Quantcast

“My formula for human greatness is amor fati: that one wants nothing to be different, not in the future, not in the past, not for all eternity. Not only to endure what is necessary, still less to conceal it – all idealism is falseness in the face of necessity -, but to love it…” ― Friedrich Nietzsche In life you will go through three kinds of situation: Things that you have full control over, which in this case, you need to take the most effective action to reach your goal. Things that you have partial control, which in this case, the best course of action is to internalize the goals (focusing on what you can control). And things that you have no control over, which we will discuss fully today. Most people don’t find it hard to deal with the first two situations, but when we are talking about the…

“Insecurity, anxiety, and depression are incredibly common in our society, and much of this is due to self-judgement, to beating ourselves up when we feel we aren’t winning the game of life.”- Kristin Neff Recently a new belief has been spreading around the world like a contagion, infecting young minds with affirmations like ‘I’m special’, ‘I’m unique’ and ‘I’m different’. Although the desire to feel special is understandable, it pose a little problem. By definition, it’s impossible for everyone to be above average at the same time. Of course we can always work hard and give our best, but even then, there will always someone smarter, prettier, and more successful than you. In her book, Self Compassion, Kristin Neff said, “Even if we do manage to get our act together, the goalpost for what counts as good enough seem always to remain frustratingly out of reach.” Nowadays, it is not…

“There is no good or bad without us, there is only perception. There is the event itself and the story we tell ourselves about what it means.”- Ryan Holiday. What usually cause a situation to turn into a problem is our perception, or to put it simply, the way we see the situation. Our perception colors our emotion, and as a result, it eventually affect our whole decision making process. With the wrong perception, we can make mountains out of molehills, fear something that doesn’t actually exist and worry about things that we have little control over. For example, if we see our colleagues snide remarks and curt response as a form of personal attack, we will probably look for ways to return the attack and escalate the conflict. We become embittered and pass on those negative feelings to people around us. But if we held back our judgement and…

“Psychologists call this habituation, economists call it declining marginal utility, and the rest of us call it marriage.” ― Daniel Gilbert, Stumbling on Happiness Have your ever bought an I-phone in great exhilaration only to start treating it like your father’s beat up Nokia months later? Have you ever bought a beautiful house on top of a hill, only to treat it like a hotel room months later? Have you ever thought that you have finally found the love of your life, only to treat him or her like your personal assistant years later? Well you are not alone, I and the rest of humankind share the same predisposition towards new things just like you do. We just seem to be never satisfied with what we have. Psychologists called this phenomenon hedonic adaptation. This according to psychologists, Daniel Gilbert, is our tendency to quickly return to a relatively stable state…

Tidakkah kamu menyukai satu bulan pertama hubungan cintamu? Semua terasa sempurna, semua kalimat yang pasanganmu utarakan berakhir dengan ‘sayang’ atau ‘Adinda,’ konflik adalah sebuah konsep yang sangat asing di pikiranmu dan pasanganmu. Semua terasa indah, dan pasanganmu terasa seperti seorang bidadari dari surga… Inilah kenapa orang-orang menyebut masa-masa ini sebagai honey moon period atau periode bulan madu. Namun, seperti yang kamu ketahui, masa-masa ini tidak akan bertahan lama. Happily ever after don’t exist. Cepat atau lambat, kamu akan menemukan madu itu berubah menjadi racun yang pelan-pelan mengikis intimasi dan kepercayaan hubunganmu. Hubungan mu yang tadinya terasa luar biasa sekarang terasa biasa-biasa saja, kata-kata sayangmu berubah menjadi benci, dan konflik mulai menjadi makanan sehari-hari. Apa yang terjadi? #### Salah satu penulis favoritku, Psikiater Dr. M. Scott Peck menyebut periode bulan madu itu sebagai efek samping perasaan jatuh cinta. Dua orang yang sedang jatuh cinta kehilangan batasan ego mereka dan mereka mulai…

Apakah kamu ingin tahu rahasia hubungan yang luar biasa? Well, kamu bukanlah orang pertama yang menanyakan pertanyaan itu. Di sekitar tahun 1990an seorang psikolog bernama John Gottman memutuskan untuk mendedikasikan hidupnya untuk menjawab pertanyaan itu. Ia mengumpulkan puluhan pasangan ke sebuah Villa modis (yang aku rasa berada di daerah Bali) selama beberapa hari dan membiarkan mereka berlaku seperti layaknya sepasang kekasih yang sedang liburan. Tanpa sepengetahuan pasangan-pasangan ini, Gottman dan teman-temannya memasang beberapa kamera rahasia di Villa tersebut. Dan tentunya, sebagai psikolog beretika dan bermoral tinggi, mereka tidak memasang kamera di kamar mandi dan kamar tidur. Setelah mengumpulkan semua data yang ada, Gottman dan teman-temannya mulai berusaha untuk mencari sebuah pola yang membedakan hubungan yang positif (hubungan yang harmonis) dan hubungan yang negatif (hubungan yang penuh pertengkaran dan konflik). Mereka melihat karakter pasangan-pasangan tersebut, jumlah kata “sayang” yang mereka gunakan dalam pembicaraan mereka, dan cara mereka menatap satu sama lain……

Almarhum Steve Jobs memiliki sebuah kebiasaan yang sangat buruk waktu ia menjabat sebagai CEO Apple: Ia sering membuat deadline ‘tidak mungkin’ yang membuat tim teknisinya tertekan, frustasi, dan hampir gila. Contohnya, di tahun 2005, ia memberikan tim teknisinya waktu dua minggu untuk menciptakan sebuah “visi untuk software” IPhone pertama Apple. Ia mengancam bahwa ia akan memberikan tugas ini ke orang lain jika mereka tidak bisa menyelesaikan tugas tersebut dalam tenggat waktu yang sudah ia tetapkan. Walaupun teknisi-teknisi itu mengutuki Steve Jobs seperti seorang rapper dan bekerja seperti orang kesetanan, mereka berhasil melakukan yang tidak mungkin. Mereka menciptakan desain software Iphone pertama dalam waktu dua minggu… Di bukunya 33 Strategies of War, Robert Greene menuliskan tentang sebuah fenomena yang disebut “death ground” – fenomena ini terjadi saat sebuah pasukan terdesak, tidak bisa lari, dan tidak punya pilihan lain selain memenangkan pertempuran. Pasukan-pasukan ini akan menjadi lebih kuat dan bahkan seringkali, tidak…

Setiap orang yang berhasil meraih mimpi mereka adalah orang-orang yang berhasil melewati apa yang para profesional sebut sebagai “lembah-lembah pergumulan.” Ini adalah satu periode di kehidupan pemimpi-pemimpi ini dimana kerja keras dan usaha mereka sepertinya terlihat sia-sia. Mungkin, seorang penulis novel telah mencoba untuk menjual draft novelnya ke ratusan penerbit, tetapi tidak ada satupun dari penerbit itu yang tertarik. Mungkin, seorang kakek-kakek berpakaian serba putih sedang mencoba untuk menawarkan resep ayam gorengnya ke ribuan restoran, hanya untuk ditolak secara mengenaskan. Momen lembah pergumulan ini adalah sebuah waktu yang sangat menantang bagi para pemimpi-pemimpi ini… Namun, jika ada satu waktu yang akan menentukan apakah seseorang akan berhasil atau gagal mencapai mimpi mereka, itu adalah momen ini. #### Waktu Kevin Hart memulai kariernya sebagai seorang pelawak, ia sempat berguru dengan seorang pelawak senior yang bernama Keith. Selama beberapa bulan, Keith tidak memberikan Kevin kesempatan untuk pergi ke depan panggung dan bahkan mengenalkannya…