Quantcast
Laugh

Menemukan Kedamaian Dengan Mengikuti Ritme Kehidupan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Penulis Yunani Nikos Kazantzakis menceritakan bagaimana sebagai seorang anak, ia pernah menemukan sebuah kepompong yang tertempel di sebuah pohon dan melihat kupu-kupu di dalam kepompong itu sudah hampir keluar.

Ia menunggu dan menunggu, namun karena prosesnya terasa sangat lama, ia memutuskan untuk membantu kupu-kupu itu keluar lebih cepat. Ia mulai menghangatkan kepompong itu dengan nafasnya. Namun, saat kupu-kupu itu akhirnya keluar dari kepompong itu, sayapnya masih tertempel menjadi satu, dan kupu-kupu itu mati beberapa detik kemudian.

“Apa yang seharusnya dibutuhkan adalah kesabaran untuk membiarkan matahari memanaskan dan melelehkan kepompong itu dan saya tidak bisa menunggu,” kata Kazantzakis. “Sampai saat ini, mayat kecil itu adalah salah satu beban paling berat di hati nurani saya. Namun, kejadian ini mengajari saya dosa paling besar yang bisa kita lakukan: untuk memaksakan dan mengendalikan hukum alam. Kita harus menunggu untuk waktu yang tepat dan mengikuti ritme yang sudah ditentukan oleh Tuhan.”


Kunci kebahagiaan: Lepaskan segala ekspektasi, biarkan tangan Tuhan menuntun anda di setiap musim kehidupan. Ikuti ritme kehidupan, berhenti memaksakan atau mengendalikan kehendak anda, dan anda akan menemukan kebahagiaan dan kedamaian.


Jika anda mendapati tips ini bermanfaat dan ingin mendapatkan artikel-artikel terbaru saya lebih cepat, subscribe ke box dibawah ini atau like Facebook saya.

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment