Quantcast
Category

Love

Category

Dua tahun yang lalu, ayah saya memulai sebuah bisnis baru bersama seorang sahabatnya. Di dalam persetujuan mereka, pria itu akan menginvestasikan sejumlah uang ke dalam perusahaan kami, dan saya diminta menjalankan bisnis itu bersama anak laki-lakinya. Ayah saya mengharapkan pengalaman ini akan menjadi sebuah pembelajaran untuk saya yang baru lulus dari Singapura waktu itu, namun, hal ini menyebabkan sebuah masalah besar. Saya tidak menyukai pekerjaan itu. Saya tidak tahu apakah itu adalah idealisme remaja saya atau saya terlalu mempercayai diri saya sendiri, namun, saya merasa bekerja di perusahaan ini adalah sesuatu yang salah. Saya merasa pekerjaan ini membosankan, tidak bernilai, dan membuang-buang waktu saya. Tidak heran jika saat itu saya dan ayah saya sering bertengkar karena hal-hal kecil. Seperti yang teman baik saya pernah katakan, keluarga seharusnya adalah harta pertama seseorang. Begitu kita lahir ke dunia ini, kita diberikan ayah, ibu, dan mungkin beberapa saudara. Mereka adalah orang-orang pertama yang…

Suatu hari di sebuah hutan belantara seekor singa sedang tertidur lelap, kepalanya tertunduk rapi di atas kedua telapak kakinya. Seekor tikus kecil yang ingin kembali ke rumahnya mendapati bahwa jalan menuju rumahnya telah tertutup oleh singa yang tertidur itu. Semua hewan di hutan itu memahami bahwa membangunkan si singa berarti mati. Tidak ada hewan yang berani mendekati singa yang tertidur. Dengan takut, tikus itu cepat-cepat melewati si singa, berharap untuk segera kabur dari tempat itu. Namun, karena terburu-buru, ia tidak sengaja menendang hidung singa itu dan membangunkannya. Terganggu dari tidurnya yang lelap, singa itu dengan marah menagkap tikus itu untuk membunuhnya. Terjebak di antara kuku singa itu, tikus itu mulai memohon. “Bebaskan aku,” katanya. “Bebaskan aku dan suatu hari nanti aku pasti akan bisa membantumu.” Si singa hanya tertawa kecil dan memakan tikus itu dengan lahap. Beberapa hari kemudian, saat si singa sedang berburu di hutan, singa itu tertangkap oleh…

Kita semua pasti menginginkan kehidupan yang lebih bermakna. Tidak penting apakah anda seorang anak SMA yang sedang sibuk belajar untuk Ujian Nasional atau seorang wirausahawan berumur 30 tahun yang sedang mencoba untuk membuat sebuah aplikasi handphone yang bisa mengubah dunia, kita semua menginginkan kehidupan yang lebih bermakna. Masalahnya, hanya segelintir orang di dunia ini yang berhasil menemukan sebuah makna di dalam kehidupan. Kebanyakan dari kita hidup di dalam kesengsaraan terpendam, memaksakan kaki kita untuk pergi ke kantor dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore untuk membangun kehidupan impian kita. Walaupun kehidupan kita jauh lebih baik daripada leluhur kita, kebanyakan dari kita tidak merasa lebih bahagia. Kita semua masih terbelenggu oleh kesengsaraan yang juga dirasakan leluhur kita ribuan tahun yang lalu. Kita mulai sadar bahwa segala kekayaan di dunia ini tidak akan pernah cukup, kebahagiaan adalah sebuah pencarian yang sepertinya tidak pernah berakhir, dan passion adalah sebuah ilusi yang sepertinya…

“Kesuksesan sejati adalah ketika kita membuat orang lain bahagia.” ― Helvy Tiana Rosa Pencarian akan arti kehidupan adalah satu hal penting yang harus dilakukan setiap orang di dunia ini. Bahkan pencarian ini jauh lebih penting daripada pencarian akan kebahagiaan pribadi yang banyak dianut anak-anak muda jaman sekarang. Orang yang menghabiskan waktunya untuk mengejar kebahagiaan pribadi akan kecewa. Seperti mengejar ketenaran atau harta, mengejar kebahagiaan pribadi adalah sebuah pencarian tak berakhir yang tidak akan menghasilkan apa-apa.    Meninggalkan Kebahagiaan Pribadi Jelas, kebahagiaan adalah sesuatu yang positif. Bergaul dengan orang yang bahagia jauh lebih menyenangkan daripada bergaul dengan orang yang muram. Namun, mementingkan kebahagiaan kita terus menerus membuat kita menjadi orang yang dangkal. Membahagiakan orang lain akan membuat hidup kita lebih bermakna, sedangkan menurut riset terbaru, membahagiakan diri sendiri akan membuat hidup kita terasa kosong dan tidak bermakna. Banyak ilmuwan masih bertanya-tanya mengapa mencari kebahagiaan pribadi bisa menyebabkan kekosongan ini. Beberapa…

“Tujuan hidup bukanlah untuk menjadi bahagia. Namun menjadi berguna, mulia, dan ramah, untuk membuat perubahan positif di dalam kehidupan orang lain.“ Ralph Waldo Emerson Kapan terakhir kali anda melakukan sesuatu untuk orang lain Jika anda seperti kebanyakan orang di dunia ini (termasuk saya sendiri), biasanya anda akan merasa kesulitan untuk menjawab pertanyaan mudah ini. Kebanyakan dari kita tidak melakukan sesuatu untuk orang lain, kita melakukan segala sesuatu karena alasan pribadi kita masing-masing. Jika anda bertanya pada diri anda sendiri mengapa anda melakukan sesuatu beberapa kali, anda akan menyadari bahwa kita melakukan apa yang kita lakukan karena tindakan itu akan membuat kita lebih bahagia. Hanya sedikit orang di dunia ini yang benar-benar hidup untuk orang lain. Jika anda tidak percaya, carilah sebuah foto keluarga lama dan anda akan menyadari bahwa wajah pertama yang akan anda cari adalah wajah anda sendiri. Anda tidak perlu malu akan hal ini karena manusia memang adalah…

“Persahabatan bukanlah sesuatu yang bisa anda pelajari di sekolah. Namun, jika anda belum mempelajari arti persahabatan di hidup ini, anda belum mempelajari apapun.” – Muhammad Ali. Buku “How to Win Friends and Influence People” yang ditulis oleh Dale Carnegie puluhan tahun yang lalu adalah salah satu buku terbaik yang pernah ditulis tentang hubungan manusia. Buku ini telah menjadi buku panduan bagi banyak motivator, pemimpin agama dan pengusaha terkenal dalam cara mereka menjalin hubungan dengan orang lain. Namun, saya merasa bahwa buku ini melewatkan satu aspek paling penting dalam setiap hubungan manusia, yaitu karakter. Buku ini memang menawarkan beberapa soft-skills yang bisa langsung anda praktikkan untuk memperhalus hubungan anda dengan orang lain. Namun, buku ini sama sekali tidak membahas bagaimana cara mebangun karakter yang baik untuk mempertahankan hubungan-hubungan anda. Padahal menurut saya, karakter yang baik adalah pondasi dasar hubungan yang kokoh. Mempelajari teknik-teknik komunikasi yang dijabarkan buku ini tidak akan…

“Satu repetisi lagi! Itulah satu hal yang akan membedakan pemenang dan pecundang” – anonim Setelah mengevaluasi kehidupan saya beberapa tahun terakhir ini, saya baru menyadari berapa banyak waktu yang saya habiskan di gym. Saya adalah orang itu yang selalu anda lihat di gym dari hari Senin sampai Jumat. Melewati sebuah sesi gym adalah satu hal yang tabu bagi saya. Namun, saya tidak menjadi seorang gym-addict begitu saja. Diperlukan waktu yang lama dan proses yang cukup panjang sebelum saya mencintai olahraga ini. Saat saya pertama kali pergi ke gym, saya tidak menyukainya sama sekali. Jika bukan karena tim sales yang rajin mengajak saya masuk ke gym, saya tidak akan menginjakkan kaki saya ke gym. Minggu pertama saya di gym berakhir cukup mengenaskan. Minggu itu saya membatalkan 3 dari 4 appointment dengan pelatih saya, karena mengangkat beban begitu melelahkan dan menyakitkan. Life Buddy dan Satu Repetisi Lagi Namun, semua itu berubah setelah…

Apakah sesuatu yang baik, mulia dan indah bisa menjelma menjadi sesuatu yang jahat, egois, dan kejam? Apakah sesuatu yang dapat memberikan kehidupan juga dapat mengakhiri kehidupan? Itulah kekuatan cinta; karena meskipun cinta bisa membuat anda orang paling bahagia di bumi ini, cinta juga dapat membuat anda menjadi orang yang paling sengsara di bumi ini. Ketika kita membuka hati kita untuk mencintai, mempercayai dan mengasihi, kita juga membuka hati kita untuk dikhianati, dilukai, dan disakiti. Namun, kebanyakan orang tidak menyadari hal ini, dan inilah yang mengapa kebanyakan hubungan di dunia ini gagal. Pengkhianatan Waktu kecil dulu, saya sering menonton film Disney. Satu hal yang membuat saya menyukai film-film Disney adalah melihat tokoh favorit saya menemukan cinta sejati mereka. Hal ini membuat saya percaya bahwa setiap kisah cinta harus berakhir dengan bahagia. Namun, kepercayaan itu sirna ketika saya bertemu dengan Clara (bukan nama sebenarnya).  Setelah berpacaran dengannya, saya sadar bahwa tidak semua…