Quantcast
Love

Bagaimana Cara Membina Hubungan Tidak Sempurna yang Sempurna

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Seperti yang sudah saya utarakan di artikel saya sebelumnya, saya tidak pernah percaya dengan jodoh.

Ini bukan berarti bahwa saya tidak mempercayai cinta atau bagaimana dua orang bisa menemukan satu sama lain, dan menjalani sebuah hubungan yang bahagia selamanya. Apa yang tidak bisa saya terima adalah sebuah konsep yang menyatakan bahwa hanya ada satu orang di dunia ini yang bisa membahagiakan kita, dan jika kita gagal menemukan orang itu, kita akan menjadi seorang petapa tua yang tinggal di gunung sendirian.

Saya percaya ada banyak orang di dunia ini yang bisa menjadi pasangan hidup kita. Saya percaya kita bisa menemukan seseorang yang bisa kita ajak untuk bekerjasama membangun sebuah hubungan cinta yang membahagiakan. Namun, dengan perubahan budaya yang terjadi beberapa tahun terakhir ini, saya mulai menyadari bahwa kebanyakan dari kita telah memupuk mentalitas “belanja” di dalam proses pencarian cinta kita. Melompat dari satu hubungan ke hubungan lain, mencari cinta yang “sempurna.”

Diatas semua itu, dengan munculnya berbagai situs online dating di dunia ini, proses mencari cinta terasa semakin mudah dan menemukan pasangan yang sempurna untuk kita terasa sangat memungkinkan. Cinta yang dulunya dibangun atas dasar penerimaan, komitmen, dan pengertian sekarang dibangun atas dasar kecocokan virtual, bentuk badan, dan wajah. Sebuah riset yang diterbitkan oleh The Association for Psychological Science menunjukkan bagaimana online dating telah membuat cinta menjadi sesuatu yang komersial. Penulis riset ini memperingatkan bahwa proses memilih jodoh di situs online dating bisa membuat kita melihat pasangan kita sebagai sebuah objek. Hal ini membuat kita terlalu cepat untuk mencampakkan pasangan-pasangan yang kelihatannya tidak cocok dengan kita dan menciptakan sebuah siklus pencarian tiada henti yang akan membuat kita frustasi.

Tidak Ada Cinta yang Sempurna

Siapapun yang sudah pernah mencintai seseorang pasti memahami bahwa apa yang terlihat baik di atas kertas tidak menjamin kebahagiaan. Bahkan, apa yang pada awalnya membuat kita tertarik pada seseorang belum tentu adalah sesuatu yang menarik bagi kita di masa depan. Selama berpuluh-puluh tahun, Hollywood dan novel-novel cinta telah membuat kita berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang mudah. Mereka membuat kita berpikir bahwa jika hubungan kita terasa sulit, hubungan itu bukanlah hubungan cinta.

Entah anda baru saja berpacaran selama satu minggu atau sudah menikahi pasangan anda selama 7 tahun, masalah-masalah pasti akan muncul di dalam hubungan anda. Tidak ada hubungan yang sempurna. Hanya saja, kebanyakan pasangan lebih memilih untuk menghindari masalah mereka daripada menghadapinya langsung, seolah-olah masalah itu akan selesai dengan sendirinya. Jika ada satu hal yang harus kita ubah dari cara kita memandang sebuah hubungan cinta di era modern ini, hal itu adalah persepsi kita tentang bagaimana jatuh cinta itu sama dengan cinta. Seperti yang sudah saya tulis di artikel saya sebelumnya, pada awal sebuah hubungan percintaan, otak kita dipenuhi oleh molekul-molekul kebahagiaan, sebuah reaksi kimia yang meningkatkan ketertarikan kita pada pasangan kita. Namun, setelah molekul-molekul ini hilang, ketertarikan itu juga akan hilang, menyebabkan munculnya berbagai masalah, pertengkaran, dan bahkan terkadang, perpisahan.

Walaupun perasaan jatuh cinta yang kita rasakan dalam awal sebuah hubungan akan berkurang dengan berjalannya waktu, riset-riset baru di bidang neuroscience menunjukkan bahwa ada beberapa pasangan di dunia ini yang bisa mempertahankan perasaan cinta itu selama puluhan tahun. Dari riset ini, mereka menemukan orang-orang yang memahami bahwa tidak ada hubungan yang sempurna di dunia ini akan bisa menjaga perasaan jatuh cinta itu lebih lama. Memahami bahwa tidak ada cinta yang sempurna di dunia ini mendorong pasangan-pasangan itu untuk menemukan cara-cara sehat untuk menjaga hubungan mereka yang tidak sempurna itu.

Ketakutan Akan Keintiman

Mungkin apa yang lebih penting dari penemuan-penemuan ini adalah sebuah fakta bahwa banyak dari kita memiliki ketakutan terhadap keintiman, walaupun kebanyakan orang tidak menyadari hal ini. Ketakutan ini biasanya akan terasa semakin kuat semakin kita mengenal pasangan kita. Cinta bisa membuat hidup anda lebih bermakna, dan inilah yang membuat keintiman sesuatu yang menakutkan. Semakin bermaknanya sesuatu di kehidupan ini, semakin kita akan takut untuk kehilangannya.

Keintiman juga akan menunjukkan dan merubah sifat-sifat terburuk kita. Hal ini akan terasa menyakitkan karena sifat-sifat ini telah menjadi bagian dari identitas kita. Saat kita dan pasangan kita dipaksa untuk merubah sifat-sifat ini untuk menjaga kelangsungan hubungan kita, kita akan merasakan sebuah penolakan besar di dalam diri kita.  Hal ini bisa menyebabkan kegelisahan, pemikiran negatif, atau bahkan krisis identitas.

Karena semua hubungan pasti akan mengembangkan karakter kita, satu nasihat terbaik yang bisa saya berikan tentang cinta adalah untuk mencari seseorang yang benar-benar anda sukai dan berjuanglah untuk mempertahankan hubungan itu. Berhentilah mencari pasangan yang sempurna, dan mulailah mencari cara untuk mengembangkan diri anda sendiri untuk menciptakan hubungan ideal anda. Cinta adalah salah satu cara terbaik untuk mengembangkan diri anda. Sangat sulit menghadapi dan menyembuhkan ketakutan anda akan keintiman saat anda tidak berada di dalam sebuah hubungan intim itu sendiri. Ada berjuta orang di luar sana yang bisa membuat anda bahagia, namun untuk membangun sebuah hubungan yang bahagia, anda harus berani untuk melompat bersama pasangan anda dan memperbaiki diri masing-masing.

Ada 3 tindakan yang kita bisa lakukan untuk mulai menyiapkan diri kita untuk membangun hubungan tidak sempurna yang sempurna:

Pertama, anda bisa mulai memperhatikan perasaan dan tingkah laku anda sendiri. Anda tidak mungkin bisa merasakan perasaan orang lain,karena emosi anda sendirilah yang bisa anda rasakan dengan akurat. Berusahalah untuk mengisi kehidupan anda dengan perasaan-perasaan positif yang bisa membuat anda bahagia seperti cinta dan kasih sayang. Cara terbaik untuk mulai menumbuhkan cinta anda adalah dengan mulai memperlakukan pasangan anda dengan sopan, santun, dan penuh kasih sayang. Riset menunjukan bagaimana anda memperlakukan seseorang akan mempengaruhi perasaan anda terhadap orang itu. Saat anda mencintai, anda akan memiliki cinta.

Hal ini membawa saya pada langkah kedua: untuk mencintai seseorang dengan tulus, anda harus berhenti mendengarkan suara-suara negatif anda. Suara-suara inilah yang menyatakan bahwa anda tidak pantas untuk memiliki hubungan ini atau menyebutkan berbagai alasan mengapa pasangan anda tidak berhak untuk mendapatkan cinta anda.

Suara-suara ini dibentuk dari pengalaman-pengalaman masa lalu kita, dan inilah mengapa menentang suara-suara ini mengharuskan anda untuk mengambil langkah ketiga di dalam proses pengembangan diri kita, yaitu: memahami masa lalu kita. Manusia cenderung mengulangi kesalahan-kesalahan yang telah ia buat sebelumnya. Segala hubungan yang pernah anda miliki- dari hubungan anda dengan orang tua anda dan hubungan anda dengan pasangan anda sebelumnya- akan membentuk cara anda berhubungan dengan pasangan anda sekarang. Hubungan anda biasanya akan dipengaruhi oleh apa yang pernah anda lihat di keluarga anda. Oleh karena itu melepaskan diri anda dari sifat-sifat negatif anda mengharuskan anda untuk memahami masa lalu anda. Anda harus melihat sejarah keluarga anda untuk mengetahui mengapa anda melakukan hal-hal yang anda lakukan. Setelah mempelajari masa lalu anda, anda akan memiliki alat dan pengetahuan yang efektif untuk merubah cerita anda. Anda bisa menjadi siapapun yang anda mau dan membentuk hubungan-hubungan yang anda inginkan.

Menjalin sebuah hubungan kasih tentu bukanlah hal yang mudah, namun, cinta juga bukanlah sebuah beban kehidupan. Cinta adalah sebuah pertualangan- dan seperti saat kita memanjat gunung atau menyebrangi lautan, kita tidak bisa mengharapkan sebuah perjalanan yang mulus. Kita harus mengingat bahwa sebuah pasangan terdiri dari dua orang berbeda dengan pikiran-pikiran yang unik. Ini artinya, terkadang anda akan melihat dan mengalami dunia ini dengan cara yang berbeda. Pertengkaran akan terjadi, dan saat hal itu terjadi, yang terpenting adalah keinginan kita untuk melewati masa-masa sulit ini bersama-sama. Alih-alih lari dari masalah pertama yang menghadang hubungan kita, kita bisa memilih untuk memperjuangkan hubungan kita dan menggunakan kreativitas kita untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kita bisa mengantisipasi dan menghadapi masalah kita dengan kekuatan dan keterbukaan. Namun, sebelum kita bisa memulai petualangan ini, kita harus membuka hati dan pikiran kita untuk orang lain. Tentu terkadang, beberapa hubungan akan menjadi lebih kuat dari hubungan lain dan beberapa orang mungkin akan lebih cocok dengan kita, namun cinta bisa bertumbuh saat kita berani untuk menjelajahi keterbatasan kita sendiri dan mengembangkan kapasitas kita untuk mencintai seseorang.

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment