Quantcast
Live

Bagaimana Cara Menemukan Tujuan Hidup Anda

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

“Abis lulus kuliah, gue bakal kerja di Ogilvy & Mather dan menghasilkan 3000 dolar!” kataku dengan mata berbinar-binar dan suara yang lantang.

Tony dan Richard mengangguk-anggukkan kepala mereka setengah takjub, setengah terkejut dengan mimpiku untuk bekerja di salah satu perusahaan periklanan terpopuler di Singapura saat itu.

Saat itu aku berumur 21 tahun dan beberapa bulan lagi aku akan lulus kuliah. Tiga tahun terakhir ini aku sudah berusaha untuk mengumpulkan berbagai pengalaman dan memoles resume ku sehingga aku bisa bekerja di Ogilvy & Mather Singapura. Namun, setengah tahun kemudian, aku menemukan diriku sendiri pulang ke Semarang, bekerja meneruskan pabrik kayu ayahku. Sebuah pekerjaan yang sebenarnya sangat enggan untuk aku lakukan.

Mimpiku untuk bekerja di Ogilvy & Mather menjadi kenangan dan aku menjalani hari-hariku di Semarang dengan berat hati…

Aku mulai bertanya pada diriku sendiri apa yang aku lakukan disini? bagaimana dengan tujuan hidupku?

Menemukan Tujuan Hidup Anda

Dimanapun anda berada saat ini, saya yakin anda pernah mengalami pengalaman yang serupa. Well, mungkin tidak sama, tapi serupa. Anda mungkin pernah sempat menghidupi mimpi anda, namun tiba-tiba, karena nasib buruk atau campur tangan dari luar, anda harus mengorbankan kehidupan impian anda. Atau mungkin sama seperti saya, anda sempat bermimpi untuk melakukan sesuatu, namun sebelum anda sempat melakukan apa-apa, realita sudah menunjukkan taringnya dan menggigit bokong anda. Atau bahkan, mungkin anda masih belum memiliki gambaran apapun tentang masa depan anda.

Dimanapun anda berada, hasilnya sama: anda tidak tahu kemana anda harus melangkah setelah ini. Anda bingung. Anda resah. Anda galau…

Fenomena ini sebenarnya bukanlah sesuatu yang unik. Banyak anak muda di luar sana yang masih tidak memiliki gambaran apa yang harus mereka lakukan dengan hidup mereka. Dan saya pun sempat menjadi salah satu dari anak itu tiga tahun yang lalu. Sampai saya menemukan sebuah diagram yang merubah hidup saya selamanya.

Menurut almarhum Stephen R. Covey, penulis buku fenomenal 7th Habit of Highly Effective people dan the 8th Habit, anda akan menemukan tujuan anda (voice) di persimpangan gairah (passion), talenta (talent), kebutuhan dunia (need), dan suara hati (conscience) anda. Menurutnya, dengan menemukan titik temu empat aspek ini, anda akan menemukan tujuan hidup anda. Tidak percaya? Mari kita kaji mereka satu per satu.

Gairah (Passion): Ini adalah sesuatu/sebuah aktivitas yang membuat anda bersemangat. Hal ini membuat anda merasa hidup dan anda tidak segan-segan untuk bangun pagi-pagi demi melakukan aktivitas itu. Anda dapat menggali gairah anda dengan menanyakan: aktivitas apa yang membuat saya bersemangat, bahkan jika saya tidak dibayar untuk melakukannya sekalipun?

Talenta (Talent): Ini adalah keahlian anda atau sesuatu yang bisa anda lakukan dengan baik. Anda tidak harus memilikinya dari lahir, namun paling tidak anda memiliki kemampuan untuk melakukan hal itu dengan baik. Anda dapat menggali talenta anda dengan menanyakan: apa yang bisa anda lakukan dengan baik.

Kebutuhan dunia (Need): Nilai gairah dan talenta anda sangat ditentukan oleh kontribusi mereka pada dunia. Jika gairah dan talenta anda tidak mengisi kebutuhan apapun di dunia ini, apa yang anda punyai itu hanyalah sebuah hobi. Anda dapat menemukan apakah gairah dan talenta anda sudah memenuhi sebuah kebutuhan di dunia dengan menayakan: apa konntribusi saya di dunia ini?

Suara hati (Conscience): Saat anda sudah berjalan ke arah yang benar, anda biasanya akan menemukan konfirmasi dari suara hati anda. Saya tahu hal ini terdengar spiritual dan mungkin saat ini saya terdengar seperti seorang pendeta, tapi percayalah, saat anda berjalan ke tujuan hidup yang tepat, anda dapat merasakannya. Anda akan merasa lebih damai.

Jadi Apa Implikasi Semua Ini?

Intinya adalah menemukan tujuan hidup kita tidaklah sesederhana menemukan apa yang kita cintai, kita harus menjadi ahli dalam melakukan apa yang kita cintai. Menjadi ahli pun masih belum cukup, kita harus memenuhi sebuah kebutuhan di dunia ini. Jika keahlian kita tidak berkontribusi apa-apa, tidak menambah nilai ke kehidupan orang lain, keahlian kita hanyalah sebuah hobi.

Di sebuah dunia yang dipenuhi pesan-pesan yang mendorong kita untuk menemukan passion, mencari jati diri yang sesungguhnya, dan melakukan apa yang kita cintai, banyak dari kita mulai berpikir bahwa gairah saja cukup untuk menjadikan mimpi atau tujuan kita menjadi kenyataan. Namun, pada kenyataannya, dunia ini tidak bekerja seperti itu. Segala hal di dunia ini bergerak atas dasar kebutuhan manusia, jika anda tidak mempunyai keahlian yang bisa anda tawarkan untuk memenuhi sebuah kebutuhan itu, anda tidak akan menjadi siapa-siapa.

Anda akan menemukan tujuan hidup saat gairah, keahlian, suara hati, dan kebutuhan dunia bertemu. Itu adalah kunci menemukan tujuan hidup anda.

 

Jika anda mendapati tips ini bermanfaat dan ingin mendapatkan artikel-artikel terbaru saya lebih cepat, subscribe ke box dibawah ini atau like Facebook saya.

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment