Quantcast
Laugh

Masa Lalu Anda Bukan Masa Depan Anda

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Anda tidak perlu merasa terikat dengan masa lalu anda. Dan tentunya, masa depan anda tidak harus terlihat seperti masa lalu anda, kecuali anda membiarkannya seperti itu.

Tentu, beberapa bagian dari masa lalu anda itu luar biasa, namun…

Anak yang populer di universitas anda dulu mungkin tidak sepopuler itu sekarang,

Center Forward (posisi pemain basket)  andalan sekolah anda mugkin bekerja sebagai seorang akuntan.

Aktor-aktor kecil tidak berhasil masuk kembali ke layar kaca.

Sebaliknya,

Anak paling culun di sekolah menjadi Bill Gates

Seseorang yang terus duduk di kursi pemain cadangan menjadi Michael Jordan.

Wanita miskin yang sering diejek teman-temannya menjadi Oprah.

Terkadang orang-orang yang hebat jatuh, dan terkadang orang yang jatuh menjadi orang-orang sukses. Apa yang membedakan orang-orang hebat ini dari orang-orang biasa adalah kemampuan mereka untuk bangkit dan melihat masa lalu mereka sebagai masa lalu…

Jika anda membiarkan masa lalu anda menentukan masa depan anda, maka anda seperti sedang menyetir dengan terus melihat ke kaca spion. Namun menyetir dengan cara ini- melihat ke belakang- adalah cara tercepat untuk menabrak sesuatu.

Memang, sangatlah penting untuk sekali-kali melihat masa lalu kita dan belajar dari pengalaman itu namun kita harus tetap fokus pada jalan yang ada di depan anda.

Kita semua pernah membuat berbagai kesalahan dan pilihan-pilihan yang salah di masa lalu. Kita semua manusia. Namun, kita bisa belajar dari pilihan-pilihan salah itu dan mulai lagi, mulai dari saat ini.

Sebuah potret masa depan anda yang lebih akurat adalah saat ini. Apa yang anda lakukan sekarang akan lebih mempengaruhi masa depan anda ketimbang masa lalu anda. Dan dengan bergulirnya waktu, datanglah hari-hari baru, sebuah permulaan yang baru.

Manfaatkan saat ini. Masa depan anda akan ditentukan oleh apa yang anda lakukan saat ini.

Jika anda mendapati tips ini bermanfaat dan ingin mendapatkan artikel-artikel terbaru saya lebih cepat, subscribe ke box dibawah ini atau like Facebook saya.

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment