Quantcast
Category

Love

Category

Pernahkah kamu bertemu dengan seseorang yang menarik? Kemanapun ia pergi, rambutnya selalu terlihat rapi, matanya berbinar-binar, dan pakaiannya terlihat elegan. Kemanapun ia pergi tubuhnya selalu tegak dan pandangannya selalu mantap ke depan. Setiap kali ia membuka mulutnya untuk bercerita atau bercanda, kata-katanya selalu singkat, jelas, dan padat. Ia selalu mempunyai kata-kata yang tepat di saat yang tepat. Kemanapun ia pergi, orang-orang selalu tertawa, tersenyum, atau terkesan. Jika ia seorang pria, kamu akan selalu menemukannya ditemani seorang perempuan cantik di sebuah kafe, restoran, atau bahkan warung, di akhir pekan. Jika ia adalah seorang wanita, kamu akan selalu menemukannya dikelilingi laki-laki yang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan perhatiannya. Bahkan walaupun itu berarti menginjakkan kaki mereka di sebuah zona terkutuk yang disebut friend-zone… Maukah kamu menjadi orang itu? Well, percaya tidak percaya, menjadi pribadi yang menarik ternyata tidaklah sesulit itu. Kamu hanya perlu mengikuti 7 tips sederhana ini dan mencoba untuk mempraktikkannya…

Ada 3 kata yang bisa kamu katakan di dunia ini yang bisa membuatmu lebih disukai oran lain. Apakah kamu ingin mencoba menebak apa 3 kata itu? Bukan, jelas bukan “aku cinta kamu,” karena pada kenyataannya tidak semua orang yang mengatakan kata-kata itu jadi lebih disukai orang lain. Beberapa orang  bahkan ditampar karena mengatakan kata-kata itu. Kecuali kamu adalah Lee Min Ho atau Song Hye Kyo, kamu harus berhati-hati dengan kata-kata itu. Tiga kata itu juga bukan kata-kata pujian seperti “Kamu luar biasa” atau “Kamu cantik/ganteng sekali.” Pujian itu mungkin membuat orang yang mendengarnya tersenyum, tapi itu bukan berarti kata-kata itu akan membuatmu disukai orang lain. Percaya tidak percaya 3 kata yang akan membuatmu lebih disukai orang lain adalah… “Eh sama dong…” Kekuatan “Eh Sama Dong” Psikolog Robert B. Cialdini, penulis buku Influence pernah mengatakan bahwa kita menyukai orang yang mirip dengan kita. Saat kita bertemu dengan orang-orang yang sama dengan…

Aku mengakhiri post minggu lalu dengan menuliskan bahwa tidak semua cerita cinta akan berakhir bahagia dan itu adalah sesuatu yang sangat normal. Sebagai manusia kita akan bertemu dengan orang-orang yang akan langsung menyukai kita, orang-orang yang bersifat acuh tak acuh dengan kita, dan orang-orang yang akan langsung terdorong untuk menampar muka kita begitu mereka melihat kita. Pada dasarnya, ini semua disebabkan karena memulai sebuah hubungan, entah itu adalah hubungan cinta, bisnis, dan selingkuhan (eh?) adalah sebuah risiko… Cinta memang bisa membuatmu menjadi manusia paling bahagia di dunia ini, tapi di saat yang sama, cinta juga bisa membuatmu menjadi orang yang paling menyedihkan di dunia ini. Cinta memang bisa membuatmu merasa seperti orang paling kaya di dunia ini, tetapi di saat yang sama, cinta juga bisa membuatmu merasa seperti orang paling miskin di dunia ini. Cinta memang bisa membuat hidupmu terasa penuh dan berwarna, tetapi cinta juga bisa menyebabkan hidupmu terasa…

Baru-baru ini temanku Sedang mendekati seorang wanita, sebut saja Mawar. Dilihat dari manapun, kemungkinan temanku untuk memenangkan hati wanita itu adalah seperti menunggu Jakarta untuk tidak macet atau seperti merebut hati Raisa dari Hamish. Mawar adalah wanita berwajah manis yang punya banyak temen. Sementara itu, temanku ini adalah pria pendiam yang menghabiskan hari-harinya bekerja, bekerja, dan bekerja dan kebanyakan temannya adalah orang-orang yang sudah berpacaran sepertiku. Singkat cerita, seperti kebanyakan cowok-cowok SMA yang sedang kasmaran, temanku ini mulai menunjukkan cintanya pada si mawar dengan melakukan hal-hal yang akan membuat Song Hye-Kyo terkesan. Di malam-malam tertentu, ia akan mengirimkan sebuah coklat beserta sekuntum bunga ke rumahnya, di lain hari ia akan mengiriminya meme meme lucu untuk menggombalinya, di hari-hari tertentu, ia akan mengajak Si Mawar untuk makan siang di kafe-kafe terbaru dan mentraktirnya makan. Dan setelah tiga bulan yang penuh kebimbangan dan ketidakpastian, temanku akhirnya memutuskan untuk menembak si Mawar. Dua hari…

Seperti kebanyakan cowok normal di dunia ini, aku paling benci jika seseorang mengajakku menonton film drama. Aku sebenarnya tidak pernah punya masalah dengan film drama itu sendiri. Film itu memang dibuat sedramatis dan semelankolis mungkin untuk memainkan perasaan penontonnya, dan itu adalah sesuatu yang wajar. Para sutradara memang dibayar untuk itu.   Masalahnya adalah saat orang yang mengajakku  menonton film-film ini menggunakan film itu sebagai sebuah standar untuk mengukur kualitas hubungan mereka. Aku tidak tahan dengan mereka karena biasanya orang-orang ini mempunyai ekspektasi yang sangat tidak nyata dengan hubungan mereka. Dan ujung-ujungnya, setelah film itu selesai, kita biasanya akan berdebat tentang apa itu artinya sebuah hubungan yang bahagia. Aku akan berargumen bahwa tokoh-tokoh di film itu adalah orang-orang idiot, sementara temen nontonku akan berargumen bahwa pemeran utama di film itu adalah orang-orang romantis yang sangat memahami cinta. Sebuah argumen tidak penting yang bisa berlangsung berjam-jam. Aku melakukan semua itu karena…

Beberapa minggu terakhir kita sudah membahas berbagai hal tentang keterbukaan. Mulai dari penerimaan diri, bagaimana kita bisa hidup lebih terbuka, dan cara menanggapi penolakan. Namun, ada satu aspek dari keterbukaan yang masih belum kita bahas, yaitu, membangun batasan yang sehat. Kenapa membangun batasan ini penting di dalam sebuah hubungan? Jawabannya adalah karena sebuah hubungan yang sehat akan selalu mengizinkan kita untuk berkata “tidak.” Apa maksud semua ini? Mari kita telusuri makna kalimat itu lebih dalam… Batasan dan Menjadi Kesatria Berkuda Putih Saat aku bersekolah di Singapura dulu, aku pernah berteman baik dengan seorang perempuan Filipina yang bernama Pat. Ia memiliki wajah yang ayu, mata yang jernih, dan lesung pipi yang manis. Ia bukanlah perempuan paling cantik di sekolahku  dulu, tetapi ia adalah teman Singapura pertamaku. Dan bagi seorang murid Indonesia berumur 15 tahun yang bersekolah di negara asing untuk pertama kalinya, itu adalah segalanya… Seperti layaknya dua sahabat karib, kami…

Seperti yang aku bahas di artikelku sebelumnya, keterbukaan dan kejujuran adalah dua hal yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih menarik. Di artikel itu aku telah menjelaskan manfaat keterbukaan dan bagaimana keterbukaan akan membuatmu menjadi orang yang lebih menarik di mata orang lain. Jika kamu belum membaca artikel itu, aku menyarankanmu untuk membaca artikel itu terlebih dulu. Sudah? Mari kita lanjutkan bahasan kita tentang keterbukaan. Di artikelku yang sebelumnya, aku menuliskan bahwa membuka hati kita dan menunjukkan kejujuran kita tidaklah mudah. Jika kamu tidak biasa melakukan hal itu dan kamu adalah orang yang tertutup, membuka hatimu pada orang lain mungkin akan terasa seperti melepaskan celanamu di depan umum. Para atlet angkat besi mengalami sebuah fase yang disebut sebagai “masa-masa sakit” dan mereka menyadari di fase inilah justru otot-otot mereka mulai berkembang. Sama seperti itu, saat kamu mempraktikkan keterbukaan untuk pertama kalinya, kamu mungkin akan mengalami sakit hati, momen-momen canggung, dan…

Empat tahun yang lalu, saat aku  masih kuliah di Singapura, aku pernah mengikuti sebuah klub pidato dan pengembangan diri yang menyebut diri mereka sendiri Toastmaster International. Di klub itu aku sempat menjabat sebagai Vice President of Public Relations, seseorang yang berperan untuk mempromosikan klub Toastmasterku dan mengunjungi klub-klub Toastmaster lain di Singapura untuk menjalin hubungan (ada sekitar 150 Toastmaster club lain di Singapura waktu itu). Suatu hari, aku memutuskan untuk pergi ke sebuah klub Toastmaster di dekat apartemenku di Toa Pa yoh. Klub itu berada di sebuah Universitas swasta yang dipenuhi oleh murid-murid dari China dan Vietnam. Di situlah aku bertemu dengan dia untuk pertama kalinya…   Perempuan itu memiliki tubuh yang tinggi dan langsing, rambutnya hitam mengkilat seperti wanita-wanita di iklan Sunsilk, matanya bulat dan bersinar, bibirnya merah menggoda, tingkah lakunya se-anggun permaisuri-permaisuri di serial Putri Huan-Zhu, dan aku langsung menyukainya…   Di pertemuan itu, kami tidak sempat berbicara…

Percaya tidak percaya, langkah pertama untuk memulai sebuah hubungan yang bahagia bukanlah memperias wajah mu, mendaftar ke sebuah gym, atau bahkan belajar menari diantara tiang seperti orang India. Percaya tidak percaya, langkah pertama memulai sebuah hubungan yang bahagia adalah belajar untuk menerima dirimu sendiri… Ya, aku yakin banyak dari kita pasti sudah pernah mendengar nasihat itu di satu waktu kehidupan kita. Entah itu dari guru agama kita, orangtua kita, atau bahkan dari teman kita yang sedang mabuk dan tiba-tiba menjadi bijak… Namun, setiap kali kita mendengar nasihat itu, aku yakin kamu pasti akan bertanya pada dirimu sendiri. “Ya itu memang kedengarannya bagus sih… tapi sebenarnya apa sih artinya menerima diri sendiri?” Nasihat itu memang terdengar seperti nasihat-nasihat motivator botak berkacamata yang dulu sempat sering tampil di Metro TV… Nasihat-nasihat ambigu yang lebih mudah didengar daripada dipraktekkan… Well, itulah kenapa di post ini aku akan mencoba untuk menerangkan arti menerima diri…

Lemari es di rumah terlihat kosong. Kompartemen kedua yang biasanya diisi oleh telur, susu, dan keju terlihat kosong, bersih, dan rapi. Sinar oranye yang menyala dari dalam kulkas itu menerpa wajahku yang terlihat kusut dan menyedihkan. Aku sudah berdiri di depan lemari es berwarna hitam itu selama satu menit, dan entah kenapa, setiap kali aku melihat kompartemen kedua yang kosong itu, hatiku dilanda sebuah kepedihan yang tak bisa kujelaskan. Aku sedih karena kotak susu yang biasanya tersimpan rapi di dalam kompartemen kedua lemari es itu tidak ada di situ… Kejadian ini bukan disebabkan karena aku tidak mempunyai uang untuk membeli susu atau karena aku sedang terkena busung lapar. Kepedihan yang aku rasakan malam itu lebih bersifat rohaniah ketimbang jasmaniah; sebuah kepedihan yang seseorang rasakan saat ia menyadari sebuah kenyataan pahit yang tidak bisa ia hindari…Sebuah kenyataan penting yang banyak orang lupakan di dunia ini… ### Aku tidak bisa hidup tanpa…