Quantcast
Category

Live

Category

Demosthenes tidak pernah ditakdirkan untuk menjadi pembicara terbaik di Athena, apalagi dalam sejarah. Ia terlahir sakit-sakitan dan ia memiliki kecacatan berbicara. Pada saat ia berumur tujuh tahun, ia kehilangan ayahnya. Dan di saat itulah kehidupannya menjadi semakin sulit. Harta warisan yang ditinggalkan untuknya- yang seharusnya digunakan untuk membayar sekolah dan guru lesnya- dicuri oleh penjaga yang dipercaya untuk mengasuh dan melindunginya. Mereka tidak mau membiayai uang sekolah dan guru les Demosthenes. Masih lemah dan sakit-sakitan, Demosthenes juga tidak bisa sukses menjadi tentara. Disinilah seorang anak yatim piatu, sakit-sakitan, sedikit aneh, dan tidak dipahami oleh orang lain hidup sebatang kara. Ia bukanlah seorang anak laki-laki yang lo pikir akan bisa menggerakkan sebuah negara hanya dengan kata-katanya. Lahir cacat, ditinggalkan oleh orang-orang yang seharusnya menjaganya; hampir semua kesalahan yang bisa terjadi di hidup seorang anak jatuh ke Demosthenes. Semua ini jelas tidak adil. Kebanyakan dari kita, jika berada di posisi itu, mungkin…

Waktu aku kuliah di Singapura dulu, aku pernah mengikuti sebuah klub berpidato yang bernama Toastmaster. Dan waktu aku menjabat sebagai salah satu komite klub itu, presiden klub-ku mencoba untuk melakukan sesuatu yang menarik, yaitu: menciptakan sebuah program mentorship untuk anggota-anggota baru. Saat seseorang baru mendaftar ke klub Toastmaster, ia akan diperkenalkan ke seorang mentor. Seseorang yang akan menemaninya berlatih, mengajarinya berbagai teknik berpidato, dan dalam kasus tertentu, mengisi kekosongan hati yang mereka rasakan dari waktu ke waktu (ada sekitar 3 atau 4 pasangan yang terlahir dari hubungan mentor-mentee ini, sesuatu yang fantastis menurutku). Hubungan mentor-mentee ini membuahkan hasil yang luar biasa. Anggota-anggota baru yang biasanya merasa enggan untuk melakukan presentasi tiba-tiba menjadi lebih aktif. Setiap kali kita mengadakan event-event untuk menarik anggota baru, pendaftaran kita terus meningkat. Jumlah manusia-manusia jomblo di klubku juga semakin berkurang (entah karena program mentorship atau karena bertambahnya anggota baru). Dan yang paling penting, aku bisa…

Kobe Bryant adalah salah satu pemain basket tersukses sepanjang masa. Ia adalah pemenang 5 kejuaraan NBA dan dua medali emas Olimpiade. Bryant telah menghasilkan lebih dari dua ratus juta dolar dari bermain basket. Dan ya, dia adalah seseorang yang mengagumkan. Di tahun 2012, Bryant telah dipilih untuk merepresentasikan Amerika untuk Olimpiade. Waktu itu, salah seorang pelatih Tim USA yang bernama Robert dipilih untuk mempersiapkan Bryant dalam pertandingan itu. Satu malam sebelum perjalanan mereka ke London, Robert dan tim Amerika diutus untuk bermalam di Las Vegas. Malam itu, Robert memutuskan untuk menonton film Casablanca sampai sekitar jam 3:30 pagi. Beberapa menit kemudian, setelah ia merebahkan dirinya sendiri di kasur, ia mendengar handphonenya berbunyi. Orang yang meneleponnya tidak lain adalah Kobe Bryant. Dengan was-was ia menjawab telepon itu. Setelah berbasa-basi sejenak, Bryant meminta Robert untuk datang ke tempat latihan dan membantunya melakukan latihan-latihan pengkondisian. Saat Robert mengecek jam di handphonennya, ia melihat…

Aku sedang berada di kantor baruku yang masih berumur enam bulan. Di depanku, duduk partner bisnisku yang juga merupakan teman sekolahku dulu. Setelah lima detik yang panjang, aku akhirnya berhasil mengatakan kata-kata itu… “Kayaknya kita mending berhenti melakukan semua ini deh…” kataku dengan berat hati. Partner bisnisku hanya menatapku sejenak lalu menganggukkan kepalanya. Beberapa hari setelah itu, kami memutuskan untuk mengecilkan bisnis kami dan selang beberapa bulan kemudian, kami memutuskan untuk menutup bisnis itu untuk selamanya… Sesuatu yang tidak pernah aku bayangkan akan aku lakukan enam bulan yang lalu… ### Itu adalah hari-hari terakhirku di Fvour media, sebuah perusahaan digital marketing yang aku dirikan bersama teman sekolahku. Seperti kebanyakan anak-anak muda yang terinspirasi oleh entrepreneur-entrepreneur cilik yang memulai berbagai bisnis berdasarkan passion mereka, kami terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. Kami memutuskan untuk memulai sebuah Digital Marketing Agency di Semarang dan awalnya, kami berpikir bahwa bisnis kami akan sukses jaya.…

Oke, aku yakin setelah membaca post tentang 3 Rencana Kehidupan dan Eksperimen Hidup, kamu kurang lebih sudah mempunyai gambaran yang lebih jelas tentang karier yang kamu inginkan. Namun, gambaran-gambaran ini tidak cukup untuk menciptakan sebuah karier. Kamu harus membuat pilihan yang tepat, dalam artian bukan pilihan yang 100% benar (karena pilihan seperti itu tidak ada), tetapi sebuah pilihan yang mantap. Sebuah pilihan yang kamj percayai. Sebuah pilihan yang membuat hatimu tenang. Dan membuat pilihan seperti itu membutuhkan sebuah keahlian tersendiri. Sebuah keahlian yang akan kita bedah di post ini. Kenapa Kita Harus Membuat Pilihan? Saat kita masih kecil dulu, keinginan kita sepertinya tidak ada habisnya. Kita selalu menginginkan mainan baru, gadget baru, baju baru, atau dalam kasus tertentu, pacar baru. Dan anak-anak kecil biasanya bisa bertingkah seperti itu karena mereka masih belum tahu bahwa ada harga yang harus mereka bayar untuk mendapatkan sesuatu. Mereka hanya belum merasakannya. Mereka tidak perlu…

Menurut sebuah riset, kita akan menghabiskan paling tidak 90,000 jam dari waktu kita di dunia ini bekerja. Itu artinya ⅓ waktu kita di dunia ini akan habis bekerja… Inilah mengapa menentukan pekerjaan apa yang ingin kita lakukan di dunia ini sangatlah penting. Jika kita tidak menanggapi isu ini dengan serius, kehidupan kita akan menjadi jauh lebih menyedihkan daripada karakter-karakter protagonis di kebanyakan sinetron Indonesia. Dan dalam kasus ini, ibu tirimu adalah pekerjaanmu… Brrrr!! Nah masalahnya, saat kamu mencoba untuk mencari pekerjaan idealmu dan mulai menjelajahi pilihan-pilihan yang ada, berbagai pertanyaan seringkali akan mulai bermunculan di kepalamu. Apakah mengejar mimpi-mimpiku akan membuat aku lebih bahagia? Apakah mimpi-mimpi ini hanya akan membuang-buang waktuku? Menjadikanku orang gagal yang hidup sendirian di sebuah gubug reyot dengan seekor kucing? Percaya tidak percaya hal ini adalah ketakutan umum yang dirasakan banyak anak muda di dunia ini. Bahkan Steve Jobs muda pun sempat merasakan ketakutan ini. Ia…

Minggu lalu kita sudah membahas bagaimana menemukan keunikan kita adalah kunci untuk menemukan pekerjaan impianmu. Kita juga membahas bagaimana menemukan pekerjaan impianmu adalah sebuah proses panjang yang terkadang mengharuskan kita untuk mengorbankan sesuatu. Nah pertanyaannya adalah, bagaimana kita mengaplikasikan prinsip-prinsip itu dan menemukan pekerjaan impianmu? Gali Masa Lalumu Seperti yang sudah kita bahas minggu lalu, cara paling mudah untuk menemukan keunikan kita adalah dengan menggali masa lalu kita dan menilik kembali ketertarikan masa kecil kita. Coba ingat-ingat aktivitas seperti apa yang membuatmu tidak keberatan untuk melakukannya berkali-kali, sebuah subjek yang mengaduk rasa penasaranmu, sesuatu yang membuatmu bersemangat hingga kamu lupa diri dan ngompol di kelas. Keunikan ini sudah ada di dalam dirimu, jadi kamu tidak perlu bingung untuk mencarinya kemana-mana lagi. Kamu hanya perlu menggali masa lalumu dan menemukan apa yang sudah terpendam di dalam hatimu selama ini. Berhenti membaca post ini sejenak, tutup matamu, dan coba ingat-ingat aktivitas apa…

Seperti yang sudah aku tulis minggu lalu, hidup itu pendek. Cepat atau lambat kematian akan mendatangi kita semua. Itulah kenapa kita harus menggunakan waktu kita di dunia ini dengan baik dan melakukan sesuatu yang berarti. Nah, pertanyaannya adalah apa itu artinya melakukan sesuatu yang berarti? Apakah itu berarti keluar dari pekerjaan kantormu yang super membosankan dan mengikuti sebuah organisasi nil laba yang berusaha untuk menyelamatkan dunia? Apakah itu berarti belajar karate dan menciptakan kostum kelelawar untuk melawan kejahatan? Well, tidak juga. Jawaban dari pertanyaan itu jauh lebih sederhana dari dugaanmu. Melakukan sesuatu yang berarti bisa ditafsirkan sebagai menemukan sebuah pekerjaan yang berarti… Coba pikir sejenak. Kita akan menghabiskan ⅓ waktu kita di dunia ini bekerja. Dalam konteks ini, pekerjaan itu sendiri bisa berarti pekerjaan yang dibayar atau tidak dibayar seperti mengasuh anak atau memimpin sebuah organisasi sosial. Jika kamu adalah seperti kebanyakan manusia di dunia ini, ini adalah kenyataan sehari-harimu.…

Berita Kematian… Gue sedang makan siang, menikmati campuran dada ayam rebus, tumis bayam, dan nasi merah, saat salah satu staf gue tiba-tiba menggebrak pintu kantor gue dan masuk dengan tergesa-gesa. Wanita yang biasanya selalu tersenyum ramah itu terlihat panik dan ia seolah-olah telah menjadi satu atau dua tahun lebih tua. “Pak kamu nggak akan percaya apa yang baru aku dengar…” katanya sedikit terbata-bata. Ayahku yang saat itu sedang menggigit ikan lele di sebelahku langsung ‘melepehkan’ ikan itu ke piringnya dan menatap stafku dengan mata was-was. “Mmmenapa?” Tanya Ayahku dengan mulut penuh. (Kenapa?) Wanita yang telah menjadi staf perusahaan keluarga kami selama hampir tujuh tahun itu menelan ludahnya lalu berkata “Febri mati Pak, digilas truk…” sahut staff perusahaanku setengah bergidik. Febri adalah salah satu staff perusahaan kami yang lain, dan di hari itu, ia meninggal ditabrak dan digilas sebuah truk. ### Aku tidak ingat apa yang terjadi setelah itu. Yang jelas,…

Rasa tanggung jawab bukanlah sebuah sifat yang datang dengan sendirinya. Rasa tanggung jawab atas kehidupan kita adalah sesuatu yang kita dapatkan seiring berjalannya waktu- saat kita mulAI bersekolah, dan bertambah dewasa. Rasa tanggung jawab itu bisa lahir dari anggota keluarga kita, teman, atau sesuatu yang kita lihat di TV. Namun, hal-hal ini masih belum tentu menjadikan anda orang yang bertanggung jawab. Pada akhirnya,  rasa tanggung jawab anda sangat bergantung pada pilihan yang anda buat. Andalah yang dapat memilih pola pikir, tindakan, dan kata-kata anda. Menjadi Orang yang Bertanggung Jawab Bertanggung jawab atas kehidupan kita sendiri adalah sebuah keahlian. Anda sebenarnya bisa memilih untuk menjadi orang yang lebih bertanggung jawab. Ada beberapa cara kita bisa mulai belajar untuk bertanggung-jawab dengan kehidupan kita dan menjadi dewasa. Anda dapat mulai bertanggung-jawab dengan kehidupan anda dengan merubah tindakan-tindakan anda. Contohnya, alih-alih memilih untuk bermalas-malasan, anda bisa bangun lebih pagi setiap harinya, atau alih-alih menghabiskan…