macet dan post dan chat dan segala hal yang menandakan hidup yang sibuk. Kerja, kerja, kerja. Penduduk Indonesia yang tinggal di kota-kota besar bekerja lebih keras, namun mendapatkan bayaran yang lebih rendah. Inflasi, biaya kehidupan yang terus meningkat, dan lain lain. Kesibukan menjadi sebuah norma baru penduduk…

Saya rasa kita semua pernah berada di posisi ini: kita mendaftar ke gym, mendaftar kursus, membeli sebuah buku… dan tidak melakukan apa-apa. Kita semua pernah berharap untuk belajar menggambar, memprogram, memainkan alat musik… dan gagal untuk melakukan hal itu. Kita pernah bermaksud untuk memulai sebuah proyek, mungkin itu sebuah blog atau menulis sebuah buku. Kita pernah bermaksud untuk menjadi produktif dan melakukan sesuatu. Tetapi rencana kita gagal. Kita gagal untuk memenuhi harapan-harapan kita. Apa yang terjadi? Apa yang salah dengan kita? Menurut pengalaman saya, hal ini disebabkan beberapa faktor: Kita terlalu optimis Kita berpikir kita bisa melakukan 2- 5 kali lipat dari apa yang sebenarnya bisa kita lakukan. Kapasitas, tenaga, dan waktu kita di dalam 1 hari terbatas. Namun, kita biasanya gagal untuk mengestimasi kekuatan kita sendiri. Kita tidak sadar berapa banyak waktu yang harus kita habiskan untuk menyelesaikan tugas itu. Optimisme membutakan kita akan kebenaran kehidupan. Kita tidak mempertimbangkan…

Kita semua ingin didengar dan dipahami, terutama oleh pasangan kita. Kita ingin pasangan kita berkata ya, saya mendengarkan kamu. Ya, saya memahami kamu. Maaf kamu merasa seperti itu, saya berada di sini. Kita ingin pasangan kita memperhatikan kita dan mempedulikan perasaan kita. Setiap manusia ingin diakui dan dipahami, dua hal itu merupakan kebutuhan dasar manusia. Nyatanya, salah satu keluhan yang sering didengar terapis hubungan Rebeccaa Wong adalah orang-orang merasa tidak dipahami oleh pasangan mereka. “Merasa didengar, diperhatikan, dan dipahami akan menghasilkan keintiman dan perkembangan sebuah hubungan.” Saat kita tidak merasakan perasaan-perasaan ini, kita merasa tidak dicintai dan ditolak, sesuatu yang bisa menyebabkan putusnya sebuah hubungan, kata Rebecca Wong. Ada sebuah mitos yang menyatakan bahwa memahami pasangan kita berarti menyetujui pasangan kita. Namun seperti yang Wong katakan, “anda bisa memilih untuk tidak setuju dengan pasangan anda.” Memahami berarti mendengarkan pasangan anda dengan sungguh-sungguh. Itu berarti meresapi apa yang mereka katakan. Itu…

Sebuah pasangan mengukuhkan hubungan mereka karena mereka percaya akan kebahagiaan yang akan mereka dapatkan bersama. Sebuah pasangan tetap bersama karena mereka percaya dengan komitmen satu sama lain. Orang-orang di dalam sebuah hubungan kurang lebih menginginkan hal yang sama: cinta, keamanan, dan kepercayaan. Saya percaya ada sebuah jalan untuk membangun hubungan yang bahagia, yaitu, memahami perasaan terdalam pasangan anda. Anda mungkin berkata kepada diri anda sendiri, “Tentu saya memahami pasangan saya. Ia tidak akan membiarkan saya lupa akan hal-hal yang terpenting untuknya.” Anda mungkin berpikir ini adalah satu bentuk ‘pemahaman’, namun saya menyebutnya menghindari apa yang tidak suka anda dengar. Memahami pasangan anda adalah sesuatu yang berbeda. Kebutuhan yang Tak Terpenuhi Alasan mengapa pasangan mengeluh dengan satu sama lain adalah karena kebutuhan mereka tidak terpenuhi. Apa kebutuhan mereka? Kebutuhan-kebutuhan ini biasanya sangat berbeda dari orang ke orang. Satu orang mungkin merasa tidak dicintai pasangannya padahal ia mau merasa bahwa ia adalah…

Saya berani berkata bahwa kebanyakan dari kita tertarik untuk meningkatkan kualitas kehidupan kita. Namun, apa yang tidak kita sadari adalah dua hal ini: Kualitas kehidupan kita sangat ditentukan oleh kualitas hubungan kita Kualitas hubungan kita ditentukan oleh kualitas pembicaraan kita. Di dalam sebuah hubungan berkomitmen, anda tidak bisa untuk tidak berkomunikasi. Masalah sebenarnya adalah- bagaimana anda bisa menangani pembicaraan di antara anda dan pasangan anda? Apalagi pembicaraan-pembicaraan yang tidak anda sukai, atau tidak anda setujui. Hanya dengan berbicara dan mendengarkan kita bisa meningkatkan kualitas hubungan kita, dan dalam konteks ini, kehidupan anda. Manfaat Menjadi Pendengar yang Baik Jika anda ingin kehidupan dan hubungan yang lebih bahagia, maka mendengarkan dengan baik adalah salah satu cara tercepat untuk mencapai hal tersebut. Dengan mendengarkan, anda belajar. Ini akan membantu anda menemukan kemungkinan- kemungkinan yang tidak anda lihat sebelumnya dan menyelesaikan berbagai masalah hubungan anda. Anda hanya perlu mulai mendengarkan. Komunikasi Adalah Sesuatu Yang…

“Ketika kamu berbicara, kamu hanya mengulangi kembali apa yang kamu ketahui. Tetapi, ketika kamu benar-benar mendengar apa yang orang itu katakan, kamu akan belajar sesuatu yang baru.” Apa yang akan terjadi saat anda benar-benar memusatkan energi anda untuk mendengarkan seseorang? Saat kita benar-benar mendengarkan seseorang, saat anda dapat merasakan penerimaan di antara anda dan orang yang ada di depan anda, anda akan merasakan sebuah perasaan ketersambungan yang tidak bisa dideskripsikan kata-kata. Dan entah itu anda sebut sebagai chemistry, kecocokan, atau jodoh, tembok yang membatasi anda dan orang tersebut akan larut dan hilang. Saat kita benar-benar hadir penuh untuk mendengarkan kata-kata orang lain, anda akan menemukan cinta. Ini bukanlah cinta seperti yang biasanya anda lihat di sinetron atau film drama. Mendengarkan seseorang dengan sungguh-sungguh adalah awal dari cinta. Semakin anda memahami cara mendengarkan orang lain dengan baik, semakin hubungan anda akan berkembang. Mendengarkan = Melepas Kendali Banyak orang berpikir mendengar membuat…

Single. Berpacaran. Rumit. Status mana yang mendeskripsikan kondisi hubungan cinta anda saat ini? Dan apakah anda tahu kenapa anda menyandang status itu? Melompat dari satu hubungan ke hubungan lain dan merasakan bagaimana rasanya menjadi pria ‘jomblo’ berkali-kali, saya menyadari bahwa di dunia ini, dan terutama di Indonesia, menjadi orang-orang jomblo adalah sesuatu yang memalukan. Setiap kali saya putus dari sebuah hubungan cinta, saya akan selalu bertanya, “Apa salah saya?” “Kenapa saya jomblo lagi?” Namun, sekarang saya sadar, hubungan-hubungan itu gagal karena sebuah alasan, dan itu tidak apa-apa. Masyarakat Indonesia menjadikan kelajangan sebagai sebuah tragedi.  Jika anda belum menikah atau melahirkan anak, orang-orang biasanya akan mulai bertanya-tanya apa yang salah dengan anda. Seorang teman saya pernah berkata, “orang-orang itu masih jomblo karena mereka egois.” Apakah ini benar? Apakah saya terlalu egois? Pernyataan teman saya membuat saya berpikir garis apa yang membedakan standar tinggi dan pasrah.  Apakah standar kita membuat kita egois?…

Cinta itu adalah kekuatan alam terkuat di dunia ini. Tidak penting seberapa besar kita menginginkannya, kita tidak akan bisa memerintah, menuntut, atau mengambil cinta dengan paksa, seperti halnya kita tidak akan bisa memerintah bulan dan bintang dan angin dan hujan untuk datang dan pergi sesuai keinginan kita. Kita mungkin punya sedikit kekuatan untuk memanipulasi cuaca dunia, namun hal itu bisa menyebabkan gangguan keseimbangan ekosistem dunia yang sampai sekarang masih belum kita pahami sepenuhnya. Sama halnya dengan itu, kita bisa mencoba untuk memikat, menarik perhatian seseorang, namun biasanya hasilnya adalah keberahian, atau ilusi dua manusia yang menari bersama. Cinta lebih besar dari kita semua. Anda bisa mengundang cinta, namun anda tidak akan bisa mendikte bagaimana, kapan, dan dimana cinta akan menunjukkan dirinya sendiri. Anda bisa memilih untuk menyerahkan diri anda pada cinta, atau tidak, namun pada akhirnya cinta akan menyerang hati anda bak sebuah petir, tidak bisa diprediksi dan diganggu-gugat. Anda…

Zaman dahulu kala, hidup seorang pandai besi yang memutuskan untuk menyerahkan kekayaannya dan hidup untuk Tuhan. Selama beberapa tahun, ia bekerja keras dan berusaha menolong orang-orang yang ada di sekitarnya, namun disamping segala pengabdiannya pada Tuhan, kehidupannya malah menjadi semakin parah. Masalah-masalah terus bermunculan dan hutangnya semakin bertambah banyak. Suatu hari, sahabatnya mendatangi rumahnya dan, merasa kasihan pada kondisi kehidupannya, ia berkata: “Aku mendapati ini semua aneh. Beberapa tahun yang lalu, aku melihatmu mengabdikan hidupmu pada Tuhan. Namun, bukannya menjadi lebih baik, kehidupanmu malah menjadi lebih buruk. Aku tidak ingin menggoncangkan imanmu, namun disamping kepercayaanmu pada Tuhan, hidupmu terlihat lebih buruk dari sebelumnya.” Si pandai besi tidak langsung menjawab temannya itu, ia sering memikirkan hal yang sama, dan sampai sekarang ia masih belum bisa menemukan jawabannya. Ia ingin memberikan sahabatnya itu sebuah jawaban, ia mulai berbicara dan pelan-pelan ia menemukan jawaban yang ia cari. Ini adalah apa yang ia katakan: “Besi…

Menyadari bahwa manusia di dunia ini mulai berhenti mempercayai hal-hal gaib, setan memutuskan untuk mengobral alat-alat yang ia gunakan untuk menjatuhkan manusia ke dalam dosa. Ia menaruhkan sebuah iklan di surat kabar dan menghabiskan hari-hari berikutnya melayani pelanggan-pelanggan yang datang ke toko kecilnya. Ada berbagai benda-benda gaib menarik yang dijual di toko itu: sebuah batu yang bisa menjatuhkan orang-orang saleh, cermin yang bisa menambahkan keegoisan seseorang, dan kacamata yang merendahkan nilai orang lain. Tergantung di tembok yang membelakanginya adalah benda-benda kramat seperti: pisau berwarna hijau berbentuk melengkung yang bisa digunakan untuk menusuk orang dari belakang, dan sebuah alat perekam suara yang hanya bisa menyimpan gosip dan kebohongan. “Jangan takut soal harga!” teriak setan tua ke setiap pelanggan yang ia temui. “Bawalah barang-barang itu sehari dan bayar saya saat kamu sudah mampu!” Seorang pelanggan menyadari dua alat yang disingkirkan dan ditaruh di ujung toko. Kedua benda itu tidak terlihat spesial, namun…