Quantcast
Category

Love

Category

Di post gue sebelumnya, gue telah menuliskan bahwa cara terbaik untuk mengalahkan ketakutan lo adalah dengan melakukan hal-hal yang paling lo takutkan disamping semua ketakutan yang lo rasakan saat itu. Walaupun begitu, gue sadar ada beberapa ketakutan yang memang terlalu besar untuk dihadapi langsung. Menghadapi ketakutan-ketakutan ini secara langsung biasanya hanya akan menyebabkan kegagalan dan trauma untuk mencoba lagi. Kegagalan memang tidak bisa dihindari, dan bahkan sesuatu yang normal di dunia ini, tetapi kegagalan untuk mencoba lagi adalah sesuatu yang fatal. Saat lo berhenti mencoba, kegagalan adalah sesuatu yang pasti. Terlebih lagi, melakukan hal-hal yang lo takutkan juga membutuhkan kesiapan mental dan energi tinggi. Di tengah tekanan seperti itu, otak kita biasanya lebih memilih untuk menunda melakukan hal-hal menakutkan itu dan mengalihkan perhatian lo dengan hiburan-hiburan kosong seperti berita perselingkuhan terbaru, bokep, atau sixpack atlet yang masih dibawah umur (brondong). Jadi apa yang sebaiknya kita lakukan? Mengalahkan Ketakutan Kita Sedikit…

Saat Pablo Picasso sudah tua, ia sering pergi ke sebuah kafe di ujung jalan, dan menggambar-gambar di atas tissue. Suatu hari, saat Picasso sedang menggambar-gambar di atas sebuah tissue, seorang wanita sedang memperhatikan apa yang sedang ia lakukan dengan penuh kekaguman. Beberapa menit kemudian, Picasso menghabiskan kopinya, menggumalkan kertas tissuenya, dan bermaksud untuk membuangnya. Namun, wanita yang duduk di belakangnya menghentikannya dan berkata “Bolehkah aku meminta kertas tissue itu? Aku akan membayarnya.” “Tentu,” jawab Picasso. “Itu akan menjadi dua puluh ribu dolar.” Wanita itu menjadi kaget dan berkata, “Apa? Kamu hanya memerlukan waktu dua menit untuk menggambarnya.” “Tidak,” jawab Picasso. “Aku membutuhkan waktu sekitar 60 tahun untuk menggambarnya.” Menguasai Sesuatu membutuhkan Waktu Picasso hidup sampai ia berumur 91 tahun. Ia lalu meninggal di tahun 1973, dalam masa hidupnya ia telah menghasilkan sekitar 500 juta dolar, dan karya seninya telah diakui oleh dunia. Karya seni yang ia ciptakan diperkirakan mencapai angka…

Di post sebelumnya, kita sudah membahas tentang sebuah fenomena yang menyebabkan otak kita untuk menyabotase inisiatif-inisiatif dan perubahan-perubahan baru yang ingin kita lakukan pada diri kita sendiri. Setiap kali kita ingin melakukan sebuah perubahan, otak kita memiliki kecenderungan untuk menciptakan berbagai alasan yang menyatakan mengapa perubahan itu bukanlah sebuah ide yang bagus. Kita kemudian membahas bagaimana alasan-alasan ini berakar dari ketakutan-ketakutan kita. Gue mengakhiri post itu dengan mengatakan bahwa mencoba menggali asal-usul ketakutan itu tidak akan menghasilkan apa-apa. Hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah untuk menjadi lebih besar dari ketakutan-ketakutan terhadap perubahan itu dan mencoba untuk mengalahkannya, Nah, langkah pertama untuk mengalahkan ketakutan-ketakutan lo adalah untuk menemukan alasan-alasan seperti apa yang sering lo gunakan pada diri lo sendiri. Saat kita merasa takut atau resah, kita biasanya mempunyai sebuah pola atau strategi yang biasanya kita gunakan untuk menyiasati perasaan tidak nyaman itu. Menyalahkan orang lain- Saat seseorang dengan pola ini…

Waktu gue kuliah di Singapura dulu, gue pernah mendaftar ke sebuah gym yang bernama True Fitness. Suatu sore, di musim panas tahun 2013, saat gue sedang melatih perut gue, berharap gue bisa mendapatkan perut seorang Spartan, seorang wanita dengan rambut coklat yang diikat ke belakang mengambil matras berwarna ungu yang ada di sebelah gue dan menggelarnya beberapa meter dari mesin yang gue gunakan. Wanita itu memiliki wajah yang manis dan sepertinya kami seumuran. Ia memakai pakaian olahraga Nge Ann Polytechnic, sebuah sekolah yang berada tepat di sebelah sekolah gue dan celana olahraga pendek yang berwarna hitam. Niat gue untuk melatih perut gue pelan-pelan sirna, fokus gue mulai pecah, dan gue mulai memikirkan bagaimana cara berkenalan dengan wanita yang sedang melakukan gerakan leg raise di sebelah gue itu. Namun, saat gue hampir memalingkan wajah gue dan mengatakan “Halo,” otak gue tiba-tiba berkata sesuatu seperti, “Lo yakin mau berkenalan sama cewek seperti…

Gue pernah mempunyai seorang teman yang bisa dibilang memiliki tampang yang cukup oke, hati yang baik, dan karier yang sangat mapan. Umurnya sudah mendekati 30 dan entah kenapa, setiap kali ia mendekati seseorang, usaha PDKT itu tidak pernah berhasil. Ia bukannya ditolak, tetapi ia selalu merasa tidak yakin bahwa wanita yang ia dekati adalah jodohnya. Selang beberapa bulan kemudian, biasanya wanita-wanita yang ia dekati akan mulai berpacaran dengan orang lain, sementara ia meratapi kejombloannya lagi. Ia selalu berkata bahwa ia memang menginginkan sebuah hubungan yang serius, sebuah hubungan yang akan berakhir ke sebuah pernikahan. Jadi ia tidak mau salah memilih. Ia berkata bahwa ia tidak mau menyesal di kemudian hari. Ia melihat proses pencarian jodoh seperti sebuah pernikahan, sebuah hubungan yang hanya bisa dipatahkan oleh maut… Gue yakin beberapa dari kita pasti pernah memiliki pengalaman yang sama. Kita menginginkan hubungan yang serius, jadi kita menjadi lebih berhati-hati untuk memilih jodoh…

Pernahkah lo bertemu dengan seseorang yang menarik? Kemanapun ia pergi, rambutnya selalu terlihat rapi, matanya berbinar-binar, dan pakaiannya terlihat elegan. Kemanapun ia pergi tubuhnya selalu tegak dan pandangannya selalu mantap ke depan. Setiap kali ia membuka mulutnya untuk bercerita atau bercanda, kata-katanya selalu singkat, jelas, dan padat. Ia selalu mempunyai kata-kata yang tepat di saat yang tepat. Kemanapun ia pergi, orang-orang selalu tertawa, tersenyum, atau terkesan. Jika ia seorang pria, lo akan selalu menemukannya ditemani seorang perempuan cantik di sebuah kafe, restoran, atau bahkan warung, di akhir pekan. Jika ia adalah seorang wanita, lo akan selalu menemukannya dikelilingi laki-laki yang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan perhatiannya. Bahkan walaupun itu berarti menginjakkan kaki mereka di sebuah zona terkutuk yang disebut friend-zone… Maukah lo menjadi orang itu? Well, percaya tidak percaya, menjadi pribadi yang menarik ternyata tidaklah sesulit itu. Lo hanya perlu mengikuti 7 tips sederhana ini dan mencoba untuk mempraktikkannya…

Ada 3 kata yang bisa lo katakan di dunia ini yang bisa membuat lo lebih disukai oran lain. Apakah lo ingin mencoba menebak apa 3 kata itu? Bukan, jelas bukan “aku cinta kamu,” karena pada kenyataannya tidak semua orang yang mengatakan kata-kata itu jadi lebih disukai orang lain. Beberapa orang  bahkan ditampar karena mengatakan kata-kata itu. Kecuali lo adalah Lee Min Ho atau Song Hye Kyo, lo harus berhati-hati dengan kata-kata itu. Tiga kata itu juga bukan kata-kata pujian seperti “Kamu luar biasa” atau “Kamu cantik/ganteng sekali.” Pujian itu mungkin membuat orang yang mendengarnya tersenyum, tapi itu bukan berarti kata-kata itu akan membuat lo disukai orang lain. Percaya tidak percaya 3 kata yang akan membuat lo lebih disukai orang lain adalah… “Eh sama dong…” Kekuatan “Eh Sama Dong” Psikolog Robert B. Cialdini, penulis buku Influence pernah mengatakan bahwa kita menyukai orang yang mirip dengan kita. Saat kita bertemu dengan orang-orang…

Gue mengakhiri post minggu lalu dengan menuliskan bahwa tidak semua cerita cinta akan berakhir bahagia dan itu adalah sesuatu yang sangat normal. Sebagai manusia kita akan bertemu dengan orang-orang yang akan langsung menyukai kita, orang-orang yang bersifat acuh tak acuh dengan kita, dan orang-orang yang akan langsung terdorong untuk menampar muka kita begitu mereka melihat kita. Pada dasarnya, ini semua disebabkan karena memulai sebuah hubungan, entah itu adalah hubungan cinta, bisnis, dan selingkuhan (eh?) adalah sebuah risiko… Cinta memang bisa membuat lo menjadi manusia paling bahagia di dunia ini, tapi di saat yang sama, cinta juga bisa membuat lo menjadi orang yang paling menyedihkan di dunia ini. Cinta memang bisa membuat lo merasa seperti orang paling kaya di dunia ini, tetapi di saat yang sama, cinta juga bisa membuat lo merasa seperti orang paling miskin di dunia ini. Cinta memang bisa membuat hidup lo terasa penuh dan berwarna, tetapi cinta…

Baru-baru ini teman gue lagi naksir satu cewek, sebut saja Mawar. Dilihat dari manapun, kemungkinan teman gue untuk memenangkan hati wanita itu adalah seperti menunggu Jakarta untuk tidak macet atau seperti merebut hati Raisa dari Hamish. Mawar adalah wanita berwajah manis yang punya banyak temen. Sementara itu, teman gue ini adalah cowok pendiam yang menghabiskan hari-harinya bekerja, bekerja, dan bekerja dan kebanyakan temannya adalah orang-orang yang sudah berpacaran seperti gue. Singkat cerita, seperti kebanyakan cowok-cowok SMA yang sedang kasmaran, teman gue ini mulai menunjukkan cintanya pada si mawar dengan melakukan hal-hal yang akan membuat Song Hye-Kyo terkesan. Di malam-malam tertentu, ia akan mengirimkan sebuah coklat beserta sekuntum bunga ke rumahnya, di lain hari ia akan mengiriminya meme meme lucu untuk menggombalinya, di hari-hari tertentu, ia akan mengajak Si Mawar untuk makan siang di kafe-kafe terbaru dan mentraktirnya makan. Dan setelah tiga bulan yang penuh kebimbangan dan ketidakpastian, teman gue akhirnya…

Seperti kebanyakan cowok normal di dunia ini, gue paling benci jika seseorang mengajak gue menonton film drama. Gue sebenarnya tidak pernah punya masalah dengan film drama itu sendiri. Film itu memang dibuat sedramatis dan semelankolis mungkin untuk memainkan perasaan penontonnya, dan itu adalah sesuatu yang wajar. Para sutradara memang dibayar untuk itu.   Masalahnya adalah saat orang yang mengajak gue menonton film-film ini menggunakan film itu sebagai sebuah standar untuk mengukur kualitas hubungan mereka. Gue nggak tahan sama mereka karena biasanya orang-orang ini mempunyai ekspektasi yang nggak nyata terhadap hubungan mereka. Dan ujung-ujungnya, setelah film itu selesai, kita biasanya akan berdebat tentang apa itu artinya sebuah hubungan yang bahagia. Gue akan berargumen bahwa tokoh-tokoh di film itu adalah orang-orang idiot, sementara temen nonton gue akan berargumen bahwa pemeran utama di film itu adalah orang-orang romantis yang sangat memahami cinta. Sebuah argumen tidak penting yang bisa berlangsung berjam-jam. Gue melakukan semua…