Quantcast
Laugh

Menemukan Kebahagiaan Dengan Keseimbangan Bag. 1: Fisik

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Seorang biksu sedang berjalan menuju sebuah desa bersama seorang muridnya. Tiba-tiba, seorang pria tua berbaju rapi menghampirinya dan menanyakan:

“Orang suci, bagaimana aku bisa menjadi lebih bahagia?”

Biksu itu tersenyum lalu berkata, “Belajarlah untuk menysukuri apa yang kau punyai dan biarkan perasaan itu membahagiakan hatimu setiap hari…”

Merasa puas, pria tua itu menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan biksu itu.

Si biksu baru saja mau berjalan lagi saat tiba-tiba seorang anak muda datang menghampirinya. Ia bertanya:

“Apa yang harus aku lakukan untuk menjadi lebih bahagia?”

Biksu itu tersenyum lalu berkata, “Jangan merasa puas dengan apa yang kau punyai dan biarkan ambisimu membawamu menuju kebahagiaan…”

Saat anak muda itu merasa puas dan meninggalkan si biksu dan muridnya, si murid bertanya:

“Guru kamu sepertinya tidak yakin apakah kita harus menyusukuri apa yang kita punyai atau meningkatkan ambisi kita untuk merasa bahagia… apa maksudmu?”

“Mencari kebahagiaan adalah seperti melewati sebuah jembatan tanpa pegangan yang dibangun di atas dua jurang tinggi. Jika seseorang berjalan terlalu dekat ke kanan, aku akan berkata berjalanlah ke kiri. Jika mereka berjalan terlalu dekat ke kiri, aku akan berkata berjalanlah ke kanan. Saat kita kehilangan keseimbangan, kita tidak pernah akan merasa bahagia.”

###

Kebahagiaan adalah keseimbangan. Menurut Stephen R. Covey, penulis buku fenomenal berjudul 7 Habits of Highly Effective People, menjaga keseimbangan antara tubuh fisik, perasaan, pikiran, dan jiwa kita adalah salah satu resep paling penting untuk menciptakan sebuah kehidupan yang bahagia.

Disini, menjaga keseimbangan itu berarti memastikan bahwa kita menyisihkan waktu untuk mengasah kapasitas tubuh fisik, perasaan, pikiran dan jiwa kita. Empat aset utama kita sebagai manusia.

Banyak psikologis dan guru-guru pengembangan diri menyebut empat aset ini dengan cara yang berbeda, namun mereka semua setuju bahwa menjaga keseimbangan empat aset ini akan meningkatkan kualitas kehidupanmu.

Nah, mulai dari minggu ini, aku akan menuliskan beberapa tips untuk mengasah empat kapasitas manusia kita. Aku tidak akan menuliskan secara detail bagaimana kamu bisa mengasah kapasitas-kapasitas itu karena cara kita mengasah kapasitas tersebut pasti akan berbeda dari orang ke orang. Jadi aku akan lebih fokus pada prinsip-prinsip sederhana yang akan membantumu menyeimbangkan kehidupanmu. Dan di post ini, kita akan mulai dengan tubuh fisik kita.

Kesehatan Fisik

Tubuh fisik kita bisa dibilang adalah aset paling penting yang kita punyai. Apa gunanya memiliki kekayaan yang melimpah-limpah dan tinggal di sebuah rumah yang mirip istana jika tubuh fisik kita sakit-sakitkan?

Sejak kecil, aku sudah disadarkan akan pentingnya memiliki tubuh fisik yang sehat. Ayahku adalah seorang pria yang menghabiskan waktunya bekerja dari Senin sampai Minggu, pagi sampai malam. Karena kesibukannya, Ayahku tidak sempat mengatur apa yang ia makan dan menyisihkan waktu untuk berolahraga. Akibatnya, di tahun 2004, tertekan oleh stress dan kehidupan yang tidak sehat, Ayahku akhirnya jatuh sakit. Ia terkena sebuah penyakit seperti stroke yang hampir membunuhnya di akhir tahun 2004…

Pengalaman itu membuatku sadar akan pentingnya kesehatan tubuhku. Setelah Ayahku sembuh, aku memutuskan untuk mendaftar ke gym dan merubah pola makanku. Sampai sekarang aku masih pergi ke gym 3-4 kali seminggu dan menjaga dietku.

Ya tentu pada awalnya, memaksa diriku untuk pergi ke gym dan merubah pola makanku adalah sesuatu yang sulit, namun pelan-pelan aku belajar untuk menikmatinya dan sekarang, hari-hariku sepertinya tidak terasa lengkap jika aku tidak menjaga pola makanku atau pergi ke gym. Berikut adalah beberapa tips untuk membantumu membangun pola kehidupan yang lebih sehat.

  • Cari olahraga yang bisa kamu nikmati

Jika kamu ingin berolahraga secara rutin dan memastikan kamu memiliki motivasi yang cukup untuk melakukannya, kamu harus mencari olahraga yang bisa kamu nikmati.

Sejak kecil dulu, aku tidak pernah suka olahraga kompetitif yang mengharuskanku untuk menendang/memukul/melemparkan sebuah bola. Itulah kenapa aku memilih gym dan lari sebagai olahragaku. Nah sama seperti itu, jika kamu ingin berolahraga secara rutin, carilah olahraga yang bisa kamu nikmati dan mulai dari situ.

Pada akhirnya apa yang kamu inginkan adalah kebiasaan jangka panjang, bukan kekaguman teman-temanmu.

  • Mulai dari hal-hal kecil

Prinsip ini berlaku untuk olahraga yang kamu pilih dan diet yang ingin kamu mulai. Seperti yang aku tuliskan tadi, apa yang kamu inginkan adalah keberlangsungan. Tidak ada gunanya mendaftar ke sebuah gym dan mengikuti sebuah program latihan menantang dan diet ekstrim yang menjanjikanmu tubuh atletis dalam waktu 30 hari.

Tidak, kecuali kamu adalah seorang bintang film, model, atau artis bokep; kamu tidak perlu melakukan semua itu. Kamu ingin mulai pelan-pelan dan menambahkan intensitas latihan dan dietmu sedikit demi sedikit. Apa yang paling penting adalah perkembangan, jadi pastikan performamu lebih baik  dari sesi sebelumnya.

Ingat, poin dari semua ini bukanlah mendapatkan perut sixpack dalam waktu 30 hari, tetapi menjaga kesehatan tubuh dan menantang fisikmu sampai akhir hidupmu.

  • Cari teman-teman seperjuangan

Menjaga sebuah rutinitas akan jauh lebih mudah saat kamu memiliki teman-teman yang melakukan rutinitas yang sama. Selama 10 tahun aku latihan angkat beban, aku tidak pernah latihan sendiri. Aku selalu latihan bersama seseorang yang sama-sama menikmati olahraga angkat beban sehingga aku selalu tertantang untuk mengangkat lebih berat dan mengikuti jadwal gymku.

Carilah teman-teman yang memiliki motivasi yang sama denganmu dan aku jamin, menjaga komitmen untuk berolahraga akan menjadi jauh lebih mudah.

Nah itulah tiga prinsip penting yang ingin kamu perhatikan jika kamu ingin mulai membangun rutinitas baru untuk mengasah fisikmu. Apakah kamu memiliki tips lain untuk mengasah fisikmu? Komen dibawah sini…

 

Jika kamu menikmati artikel ini dan ingin mendapatkan post-post terbaruku lebih cepat, klik subscribe di bawah ini. Dengan melakukan itu, kamu juga akan mendapatkan Ebook gratis, rekomendasi buku di awal bulan, dan bonus artikel di akhir bulan. Jadi tunggu apa lagi?

 

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment