Quantcast
Live

Berhenti Membohongi Diri Anda Sendiri

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Percayakah anda jika otak anda sering membohongi anda?

Saat anda sedang mengalami kesulitan, otak anda biasanya lebih memilih untuk melihat apa yang ingin anda lihat daripada kenyataan yang ada di depan mata. Artinya, saat kita berada di dalam situasi yang sulit, otak kita biasanya akan berkonspirasi untuk membohongi diri kita sendiri. Inilah kenapa kebanyakan orang akan kehilangan keobjektivitasannya di masa-masa sulit.

Kenapa Kita Membohongi Diri Kita Sendiri?  

Kita semua memiliki ego yang rapuh. Pikiran bawah sadar kita selalu bekerja keras untuk melindungi perasaan dan pikiran kita dari kebingungan dan rasa sakit. Akibatnya, mekanisme ini terkadang mewarnai cara kita melihat dunia, membuat keadaan kita terlihat lebih baik dari kenyataannya. Kita semua benci dibohongi orang lain, namun banyak dari kita tidak menyadari bahwa kita sering membohongi diri kita sendiri. Membohongi diri sendirilah yang biasanya menyebabkan kegagalan, kesedihan, dan berbagai konflik manusia.

Contohnya, saya pernah bertemu dengan seorang wanita yang berada di dalam sebuah hubungan yang tidak sehat. Ia sering bercerita bagaimana ia mendapat perlakuan kejam dari pacarnya dan tidak tahu harus berbuat apa. Namun, setelah ia menceritakan segala kekejaman pacarnya itu, ia kemudian akan bercerita bagaimana jauh di dalam lubuk hatinya ia tahu bahwa pria ini masih mencintainya. Ia percaya (atau dalam konteks ini otaknya percaya) bahwa suatu saat nanti pacarnya ini akan berubah menjadi pria yang lebih baik. Ia percaya bahwa ini semua terjadi karena pacarnya sedang mengalami kesulitan dan ia butuh waktu untuk menata kehidupannya. Namun, hari yang ia tunggu-tunggu itu tidak kunjung tiba. Alih-alih semakin baik, perlakuan pacarnya malah semakin menjadi-jadi dari hari ke hari. Akhirnya, dengan dorongan keras teman-temannya (termasuk saya) ia berhasil memutuskan pacarnya yang kejam itu. Beberapa bulan setelah teman saya memutuskan pacarnya, ia berubah menjadi pribadi yang lebih bahagia.

Dari luar, sudah jelas ada yang salah dengan pria ini dan kita mengetahui bagaimana ia jelas-jelas tidak mencintai teman saya. Namun, teman saya terus membohongi dirinya sendiri karena ia tidak ingin menerima kenyataan bahwa orang yang ia cintai ini adalah sumber segala kesedihannya.   

Seorang psikolog terkenal bernama Cortney S. Warren Ph.D. pernah mengatakan,“Kita membohongi diri kita sendiri karena kita tidak mempunyai kekuatan untuk menerima kebenaran dan menghadapi konsekuensi dari kebenaran tersebut.”

Harga Membohongi Diri Sendiri

Saat kita membohongi diri kita sendiri, orang-orang di sekitar kita juga biasanya akan menanggung akibatnya. Dengan membohongi diri kita sendiri, kita akan melukai diri kita sendiri dan orang-orang yang kita cintai. Kita akan membuat janji-janji yang tidak akan kita tepati, memberikan harapan-harapan palsu, dan membangun kepercayaan rapuh yang cepat atau lambat akan hancur. Saat kita tidak memenuhi janji-janji kita, kepercayaan orang-orang pada kita akan berkurang, dan tanpa kepercayaan, sebuah hubungan tidak akan bertahan lama.

Membohongi diri kita sendiri juga akan membebani hati kita dengan penyesalan. Saat kita membohongi diri kita sendiri, kita biasanya akan membuat beberapa keputusan yang akan menyebabkan masalah-masalah yang lebih besar. Keputusan yang sudah kita buat tidak bisa ditarik kembali, oleh karena itu keputusan-keuputasan yang salah ini hanya akan menjadi penyesalan.

Jika anda ingin belajar untuk menjadi diri sendiri, anda harus mengingat satu hal.

Di sebuah eksperimen sosial yang dilakukan Quattrone dan Tversky pada tahun 1984, mereka menemukan bahwa orang-orang yang hidup di dalam kebohongan terlalu lama biasanya akan menganggap kebohongan itu sebagai sebuah kenyataan. Orang-orang ini akan terus menutupi kenyataan-kenyataan yang bermunculan dengan kebohongan-kebohongan mereka. Mereka tidak menyadari keretakan-keretakan yang pelan-pelan menghancurkan kebohongan mereka.

Ingatlah, cepat atau lambat, kenyataan akan menemukan kita. Jika anda ingin sebuah hidup yang damai dan bahagia, berhentilah membohongi diri anda sendiri dan menjadi diri sendiri.  

Bagaimana Menjadi Diri Sendiri?

Okay, kita sudah membahas apa itu membohongi diri sendiri dan apa yang bisa terjadi jika kita terus melakukan hal tersebut. Jadi bagaimana kita bisa mulai menjadi diri sendiri? Berikut ini adalah beberapa langkah yang anda bisa ambil hari ini untuk menjadi diri anda sendiri.

 

1. Temukan tujuan hidup dan nilai-nilai terpenting kehidupan anda

Luangkanlah sedikit waktu untuk memikirkan masa depan anda. Kemudian, buatlah tujuan-tujuan kecil berdasarkan masa depan tersebut, sehingga kehidupan ideal anda bisa menjadi kenyataan.

typewriter-801921_1280

 

2. Perhatikan dialog-dialog yang anda buat pada diri sendiri

Perhatikan pikiran-pikiran yang terlintas di otak anda setiap pagi. Apakah pikiran itu positif? Jika tidak, temukan cara untuk berpikir lebih positif lewat artikel ini.

kekuatan kata-kata anda

3. Ambillah waktu untuk beristirahat

Beristirahatlah yang cukup sehingga anda bisa terus melakukan apa yang anda cintai dengan baik. Ingatlah bahwa pikiran yang segar akan membantu anda melakukan segala hal dengan lebih baik.

people resting from hard work

4. Manfaatkan kekuatan anda

Tulislah 3 hal yang bisa anda lakukan dengan baik. Jika anda merasa kesulitan, mintalah orang-orang terdekat anda untuk memberikan pendapat mereka tentang anda. Mengetahui kekuatan anda sendiri akan membuat anda lebih bersemangat menghadapi masalah-masalah kehidupan.

crazy girl

5. Beranikan diri anda untuk meminta pertolongan

Ada banyak orang di dunia ini yang bersedia membantu anda. Namun, anda harus memberanikan diri untuk menyampaikan masalah anda kepada mereka. Jika menurut anda masalah anda terlalu besar untuk mereka, mulailah berpikir untuk meminta bantuan profesional.

membangun persahabatan yang kokoh

 

###

 

Saya tahu bahwa beberapa hari yang lalu, saya telah menulis sebuah post tentang ‘menentang realita dunia’ dan saya sadar bahwa pesan post tersebut sedikit berbeda dengan apa yang saya sampaikan di post ini. Namun, anda harus mengingat bahwa tidak ada prinsip yang baku di dunia ini. Anda harus tahu kapan dan bagaimana mengaplikasikan prinsip-prinsip yang saya ulas di blog ini di dalam kehidupan anda. Lewat 2 blog post ini, saya ingin membantu anda melihat kehidupan ini dengan objektif, mengubah kenyataan yang membatasi kehidupan anda, dan menerima kenyataan yang tidak bisa diubah apa adanya.

Jika anda menikmati artikel ini Like dan Follow Instagram saya dengan menge-klik tombol dibawah ini 🙂

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

2 Comments

Write A Comment