Quantcast
Love

3 Jenis Orang yang Akan Lo Temui Di Dalam Perjalanan Cinta Lo

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Baru-baru ini teman gue lagi naksir satu cewek, sebut saja Mawar. Dilihat dari manapun, kemungkinan teman gue untuk memenangkan hati wanita itu adalah seperti menunggu Jakarta untuk tidak macet atau seperti merebut hati Raisa dari Hamish. Mawar adalah wanita berwajah manis yang punya banyak temen. Sementara itu, teman gue ini adalah cowok pendiam yang menghabiskan hari-harinya bekerja, bekerja, dan bekerja dan kebanyakan temannya adalah orang-orang yang sudah berpacaran seperti gue.

Singkat cerita, seperti kebanyakan cowok-cowok SMA yang sedang kasmaran, teman gue ini mulai menunjukkan cintanya pada si mawar dengan melakukan hal-hal yang akan membuat Song Hye-Kyo terkesan. Di malam-malam tertentu, ia akan mengirimkan sebuah coklat beserta sekuntum bunga ke rumahnya, di lain hari ia akan mengiriminya meme meme lucu untuk menggombalinya, di hari-hari tertentu, ia akan mengajak Si Mawar untuk makan siang di kafe-kafe terbaru dan mentraktirnya makan.

Dan setelah tiga bulan yang penuh kebimbangan dan ketidakpastian, teman gue akhirnya memutuskan untuk menembak si Mawar. Dua hari kemudian, gue mendengar bahwa Si Mawar akhirnya telah menerima teman gue…

Menerima temen gue sebagai teman terbaiknya…

###

Buat lo yang belum menyadari apa yang baru saja terjadi pada teman gue tadi, teman gue ini bisa dibilang baru saja di Friend-Zone.

Sebuah situasi yang membuat lo merasa seperti anak SD yang dipanggil maju ke depan untuk menerima sertifikat penghargaan untuk partisipasi lo.

Sebuah zona nyaman antara dua orang yang menyatakan bahwa hubungan ini tidak akan kemana-mana lagi…

Sebuah penolakan halus yang akan terus mengingatkan lo bahwa lo hampir memilikinya tetapi tidak juga.

Gue yakin, di satu waktu di kehidupan kita, kita pasti pernah mengalami situasi ini dalam derajat tertentu. Kita pasti pernah mencintai seseorang yang tidak mencintai kita, dikhianati atau dikecewakan orang-orang yang kita cintai, dan dibohongi orang-orang yang kita pikir mencintai kita.  

Entah lo seorang anak presiden, artis terkenal, atau bahkan pengusaha kaya raya, lo pasti akan mengalami hal-hal itu di satu waktu kehidupan lo. Itu hanyalah suatu risiko dari mencintai seseorang.

Saat kita patah hati, dikhianati orang yang kita cintai, atau bahkan di PHP orang yang kita pikir mencintai kita, sangatlah mudah untuk jatuh ke dalam depresi dan menanyakan kenapa semua ini terjadi kepada kita? Apa yang telah kita lakukan untuk patut menerima semua ini? Apa salah kita?

Padahal, jika dipikir-pikir patah hati, pengkhianatan, atau PHP bukanlah sesuatu yang unik di dalam hubungan percintaan.

Gue tidak tahu apakah itu karena Disney, drama-drama Korea, atau film-film Bollywood, tetapi kebanyakan dari kita tumbuh dengan ekspektasi bahwa semua hubungan kita harus berakhir bahagia, cinta akan menguasai segalanya, dan kebahagiaan abadi akan kita temukan setelah kita menemukan si “DIa.”

Tetapi nyatanya, Tidak semua cerita cinta akan berakhir bahagia, tidak semua usaha PDKT akan berhasil, dan tidak semua harapan akan menjadi kenyataan. Dan semakin cepat lo bisa berdamai dengan kenyataan ini, semakin cepat lo akan menikmati proses pencarian jodoh lo.

3 Jenis Orang yang Akan Lo Temui Dalam Perjalanan Cinta Lo

Pada dasarnya ada ada tiga jenis orang yang akan lo temui dalam perjalanan cinta lo. Dan di post ini gue akan membahas mereka satu persatu:

  1. Orang yang langsung menyukai lo apa adanya

    Di sepanjang perjalanan cinta lo, gue yakin pasti ada satu atau dua orang yang akan langsung menyukai lo apa adanya. Jika lo adalah seperti kebanyakan manusia-manusia lain di dunia ini (tampang biasa-biasa saja, penghasilan biasa-biasa saja, dan pekerjaan biasa-biasa saja), menemukan seseorang yang bisa langsung menyukai lo adalah sesuatu yang sulit…

    Namun percaya tidak percaya, mereka pasti ada. Lo mungkin hanya belum menemukan mereka di waktu dan tempat yang tepat…

  2. Orang-orang netral

    Di sepanjang perjalanan cinta lo, orang-orang inilah yang biasanya akan mem PHP lo atau mem-friendzone lo. Mereka tidak membenci lo dan mereka juga tidak menyukai lo. Pada dasarnya , mereka tidak mempunyai perasaan apa-apa terhadap lo. Setiap kali mereka melihat lo, mereka akan merasa seperti melihat tembok…

    Namun, jika pada satu titik di dalam hubungan itu, lo memutuskan untuk menunjukkan cinta lo pada mereka, orang-orang ini akan berubah. Ia akan menjadi orang yang mencintai lo atau orang yang menjauhi lo.

    Cinta pasti akan merubah sebuah hubungan…

  3. Orang-orang yang tidak akan menyukai lo

    Di dunia ini, lo pasti akan bertemu dengan orang-orang yang tidak akan pernah menyukai lo. Seberapa kerasnya pun lo berusaha, berapa kalipun lo mencoba, dan bagaimanapun lo merubah diri lo sendiri, orang itu tidak akan pernah menyukai lo. Dan itu tidak apa-apa, itu adalah bagian dari kehidupan.

    Kenyataannya adalah, lo tidak akan pernah bisa membuat semua orang bahagia. Pada suatu saat nanti, secara sadar atau tidak sadar, lo pasti akan membuat seseorang membenci lo, iri sama lo, atau bahkan jijik terhadap lo. Dan lagi-lagi, itu tidak apa-apa.

    Kita memang tidak dilahirkan untuk menyenangkan semua orang…

    Dan itu adalah satu kenyataan yang banyak orang lupakan saat mereka sedang patah hati.

Saat lo mengetahui bahwa beberapa orang tidak akan cocok dengan lo apapun yang lo lakukan, penolakan-penolakan dan patah hati tidak akan lagi terasa menyakitkan. Lo akan menyadari bahwa itu semua hanyalah sebuah proses dalam pencarian jodoh. Sebuah proses penting yang harus lo lalui untuk menemukan si dia. Sebuah proses pembelajaran yang akan membuat lo memahami apa itu artinya cinta…

 

Minggu depan kita akan membahas topik ini lebih lanjut. Jika lo ingin mendapatkan post-post terbaru gue lebih cepat, klik subscribe di bawah ini. Dengan melakukan itu, lo juga akan memdapatkan Ebook gratis, rekomendasi buku di awal bulan, dan bonus artikel di akhir bulan. Jadi tunggu apa lagi?

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment