Quantcast
Laugh

Jalan yang Aman Bukanlah Jalan yang Aman

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Anda hanya memiliki satu kesempatan untuk hidup di dunia ini.

Jadi jangan segan-segan untuk mengejar mimpi-mimpi anda, jangan biarkan ketakutan membatasi hidup anda. Jangan tinggal di dalam sebuah pekerjaan yang membuat anda tidak bahagia hanya karena anda takut anda tidak akan mendapatkan pekerjaan lain. Jangan hidup dengan orang yang membuat hidup anda menderita karena anda takut hidup sendirian. Jangan menunggu sampai anda mempunyai cukup uang di tabungan anda untuk memulai sebuah proyek atau kehidupan yang anda impikan.

Saya tidak berkata bahwa kita harus bertindak dengan sembrono dan mengharapkan keberuntungan, namun yang saya maksudkan disini adalah untuk berhenti menunggu dan mulai melakukan sesuatu. Mulai kejar mimpi anda sekarang- biarkan mimpi itu masuk ke dalam setiap pori-pori tubuh anda. Biarkan hal-hal yang tidak anda sukai hilang dari kehidupan anda.

Saya baru-baru ini mendengar sebuah wawancara Joseph Campbell, seorang penulis mitologis dan dosen terkenal di Amerika. Di wawancara itu ia mengatakan sesuatu yang sangat menginspirasi:

“Saya merasa jika seseorang mengikuti apa yang saya sebut sebagai “jalan” mereka- sesuatu yang anda rasakan jauh di dalam lubuk hati anda sebagai takdir kehidupan anda- pintu-pintu akan terbuka. Ini adalah sebuah kebenaran. Hal ini telah terjadi di kehidupan saya dan banyak orang-orang lain di kehidupan saya. Dan… jika anda mengikuti jalan kehidupan anda, anda akan merasa benar-benar hidup, entah anda memiliki uang atau tidak. Jika anda mengikuti uang, anda pasti akan kehilangan uang. Jalan yang aman adalah jalan yang tidak aman.”

Walaupun banyak orang menginginkan sukses, kekayaan, atau cinta, sebenarnya, jauh di dalam lubuk hati mereka, mereka menginginkan sesuatu yang lain, merasa aman, penuh, bahagia, atau bebas. Dan mereka biasanya berpikir bahwa ketenaran, kekayaan, cinta akan membuat kita merasakan perasaan-perasaan tersebut.

Jadi ini adalah waktu yang tepat untuk menanyakan diri anda sendiri: kenapa anda bisa sampai di titik kehidupan ini? Kegiatan apa yang anda cintai, atau yang lebih penting, perasaan apa yang ingin anda rasakan di hidup ini? Apa yang membuat anda tidak bahagia? Dan bagaimana anda bisa sampai ke tempat itu atau merasakan perasaan-perasaan tersebut?  

Dan seperti anda tidak boleh membuat keputusan berdasarkan rasa takut, anda tidak boleh membuat keputusan berdasarkan angan-angan kosong saja. Angan-angan bisa sama-sama menjebak anda seperti halnya ketakutan.

Anda harus membuat keputusan atas rasa hormat, rasa hormat pada diri anda sendiri.

Karena jika anda tidak mempercayai diri anda sendiri, tidak akan ada orang yang akan mempercayai anda.

Jika anda mendapati tips ini bermanfaat dan ingin mendapatkan artikel-artikel terbaru saya lebih cepat, subscribe ke box dibawah ini atau like Facebook saya.

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family’s business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment