Quantcast
Category

Laugh

Category

Banyak orang merasa terjebak karena beberapa alasan: Sebuah tugas atau proyek yang terlalu mengintimidasi dan sulit jadi kita menunda tugas itu. Membangun kebiasaan baru itu sulit sehingga kita menyerah setelah satu atau dua minggu. Hidup terasa menjemukan karena ada banyak hal yang harus anda lakukan. Akar dari semua masalah-masalah ini adalah karena kita seringkali mengambil gambar besar dari sebuah masalah. Akibatnya, kita menjadi tertekan karena masalah raksasa yang harus kita hadapi, dan menggunakannya sebagai alasan untuk tidak melakukan apa-apa. Alih-alih melakukan semua itu, saya merasa fokus untuk melakukan satu hal kecil saja bisa merubah segalanya. Contohnya: Ada terlalu banyak hal yang harus saya lakukan saat ini, saya merasa tertekan Solusinya: fokus untuk melakukan satu hal kecil saja. Mulai saja. Lakukan proyek itu pelan-pelan, selangkah demi selangkah. Buatlah daftar tugas-tugas yang harus anda lakkan. Sesuatu yang bisa anda lakukan dalam 1-2 menit. Anda bisa melakukannya. Saya gagal untuk membangun kebiasaan baru…

Anda pernah merasakan racun kehidupan yang lebih mematikan dan masih bertahan hidup. Anda telah menghadapi berbagai trauma kehidupan dan masih bertahan hidup. Tubuh dan pikiran manusia jauh lebih kuat daripada perkiraan kita. Langit dan bintang mengagumi anda karena anda adalah bagaimana Tuhan menunjukkan kekuatannya.  Jadi saat orang-orang mencoba untuk menuduh, menjelek-jelekkan, atau meremehakan anda, anda berhak untuk membuang mereka dari kehidupan anda. Tinggalkanlah mereka karena mereka tidak baik untuk jiwa anda. Orang-orang yang benar-benar mencintai anda akan terus mencintai anda apa adanya, bukan memaksa anda untuk berpura-pura menjadi orang lain. Mencintai Orang Lain dan Menjadi Diri Sendiri Mencintai seseorang adalah salah satu tindakan paling berani yang bisa anda lakukan. Karena untuk menjalin sebuah hubungan anda harus mengesampingkan diri anda sendiri. Itulah mengapa anda harus belajar untuk mencintai diri anda sendiri.  Mencintai diri anda sendiri jugalah satu bentuk dari keberanian walaupun tidak semua orang akan memahaminya. Di sebuah zaman dimana kecanggungan dan ketidaknyamanan…

Apa yang menghalangi orang-orang dari kehidupan impian mereka? Bagi kebanyakan orang, biasanya hal itu adalah kebiasaan terlalu banyak berpikir. Kita terlalu banyak memikirkan masalah-masalah kecil yang muncul di kehidupan kita sehingga masalah-masalah itu berubah menjadi lebih menakutkan dari kenyataannya. Berpikir terlalu banyak tentang hal-hal positif sampai hal-hal tersebut tidak terlihat positif lagi. Atau menganalisa segala hal sehingga kebahagiaan yang seharusnya kita rasakan sebelumnya hilang seketika. Tentu, berpikir sebelum bertindak adalah sesuatu yang harus kita lakukan. Namun, terlalu banyak berpikir bisa menjadikan kita orang yang pasif di kehidupan ini.  Saya tahu perasaan itu. Saya dulu adalah tipe orang yang terlalu banyak memikirkan segalanya sehingga saya menjadi takut untuk melangkah dan itu bukanlah perasaan yang menyenangkan. Namun, beberapa tahun terakhir, saya telah belajar bagaimana mengendalikan pikiran saya sehingga saya tidak terus mencoba untuk menganalisa segala hal. Dalam artikel ini saya ingin membagikan 9 kebiasaan yang telah membantu saya untuk menyederhanakan kehidupan saya…

“Anda tidak perlu gelar untuk menjadi pemimpin.” -Mark Sanborn Pernahkah anda merasa tertekan oleh pekerjaan anda? Merasa jengkel dengan teman kerja anda, dimaki-maki pelanggan anda, terlalu sibuk, atau merasa kewalahan? Cobalah eksperimen kecil ini. Bayangkan anda telah kembali menjadi anak berusia 5 tahun. Jika anda memiliki seorang anak berumur 5 tahun di rumah, hal ini mungkin akan terasa lebih mudah. Namun, jika tidak, bayangkan apa yang biasanya ada di dalam pikiran anak berumur 5 tahun. Bagaimana ini bisa membantu anda menjadi pemimpin yang lebih baik? Karena cara berpikir anak berumur 5 tahun akan mengembalikan semangat belajar dan rasa ingin tahu yang sempat kita miliki dulu. Hal ini akan memberikan anda persepsi baru dalam kehidupan. Terlebih lagi, mengadopsi cara berpikir seorang anak kecil adalah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah atau menemukan inovasi baru. Di bawah ini, mari kita lihat bagaimana berpikir seperti anak-anak akan merubah cara anda melihat dunia dan menjadikan…

Kita semua pernah mendengar ekspresi “less is more” atau kurang itu lebih di dalam satu waktu di kehidupan kita. Ini adalah sebuah kata-kata yang sederhana, namun memiliki makna yang sangat dalam. Filosofi ini bisa diaplikasikan ke hampir seluruh aspek kehidupan kita, terutama beberapa tahun terakhir. Sayangnya tidak banyak orang di dunia ini mempraktikkan filosofi ini dengan disiplin. Filosofi ini harus menjadi mantra kita setiap hari, karena arti dibalik kata-kata ini sangatlah relevan dengan kehidupan manusia di abad 21. Masalah Utama Manusia Abad 21: Kepenuhan Memiliki ‘terlalu banyak’ barang (fisik atau non-fisik) bisa menyebabkan kekacauan, keresahan, dan stress. Inilah mengapa menyederhanakan kehidupan kita itu penting. Kita harus memilih prioritas-prioritas kehidupan kita sehingga kehidupan kita menjadi lebih bermakna. Jangan habiskan waktu anda menghadapi hal-hal yang tidak menambah nilai apapun di dalam kehidupan anda. Membuat prioritas hidup adalah sesuatu yang sangat penting, dan apa yang kita prioritaskan saat kita berumur 20an akan membentuk…

“Jangan pakai terlalu banyak saat sedikit saja sudah mencukupi.”- Anonim Baru-baru ini saya melihat sebuah acara realita yang memiliki misi untuk membantu restoran-restoran bermasalah. Di acara ini, seorang ahli restoran akan dipanggil untuk membantu bisnis restorwn keluarga- dan dalam proses tersebut ahli restoran itu juga akan membantu pemilik restoran membangun hubungan-hubungan lebih baik di hidupnya. Pada awalnya, pakar restoran itu menyarankan keluarga itu untuk mengurangi jumlah menu yang mereka tawarkan dari beberapa halaman menjadi satu halaman saja. Para pemilik restoran biasanya memutuskan untuk memberikan banyak pilihan karena mereka berasumsi hal ini akan membuat restoran mereka menjadi lebih unik. Kenyataannya, pilihan-pilihan ini terlalu membingungkan. Dan dalam konteks ini, kurang itu lebih. Kurang Itu Lebih Ini adalah salah satu filosofi penting di blog saya. Inilah mengapa saya hanya mengepost 2 artikel setiap minggunya. Hal ini memberikan saya waktu untuk menjaga kualitas artikel saya dan menjawab pesan-pesan anda. Hal ini sangat bertolak belakang…

Disiplin bersyukur adalah sesuatu yang harus anda miliki. Hati yang bersyukur memberikan anda kepuasan. Hati yang bersyukur akan menghargai dan menyadari hadiah-hadiah kehidupan. Hati yang bersyukur menumbuhkan optimisme. Optimisme membangun semangat dan motivasi Hati yang bersyukur membawa keindahan. Hati yang bersyukur akan membuat kita berhenti sejenak dan menghitung berkat kita. Hati yang bersyukur akan memindahkan fokus perhatian kita dari diri kita sendiri ke orang lain. Hati yang bersyukur menyadari bahwa kehidupan kita telah diperkaya oleh orang-orang yang ada di kehidupan kita. Hati yang bersyukur akan mendorong kita untuk membantu orang lain. Hati yang bersyukur menyadari bahwa kita telah dibantu oleh orang lain, akibatnya kita menjadi lebih sadar akan kebutuhan orang lain. Hati yang bersyukur akan menarik orang-orang yang baik dan setia. Penelitian menunjukkan bahwa rasa syukur menyebabkan tubuh yang lebih sehat dan otak yang lebih tajam Rasa syukur meningkatkan kebahagiaan dan memberi kita kekuatan untuk menjalani kesulitan kita dengan objektif. Namun,…

Ada 2 jenis stress di kehidupan ini. Stress yang baik, dan stress yang buruk. Apakah anda tahu perbedaannya? Bagaimana anda menanggapi stress kehidupan anda? Menyadari apa yang membuat anda stress adalah sesuatu yang penting. Dengan melakukan hal itu, anda akan tahu cara menindaklanjuti stress yang anda rasakan. Beberapa stress itu sehat… Stress membantu anda berkembang dan membantu anda fokus pada hal-hal terpenting di kehidupan anda. Stress akan mendorong anda untuk keluar dari zona nyaman anda. Dan di kondisi darurat, stress bisa menyelamatkan kehidupan anda.   Lalu ada juga stress yang akan merusak kehidupan anda. Stress itu akan menyebabkan luka fisik, mental, dan emosial. Stress yang negatif bisa menyebabkan tubuh dan pikiran anda untuk membesar-besarkan sebuah masalah dan menyebabkan masalah pencernaan, perubahan berat badan, sakit jantung, dan penyakit-penyakit lain yang akan membunuh anda. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengatur dan membedakan stress yang baik dan stress yang buruk. Dibawah ini adalah…

Lihatlah sekeliling anda, semua orang melakukan berbagai hal dalam waktu yang sama. Kita terlihat jauh lebih sibuk dari nenek moyang kita, mencoba untuk mengisi setiap kekosongan kita dengan kesibukan. Setiap kali anda berjalan ke pusat perbelanjaan, anda akan melihat hal yang sama: kepala-kepala yang terdunduk kebawah, perhatian orang-orang yang larut ke dalam sinar yang terpancar dari smartphone mereka. Teknologi telah merubah kita semua menjadi mayat hidup. Budaya yang Menyembah Kesibukan Kita hidup di sebuah dunia yang sibuk, sebuah dunia yang menilai kualitas kehidupan manusia dari produktivitas, efisiensi, hasil, laba dan rugi. Kehidupan kita dipenuhi oleh meeting dan lembar kerja dan update status dan macet dan post dan chat dan segala hal yang menandakan hidup yang sibuk. Kerja, kerja, kerja. Penduduk Indonesia yang tinggal di kota-kota besar bekerja lebih keras, namun mendapatkan bayaran yang lebih rendah. Inflasi, biaya kehidupan yang terus meningkat, dan lain lain. Kesibukan menjadi sebuah norma baru penduduk…

Saya rasa kita semua pernah berada di posisi ini: kita mendaftar ke gym, mendaftar kursus, membeli sebuah buku… dan tidak melakukan apa-apa. Kita semua pernah berharap untuk belajar menggambar, memprogram, memainkan alat musik… dan gagal untuk melakukan hal itu. Kita pernah bermaksud untuk memulai sebuah proyek, mungkin itu sebuah blog atau menulis sebuah buku. Kita pernah bermaksud untuk menjadi produktif dan melakukan sesuatu. Tetapi rencana kita gagal. Kita gagal untuk memenuhi harapan-harapan kita. Apa yang terjadi? Apa yang salah dengan kita? Menurut pengalaman saya, hal ini disebabkan beberapa faktor: Kita terlalu optimis Kita berpikir kita bisa melakukan 2- 5 kali lipat dari apa yang sebenarnya bisa kita lakukan. Kapasitas, tenaga, dan waktu kita di dalam 1 hari terbatas. Namun, kita biasanya gagal untuk mengestimasi kekuatan kita sendiri. Kita tidak sadar berapa banyak waktu yang harus kita habiskan untuk menyelesaikan tugas itu. Optimisme membutakan kita akan kebenaran kehidupan. Kita tidak mempertimbangkan…