Quantcast
Laugh

Tips Kebahagiaan: Jangan Mengganti Channel Kehidupan Dulu

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Salah satu obsesi terbesar gue waktu masih kecil dulu adalah mengganti Channel TV begitu melihat iklan di layar TV gue. Seperti kebanyakan anak kecil yang terobsesi dengan film kartun favoritnya, gue merasa bahwa iklan adalah sesuatu yang mengganggu, obstrusif, dan bahkan menjijikkan (Dag… Dig… Dug… Der… Daia! Dan tiba-tiba seorang pria berkacamata yang memiliki sebuah rambut berbentuk sabu lidi berwarna warni tiba-tiba muncul… Ugh)

Jadi setiap kali gue melihat iklan (terutama iklan Daia), gue akan mengganti Channel TV gue dan mencari acara yang menarik lainnya. Walaupun taktik ini membantu gue untuk menghindari iklan-iklan yang konyol dan menggelikan, taktik ini juga menciptakan sebuah masalah lain, yaitu:

Gue jadi melewatkan adegan terpenting di dalam film-film kartun yang gue tonton saat itu…

Gue masih ingat waktu gue sedang menonton kartun Captain Tsubasa dulu. Saat itu Captain Tsubasa sedang berlari ke arah Goal lawan dan bersiap untuk melakukan tendangan Rajawali andalannya. Di depannya, dua pemain lawan yang berwajah jahat sedang melakukan manuver sliding tackle paling panjang di dunia (sekitar 5 menit) ke arahnya… Mata gue terbelalak, mulut gue terbuka lebar, dan hati gue berdebar-debar. Gue yakin jika ada seseorang yang memotret gue waktu itu, muka gue akan terlihat seperti om-om cabul yang sedang menonton Maria Ozawa diperkosa ramai-ramai. Namun sialnya, sebelum Tsubasa melakukan tendangan itu, tim manajemen Channel TV malah memasukkan sebuah iklan Daia… dan parahnya mereka mengulangi iklan itu tiga kali! Arghhh!

Dengan jengkel akhirnya gue mengganti Channel itu dan mencoba untuk mencari tontonan lain. Setelah beberapa kali menggonta-ganti Channel dan menemukan beberapa berita menarik tentang politik Indonesia, gue akhirnya memutuskan untuk mengecek Channel yang menayangkan kartun Captain Tsubasa lagi.

Apa yang gue temukan saat itu membuat gue tambah jengkel: entah bagaimana caranya, tim Tsubasa tiba-tiba sudah memenangkan pertandingan itu…

Padahal, terakhir kali gue menonton, tim Tsubasa masih ketinggalan satu poin. Bagaimana mungkin mereka menciptakan dua Goal secepat itu!?

Jangan Ganti Channel Dulu

Gue tidak tidak bisa membayangkan berapa banyak adegan kartun Captain Tsubasa penting seperti tadi yang gue lewatkan karena ketidaksabaran gue terhadap iklan-iklan Indonesia.

Namun, jika dipikir-pikir lagi, bukankah kita semua juga sering melakukan hal yang sama dalam kehidupan kita?

Di sebuah dunia yang serba terhubung ini, mencari Channel dengan tayangan menarik lain bukanlah sesuatu yang sulit.

Apakah orang yang sedang berbicara di depan lo membosankan? Ganti saja Channel itu dengan berbicara dengan orang-orang yang ada di kontak handphone lo. Gue yakin lo bisa dengan menemukan 5-10 manusia jomblo yang sedang menunggu seseorang mengajak mereka berbicara dan bercanda.

Apakah pekerjaan lo membosankan? Ganti saja Channel itu dengan mencari berita terbaru tentang Chelsea Islan, bulu mata baru Syahrini, dan pacar baru(?) Ahok.

Apakah pacar lo membosankan? Ganti saja Channel itu dengan membuka aplikasi tinder dan mencari wajah-wajah segar yang kira-kira bisa membunuh kebosanan lo.

Intinya, dengan teknologi yang ada sekarang, manusia telah memiliki sebuah remote control ajaib yang bisa mengganti Channel-Channel kehidupan yang membosankan dengan beberapa sentuhan.

Akan tetapi, remote control ini juga menciptakan masalah baru. Seperti saat gue melewatkan adegan penting di film kartun Tsubasa setiap kali gue mengganti Channel TV, hal yang sama biasanya juga terjadi saat kita menggonta-ganti Channel kehidupan kita. Kita akan melewatkan sebuah pembicaraan menarik, merasa terisolasi dari teman-teman yang ada di sekeliling kita, dan kehilangan momen paling penting di dunia ini, yaitu saat ini.

Saat lo menengadah dari Smartphone lo dan menatap teman-teman lo lagi, lo sudah menemukan mereka semua sudah tertawa terbahak-bahak, menertawakan sebuah lawakan yang lo lewatkan.

Saat lo selesai membaca artikel tentang pacar baru Taylor Swift, lo sudah menemukan bahwa jam di kantor lo menunjukkan pukul 2 sore. Dan setengah jam lagi lo harus menyerahkan laporan yang bos lo minta tadi pagi.

Saat lo sibuk mengescroll foto-foto wanita di aplikasi tinder lo, lo tiba-tiba menemukan pacar lo yang super galak sudah keluar dari kamar mandi dan memelototi lo dengan tatapan ibu tiri yang keji.

Berapa banyak waktu yang terbuang dan momen-momen penting yang lo lewatkan karena lo sibuk menekan tombol “NEXT?”

Pada akhirnya…

Tidak semua momen dalam hidup ini itu seru, menyenangkan, dan asyik. Dan itu adalah sesuatu yang wajar. Bagi kebanyakan dari kita, kebanyakan momen-momen di dalam hidup ini itu membosankan dan biasa-biasa saja.

Tetapi, justru momen-momen membosankan inilah yang membuat momen-momen bahagia kita terasa bahagia. Tanpa adanya momen-momen membosankan ini, kita akan menjadi terbiasa dengan momen-momen bahagia kita dan momen-momen itu kemudian tidak lagi menjadi momen yang bahagia.

Terkadang, hal terbaik yang bisa lo lakukan di dunia ini adalah untuk belajar menikmati apa yang ada di depan lo, walaupun apa yang di depan lo itu mungkin membosankan, mengganggu, atau bahkan menjijikkan (seperti iklan Daia) untuk lo saat itu. Karena saat lo melakukan hal itu, kebahagiaan yang akan muncul setelah itu akan terasa lebih membahagiakan….

 

Jika lo mendapati post ini bermanfaat, silahkan subscribe ke blog gue dengan mencantumkan email lo dibawah ini. Dengan melakukan hal itu, lo akan mendapatkan artikel terbaru gue langsung dan mendapatkan beberapa bonus lainnya seperti rekomendasi buku yang akan merubah kehidupan lo setiap bulannya dan berbagai artikel tambahan. Jadi, tunggu apa lagi?

 

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment