Quantcast
Laugh

Menemukan Kedamaian Hati Dengan Taoisme

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Apa itu kedamaian hati?

Jawaban sederhananya adalah: Penerimaan Diri.

Kedamaian hati bisa semudah melepaskan beban masa lalu kita, memaafkan orang lain, dan beristirahat dibawah pohon yang rindang.

Jalan yang kita ambil menuju kedamaian hati itu sesulit atau semudah seseorang menerima dirinya sendiri.

Seorang Taois akan menemukan kedamaian hati dengan hadir penuh di dalam kehidupannya sehari-hari.

Saya menemukan sebuah pertanyaan yang menarik di internet:

Saya tidak tahu bagaimana saya harus menjawab pertanyaan yang terus muncul di kepala saya ini! Menanyakan pertanyaan  ini hanya membuat kehidupan saya sengsara karena saya tidak pernah bisa menemukan jawabannya.

Saya tidak bisa menemukan titik terang, yang saya temukan adalah lebih banyak pertanyaan. Dan pertanyaan itu adalah: Apakah mungkin untuk seseorang seperti saya menemukan kedamaian hati?

Semua orang bisa menemukan kedamaian hati. Jalannya adalah dengan menerima diri mereka sendiri. Namun, jalan menuju penerimaan diri itu banyak. Beberapa ‘pencari kedamaian’ mengambil jalan yang lebih panjang sembari menyelesaikan berbagai konflik di dalam kehidupan mereka.

Jadi jawaban pertanyaan ini memiliki dua bagian, bagian pertama yang harus anda pahami adalah sifat pertanyaan itu. Lalu, bagian keduanya adalah bagaimana kita bisa menemukan penerimaan diri.

Sifat Pertanyaan Hidup

Berbagai adat dan sistem kepercayaan ada untuk membantu orang menemukan jawaban. Masalahnya adalah menemukan adat atau sistem kepercayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan situasi anda.

Contohnya: Zen mengajari seseorang untuk terus menanyakan pertanyaan dan lebih banyak pertanyaan sampai otak anda merasa bahwa cukup adalah cukup dan pikiran anda akhirnya melepaskan segalanya. Tentu Zen lalu akan membantu anda mengambil langkah berikutnya dan menanyakan beberapa pertanyaan lagi untuk memastikan bahwa pikiran anda sudah belajar untuk bebas dari pertanyaan yang meresahkan kehidupan anda.

Dalam Taoisme, anda belajar bahwa segala hal di dunia ini itu relatif. Itu artinya kebanyakan pertanyaan itu tidak patut dipertanyakan. Jadi anda melepaskan pertanyaan-pertanyaan itu dan melompat ke fase penerimaan langsung.

Bahkan, Taoisme mengambil satu langkah lebih maju untuk mengajari bahwa banyak pertanyaan di dunia ini tidak ada jawabannya, bahwa faktanya, satu-satunya jawaban yang memungkinkan adalah bahwa anda sendirilah jawaban dari segala pertanyaan itu. Dengan kata lain seorang Taois sampai ke titik penerimaan dimana anda, sebagai seorang individu  menjadi jawaban dari segala pertanyaan yang muncul di kehidupan anda…

Di dalam Taoisme, pertanyaan-pertanyaan di dunia ini jatuh ke dalam dua kategori: Kebenaran Eksternal dan Kebenaran Internal. Pertanyaan-pertanyaan yang jatuh ke dalam kebenaran eksternal adalah pertanyaan-pertanyaan yang bisa dianggap sebagai “pertanyaan universal.” Contohnya: apa itu merah? Merah itu sebuah warna bukan? Tidak.

Karena kebanyakan pertanyaan itu biasanya relatif.

Jadi apa itu merah? Well, tergantung bagaimana anda melihat dunia, merah bisa berarti sesuatu yang lain. Jadi untuk seseorang yang buta warna, merah yang mereka lihat itu beda dengan merah yang anda lihat.

Jadi pertanyaan-pertanyaan yang tergantung dari persepsi dan karakter anda jatuh dalam kategori kebenaran internal.

Lebih membingungkan lagi: beberapa pertanyaan bisa memiliki beberapa jawaban yang berbeda tergantung apakah anda mencoba menjawab pertanyaan itu relatif kepada kebenaran eksternal atau kebenaran internal seperti “Apa itu merah?” Seorang Taois akan menyadari bahwa jawaban yang bisa kita dapatkan itu tidak terbatas. Seseorang bisa menghabiskan semua waktunya mengejar jawaban hanya untuk menemukan bahwa dibalik jawaban yang ia temukan, ada lebih banyak pertanyaan.

Sebuah masalah biasanya terjadi saat seseorang memaksakan kebenaran internal mereka pada hal-hal yang bersifat eksternal.

Ini adalah alasan utama mengapa banyak agama menyebabkan masalah: mencoba memaksakan jawaban internal kita sebagai sebuah kebenaran ke orang lain.

Jadi kembali ke pertanyaan kita tentang kedamaian hati.

Taoisme mengajari:

Kedamaian hati bisa anda temukan saat anda memahami bahwa kebanyakan pertanyaan di dunia itu sifatnya internal dan personal.

Kedamaian hati adalah tentang menerima kehidupan anda sebagai sebuah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan kebenaran internal anda.

Bagaimana Taoisme Membantu Seseorang Menemukan Penerimaan

Taoisme mengajari:

  1. Masa lalu adalah… masa lalu.. Sesuatu yang sudah hilang dan terlewat
  2. Masa depan adalah sesuatu yang masih belum terjadi…
  3. Taoisme mangajari bahwa anda di sini sekarang, hadir penuh di saat ini. Dengan menerima saat ini, seseorang akan belajar:  melepaskan ikatan-ikatan palsu pada luka-luka lama, belajar menyadari bahwa membangun masa depan hanyalah sebuah cara untuk membohongi kita di saat ini… Dalam proses menerima kehidupan kita di saat ini, seseorang harus melepaskan berbagai keterikatan nya pada masa lalu dan masa depan untuk hidup di saat ini.

Jika anda terlalu sibuk meratapi masa lalu atau mengejar masa depan anda, sangatlah sulit untuk berhenti sejenak dan melihat diri anda sendiri dengan jelas sekarang.  

Sesuatu akan terjadi di titik ini.. Seseorang akan menemukan bahwa segala hal yang ia pikir sebagai kelemahan dan keburukan… itu sebenarnya adalah sesuatu yang indah… Bahwa dengan hidup di saat ini… semua yang terjadi di kehidupan kita telah menjadikan kita manusia yang lebih baik… dan itu adalah sesuatu yang luar biasa. Dengan hidup di saat ini.. semua masa depan menjadi mungkin: anda bisa melihat berbagai kemungkinan baru…

Karena menerima siapa anda sekarang itu sangatlah memungkinkan. Kedamaian hati akan muncul saat seseorang hidup sesuai tujuan hidupnya.

  1. Apakah melepaskan masa lalu kita itu mudah? Tidak… karena kekuatan untuk mengingat masa lalu selalu akan memberikan kita kekuatan untuk menghindari isu-isu kehidupan
  2. Apakah melepaskan masa depan itu mudah? Tidak… karena hanya dengan merencanakan dan membangun rancangan hidup yang baik orang-orang bisa membangun hal-hal yang mengagumkan di dunia ini.
  3. Apakah menerima diri anda itu mudah? Tidak… tidak saat kita bisa mendapatkan kekuatan dari komunitas kita, dan kita diajari untuk menerima diri kita sendiri berdasarkan pengakuan orang lain ketimbang nilai-nilai kehidupan kita. Pada awalnya sebagai seorang Taois anda belajar untuk melepaskan semuanya untuk melihat diri anda secara objektif, untuk menerima diri anda apa adanya. Lalu, penerimaan itu akan mencapai suatu titik dimana anda akan merasa nyaman dengan diri anda sendiri. Kemudian, seorang Taois akhirnya bisa mencampurkan semua aspek kehidupan mereka… untuk hidup sebagai diri mereka sendiri… ini berarti menjadi manusia yang berdamai dengan masa lalu, masa depan, dan saat ini.
     

Hidup  dengan cara pandang seorang Taois bukan berarti berhenti menjadi diri sendiri…

  • Itu hanya berarti tidak membiarkan masa lalu membentuk anda
  • Itu hanya berarti berhenti membatasi ekspektasi masa depan anda
  • Itu hanya berarti menerima anda sekarang… apa adanya.  

Untuk mengambil semua kelemahan, pengalaman, kekuatan, dan watak anda kemanapun kehidupan akan membawa anda. Jadi untuk saya sendiri, tujuan saya adalah untuk menikmati kehidupan ini dan membagikan kebahagiaan itu dengan orang lain.

Pendekatan taois ini akan membuat hidup anda lebih sederhana dan bahagia. Hal paling indah yang bisa anda lakukan hari ini adalah hadir penuh di saat ini, di mana penerimaan ada di dalam setiap momen…

Selangkah demi selangkah.  

Tidak memiliki ilusi apapun: karena tarian kehidupan mendatangkan hari yang baik dan hari yang buruk. Seorang Taois hanya menikmati hari-hari yang datang itu… Satu momen, satu langkah, dan satu nafas demi satu nafas.

Ini adalah jalan kedamaian seorang Taois…

Jika anda mendapati tips ini bermanfaat dan ingin mendapatkan artikel-artikel terbaru saya lebih cepat, subscribe ke box dibawah ini atau like Facebook saya.

 

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment