Quantcast
Category

Live

Category

Oke, gue yakin setelah membaca post gue tentang 3 Rencana Kehidupan dan Eksperimen Hidup, lo kurang lebih sudah mempunyai gambaran yang lebih jelas tentang karier masa depan lo. Namun gambaran-gambaran ini tidak cukup untuk menciptakan sebuah karier. Lo harus membuat pilihan yang tepat, dalam artian bukan pilihan yang 100% benar (karena pilihan seperti itu tidak ada), tetapi sebuah pilihan yang mantap. Sebuah pilihan yang lo percayai. Sebuah pilihan yang membuat hati lo tenang. Dan membuat pilihan seperti itu membutuhkan sebuah keahlian tersendiri. Sebuah keahlian yang akan kita bedah di post ini. Kenapa Kita Harus Membuat Pilihan? Saat kita masih kecil dulu, keinginan kita sepertinya tidak ada habisnya. Kita selalu menginginkan mainan baru, gadget baru, baju baru, atau dalam kasus tertentu, pacar baru. Dan anak-anak kecil biasanya bisa bertingkah seperti itu karena mereka masih belum tahu bahwa ada harga yang harus mereka bayar untuk mendapatkan sesuatu. Mereka hanya belum merasakannya. Mereka…

Menurut sebuah riset, kita akan menghabiskan paling tidak 90,000 jam dari waktu kita di dunia ini bekerja. Itu artinya ⅓ waktu kita di dunia ini akan habis bekerja… Inilah mengapa menentukan pekerjaan apa yang ingin kita lakukan di dunia ini sangatlah penting. Jika kita tidak menanggapi isu ini dengan serius, kehidupan kita akan menjadi jauh lebih menyedihkan daripada karakter-karakter protagonis di kebanyakan sinetron Indonesia. Dan dalam kasus ini, ibu tirimu adalah pekerjaanmu… Brrrr!! Nah masalahnya, saat lo mencoba untuk mencari pekerjaan ideal lo dan mulai menjelajahi pilihan-pilihan yang ada, berbagai pertanyaan mulai bermunculan di kepala lo. Apakah mengejar mimpi-mimpi gue akan membuat gue lebih bahagia? Apakah mimpi-mimpi ini hanya akan membuang-buang waktu gue? Menjadikan gue orang gagal yang hidup sendirian di sebuah gubug reyot dengan seekor kucing? Percaya tidak percaya hal ini adalah ketakutan umum yang dirasakan banyak anak muda di dunia ini. Bahkan Steve Jobs muda pun sempat merasakan…

Minggu lalu kita sudah membahas bagaimana menemukan keunikan kita adalah kunci untuk menemukan pekerjaan impian lo. Kita juga membahas bagaimana menemukan pekerjaan impian lo adalah sebuah proses panjang yang terkadang mengharuskan kita untuk mengorbankan sesuatu. Nah pertanyaannya adalah, bagaimana kita mengaplikasikan prinsip-prinsip itu dan menemukan pekerjaan impian lo? Lo akan menemukan jawabannya di post ini. Kembali Ke Masa Lalu Lo Seperti yang sudah kita bahas minggu lalu, cara paling mudah untuk menemukan keunikan kita adalah dengan melihat kembali ke masa lalu dan mulai menggali ketertarikan masa kecil kita. Coba ingat-ingat aktivitas seperti apa yang membuat lo tidak keberatan untuk melakukannya berkali-kali, sebuah subjek yang mengaduk rasa penasaran lo, sesuatu yang membuat lo bersemangat hingga lo lupa diri dan ngompol di kelas. Keunikan ini sudah ada di dalam diri lo, jadi lo tidak perlu bingung untuk mencarinya kemana-mana lagi. Lo hanya perlu menggali masa lalu lo dan menemukan apa yang sudah…

Seperti yang sudah gue tulis minggu lalu, hidup itu pendek. Cepat atau lambat kematian akan mendatangi kita semua. Itulah kenapa kita harus menggunakan waktu kita di dunia ini dengan baik dan melakukan sesuatu yang berarti. Nah, pertanyaannya adalah apa itu artinya melakukan sesuatu yang berarti? Apakah itu berarti keluar dari pekerjaan kantor lo yang super membosankan dan mengikuti sebuah organisasi nil laba yang berusaha untuk menyelamatkan dunia? Apakah itu berarti belajar karate dan menciptakan kostum kelelawar untuk melawan kejahatan? Well, nggak juga. Jawaban dari pertanyaan itu jauh lebih sederhana dari dugaan lo. Melakukan sesuatu yang berarti bisa ditafsirkan sebagai menemukan sebuah pekerjaan yang berarti… Coba pikir sejenak. Kita akan menghabiskan ⅓ waktu kita di dunia ini bekerja. Dalam konteks ini, pekerjaan itu sendiri bisa berarti pekerjaan yang dibayar atau tidak dibayar seperti mengasuh anak atau memimpin sebuah organisasi sosial. Jika lo adalah seperti kebanyakan manusia di dunia ini, ini adalah…

Berita Kematian… Gue sedang makan siang, menikmati campuran dada ayam rebus, tumis bayam, dan nasi merah, saat salah satu staf gue tiba-tiba menggebrak pintu kantor gue dan masuk dengan tergesa-gesa. Wanita yang biasanya selalu tersenyum ramah itu terlihat panik dan ia seolah-olah telah menjadi satu atau dua tahun lebih tua. “Pak kamu nggak akan percaya apa yang baru aku dengar…” katanya sedikit terbata-bata. Bokap gue yang saat itu sedang menggigit ikan lele di sebelah gue langsung menjatuhkan ikan itu ke piringnya dan menatap staf gue dengan mata was-was. “Mmmenapa?” Tanya Bokap gue dengan mulut penuh. (Kenapa?) Wanita yang telah menjadi staf perusahaan keluarga kami selama hampir tujuh tahun itu menelan ludahnya lalu berkata “Febri mati Pak, digilas truk…” sahut staff gue setengah bergidik. Febri adalah salah satu staff perusahaan kami yang lain, dan di hari itu, ia meninggal ditabrak dan digilas sebuah truk. ### Gue tidak ingat apa yang terjadi…

Kita akan mendapatkan apa yang kita investasikan. Waktu yang kita investasikan akan kembali, dengan bunga. Jika anda berlatih gitar dengan sungguh-sungguh selama 15 menit setiap pagi, anda akan menjadi gitaris yang handal. Jika anda menghabiskan sedikit lebih banyak waktu anda untuk mengeluh atau merasa malu, tindakan itu akan menjadi bagian dari diri anda. Kata-kata yang anda tulis, orang-orang yang sering anda temui, artikel-artikel yang anda baca… Perbedaan antara siapa anda sekarang dan siapa anda lima tahun ke depan dipengaruhi oleh bagaimana anda menghabiskan waktu anda dalam kurun waktu tersebut. Kebiasaan yang kita tanamkan akan menjadi bagian dari pribadi kita. Hal-hal kecil yang terus diulangi terus menerus bukanlah hal yang kecil.  Bangun mimpi anda dengan kebiasaan-kebiasaan kecil (Dan hal itu juga sama dengan merk, organisasi, dan bisnis) Jika anda mendapati tips ini bermanfaat dan ingin mendapatkan artikel-artikel terbaru saya lebih cepat, subscribe ke box dibawah ini atau like Facebook saya.

Anda tidak dilahirkan di dunia ini untuk melakukan satu hal saja sepanjang perjalanan hidup ini. Namun, ide bahwa kita semua dilahirkan dengan sebuah ‘passion’ yang unik telah tersebar ke masyarakat luas, apalagi di Internet, seolah-olah setiap orang memiliki sebuah pekerjaan yang sudah ditakdirkan- seolah-olah evolusi, atau apapun itu- telah berkonspirasi besar-besaran untuk menjadikan anda seorang penulis, guru yoga, atau astronot.   Tidak ada yang pasti di kehidupan ini. Tidak ada orang yang mempunyai nasib yang sudah ditentukan: tidak ada orang yang lahir dengan sebuah passion yang menunggu untuk ditemukan. Ada puluhan, atau bahkan ratusan hal yang bisa anda lakukan dengan hidup anda- pekerjaan yang bisa membuat anda bahagia atau bersemangat. Itulah mengapa “follow your passion” adalah sebuah nasihat yang sangat buruk. Apa yang lebih penting adalah untuk memikirkan pertanyaan ini: Apa misi saya? Banyak dari kita menjalani hidup ini bekerja, atau lebih parahnya lagi, membangun karir. Kita menjadi terbiasa dengan…

Sederhanakan daftar tujuan-tujuan anda. Daftar tujuan yang panjang dan bertele-tele hanya akan dilupakan dan mengumpulkan debu. Kapan terakhir kali anda menyelesaikan daftar tujuan yang panjang? Anda mungkin berhasil menyelesaikan beberapa tujuan pertama anda, namun cepat atau lambat, biasanya anda akan melupakannya (atau menganggap beres beberapa tujuan yang belum terpenuhi). Daftar tujuan yang panjang hanya akan membuat anda merasa bersalah. Semakin panjang daftar tujuan yang belum terselesaikan, semakin anda akan kecewa. Dan pada titik tertentu, anda akan memutuskan untuk berhenti melihat daftar itu karena melihatnya membuat anda merasa bersalah. Lalu anda akan merasa tertekan dan semuanya akan menjadi masalah yang lebih besar. Ada cara yang lebih baik. Pecahkan daftar itu menjadi tujuan-tujuan yang lebih kecil. Contohnya, pecahkan sebuah daftar yang berisi 100 tujuan menjadi 10 daftar kecil dengan 10 tujuan. Itu artinya, saat anda menyelesaikan sebuah tujuan di daftar anda, anda berhasil menyelesaikan 10%, bukan 1 %. Ya, anda akan mempunyai…

Jika anda seperti kebanyakan orang, bangun pagi bukanlah sesuatu yang anda sukai. Dan percayalah, saya memahami hal itu. Namun bagaimana jika saya memberi tahu anda bahwa bagi beberapa orang, pagi hari adalah waktu terpenting mereka? Sebuah waktu untuk menemukan kedamaian, melakukan hal-hal produktif, dan memikirkan hidup. Orang-orang sukses tahu bahwa memulai hari dengan kedamaian dan fokus akan memberikan mereka momentum positif sepanjang hari. Dan ini bukan hanya tentang menjadi lebih produktif. Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang bangun lebih pagi biasanya terlihat lebih bahagia dan produktif. (Di sisi lain, orang-orang yang tidur malam dikatakan lebih cerdas dan produktif)   Sementara kebanyakan orang tidak berhenti-hentinya memencet tombol snooze di alarm smartphone mereka, atau kepayahan memakai celana tidur mereka, dan keluar dari pintu kamar tidur mereka, anda memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri anda membuat hari-hari anda menjadi lebih baik dengan memanfaatkan waktu pagi hari anda… Waktu pagi hari itu biasanya terdiri dari 60…

Alat-alat yang kita gunakan akan menjadi baik atau buruk tergantung cara kita menggunakannya. Sebuah gergaji mesin bisa membabat habis pohon busuk yang ada di belakang rumah anda, memastikan pohon itu tidak jatuh ke rumah tetangga anda, atau untuk memotong tetangga anda. Sekaleng cat bisa anda gunakan untuk menghiasi rumah anda atau mencoret-coret tembok rumah seseorang. Hal ini juga berlaku untuk teknologi-teknologi yang kita gunakan. Kita bisa menggunakan Facebook, Instagram, dan Twitter untuk memperkaya kehidupan kita dan orang-orang di sekitar kita, untuk berkomunikasi dan membagikan ide-ide anda kepada teman-teman anda. Atau kita bisa terjebak dalam segitiga Bermuda media sosial, hilang dan larut dalam layar kotak yang ada di depan mata kita. Kita bisa menggunakan smartphone kita untuk memotret bangunan-bangunan indah, mengirimkan pesan pada orang-orang yang anda cintai, mencari jalan menuju sebuah tempat yang mengasyikkan. Atau kita bisa menggunakan alat yang sama untuk menjadi orang yang menjengkelkan: seseorang yang terus mengecek email,…