Quantcast
Category

Live

Category

Sederhanakan daftar tujuan-tujuan anda. Daftar tujuan yang panjang dan bertele-tele hanya akan dilupakan dan mengumpulkan debu. Kapan terakhir kali anda menyelesaikan daftar tujuan yang panjang? Anda mungkin berhasil menyelesaikan beberapa tujuan pertama anda, namun cepat atau lambat, biasanya anda akan melupakannya (atau menganggap beres beberapa tujuan yang belum terpenuhi). Daftar tujuan yang panjang hanya akan membuat anda merasa bersalah. Semakin panjang daftar tujuan yang belum terselesaikan, semakin anda akan kecewa. Dan pada titik tertentu, anda akan memutuskan untuk berhenti melihat daftar itu karena melihatnya membuat anda merasa bersalah. Lalu anda akan merasa tertekan dan semuanya akan menjadi masalah yang lebih besar. Ada cara yang lebih baik. Pecahkan daftar itu menjadi tujuan-tujuan yang lebih kecil. Contohnya, pecahkan sebuah daftar yang berisi 100 tujuan menjadi 10 daftar kecil dengan 10 tujuan. Itu artinya, saat anda menyelesaikan sebuah tujuan di daftar anda, anda berhasil menyelesaikan 10%, bukan 1 %. Ya, anda akan mempunyai…

Jika anda seperti kebanyakan orang, bangun pagi bukanlah sesuatu yang anda sukai. Dan percayalah, saya memahami hal itu. Namun bagaimana jika saya memberi tahu anda bahwa bagi beberapa orang, pagi hari adalah waktu terpenting mereka? Sebuah waktu untuk menemukan kedamaian, melakukan hal-hal produktif, dan memikirkan hidup. Orang-orang sukses tahu bahwa memulai hari dengan kedamaian dan fokus akan memberikan mereka momentum positif sepanjang hari. Dan ini bukan hanya tentang menjadi lebih produktif. Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang bangun lebih pagi biasanya terlihat lebih bahagia dan produktif. (Di sisi lain, orang-orang yang tidur malam dikatakan lebih cerdas dan produktif)   Sementara kebanyakan orang tidak berhenti-hentinya memencet tombol snooze di alarm smartphone mereka, atau kepayahan memakai celana tidur mereka, dan keluar dari pintu kamar tidur mereka, anda memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri anda membuat hari-hari anda menjadi lebih baik dengan memanfaatkan waktu pagi hari anda… Waktu pagi hari itu biasanya terdiri dari 60…

Alat-alat yang kita gunakan akan menjadi baik atau buruk tergantung cara kita menggunakannya. Sebuah gergaji mesin bisa membabat habis pohon busuk yang ada di belakang rumah anda, memastikan pohon itu tidak jatuh ke rumah tetangga anda, atau untuk memotong tetangga anda. Sekaleng cat bisa anda gunakan untuk menghiasi rumah anda atau mencoret-coret tembok rumah seseorang. Hal ini juga berlaku untuk teknologi-teknologi yang kita gunakan. Kita bisa menggunakan Facebook, Instagram, dan Twitter untuk memperkaya kehidupan kita dan orang-orang di sekitar kita, untuk berkomunikasi dan membagikan ide-ide anda kepada teman-teman anda. Atau kita bisa terjebak dalam segitiga Bermuda media sosial, hilang dan larut dalam layar kotak yang ada di depan mata kita. Kita bisa menggunakan smartphone kita untuk memotret bangunan-bangunan indah, mengirimkan pesan pada orang-orang yang anda cintai, mencari jalan menuju sebuah tempat yang mengasyikkan. Atau kita bisa menggunakan alat yang sama untuk menjadi orang yang menjengkelkan: seseorang yang terus mengecek email,…

Jika anda selalu harus pulang lebih malam dan bekerja di akhir pekan, itu bukanlah karena anda punya banyak pekerjaan. Ini disebabkan karena anda tidak melakukan cukup di dalam pekerjaan sehari-hari anda. Dan alasannya biasanya adalah gangguan. Coba pikir lagi: Kapan anda benar-benar bisa menyelesaikan pekerjaan anda? Jika anda seperti kebanyakan orang, itu biasanya pada malam hari atau subuh-subuh. Ini bukanlah sebuah kebetulan bahwa waktu-waktu ini adalah waktu di mana anda biasanya tidak bertemu orang lain. Pada pukul jam 2 siang, orang-orang biasanya sedang meeting, menjawab telepon, atau mengobrol dengan kolega. Perbincangan-perbincangan kecil itu mungkin terlihat baik-baik saja dari luar, namun aktivitas itu sebenarnya menggerogoti waktu kita. Gangguan bukanlah kerjasama, gangguan adalah gangguan. Dan saat anda diganggu, anda tidak akan menyelesaikan apa-apa. Gangguan memecahkan hari anda menjadi beberapa sesi bekerja. 45 menit bekerja, lalu anda ditelepon. 15 menit kemudian, sudah jam makan siang. Satu jam kemudian, anda ada meeting. Namun anda…

Pernahkah anda menonton film Wall-E? Sebuah kartun yang menunjukkan masa depan manusia: robot sampah, kursi yang berjalan, pintu otomatis, dan manusia-manusia malas yang tidak perlu melakukan apa-apa. Namun, apakah kehidupan kita terlihat seperti itu sekarang? Well, jawabannya adalah tidak. Percaya atau tidak, sejak tahun 1930an ekonomis memprediksi bahwa karyawan-karyawan dunia akan memiliki lebih banyak waktu luang. Dan walaupun waktu yang digunakan orang-orang untuk bekerja sudah menurun, dan kita mengetahui bahwa terlalu banyak bekerja bisa mempengaruhi kesehatan kita, banyak dari kita menghabiskan lebih dari 50 jam seminggu bekerja. Pekerja modern dengan smartphone biasanya bekerja lebih dari 70 jam. Apa yang terjadi? Jawabannya sederhana: smartphone kita. Kita semua mencintai smartphone kita bukan? Di dalam kantong kita, kita membawa telepon, kalender, buku, televisi, dan banyak hal lainnya. Kita bisa mengevaluasi laba rugi perusahaan kita, mengedit dokumen, membaca laporan, mengkontak klien, memesan kamar- dan sebagainya. George Jetson menyebut bosnya “tukang pecut” karena ia harus…

Sangatlah mudah untuk terus melakukan apa yang anda pikir harus anda selesaikan. Lebih sulit untuk berhenti sejenak dari kesibukan-kesibukan itu dan bertanya mengapa anda melakukan pekerjaan anda . Ini adalah beberapa pertanyaan yang harus anda tanyakan pada diri anda sendiri untuk memastikan apakah pekerjaan anda itu cukup bermakna: Kenapa anda melakukan pekerjaan ini? Pernahkah anda menemukan diri anda mengerjakan sesuatu tanpa mengetahui alasannya? Kenapa? Seseorang hanya memerintah anda untuk melakukannya. Hal ini sebenarnya sering terjadi. Jadi penting bagi anda untuk menanyakan mengapa anda mengerjakan ______. Untuk apa saya melakukan hal ini? Siapa yang menerima manfaatnya? Apa motif dibalik tugas ini? Mengetahui jawaban pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu anda memahami tugas itu. Masalah apa yang sedang anda selesaikan? Apa masalahnya? Apakah pelanggan anda bingung? Apakah anda bingung? Apakah sesuatu masih tidak jelas? Apakah sesuatu yang tidak mungkin dilakukan sebelumnya menjadi mungkin? Terkadang saat anda menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini, anda akan menemukan bahwa anda…

Pada tahun 1906 hidup seorang ekonomis Italia yang bernama Vilfredo Pareto. Suatu hari Pareto menyadari bahwa 20% kacang polong di kebunnya memproduksi sekitar 80% kacang yang ia panen setiap bulan. Hal ini membuatnya berpikir tentang hasil temuannya dalam konteks ekonomi dunia. Lalu, ia mulai menemukan sebuah pola di berbagai industri, perusahaan, dan masyarakat yang menarik: 80% hasil produksi yang ada di Amerika datang dari 20% fraksi paling produktif. Hal ini kemudian menjadi basis dari Prinsip Pareto atau apa yang biasanya disebut sebagai prinsip 80/20. Prinsip 80/20 mengatakan bahwa 80% dari hasil yang kita dapatkan datang dari 20% tindakan kita. Prinsip 80/20 ini adalah salah satu prinsip manajemen paling populer sepanjang sejarah. Pengusaha-pengusaha terkenal biasanya menemukan bahwa sekitar 20% dari pelanggan mereka bertanggung jawab atas 80% hasil penjualan mereka. Mereka menemukan bahwa sekitar 20% salesman mereka menutup 80% penjualan perusahaan itu. Mereka menemukan bahwa 20% biaya yang anda bayar menyebabkan 80%…

Ada banyak post di luar sana tentang membuat tujuan, memulai sesuatu, dan merubah dunia Masalah utama kesuksesan adalah ketidak-mampuan kita untuk fokus… Atau mungkin lebih tepatnya, kelemahan kita untuk terganggu dengan mudah. Saya pernah menulis tentang prinsip-prinsip produktivitas, tips-tips manajemen, dan cara kesuksesan. Post ini adalah tentang gambaran yang lebih besarnya, sebuah post yang bertujuan untuk membuat anda fokus pada tujuan anda. Karena orang yang bisa menunda kenikmatan dan fokus untuk melakukan sesuatu dalam waktu yang panjang… Menang. Jadi jika anda merasa anda tidak berhasil untuk memenuhi tujuan-tujuan anda dan menunda-nunda hal-hal yang seharusnya anda lakukan, post ini akan mengingatkan anda untuk fokus pada tujuan anda. Pertama mari kita memperjelas sesuatu: Anda tidak malas, tapi otak anda malas. Otak anda lebih suka melakukan apa yang mudah, dan karena alasan itu, kebanyakan orang tidak pernah mau meninggalkan zona nyaman mereka dan melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan. Satu penelitian bahkan menunjukkan…

Ada satu pertanyaan sederhana yang harus anda tanyakan untuk merubah masalah anda menjadi sebuah kesempatan. Dan percaya atau tidak, anda bisa menemukan pertanyaan itu di dalam sebuah film yang dimainkan John Belushi. Film yang berjudul Continental Divide tiba-tiba menghilang saat pertama kali muncul 30 tahun yang lalu di pasaran, dan itu sangat disayangkan. Tentu, plot film itu sangatlah buruk sehingga IMDB menuliskan “Seorang jurnalis sombong dari Chicago berselingkuh dengan peneliti burung elang.” Dan di film ini, Belushi tidak terlihat seperti pemeran utama film ini. Namun, film ini masih memilik dua hal yang bisa kita apresiasikan: Sebuah naskah cermelang yang ditulis oleh Lawrence Kasdan (Raiders of the Lost Ark, The Big Chill) dan Sebuah dialog yang harus anda gunakan pada diri anda sendiri setiap kali anda dihadapkan dengan sesuatu yang tidak menyenangkan. Blair Brown peneliti burung elang yang saya sebutkan tadi mengajak Belushi ke alam liar dan saat pertama kalinya Belushi…

“Kita biasanya melewatkan kesempatan karena kesempatan itu biasanya terlihat seperti sebuah masalah.” – Thomas A. Edison Gandhi tidak berjuang untuk kemerdekaan India. Kerajaan Inggris yang melakukan semua pertarungan dan perjuangan kemerdekaan India. Itulah bagaimana kerajaan Inggris kehilangan India. Tentu semua itu sudah direncanakan. Kampanye satyagraha Gandhi dan demonstrasi halus yang ia lakukan menunjukkan bahwa tindakan itu ternyata banyak artinya.  Bertindak bukan berarti harus selalu bergerak maju. Tindakan juga bisa berarti berdiam dan menunjukkan ketenangan dan kesabaran di tengah kesulitan. Tindakan juga bisa berarti berpegang teguh pada pendirian kita. Terkadang anda harus menyelesaikan masalah anda bukan dengan menyerang masalah itu, tapi dengan berserah dan membiarkan masalah itu menyerang anda. Anda dapat memanfaatkan tindakan negatif orang lain untuk melindungi atau bahkan menguntungkan diri anda sendiri. Gandhi yang tidak mempunyai kekuatan atau pengaruh apapun dibandingkan Kerajaan Inggris menggunakan kelemahannya dan menunjukkan tirani Kerajaan Inggris kepada dunia. Ia berkata kepada negara dengan kekuatan militer tertinggi,…