Quantcast
Category

Love

Category

Beberapa minggu terakhir kita sudah membahas berbagai hal tentang keterbukaan. Mulai dari penerimaan diri, bagaimana kita bisa hidup lebih terbuka, dan cara menanggapi penolakan. Namun, ada satu aspek dari keterbukaan yang masih belum kita bahas, yaitu, membangun batasan yang sehat. Kenapa membangun batasan ini penting di dalam sebuah hubungan? Jawabannya adalah karena sebuah hubungan yang sehat akan selalu mengizinkan kita untuk berkata “tidak.” Apa maksud semua ini? Mari kita telusuri makna kalimat itu lebih dalam… Batasan dan Menjadi Kesatria Berkuda Putih Saat gue bersekolah di Singapura dulu, gue pernah berteman baik dengan seorang perempuan Filipina yang bernama Pat. Ia memiliki wajah yang ayu, mata yang jernih, dan lesung pipi yang manis. Ia bukanlah perempuan paling cantik di sekolah gue dulu, tetapi ia adalah teman Singapura pertama gue. Dan bagi seorang murid Indonesia berumur 15 tahun yang bersekolah di negara asing untuk pertama kalinya, itu adalah segalanya… Seperti layaknya dua…

Seperti yang gue bahas di artikel gue sebelumnya, keterbukaan dan kejujuran adalah dua hal yang akan membuat lo menjadi orang yang lebih menarik. Di artikel itu gue telah menjelaskan manfaat keterbukaan dan bagaimana keterbukaan akan membuat lo menjadi orang yang lebih menarik di mata orang lain. Jika lo belum membaca artikel itu, gue menyarankan lo untuk membaca artikel itu terlebih dulu. Sudah? Mari kita lanjutkan bahasan kita tentang keterbukaan. Di artikel gue yang sebelumnya, gue menuliskan bahwa membuka hati kita dan menunjukkan kejujuran kita tidaklah mudah. Jika lo tidak biasa melakukan hal itu dan lo adalah orang yang tertutup, membuka hati lo pada orang lain mungkin akan terasa seperti melepaskan celana lo di depan umum. Para atlet angkat besi mengalami sebuah fase yang disebut sebagai “masa-masa sakit” dan mereka menyadari di fase inilah justru otot-otot mereka mulai berkembang. Sama seperti itu, saat lo mempraktikkan keterbukaan untuk pertama kalinya, lo mungkin…

Empat tahun yang lalu, saat gue masih kuliah di Singapura, gue pernah mengikuti sebuah klub pidato dan pengembangan diri bernama Toastmaster International di sekolah gue. Di klub itu gue sempat menjabat sebagai Vice President of Public Relations, seseorang yang berperan untuk mempromosikan klub Toastmaster gue dan mengunjungi klub-klub Toastmaster lain di Singapura untuk menjalin hubungan (ada sekitar 150 Toastmaster club lain di Singapura waktu itu). Suatu hari, gue memutuskan untuk pergi ke sebuah klub Toastmaster di dekat apartemen gue di Toa Pa yoh. Klub itu berada di sebuah Universitas swasta yang dipenuhi oleh murid-murid Cina dan Vietnam. Di situlah gue bertemu dengan dia untuk pertama kalinya…   Perempuan itu memiliki tubuh yang tinggi dan langsing, rambutnya hitam mengkilat seperti wanita-wanita di iklan Sunsilk, matanya bulat dan bersinar, bibirnya merah menggoda, tingkah lakunya se-anggun permaisuri-permaisuri di serial Putri Huan-Zhu, dan gue langsung menyukainya…   Di pertemuan itu, kami tidak sempat berbicara…

Percaya tidak percaya, langkah pertama untuk memulai sebuah hubungan yang bahagia bukanlah memperias wajah lo, mendaftar ke sebuah gym, atau bahkan belajar menari diantara tiang seperti orang India. Percaya tidak percaya, langkah pertama memulai sebuah hubungan yang bahagia adalah belajar untuk menerima diri lo sendiri… Ya, gue yakin banyak dari kita pasti sudah pernah mendengar nasihat itu di satu waktu kehidupan kita. Entah itu dari guru agama kita, orangtua kita, atau bahkan dari teman kita yang sedang mabuk dan tiba-tiba menjadi bijak… Namun, setiap kali kita mendengar nasihat itu, gue yakin lo pasti akan bertanya pada diri lo sendiri. “Ya itu memang kedengarannya bagus sih… tapi sebenarnya apa sih artinya menerima diri sendiri?” Nasihat itu memang terdengar seperti nasihat-nasihat motivator botak berkacamata yang dulu sempat sering tampil di Metro TV… Nasihat-nasihat ambigu yang lebih mudah didengar daripada dipraktekkan… Well, itulah kenapa di post ini gue akan mencoba untuk menerangkan arti…

Seorang guru bijak bernama Saadi dari Shiraz sedang berjalan menyusuri sebuah jalan bersama murid-muridnya saat ia melihat seorang pria mencoba untuk membuat keledainya untuk bergerak. Saat binatang itu tidak mau bergerak juga, pria itu mulai memaki-maki keledai itu dengan kata-kata kotor yang tidak pantas di tuliskan di post ini. “Jangan bodoh,” kata Saadi. Keledai itu tidak akan pernah memahami bahasamu. Kamu hanya akan bisa menggerakkannya saat kamu sudah tenang dan mengetahui bahasanya.” Dan setelah ia berjalan jauh, ia mengingatkan murid-muridnya: “Sebelum kalian berdebat dengan seekor keledai, ingat apa yang baru saja kamu lihat.” Kunci kebahagiaan: Mendengar dan memahami lawan bicara kita adalah cara terbaik untuk memenangkan perdebatan apapun. Saat anda memahami, anda akan dipahami. Jangan berdebat dengan keledai. Jika anda mendapati tips ini bermanfaat dan ingin mendapatkan artikel-artikel terbaru saya lebih cepat, subscribe ke box dibawah ini atau like Facebook saya.

Kehidupan yang bahagia bisa diartikan sebagai kehidupan yang terbebas dari beban-beban hidup. Kebahagiaan bisa ditandai dengan kesatuan. Saat kehidupan anda konsisten dengan nilai-nilai anda, kehidupan terasa sederhana. Hasilnya, kita merasa bebas. Hal ini membuat kita bisa fokus pada hal-hal terpenting di kehidupan kita. Kesederhanaan tidak bisa kita capai tanpa kejujuran. Kejujuran bisa hidup tanpa kesederhanaan, tapi kesederhanaan tidak bisa hidup tanpa kejujuran. Coba pikirkan sejenak. Setiap kali kita tidak jujur, kita menciptakan realita yang berbeda. Dan suatu hari, kita akan dipaksa untuk hidup di dalam dua dunia itu: dunia yang sebenarnya dan dunia yang kita ciptakan. Di sisi lain, saat kita memilih kejujuran di setiap aspek kehidupan kita, termasuk pernikahan, bisnis, dan hubungan kita, kita hidup di dalam kehidupan yang sama dengan kenyataan. Kejujuran akan menyebabkan kesederhanaan yang kemudian membawa kebahagiaan. Namun, kebohongan akan menciptakan konflik- sesuatu yang bertolak belakang dengan kejujuran. Coba pikirkan manfaat kehidupan yang jujur: Teman-teman yang…

Anda tidak akan bisa mencapai kesuksesan sendirian. Dengan ide itu di kepala anda, saya ingin menawarkan beberapa tips yang telah membantu banyak orang sukses membangun hubungan yang lebih baik. Mari kita mulai dengan kebaikan. Seberapa banyak anda harus berbuat baik? Sebanyak-banyaknya. Kepada siapa anda harus berbuat baik? Kepada semua orang yang anda temui. Dari sopir taxi, pelayan hotel, waiter, penjaga toko, hingga orang-orang di jalanan, di kantor, dan di rumah anda. Berbuat baiklah kepada semua orang. Kebaikan akan membawa pengaruh yang besar. Mungkin seseorang sedang memiliki hari yang buruk namun, anda tidak mengetahui hal itu. Ia merasa sedih dan secara tidak sengaja anda menawarkan beberapa kata-kata penghiburan. Mungkin kata-kata itu hanya berupa, “Halo, apa kabar?” Mungkin itu hanya berupa mendengarkan apa yang ia katakan. Namun, kata-kata dan perhatian anda bisa merubah hari seseorang. Anda mungkin membuat mereka merasa lebih baik dan dibutuhkan. Saat anda memberikan kebaikan, kebaikan itu tidak hilang.…

Krisis ekonomi yang terjadi beberapa tahun terakhir telah memotivasi banyak institusi, termasuk sekolah menengah dan universitas, untuk memikirkan produk atau program yang mereka tawarkan sementara mereka mencari cara-cara baru untuk mengatur sumber daya yang sudah mereka punyai secara efektif. Entah itu “program prioritas atau “pengalihan tenaga kerja,” perubahan-perubahan itu adalah sebuah proses menyakitkan karena para staf harus menunjukkan bukti bahwa tim mereka telah membuat organisasi tersebut menjadi lebih baik. Memprioritaskan Hubungan Dengan Mengukur Hubungan Anda Namun, seberapa menyakitkan proses tersebut, hal ini juga berlaku untuk hubungan-hubungan kita. Mengevaluasi sebuah sistem, mengatur waktu anda, dan memilih hubungan yang memberikan kepuasan tertinggi adalah sebuah tindakan yang sangat masuk akal. Melihat kehidupan dan interaksi anda secara objektif bisa memberikan anda data yang anda butuhkan untuk memberikan prioritas dan menata waktu dan tenaga anda. 7 Cara Mengukur Hubungan Anda Sebelum anda memberikan prioritas terhadap beberapa hubungan anda, berikut adalah beberapa cara bagaimana anda mengukur…

Hubungan kita adalah salah satu aspek paling penting untuk membangun kehidupan yang lebih bahagia. Berbicara dengan teman dekat kita bisa menjadi salah satu pengalaman paling intim yang bisa kita rasakan. Namun, kita biasanya tidak menghargai pembicaraan ini seperti seharusnya: kita tidak cukup memperhatikan orang-orang terpenting kehidupan kita. Seperti bagaimana kita menggunakan filosofi Minimalisme untuk mengurangi hal-hal yang berlebihan, kita bisa menggunakan filosofi Minimalisme untuk mengurangi pembicaraan-pembicaraan yang berlebihan untuk fokus pada pembicaraan-pembicaraan yang lebih berarti. Pikirkan 7 tindakan di bawah ini: Pastikan kata-kata anda bermanfaat. Anda tidak perlu berkata banyak, anda hanya perlu memastikan bahwa kata-kata anda menambah nilai di dalam pembicaraan anda. Sangatlah penting untuk menyadari apa yang anda katakan, dan yang lebih penting lagi, mengapa anda mengatakannya. Kembangkan kota kata anda. Mempelajari berbagai kota kata baru akan membuat kata-kata yang keluar dari mulut anda lebih tepat, dan ketepatan akan membuat kita bisa menjelaskan apa yang kita maksud dengan…

Di sebuah zaman di mana memiliki ratusan teman di Facebook adalah sesuatu yang sangat mudah, persahabatan yang dibangun atas rasa hormat, kesamaan, dan pengalaman yang sama menjadi sesuatu yang sangat sulit ditemukan di dunia modern. Kita bisa dengan mudah berbicara dengan siapapun online, namun apakah itu membuat mereka menjadi seorang teman dan teman sejati kita? Di sisi lain, teman-teman yang anda pikir bisa anda percayai di kehidupan nyata bisa menjadi orang-orang yang terasa dingin, aneh, dan tidak bisa diandalkan daripada orang-orang yang anda temui di dunia digital. Penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki ribuan teman Facebook pun hanya akan memiliki beberapa teman baik di kehidupan nyata. Jadi bagaimana anda bisa memastikan bahwa sahabat-sahabat anda adalah orang yang tulus? Di bawah ini adalah 11 tanda persahabatan sejati: Mereka bisa menerima anda apa adanya, termasuk kelemahan anda Mereka tidak mau merubah anda, mereka menerima segala kekuatan dan kelemahan anda, dari keanehan sampai…