Quantcast
Love

Cinta itu Pilihan: Ini Bagaimana Aku Tahu Kamu Memang Untukku

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Cinta Itu Pilihan

Saya tidak pernah percaya dengan jodoh. Sebuah ide yang menyatakan hanya ada satu orang di dunia ini yang bisa membuat saya bahagia adalah sesuatu yang absurd. Hidup di sebuah zaman yang memberikan kita kebebasan untuk menentukan kehidupan yang kita inginkan telah membuka mata saya tentang realita hubungan manusia, yaitu kita bebas untuk mencintai siapapun yang kita mau.

Jika memang hanya ada satu orang di dunia ini yang cocok dengan kita, maka kebanyakan dari kita telah mencurangi diri kita sendiri. Orang-orang  yang biasanya percaya dengan jodoh biasanya akan membatasi jodoh mereka di dalam 1 kota saja. Padahal, jika memang benar hanya ada 1 orang di dunia ini yang akan cocok untuk kita, kita seharusnya sudah pergi berkeliling dunia untuk mencari jodoh. Jodoh kita mungkin bisa berada di Malaysia, Singapura, atau mungkin bahkan di Papua Nugini. Inilah mengapa saya tidak pernah percaya dengan jodoh. Mencari cinta sejati sebenarnya adalah seperti mencari Universitas yang cocok untuk anda: ada jutaan pilihan di luar sana yang bisa membuat kita bahagia.

Setelah beberapa kali merasakan pahit manisnya cinta, saya mulai menyadari bahwa takdir dan nasib tidak pernah ikut campur tangan dalam menentukan hubungan cinta manusia. Cinta juga bukanlah sesuatu yang harus kita cari seperti di kebanyakan film-film Hollywood atau novel roman Indonesia. Cinta adalah pilihan. Untuk saya, pilihan adalah sesuatu yang jauh lebih konkrit daripada takdir ataupun jodoh.

Pilihan lah yang pada akhirnya akan menjadikan orang yang kita cintai menjadi orang yang kita cintai selamanya. Ini berarti bukan nasib yang mempertemukan kita dengan pasangan hidup kita. Ini juga bukan berarti menemukan pasangan hidup kita membutuhkan proses yang panjang, melompat dari satu cinta ke cinta lain demi mencari si dia. Bukan “aku ditakdirkan untuk bersamamu” tapi “aku memilih untuk bersamamu.”

Saat anda menyadari bahwa cinta adalah pilihan, hubungan anda akan terasa lebih bermakna. Masalah-masalah yang terjadi di hubungan kita tidak lain adalah ujian yang diberikan kehidupan untuk mengukur komitmen kita pada pilihan-pilihan yang telah kita buat. Saat sebuah pasangan memilih satu sama lain di samping segala pilihan-pilihan yang ada, hubungan mereka akan bertumbuh dan menjadi lebih kuat. Tentu akan ada waktu dimana salah satu dari pasangan tersebut harus memprioritaskan hal-hal lain di atas hubungan itu sendiri. Namun, jangan biarkan sebuah retakan kecil di  tembok rumah tangga anda menghancurkan hubungan anda. Terkadang anda memang harus berkompromi untuk mempertahankan hubungan anda. Pertanyaannya adalah apakah anda rela berkompromi dengan nilai-nilai kehidupan anda?

Pada akhirnya mempertahankan cinta juga adalah sebuah pilihan. Anda harus memikirkan apakah hubungan anda lebih penting dari beberapa nilai yang anda miliki sekarang. Tentu akan ada beberapa nilai yang mungkin tidak bisa dikompromikan seperti keluarga, pekerjaan, dan kepercayaan. Dalam konteks ini jika salah satu dari pasangan tersebut tidak bisa berkompromi dengan nilai-nilainya atau nilai-nilai pasangannya, maka akan bisa dipastikan bahwa hubungan itu pasti akan berakhir. Yang pasti, sebuah hubungan yang sehat hanya akan bertahan saat dua orang secara sadar terus memilih satu sama lain di samping pilihan-pilihan yang ada, berkompromi dengan kondisi dan terkadang, satu sama lain.

Like Facebook page saya atau follow instagram saya dengan mengeklik dua tombol dibawah ini jika Anda merasa artikel ini bermanfaat!

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment