Quantcast
Live

Keberanian Sejati- Cara Paling Ampuh Mengalahkan Rasa Takut

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Ini adalah sebuah post yang pernah saya tulis dalam bahasa inggris pada awal tahun 2016. Post ini saya tulis kembali dalam bahasa Indonesia karena menurut saya post ini sangat bersangkutan dengan topik kita bulan ini, keberanian. 

****

Aku menggenggam tangannya erat, seperti seorang anak kecil di hari pertama sekolah dan berkata, “Aku takut…”

Malam itu, aku dan pacarku sedang duduk di sebuah kursi kayu panjang di sebuah warung soto di Semarang. Kita baru saja menghabiskan semangkuk soto hangat dan membicarakan berbagai hal tentang pekerjaan kita. Beberapa bulan terakhir aku sudah memikirkan untuk memulai usaha sendiri diluar bisnis keluargaku. Selama berbulan-bulan aku sudah merasa resah dengan bisnis keluargaku. Berapa kalipun aku mencoba untuk mencintai pekerjaanku, aku malah merasa semakin tertekan. Sepertinya idealisme-ku terlalu tinggi untuk menerima kondisi itu…

Dua kata yang baru saja aku ucapkan, “aku takut” adalah kata-kata paling tabu yang bisa dikatakan seorang pria pada pacarnya. Budaya kita mengajarkan bahwa seorang pria haruslah tegar, percaya diri, dan kuat; bukan lemah, bingung, dan takut. Jadi ketika seorang pria mengatakan bahwa ia takut, hal ini bisa berarti 2 hal:

  1. Pria itu adalah seorang pemalu yang butuh bantuan
  2. Pria itu sedang membuat taruhan paling besar di hidupnya.

Dan dalam kasus ini, yang terjadi padaku adalah skenario ke 2.

Menari Dengan Rasa Takutku

Terakhir kali aku merasa setakut ini adalah saat aku pertama kali mengikuti Toastmaster club, sebuah klub pidato yang bertujuan untuk membantu anggotanya menjadi pembicara yang lebih baik. Di sebuah sesi bernama table topics session, pemimpin klub ini menanyakan apakah ada orang yang ingin mengikuti acara ini. Di acara ini, peserta akan diberikan sebuah topik secara acak dan harus berpidato tentang topik itu selama 2 menit langsung tanpa persiapan. Hari itu adalah pertama kalinya aku mengikuti Toastmaster dan aku sebenarnya tidak memiliki obligasi apapun untuk ikut serta dalam acara table topics itu. Namun, entah kenapa, walaupun aku merasa takut, aku juga merasa terdorong untuk mengikuti sesi acara itu. Aku merasa jika aku tidak mengikuti sesi itu, aku akan melewatkan sesuatu yang sangat berharga. Jadi saat pemimpin klub ini mengajak para anggota Toastmaster untuk berpartisipasi dalam acara ini untuk kedua kalinya, tanpa kusadari tanganku yang bergetar hebat sudah terangkat tinggi di udara…

Seperti table topic session pertamaku, perasaan takut yang kurasakan hari itu datang bersama gejolak untuk mengambil kesempatan tersebut apapun caranya. Dan seperti sesi table topics pertamaku, aku akhirnya memutuskan untuk mengambil kesempatan itu dan membuat satu lompatan paling besar di dalam hidupku. Namun, satu-satunya perbedaan yang membedakan table topic pertamaku dan kesempatan ini adalah risiko yang ada dibalik pilihan ini. Ada konsekuensi yang fatal jika aku gagal di bisnis ini. Jika aku dulu gagal memberikan pidato itu, hal paling parah yang bisa terjadi padaku hanyalah ditertawakan oleh penonton-penontonku, namun jika aku gagal kali ini, aku akan kehilangan tabunganku, dan bahkan mungkin, hubunganku dengan ayahku. (Skenario itu kemungkinan besar tidak akan terjadi, tetapi aku hanya ingin menggambarkan hal paling parah yang akan terjadi jika aku mengambil pilihan ini.)

###

Ruangan itu dipenuhi oleh suara tepuk tangan dan aku sedang berdiri di atas podium teater kelas itu. Aku baru saja memenangkan juara kedua dalam kontes table topic dan dipilih untuk merepresentasikan klub saya ke sebuah kontes nasional bersama pemenang pertama. Sejujurnya aku masih tidak percaya aku bisa memenangkan kontes itu. Aku adalah seorang murid asing dengan aksen Indonesia yang kental. Aku tidak menyadari bahwa pilihanku untuk menaikkan tanganku yang gemetaran 1 tahun yang lalu akan membuatku memenangkan piala ini. Nasib baik memberkati orang yang berani.

Keberanian Adalah…

Pada bulan Januari 2016 ini, bisnisku sekarang sudah mulai berjalan dengan lancar. Ada banyak hal yang harus kita benahi, namun paling tidak, kita sudah memulai sesuatu. Aku tahu ada jutaan buku di luar sana yang ditulis tentang keberanian dan cara-cara mengatur risiko di dalam kehidupan anda. Namun, menurut saya strategi terbaik untuk mengalahkan rasa takut anda adalah memutuskan untuk tetap melakukan hal yang anda takutkan, walaupun anda masih tidak yakin. Kita semua memiliki ketakutan. Keberanian berarti melawan rasa takut tersebut dan melakukan tugas kita di tengah bahaya yang menghadang, bukan tidak merasa takut sama sekali.

Januari, 31 2016

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment