Quantcast
Live

Hasil vs. Proses: Mana yang Lebih Penting Untuk Perkembangan Hidup?

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

“Jika orang tahu seberapa sulitnya saya harus bekerja untuk mendapatkan keahlian ini, karya saya tidak akan terlihat seindah itu.” – Michaelangelo

Apakah anda merasa terjebak, tidak bisa bergerak maju ke arah tujuan yang anda inginkan? Apakah anda menahan diri anda sendiri dari memberikan yang terbaik di setiap aktivitas yang anda lakukan?

Apakah melakukan yang terbaik membawa anda kebahagiaan? Apakah anda biasanya memberikan yang terbaik, ataukah ada sesuatu yang menghalangi keinginan anda untuk mencapai kesempurnaan?

Saat kita melihat kebanyakan anak kecil belajar untuk berjalan, mereka biasanya terlihat sangat serius untuk menekuni aktivitas itu. Kenyataan bahwa mereka terus jatuh dan jatuh sepertinya tidak mempengaruhi tekad mereka. Namun apa yang terjadi jika setiap kali anak itu jatuh, kedua orangtuanya menjadi marah dan mulai memaki-maki anak itu karena ia jatuh, mempermalukan anak itu karena dia jatuh? Biasanya anak itu akan menjadi takut untuk mencoba berjalan lagi, dan kemampuan berjalan mereka tidak akan berkembang.

Saya tidak pernah melihat orangtua yang melakukan hal ini kepada kedua anaknya, namun saya melihat banyak orang melakukan hal ini kepada diri mereka sendiri.

Pikirkan apa yang akan anda katakan pada diri anda sendiri saat anda berpikir untuk melakukan sesuatu yang baru- seperti kembali bersekolah atau merubah karir, belajar menerbangkan sebuah pesawat, pindah ke kota baru atau memikirkan pernikahan.

Apakah ini anda?

  • Bagaimana jika saya gagal?
  • Bagaimana jika saya terlihat bodoh?
  • Apa yang orang lihat jika saya tidak melakukan segalanya dengan sempurna?

Ataukah ini anda?

  • Luar biasa- tantangan baru!
  • Saya akan berusaha dan memberikan yang terbaik!
  • Saya suka melakukan dan belajar tentang hal-hal baru!

Ada satu perbedaan besar antara dua pribadi ini. Pribadi pertama berkutat kepada hasil yang akan ia dapatkan, pribadi kedua lebih mengutamakan proses yang ia jalani.

Hasil Vs. Proses

Saat anda berkutat pada hasil yang akan anda dapatkan dan mengaitkan harga diri anda pada hasil yang akan anda dapatkan, anda akan menemukan diri anda enggan untuk mencoba hal-hal baru dan memberikan yang terbaik. Saat anda mendapatkan harga diri anda dari performa atau kinerja anda dan bukan dari usaha anda, anda telah berhenti berkembang.

Saat harga diri anda terikat pada usaha anda dan melakukan yang terbaik, proses menjalani aktivitas itu menjadi menyenangkan dan berharga, apapun hasilnya. Bahkan, di beberapa penelitian, orang-orang yang mendefinisikan diri mereka dari usaha mereka daripada hasil yang akan mereka dapatkan dikatakan lebih bahagia. Walaupun mereka memiliki tujuan, dan mereka ingin mencapai tujuan-tujuan itu, mereka tidak berkutat pada masa depan yang ditawarkan tujuan itu. Mereka hidup untuk saat ini, melakukan yang terbaik untuk menjadi yang terbaik.

Jika anda mendapati diri anda terjebak di dalam satu aspek kehidupan anda, lihatlah ke dalam untuk melihat apakah anda adalah tipe orang yang berkutat pada hasil yang akan anda dapatkan dan pendapat orang lain, atau apakah anda tipe orang yang fokus pada saat ini, hadir penuh dalam setiap proses kehidupan. Sadarlah bahwa saat anda berkata pada diri anda sendiri bahwa harga diri dan kepercayaan diri anda terikat dengan hasil yang akan anda dapatkan dan pendapat orang lain, anda telah kehilangan jalan anda.

Jika anda tidak pernah memberikan yang terbaik karena takut gagal, anda tidak akan tahu seberapa puasnya anda saat anda memberikan yang terbaik. Orang-orang yang takut gagal takut memberikan usaha terbaik mereka karena jika mereka gagal, mereka bisa berkata, “Yah, saya kan tidak memberikan yang terbaik.” Orang-orang yang memberikan yang terbaik dan gagal akan berkata, “saya belajar dari pengalaman ini, dan saya akan lebih berhati-hati di masa depan.”

Kita tidak datang ke dunia ini untuk melindungi diri kita dari kegagalan. Kita datang ke dunia ini untuk menikmati kehidupan ini, memberikan cinta, talenta, dan jiwa kita ke satu sama lain. Hari ini, mari berkomitmen pada proses dan kesempurnaan.

 

Jika anda mendapati tips ini bermanfaat dan ingin mendapatkan artikel-artikel terbaru saya lebih cepat, subscribe ke box dibawah ini atau like Facebook saya.

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment