Quantcast
Laugh

Kunci Kebahagiaan: Memilih Penderitaan yang Kamu Cintai

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Di akhir tahun kemarin, aku sempat menghadiri sebuah seminar di mana pendiri Orang Tua group, Bapak Hamid Djojonegoro menjadi pembicara utamanya.

Di awal acara itu, dengan suara yang lantang, Bapak Hamid berkata, “Semakin besar bisnis lo, semakin besar masalah lo. Saat lo menyelesaikan sebuah masalah, lo akan menciptakan masalah lain…”

Ia kemudian melanjutkan bahwa di kehidupan ini, masalahmu tidak akan pernah berakhir. Solusi dari sebuah masalah adalah sebuah masalah baru yang harus kamu selesaikan di kemudian hari. Masalah tidak akan pernah hilang dari hidupmu katanya, mereka hanya akan berubah dan menjadi lebih baik…

Waktu pertama kali mendengar kata-kata itu, aku ingin tertawa. Aku berpikir, “kamu pasti bercanda, sepertinya, kehidupan tidak se-menyedihkan itu deh.” Tetapi setelah melihat kembali kehidupanku dan memikirkan kata-kata itu lagi, aku menyadari ada kenyataan dibalik kata-kata itu.

Kata-katanya membuatku teringat akan peluncuran blog pertama gue…

Masalah, Masalah, dan Masalah…

Memulai blog ini adalah sebuah masalah. Waktu aku pertama kali mempunyai rencana untuk memulai blog ini, aku sama sekali tidak tahu bagaimana caranya membuat sebuah blog. Aku harus mengambil sebuah kursus di Internet, menonton video YouTube, dan memohon-mohon teman programmerku untuk mengajariku bagaimana cara membuat blog yang berkualitas.

Setelah berhasil menyelesaikan blog itu, aku pikir masalahku sudah berakhir. Waktu itu aku pikir aku akhirnya bisa menulis dengan bebas tanpa harus memikirkan apa-apa lagi. Tapi ternyata aku salah. Dengan membuat sebuah blog, aku secara tidak langsung telah menciptakan berbagai masalah baru seperti: memastikan kualitas blog postku, membuat profil media sosial yang menarik, dan membersihkan blogku dari comment-comment spam yang mempromosikan jasa penambah traffic atau bahkan jasa live cam wanita seksi… 

Mengingat pengalaman itu mengukuhkan kata-kata Pak Hamid di pikiranku. Aku sadar bahwa apa yang beliau katakan itu benar. Akhir dari sebuah masalah adalah awal dari sebuah masalah baru.

Saat kamu menyelesaikan sebuah masalah, kamu tidak akan mendapatkan sebuah kedamaian panjang dimana kamu bisa bersiul-siul santai sambil membaca komik Doraemon di tepi pantai. Kamu akan mendapatkan masalah-masalah baru yang jauh lebih baik dari masalah-masalahmu sebelumnya. (Baca: lebih sulit dari sebelumnya).

Masalah adalah cara tercepat untuk mendewasakan seseorang. Saat seseorang berhasil menyelesaikan masalah, ia akan belajar sesuatu, dan dari pelajaran itu, ia akan bertambah dewasa dan menjadi manusia yang lebih baik…

Tetapi, seperti yang sudah aku katakan tadi, kedewasaan tidak akan menghilangkan masalah dari kehidupanmu. Masalah adalah sesuatu yang tidak akan pernah hilang di dunia ini, sama halnya seperti tempat-tempat hiburan malam yang sepertinya tidak akan pernah hilang dari Jakarta.

Jadi apa yang sebaiknya kita lakukan?  

Memilih Penderitaan yang Kamu Cintai

Jika pada akhirnya kita tidak bisa menghindari penderitaan dan penderitaan kehidupan kita tidak akan pernah berakhir, hal terbaik yang bisa kita lakukan dengan kehidupan kita adalah untuk memilih penderitaan yang kamu cintai.

Ya, tentu terkadang kita tidak bisa memilih penderitaan yang terjadi di kehidupan kita. Kecelakaan, penyakit, atau bahkan kejahatan orang lain, itu semua berada di luar kendali kita.

Tetapi beberapa penderitaan yang ada di kehidupan kita muncul karena pilihan-pilihan yang kita buat. Kita memiliki kendali penuh terhadap pilihan-pilihan itu, dan itu berarti, kita bisa mengatur beberapa penderitaan yang akan kita hadapi di dunia ini.

Saat kita memilih untuk bekerja sebagai seorang staff marketing di sebuah bank besar, maka cepat atau lambat kita akan mengalami berbagai masalah seperti: target penjualan, keluhan nasabah, dan terkadang bahkan pelecehan seksual…

Saat kita memilih untuk bekerja sebagai seorang entrepreneur, maka cepat atau lambat kita akan mengalami berbagai masalah seperti: kurang tidur, membayar hutang, dan bahkan kegagalan…

Saat kita memilih untuk berpacaran dengan seseorang yang lebih muda, kita akan merasa jengkel karena pasangan kita sepertinya terlalu kekanak-kanakan.

Saat kita memilih untuk berpacaran dengan seseorang yang lebih tua, kita akan merasa jengkel karena ia sangat kaku dan membosankan.

Pada dasarnya, pilihan apapun yang lo buat di dunia ini datang dengan penderitaannya masing-masing.

Jadi, kunci kehidupan yang bahagia bukanlah menghindari atau bahkan mencoba untuk menghilangkan penderitaan dari kehidupanmu, karena itu tidak mungkin. Kunci kehidupan yang bahagia adalah memilih penderitaan yang kamu cintai.

Dan satu-satunya cara kamu bisa melakukan hal itu adalah dengan menggali dan mengetahui apa yang paling penting di dalam kehidupanmu.

Jika menurutmu, keluarga adalah apa yang paling penting di dalam kehidupanmu, kamu tidak akan membiarkan masalah-masalah keluarga menghentikanmu untuk mencintai keluarga lo.

Jika menurutmu pekerjaanmu adalah apa yang paling penting di dalam kehidupanmu, kamu tidak akan membiarkan masalah-masalah kehidupan menghentikanmu melakukan pekerjaan itu.

Jika menurutmu negara ini adalah apa yang paling penting di dalam kehidupanmu, kamu tidak akan membiarkan masalah-masalah politik menghentikan kontribusimu pada negara ini.

Saat kita menyadari apa yang paling penting di dalam kehidupan kita, semua akan menjadi jelas. Penderitaan tidak akan lagi terasa seperti sebuah penderitaan. Kehidupan akan menjadi lebih indah dan kamu akan mulai menikmati penderitaanmu.

Kamj hanya harus memilih penderitaan yang kamu cintai.

 

Jika kamu menemukan post ini bermanfaat, klik tombol subscribe dibawah ini dan dapatkan artikel-artikel terbaruku lebih cepat. Dengan mensubscribe ke blogku, kamu juga akan mendapatkan 3 rekomendasi buku yang akan membuat kehidupanmu lebih baik setiap bulannya. Jadi tunggu apa lagi? Subscribe…

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment