Quantcast
Laugh

Berhenti Menciptakan Masalah Anda Sendiri dan Jadi Orang yang Lebih Bahagia

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

“Jika anda pikir anda telah memecahkan semua misteri kehidupan, cobalah menghabiskan seminggu bersama keluarga anda.” – Ram Dass

 

Saya baru saja kembali dari liburan keluarga saya. Liburan itu terasa menyenangkan, kami dapat berbagi dan bersenang-senang bersama. Menurut saya pertemuan ini membuat saya menyadari sesuatu yang menarik. Kita semua bertumbuh bersama saudara-saudara kandung kita, dibimbing dan dipengaruhi oleh orang tua yang sama, namun berakhir dengan kepribadian dan hidup yang berbeda-beda- berbeda dengan satu sama lain dan berbeda dengan orangtua kita.

Tentu, kita semua unik. Namun keunikan kita sepertinya lebih sulit diterima dalam konteks sebuah keluarga. Mereka adalah orang-orang yang berperan besar dalam kehidupan kita, dan itu biasanya berarti merekalah orang yang paling mudah melukai kita di kehidupan ini.

Masalah terbesar dalam hubungan kita biasanya datang dari orang-orang terdekat kita. Orang-orang yang terhubung dengan kita secara emosional. Beberapa hari bersama keluarga saya telah membuka mata saya pada kenyataan ini.

Perubahan Pola Pikir

Dulu, saat saya merasa marah dan terganggu dengan tingkah laku beberapa anggota keluarga saya, keluarga saya terlihat bermasalah. Dan waktu itu, saya juga sempat percaya bahwa masalah-masalah itu disebabkan oleh mereka.

Pendek kata, berkumpul bersama keluarga saya akan menciptakan sebuah perasaan tidak nyaman yang tak terdeskrepsikan oleh kata-kata. Kami terlihat baik-baik saja dari luar, namun saya dapat merasakan tembok-tembok yang mulai mengkotak-kotaki kehidupan kita masing-masing. Saya sadar bahwa hal ini adalah sesuatu yang normal di kehidupan keluarga-keluarga modern, sehingga saya mencoba untuk tetap positif dan menafsirkan fenomena ini sebagai sebuah fase kehidupan yang harus setiap keluarga lalui. Toh, kami juga masih tinggal di bawah satu atap.

Namun, liburan keluarga ini merubah persepsi saya terhadap kondisi keluarga saya. Saat saya melihat senyuman ayah dan ibu saya, tawa kakak dan adik saya,  saya sadar bahwa ternyata, selama ini keluarga saya bukanlah sebuah keluarga yang bermasalah. Masalah itu tidak pernah ada di dalam keluarga saya. Masalah itu hanya ada di dalam kepala saya, saya menciptakan masalah itu sendiri…

Menciptakan Masalah Kita Sendiri

Ketidaknyamanan yang saya rasakan di dalam keluarga saya selama ini tidaklah lebih dari pikiran negatif saya sendiri yang bermanifestasi menjadi sebuah ‘masalah’ di dalam otak saya. Sayalah orang yang menciptakan masalah itu sendiri.

Hari itu saya menyadari bahwa otak saya gemar menciptakan berbagai cerita untuk menjelaskan hal-hal yang terjadi dan seharusnya tidak terjadi di dalam keluarga saya. Saat saya sedang bersama keluarga saya, otak saya selalu dipenuhi gambaran-gambaran keluarga yang sempurna. Bagaimana kita seharusnya lebih mempedulikan, memahami, dan mendengarkan satu sama lain. Pikiran-pikiran ini tidak ada hubungannya dengan keluarga saya sama sekali. Pikiran-pikiran ini diciptakan oleh ekspektasi dan prasangka saya sendiri pada waktu itu, bukan dari tingkah laku keluarga saya sama sekali.

Saat saya menyadari hal ini, segala ketidaknyamanan dan ketegangan dalam keluarga saya hilang dalam seketika. Hal ini mungkin terdengar aneh bagi anda, namun bagi saya kejadian ini adalah sesuatu yang lucu. Saya merasa seperti manusia bodoh yang gagal untuk melihat bagaimana ketidaknyamanan yang saya rasakan beberapa tahun ini ternyata hanyalah sebuah dialog yang ada di otak saya.

Sebuah cerita yang saya ciptakan untuk membohongi diri saya sendiri.

Bagaimana Dengan Anda?

Hal ini mungkin juga berlaku untuk masalah-masalah yang ada di kehidupan anda saat ini.

Saat anda menghadapi sebuah masalah, pikiran anda bisa terasa kacau atau tenang. Saat pikiran anda terasa tenang, dunia sepertinya terasa baik-baik saja. Namun, sebenarnya mungkin ketenangan itu hanya anda rasakan di dalam dunia anda sendiri- kedamaian yang anda rasakan adalah kedamaian yang ada di dalam diri anda sendiri.

Dan saat pikiran anda terasa kacau, dunia sepertinya terasa kacau. Namun, sebenarnya mungkin kekacauan itu hanya anda rasakan di dalam dunia anda sendiri, bukan di dunia nyata. Kekacauan itu mungkin tidak disebabkan oleh masalah-masalah yang anda bayangkan.

Penyebab utama frustasi kita adalah masalah-masalah yang kita bayangkan di otak kita. Saat anda menyadari bahwa andalah penguasa pikiran anda, anda akan merasa bebas. Bebas untuk mengakhiri masalah-masalah itu selamanya.

Anda mungkin berpikir: namun bagaimana jika ada sesuatu yang harus anda rubah? Apa yang menakjubkan saat anda menyadari bahwa pikiran andalah yang menyebabkan kebanyakan masalah di kehidupan anda sekarang adalah, kekuatan yang akan anda temukan untuk mengubah pikiran-pikiran itu.

Saat pikiran anda terasa kacau, anda akan merasa seperti menyetir ke pedalaman dengan kaca mobil yang kotor. Pikiran-pikiran negatif di dalam kita mengotori kaca kita dan menodai penglihatan kita.

Memahami bahwa kebanyakan masalah kita disebabkan oleh kaca yang kotor akan memudahkan kehidupan kita. Kita tidak perlu lagi merasa takut karena masalah-masalah itu biasanya akan hilang saat anda memutuskan untuk membersihkan kaca-kaca itu.

Jadi tunggu apalagi, bersihakan kaca-kaca itu dan selesaikan masalah anda sekarang. Berhenti menciptakan masalah-masalah kita sendiri.

 

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, klik tombol ‘follow’ untuk mendapatkan artikel-artikel terbaru saya lewat Facebook.

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment