Quantcast
Laugh

Menemukan Kebahagiaan Dengan Keseimbangan Bag. 3: Spiritual

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Dua minggu terakhir kita telah membahas pentingnya untuk menjaga keseimbangan dua aset paling berharga kita, yaitu tubuh dan pikiran kita.

Namun, menjaga keseimbangan dua aset itu masih belum cukup untuk membangun kehidupan yang bahagia. Sebagai manusia, kita masih memiliki satu aset penting lagi yang harus kita jaga, yaitu kehidupan spiritual kita.

Jiwa manusia adalah sesuatu yang sangat sulit dideskripsikan oleh kata-kata. Tidak seperti tubuh dan pikiran kita, peran jiwa manusia di dalam kehidupan sehari-hari sangatlah ambigu dan bahkan bisa dibilang tidak jelas. Kita hanya tahu bahwa kita telah dianugerahi oleh kesadaran dan jiwa kitalah yang membedakan kita dengan seekor monyet.

Aku hampir tidak mau menulis post ini karena aku merasa kehidupan spiritual manusia adalah sebuah topik yang sangat mistis dan sampai sekarang, aku masih belum bisa menemukan riset yang tepat untuk menjelaskannya. Namun, aku sadar bahwa aku tidak mungkin melewatkan topik kehidupan spiritual dalam tema keseimbangan kita.

Jadi, apa yang akan aku lakukan di post ini adalah meminjam deskripsi filsuf-filsuf terkenal di dunia tentang jiwa manusia dan memberikan beberapa tips untuk menjaga keseimbangan spiritual kita.

Fungsi Jiwa Manusia

Menurut filsuf Yunani kuno, jiwa manusia adalah sentuhan ilahi yang membedakan manusia dari makhluk hidup lainnya.

Di akhir abad ke lima, beberapa tahun setelah kematian Socrates, jiwa manusia dianggap sebagai ‘seorang pemandu’ yang akan membantu kita memenuhi tujuan hidup kita. Jiwa kita adalah apa yang memahami ideal, harapan, dan mimpi kita yang sesungguhnya.

Bahkan seorang filsuf Yunani sampai mengatakan bahwa, “Kita harus bertumbuh dari dalam. Tidak ada yang bisa mengajari anda, tidak ada yang bisa membantu anda. Tidak ada guru lain yang lebih baik selain jiwa anda.”

Jadi pada dasarnya, menjaga keseimbangan jiwa kita berarti menjaga hubungan baik dengan jiwa kita, mendengarkan arahannya, dan mencoba memahami maksudnya, sehingga kita bisa memenuhi tujuan hidup kita. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu praktekkan langsung untuk menjaga keseimbangan jiwamu:

1. Berdoa/ meditasi

Apapun agamamu ada kekuatan yang bisa kamu dapatkan dari doa. Bagi orang yang percaya, doa telah terbukti bisa membantu menguatkan mental seseorang, membuat mereka menjadi lebih tabah, dan mengembalikan harapan yang hilang.

Aku tidak akan menjelaskan panjang lebar tentang apa perbedaan doa yang baik dan doa yang buruk, karena menurutku topik itu sangatlah subjektif. Yang paling penting adalah ketulusan hatimu. Seberapa indahnya-pun doamum itu tidak akan berarti apa-apa jika kata-kata itu muncul dari hati yang terpaksa.

Jika di titik ini kamu sudah kehilangan imanmu, kamu mungkin mau mencoba meditasi. Banyak orang-orang sukses di dunia ini menggunakan meditasi sebagai alternatif doa. Meditasi selama 5-15 menit setiap harinya bisa membantu mempertajam pikiran dan Indramu.

2. Revisi tujuan hidup

Satu alasan kenapa banyak tujuan awal tahun kita gagal untuk menjadi kenyataan adalah karena kita menjadi lupa akan tujuan-tujuan itu. Hidup di dunia yang bising dan penuh gangguan ini, sangatlah mudah untuk kehilangan fokus terhadap tujuan kita.

Untuk menghindari ini, luangkanlah 15-30 menit setiap minggunya untuk merevisi tujuan hidupmu. Hal ini akan menjaga fokusmu terhadap tujuan-tujuanmu dan memastikan kamu sudah berjalan ke arah yang benar. Gunakan sebuah planner jika perlu.

Jika kamu masih belum mempunyai rencana hidup, aku sarankan untuk mulai membuatnya sekarang (kita sudah berada di akhir tahun 2018). Kamu bisa membaca post ini jika kamu ingin tahu bagaimana cara membuat rencana hidup yang luar biasa.

3. Menulis jurnal

Menurutku, menulis jurnal adalah cara terbaik untuk mengorganisir pikiran dan merekam suara hatimu. Dengan menulis, kamu bisa memahami di mana kamu sekarang di dalam perjalanan hidupmu, kejengkelan-kejengkelan tersembunyi yang telah meracuni pola pikiranmu, dan mengingatkanmu apa yang paling penting dalam hidup.

Jika kamu tidak tahu apa yang harus kamu tulis dalam jurnalmu, aku menyarankanmu untuk mengikuti praktik Kaisar Romawi Marcus Aurelius. Di sepanjang masa jabatannya sebagai pria paling kuat di Roma waktu itu, ia menyimpan sebuah jurnal yang berisi tentang buah-buah pikirannya.

Ia akan menulis tentang pelajaran apa saja yang ia dapatkan hari itu, mengingatkan dirinya tentang apa yang paling penting dalam hidup, dan hal-hal apa saja yang harus ia ingat untuk menjadi manusia yang lebih baik. Hal ini terbukti telah membuatnya menjadi kaisar yang lebih arif karena di akhir hidupnya, Marcus Aurelius dikenal sebagai lima kaisar bijaksana terakhir.

Jiwa kita adalah salah satu komponen paling penting dalam diri kita. Jadi pastikan kamu meluangkan waktu untuk menjaganya.

Jika kamu menikmati artikel ini dan ingin mendapatkan post-post terbaruku lebih cepat, klik subscribe di bawah ini. Dengan melakukan itu, kamu juga akan mendapatkan Ebook gratis, rekomendasi buku di awal bulan, dan bonus artikel di akhir bulan. Jadi tunggu apa lagi?

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment