Quantcast
Laugh

Menemukan Kebahagiaan Dengan Keseimbangan Bag. 4: Sosial

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Satu tahun yang lalu aku sempat menonton sebuah film menarik yang berjudul Into The Wild.   Film itu menceritakan tentang kehidupan seorang anak broken home yang memutuskan untuk bertualang ke alam liar untuk lari dari tuntutan dunia dan orang tuanya. Setelah ia lulus kuliah, ia memutuskan untuk merobek surat penawaran kerja dari sebuah perusahaan terkenal, membuang mobilnya di tengah jalan, kabur dari rumahnya, meninggalkan orangtua dan adik perempuannya. Di film itu diceritakan bagaimana pada awalnya ia merasa bahagia dengan keputusannya untuk kabur dari rumah dan pergi ke alam liar. Ia akan menghabiskan hari-harinya berkemah, berenang di sungai, bergaul dengan orang-orang hipi, menyanyi, dan menari.

Namun suatu hari, saat ia memutuskan untuk hidup di sebuah bus rongsokan di tengah hutan belantara yang sudah ditinggalkan, ia tidak sengaja memakan sebuah tanaman beracun. Tanaman itu membuat tubuhnya lemah dan menghambat sistem metabolismenya. Ia tidak bisa lagi makan dan minum. Hidup sendirian di tengah hutan belantara tanpa alat komunikasi, ia tidak bisa memanggil ambulans atau polisi. Saat ia ingin berjalan kembali ke kota, ia menemukan bahwa jalan yang ia gunakan untuk memasuki hutan telah meleleh karena pergantian musim. Ia terjebak di dalam sebuah hutan belantara, sendirian.

Beberapa bulan kemudian, beberapa pendaki gunung menemukan mayat pria misterius itu. Di dekatnya ada sebuah buku catatan yang mendokumentasikan kisah petualangannya dan pelajaran-pelajaran yang ia kumpulkan dari alam liar. Di halaman terakhir buku itu, sebuah halaman yang dipenuhi bercak air mata, tertulis sesuatu seperti:

Aku akhirnya sadar bahwa kebahagiaan yang sebenarnya adalah kebahagiaan yang dibagikan…

Makhluk Sosial

Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan kehadiran satu sama lain untuk merasa bahagia. Kamu tidak perlu pergi ke alam liar sendirian untuk menyadari hal ini.

Itulah kenapa komponen keempat yang harus kita perhatikan untuk membangun hidup yang bahagia adalah menyadari pentingnya menjaga kehidupan sosial-mu.

Aku dulu sempat berpikir bahwa begitu kamu berteman dengan seseorang, persahabatan itu akan bertahan untuk selamanya secara otomatis. Namun, seiring berjalannya waktu, aku menyadari bahwa hubungan yang tidak  dijaga akan melemah dan kemudian berakhir.

Itulah kenapa selain menjaga kesehatan, kecerdasan, dan kehidupan spiritualmu, kamu ingin menyisihkan waktu untuk menjaga hubungan-hubungan terpentingmu. Tentu kamu tidak mungkin bisa menjaga semua hubungan yang ada di dalam hidupmu, perhatian dan waktu kita di dunia ini sangatlah terbatas. Namun kamu bisa menjaga hubungan-hubungan penting yang ada di kehidupanmu. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu praktikan untuk menjaga hubungan-hubungan terpentingmu:

1. Memberi tanpa pamrih

Kebaikanmu adalah apa yang akan menjaga hubunganmu dengan orang lain. Saat kamu memberikan sesuatu kepada orang lain dengan tulus, kamu telah memperkuat hubunganmu dengan orang itu.

Menurut pakar komunikasi John C. Maxwell, “seseorang tidak akan memperdulikan apa yang kamu tahu sampai mereka tahu seberapa dalam kamu mempedulikan mereka. Dan pemberianmu-lah yang biasanya akan menunjukkan kepedulian-mu terhadap mereka.

Ingat bahwa apa yang kamu berikan tidaklah harus berupa benda fisik atau bersifat finansial. Kamu bisa memberikan waktumu, pemahaman, dan kata-kata yang menghangatkan hati. Pada akhirnya yang paling penting adalah untuk memberikan semua itu dengan hati yang tulus.

2. Penuhi janji-mu

Banyak orang di dunia ini sering berjanji ini itu namun tidak pernah melakukan apa-apa untuk memenuhi janji tersebut. Mereka terlihat seperti seorang politikus yang sedang ingin mencalonkan diri mereka sebagai presiden…

Jangan pernah menjanjikan sesuatu yang kamu tahu tidak akan bisa kamu penuhi. Memberikan harapan palsu jauh lebih kejam daripada seseorang yang tidak memberikan harapan apa-apa. (Bukan curhat).

Jadi sebelum kamu dicap sebagai tukang PHP, pastikan kamu memenuhi janji-janjimu. Jika kamu adalah tipe orang yang cepat lupa, buatlah sebuah catatan di handphone atau dompetmu tentang janji-janji yang harus kamu penuhi.

3. Gunakan teknologi

Kita hidup di sebuah zaman yang luar biasa. Hanya dengan beberapa sentuhan jari tangan, kita sudah bisa berhubungan dengan orang-orang yang hidup ribuan kilometer dari tempat kita.

Luangkanlah waktu untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang tidak sempat kamu temui dengan smartphone-mu. Buatlah komitmen untuk mengechat paling tidak satu atau dua orang yang tidak sempat kamu temui setiap harinya.

Katakanlah bahwa kamu ingin mendengar kabar mereka, kirimlah selamatan ulang tahun di hari ulang tahun mereka, dan sesekali kirimlah gambar-gambar lucu yang kamu temukan di internet. Jadi lain kali kamu berjumpa mereka lagi suatu hari nanti, kamu tidak memerlukan waktu yang lama untuk berhubungan seperti sebelumnya.

Semoga tips-tips ini bermanfaat dan membantu menjadikanmu seorang kupu-kupu sosial. Enjoy!

 

Jika kamu menikmati artikel ini dan ingin mendapatkan post-post terbaruku lebih cepat, klik subscribe di bawah ini. Dengan melakukan itu, kamu juga akan mendapatkan Ebook gratis, rekomendasi buku di awal bulan, dan bonus artikel di akhir bulan. Jadi tunggu apa lagi?

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment