Quantcast
Category

Live

Category

“ The idea that the more you pursue feeling better all the time, the less satisfied you become, as pursuing something only reinforces the fact that you lack it in the first place. ”- Mark Manson One of the most thought-provoking revelation about human desire is that the fulfillment of it, takes away every ounce of happiness and meaning it promises.  To put it in simpler terms, the fulfillment of desire creates an empty vacuum that should be replaced by another (usually bigger) desire. According to Psychologist, Dan Gilbert, this is caused by our mind ‘s emotional homeostasis system- an emotional regulatory system that constantly neutralize our extreme emotions. This is why heartbreaks don’t feel as painful as time goes by. This is why lottery winners’ joy doesn’t last long. This is also why the happiness we get from fulfilling certain desires does not last long. So if fulfilling a…

“Desires are only the lack of something: and those who have the greatest desires are in a worse condition than those who have none, or very slight ones.”- Plato. The pursuit of desire is a very tricky subject. Too much and it will burn you with obsession, too little and you will not get what you want. How many times have we seen one man’s or woman’s obsession to achieve something great end up hurting them? These people sacrificed their health, family, friendships, happiness on the altar of success; believing that eventually, the end will justify the means, but they ended up miserable, lonely and sad… Or consider the old cynics who live a very sedentary lifestyle, asking you why you worked so hard to achieve X when everything you do will eventually be pointless. As annoying as those people sounded, they are actually pretty spot on on this subject.…

“There is no good or bad without us, there is only perception. There is the event itself and the story we tell ourselves about what it means.”- Ryan Holiday. What usually cause a situation to turn into a problem is our perception, or to put it simply, the way we see the situation. Our perception colors our emotion, and as a result, it eventually affect our whole decision making process. With the wrong perception, we can make mountains out of molehills, fear something that doesn’t actually exist and worry about things that we have little control over. For example, if we see our colleagues snide remarks and curt response as a form of personal attack, we will probably look for ways to return the attack and escalate the conflict. We become embittered and pass on those negative feelings to people around us. But if we held back our judgement and…

Almarhum Steve Jobs memiliki sebuah kebiasaan yang sangat buruk waktu ia menjabat sebagai CEO Apple: Ia sering membuat deadline ‘tidak mungkin’ yang membuat tim teknisinya tertekan, frustasi, dan hampir gila. Contohnya, di tahun 2005, ia memberikan tim teknisinya waktu dua minggu untuk menciptakan sebuah “visi untuk software” IPhone pertama Apple. Ia mengancam bahwa ia akan memberikan tugas ini ke orang lain jika mereka tidak bisa menyelesaikan tugas tersebut dalam tenggat waktu yang sudah ia tetapkan. Walaupun teknisi-teknisi itu mengutuki Steve Jobs seperti seorang rapper dan bekerja seperti orang kesetanan, mereka berhasil melakukan yang tidak mungkin. Mereka menciptakan desain software Iphone pertama dalam waktu dua minggu… Di bukunya 33 Strategies of War, Robert Greene menuliskan tentang sebuah fenomena yang disebut “death ground” – fenomena ini terjadi saat sebuah pasukan terdesak, tidak bisa lari, dan tidak punya pilihan lain selain memenangkan pertempuran. Pasukan-pasukan ini akan menjadi lebih kuat dan bahkan seringkali, tidak…

Setiap orang yang berhasil meraih mimpi mereka adalah orang-orang yang berhasil melewati apa yang para profesional sebut sebagai “lembah-lembah pergumulan.” Ini adalah satu periode di kehidupan pemimpi-pemimpi ini dimana kerja keras dan usaha mereka sepertinya terlihat sia-sia. Mungkin, seorang penulis novel telah mencoba untuk menjual draft novelnya ke ratusan penerbit, tetapi tidak ada satupun dari penerbit itu yang tertarik. Mungkin, seorang kakek-kakek berpakaian serba putih sedang mencoba untuk menawarkan resep ayam gorengnya ke ribuan restoran, hanya untuk ditolak secara mengenaskan. Momen lembah pergumulan ini adalah sebuah waktu yang sangat menantang bagi para pemimpi-pemimpi ini… Namun, jika ada satu waktu yang akan menentukan apakah seseorang akan berhasil atau gagal mencapai mimpi mereka, itu adalah momen ini. #### Waktu Kevin Hart memulai kariernya sebagai seorang pelawak, ia sempat berguru dengan seorang pelawak senior yang bernama Keith. Selama beberapa bulan, Keith tidak memberikan Kevin kesempatan untuk pergi ke depan panggung dan bahkan mengenalkannya…

Waktu aku berumur 16 tahun, aku pernah memiliki sebuah resolusi tahun baru untuk mempunyai perut kotak-kotak ala Aderai, bermain gitar di depan ratusan orang seperti John Mayer, dan mendapatkan rangking 10 besar di SMP ku di Singapura. Waktu aku berumur 20 tahun, aku pernah memiliki sebuah resolusi tahun baru untuk lulus dengan gelar Magna Cum Laude, menjadi Mr. UOB (pada dasarnya pria paling keren di kampus), dan menjadi MC populer di Singapura. Waktu aku berumur 22 tahun, aku pernah memiliki sebuah resolusi tahun baru untuk membuat sebuah majalah pria dengan nilai-nilai positif, keluar dari bisnis keluarga, dan memulai sebuah startup kecil-kecilan. Tahun ini aku resmi berumur 25 tahun dan aku harus mengakui bahwa aku tidak pernah mendapatkan perut kotak-kotak sepeti Ade Rai, bermain gitar di depan ratusan orang, mendapatkan rangking 10 besar di SMP, lulus dengan gelar Magna Cum Laude, menjadi Mr. UOB, dikenal sebagai MC populer, mempunyai sebuah majalah…

Sekitar satu tahun yang lalu, aku dan pacarku sempat pergi ke Jakarta untuk menghadiri sebuah konser musik. Di perjalanan kami ke Semarang, kami tidak sengaja bertemu dengan salah satu nasabah pacarku. Pria itu adalah seorang pengusaha travo yang ternyata cukup terkenal di Semarang. Singkat cerita, aku pun berkenalan dengan pria itu dan mulai berbasa basi tentang cuaca yang tidak menentu, kondisi ekonomi tahun 2018, dan berbagai hal lain. Saat aku berencana untuk mengakhiri pembicaraan itu dan pergi tidur, pria itu mengatakan sesuatu yang membuatku tidak bisa tidur malam itu. Ia berkata kurang lebih seperti ini: “Kamu cuma akan hidup di dunia ini sekali. Jadi pastikan kamu melakukan apa yang kamu cintai, mengejar passion kamu, dan mengerjakan sesuatu yang menarik. Karena jika kamu tidak tertarik dengan pekerjaanmu, kamu tidak akan kalah bersaing dengan orang-orang yang mencintai pekerjaan mereka.” Hatiku ingin melompat dan meneriakkan “amin” saat aku mendengar kata-kata itu. Namun, logikaku…

Kita bisa melakukan yang terbaik, mengintegrasikan ketertarikan dan pekerjaan kita, membangun keahlian di dalam bidang tersebut, dan berusaha untuk memenuhi sebuah kebutuhan nyata di dunia ini. Namun, kita tidak akan pernah bisa mengendalikan bagaimana dunia ini akan menilai hasil kerja kita. Kita bisa mengendalikan pikiran kita dengan benar, menanggapi sebuah masalah dengan positif, menyambut kesempatan dengan baik, dan masih saja gagal. Lantas apa yang harus kita lakukan dalam situasi ini? Well, hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah untuk terus mencoba, karena tidak ada satu hal pun di dunia ini yang bisa menghentikan kita untuk terus mencoba dan memberikan yang terbaik. Beberapa masalah dan halangan memang terkadang tidak bisa diselesaikan. Kegagalan terkadang tidak bisa dihindari dan beberapa jalan terkadang memang tidak bisa dilewati. Namun, ini belum tentu adalah sesuatu yang buruk, karena kita bisa menggunakan situasi atau kegagalan itu sebagai kesempatan untuk menempa karakter kita- walaupun itu terkadang berarti belajar…

Aku menyadari bahwa salah satu masalah terbesar manusia (itu termasuk aku sendiri) berakar dari keinginan kita untuk mengendalikan hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan. Bagi kebanyakan orang sepert aku, melepaskan kendali, untuk apapun itu, adalah sesuatu yang memalukan, lemah, dan bahkan sedikit menakutkan. Kita lebih suka melakukan sesuatu, membuat rencana, dan bahkan merasa cemas, alih-alih berdiam diri dan berserah pada keadaan. Paling tidak dengan melakukan ‘sesuatu’ kamu merasa seperti kamu telah melakukan sesuatu untuk merubah situasimu. Kamu merasa seperti kamu sudah mengirim sebuah pukulan telak terhadap nasib. Padahal jika dipikir lagi, seberapa besar pengaruh tindakan-tindakan tersebut dalam merubah situasimu? Ya, tidak bisa dipungkiri, melakukan sesuatu jauh lebih baik daripada berdiam diri dan berserah pada nasib. Namun dalam beberapa situasi, melakukan sesuatu tidak akan merubah apa-apa. Malah-malah, melakukan sesuatu hanya akan membuatmu tertekan, stres, dan akhirnya memutuskan untuk menelan 40 Panadol dalam waktu yang sama. Dalam beberapa situasi, melawan nasib membuat…