Quantcast

Tentang Penulis

Dunia telah berubah menjadi lebih baik. Setiap kali saya mendengar cerita masa kecil ayah dan ibu saya, saya selalu merasa bersyukur bahwa saya lahir di tahun 1993. Bayangkan, disamping kekacauan-kekacauan yang terjadi pada tahun 1960an, mereka harus bertahan hidup di sebuah zaman tanpa televisi, internet, dan smartphone. Jika kita mencoba melihat perkembangan kehidupan manusia beberapa puluh tahun terakhir, anda akan menyadari bahwa kualitas kehidupan manusia terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun, satu hal yang membuat saya heran adalah disamping perkembangan-perkembangan positif yang terjadi di dunia, mengapa kebanyakan manusia justru merasa tidak bahagia?  

Satu penjelasan yang menurut saya bisa menerangkan fenomena ini adalah bertambahnya pilihan-pilihan manusia di dunia ini. Mari kita coba bayangkan kehidupan seorang pria muda berumur 22 tahun di tahun 1940 an. Biasanya, di zaman itu anak-anak berumur 20 an tahun sudah mulai bekerja. Namun, karena lapangan pekerjaan sangatlah terbatas, mereka biasanya bekerja membantu orang tua mereka. Jika orang tua mereka adalah seorang petani, mereka akan membantu di ladang dan jika orang tua mereka adalah seorang pedagang, maka mereka akan membantu berdagang. Kebanyakan orang di zaman dulu juga tidak memiliki smartphone sehingga mencari jodoh dan melakukan PDKT tidaklah semudah sekarang. Mereka biasanya dijodohkan oleh anak teman orang tua mereka atau menikahi tetangga-tetangga mereka.

Sekarang coba bandingkan kehidupan pria muda berumur 22 tahun tadi dengan pria muda berumur 22 tahun di tahun 2016. Seperti kebanyakan pria muda berumur 20 an lainnya ia biasanya sudah menyandang gelar sarjana. Di zaman ini, kita memiliki kebebasan untuk memilih kuliah yang kita sukai dan mempelajari mata pelajaran apa pun yang kita inginkan. Bahkan jika kita tidak memiliki dana yang cukup, kita bisa mengikuti program beasiswa yang tersebar dimana-mana. Jika dulu kita harus mengikuti pekerjaan orang tua kita, sekarang kita memiliki kebebasan untuk mencari pekerjaan impian kita dan melakukan apa yang kita cintai. Jika dulu kita harus menunggu jodoh dari orang tua atau menunggu anak tetangga yang cantik, sekarang kita bisa bertemu dan berkenalan dengan orang lain sendiri lewat situs-situs social media atau berbagai social event yang tersebar di Indonesia. Kita hidup di sebuah zaman penuh kemungkinan yang tidak pernah ada sebelumnya.

Untuk pertama kalinya, manusia bisa memiliki kebebasan untuk memilih takdir kehidupan mereka. Namun mengapa kita tidak merasa lebih bahagia?

Well, kenyataannya ternyata tidak seindah itu, menurut ilmuwan terkenal Barry Schwartz, semakin banyak pilihan yang kita miliki, semakin kita akan bingung dan merasa tidak bahagia dengan pilihan kita. Kita akan terus membandingkan pilihan-pilihan kita dengan berbagai opsi lain yang ada di hadapan kita. Sebuah toko grosiran di Melno Park California, memutuskan untuk membuktikan teori ini dengan melakukan sebuah eksperimen dengan selai yang mereka jual. Mereka memutuskan untuk  membuat sebuah pameran selai dengan 2 promosi yang berbeda. Di promosi pertama, mereka menyiapkan 6 jenis selai, sementara di promosi kedua mereka menyiapkan 24 jenis selai. Kedua promosi ini berlangsung dalam jangka waktu yang sama dan hasilnya sangat mencengangkan:

145 orang berhenti untuk melihat dan mencicipi promosi dengan 24 jenis selai, namun, hanya 4 orang yang membeli selai di promosi ini.

104 orang berhenti untuk melihat dan mencicipi promosi dengan 6 jenis selai dan 31 orang membeli selai di promosi ini.

Memiliki terlalu banyak pilihan di kehidupan kita membuat kita bingung dan tidak bahagia.

###

Dari sini kita bisa menarik 2 kesimpulan penting tentang kehidupan manusia saat ini

  • Kita hidup di sebuah zaman yang memberikan kita kebebasan untuk memilih kehidupan yang kita inginkan.
  • Dihadapkan dengan jutaan pilihan yang memborbardir otak kita setiap harinya, kebanyakan manusia justru merasa bingung dan tidak bahagia.

Inilah alasan utama mengapa saya menulis blog ini. Lewat blog ini, saya ingin mempermudah hidup anda dengan menunjukkan hal-hal terpenting dalam hidup, dan membantu anda membuat pilihan yang lebih baik. Di blog ini, saya akan meminjam berbagai teori psikologi, filosofi-filosofi orang terkenal, pelajaran-pelajaran yang saya ambil dari kehidupan sehari-hari, dan sejarah manusia.

Tujuan saya menulis blog ini bukanlah untuk menggurui atau menasehati anda untuk memperbaiki kehidupan anda. Saya menyadari bahwa saya sendiri hanyalah seorang manusia biasa dengan segala keterbatasannya. Saya sadar bahwa saya tidak akan pernah mempunyai hak untuk mengatur kehidupan anda. Kehidupan anda adalah milik anda sendiri. Satu-satunya hal yang bisa saya lakukan lewat blog ini adalah menyederhanakan pilihan-pilihan yang ada di hadapan anda saat ini, mengingatkan anda akan hal-hal terpenting di dunia ini, dan membuat pilihan yang lebih baik.

Jika anda membaca blog saya, anda akan mendapati bahwa blog saya bisa dibagi menjadi 3 bagian:

LIVE- Di segmen ini, saya ingin membahas bagaimana anda bisa memiliki hidup yang lebih   bermakna, menemukan tujuan anda, dan hidup tanpa penyesalan.  

LOVE- Di segmen ini, saya ingin membahas bagaimana anda bisa membangun hubungan yang lebih baik dan menjadi contoh bagi orang lain.

LAUGH- Di segmen ini, saya ingin membahas bagaimana anda bisa memiliki hidup yang bahagia dan mengingatkan anda hal-hal terpenting di dunia ini.

Semoga isi blog ini bermanfaat bagi anda, dan berhasil membuat kehidupan anda menjadi lebih baik. Jika anda tertarik mengikuti artikel-artikel saya, anda bisa mengelike Facebook Page saya atau men-subscribe ke newsletter kami.

Contact