Quantcast
Live

Menjadi Seorang Ahli Dalam Hal Apapun (Berlatih Dengan Tujuan Bag. 2)

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Beberapa bulan yang lalu, kita telah membahas beberapa poin tentang berlatih dengan tujuan; sebuah konsep latihan yang biasanya digunakan oleh para ahli seperti atlet Kobe Bryant, musisi kelas dunia seperti the Beatles, dan bahkan pengusaha-pengusaha tersukses di dunia seperti Bill Gates. 

Pada dasarnya, konsep berlatih dengan tujuan ini bisa dipecah menjadi beberapa poin berikut:

  1. Pecahkan keahlian yang ingin kamu pelajari menjadi beberapa komponen kecil
  2. Dorong dirimu untuk keluar dari zona nyamanmu
  3. Temukan apa yang menghambat perkembanganmu
  4. Carilah seorang ahli/mentor yang berpengalaman

Kita sudah membahas poin-poin ini secara detail di post sebelumnya, dan jika kamu belum membacanya, aku sangat menyarankanmu untuk membacanya sekarang. Nah, lewat artikel ini, aku ingin membahas bagaimana kamu bisa mempertahankan metode latihan ini dan menjadi seorang ahli.

Karena seperti cerita Kobe Bryant di artikelku sebelumnya, berlatih dengan tujuan tidaklah mudah. Latihan seperti ini sangatlah menyakitkan, sulit, dan membutuhkan konsentrasi tinggi. Jika kamu tidak merasa tertekan dalam latihan-latihanmu, berarti kamu tidak sedang berlatih dengan tujuan.

Berikut adalah tips-tips mempertahankan latihan dengan tujuan yang ditulis oleh Anders Ericsson di dalam bukunya Peak: How to Master Almost Anything:

  1. Berlatihlah setelah kamu bangun tidur
    Di dalam salah satu interviewnya, salah satu novelis favoritku, Haruki Murakami mengatakan bahwa saat ia sedang dalam proses penulisan sebuah novel, ia akan bangun jam empat pagi. lalu akan mulai menulis selama lima sampai enam jam setiap harinya.

    Ia berkata bahwa ia menjaga rutinitas ini setiap hari tanpa variasi. Menurutnya, dengan melakukan hal ini ia bisa lebih fokus dalam menulis novel-novelnya dan tidak terganggu oleh kesibukan sehari-hari.
  2. Istirahatlah dengan cukup, cobalah bangun tanpa alarm
    Seperti yang sudah aku tuliskan sebelumnya, berlatih dengan tujuan membutuhkan konsentrasi dan tenaga yang cukup besar, dan kamu tidak mungkin bisa melakukannya terkantuk-kantuk. Ya mungkin kamu bisa menahan rasa kantukmu dengan meminum kopi, tapi itu tidak akan bertahan lama, pelan-pelan sistem ketahanan tubuhmu akan hancur, dan tragedi Mbah Surip akan terulang kembali.

    Alih-alih, kamu ingin beristirahat dengan cukup, dan menurut riset-riset terbaru tentang tidur dan biologi tubuh manusia, tanda kamu telah beristirahat dengan cukup adalah kamu bisa bangun tanpa alarm.
  3. Batasi pola latihanmu paling tidak selama satu jam
    Menurut Anders Ericsson, pada akhirnya apa yang kamu inginkan adalah latihan yang berkualitas. Latihan satu jam yang terfokuskan jauh lebih baik daripada latihan dua jam yang terganggu.

    Itulah kenapa Anders Ericsson menganjurkanmu untuk mencari satu waktu di mana kamu bisa terbebas dari gangguan hidup dan berlatih selama paling tidak satu jam.
  4. Kelilingi hidupmu dengan orang-orang yang memiliki tujuan yang sama
    Di tahun 1930an, penulis novel legendaris C.S. Lewis (Narnia), J.R.R Tolkien (The Lord of The Rings), dan beberapa teman lainnya memutuskan untuk membentuk sebuah grup kecil bernama the Inklings.

    Grup ini adalah sebuah grup penggemar literatur yang dibentuk untuk mendorong anggota-anggotanya menulis novel fantasi lebih baik. Dalam pertemuan mereka, mereka sering membawa manuskrip hampir jadi mereka dan meminta kritik dan saran dari anggota-anggota lainnya.

    Dengan proses inilah, novel-novel seperti The Narnia dan The Lord of the Rings tercipta. Dan walaupun anggota-anggota Inklings lain tidak mengalami kesuksesan yang sama seperti Lewis dan Tolkien, mereka bisa dibilang sebagai penulis-penulis sukses di zaman mereka.

    Inilah kekuatan sebuah grup: saat kamu mengelilingi dirimu sendiri dengan orang-orang yang termotivasi untuk menjadi lebih baik dan terus mendorongmu untuk menjadi lebih baik, maka kamu akan menjadi lebih baik.
  5. Pecahkan tujuan-tujuanmu menjadi tujuan lebih kecil
    Tujuan yang terlalu besar akan membuatmu merasa minder dan malas untuk melakukan apa-apa. Apa yang ingin kamu lakukan adalah memecah tujuan itu menjadi tujuan-tujuan kecil yang bisa kamu capai dengan mudah.

    Menurut Neil Strauss, penulis 7 (ya, 7) buku New York Times Besseller dan jurnalis terkenal Rolling Stone, apa yang membuatnya menjadi seorang ahli adalah caranya untuk memecahkan tujuan-tujuannya menjadi tujuan lebih kecil yang bisa dicapai dengan mudah. Menurutnya, apa yang kita inginkan adalah tujuan-tujuan yang bisa kita tindaklanjuti langsung, bukan sebuah angan-angan kosong yang tidak berarti apa-apa.
  6. Percaya bahwa kamu akan berhasil
    Seperti kata Opa Mario Teguh dulu, kamu harus percaya bahwa kamu akan berhasil. Dengan melakukan hal itu, kamu akan mempunyai motivasi untuk terus berlatih dengan tujuan. Dan motivasi itu adalah sesuatu yang akan kamu perlukan untuk menjaga pola latihan seperti ini.

    Dan seperti Opa Mario Teguh, aku akan mengakhiri artikel ini dengan kata “Itu!”

 

Jika lo menikmati artikel ini dan ingin mendapatkan post-post terbaru gue lebih cepat, klik subscribe di bawah ini. Dengan melakukan itu, lo juga akan mendapatkan Ebook gratis, rekomendasi buku di awal bulan, dan bonus artikel di akhir bulan. Jadi tunggu apa lagi?

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment