Quantcast
Live

Percepat Kesuksesan Lo Dengan Bantuan Seorang Mentor

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Waktu gue kuliah di Singapura dulu, gue pernah ikut sebuah klub berpidato yang bernama Toastmaster. Dan waktu gue menjabat sebagai salah satu komite klub itu, kepala komite klub gue mencoba untuk melakukan sesuatu yang menarik, yaitu: menciptakan sebuah program mentorship untuk anggota-anggota baru.

Saat seseorang baru mendaftar ke klub Toastmaster, ia akan diperkenalkan ke seorang mentor. Seseorang yang akan menemaninya berlatih, mengajarinya berbagai teknik berpidato, dan dalam kasus tertentu, mengisi kekosongan hati yang mereka rasakan dari waktu ke waktu (ada sekitar 3 atau 4 pasangan yang terlahir dari hubungan mentor-mentee ini, sesuatu yang fantastis menurut gue).

Hubungan mentor-mentee ini membuahkan hasil yang luar biasa. Anggota-anggota baru yang biasanya merasa enggan untuk melakukan presentasi tiba-tiba menjadi lebih aktif. Setiap kali kita mengadakan event-event untuk menarik anggota baru, pendaftaran kita terus meningkat. Jumlah manusia-manusia jomblo di klub gue semakin berkurang (entah karena program mentorship atau karena bertambahnya anggota baru). Dan yang paling penting, gue bisa melihat, anggota-anggota kita berpidato lebih baik.

###

Gue tahu ini akan terdengar sangat klise, tapi mencari seorang mentor yang mau mengajari dan memandu lo adalah salah satu strategi terbaik untuk belajar sesuatu.

Dan di awal karier lo, lo ingin belajar sebanyak mungkin. Lo ingin mengumpulkan pengalaman-pengalaman baru, menyerap pengetahuan-pengetahuan yang bisa lo praktekkan langsung, dan bertemu dengan orang-orang yang bisa membantu lo di dalam perjalanan karier lo.

Ya mungkin dengan seiring berjalannya waktu, setelah menjalani pekerjaan lo selama beberapa tahun, lo akan mendapatkan pengalaman-pengalaman itu. Namun, berapa banyak waktu yang akan lo butuhkan untuk mendapatkan pengalaman-pengalaman tersebut?

Jika lo pikir-pikir lagi, hidup ini pendek. Lo tidak tahu apakah lo mempunyai dua puluh, sepuluh, atau bahkan lima tahun lagi untuk hidup. Lo tidak tahu apakah seorang engkong-engkong gila tiba-tiba memutuskan untuk meluncurkan nuklir ke Korea Utara dan Cina dan memulai perang dunia ke 3.

Dan itulah kenapa lo membutuhkan seorang mentor, seseorang yang bisa menyederhanakan dan memudahkan perjalanan karier lo. Seseorang yang bisa membantu lo menjadi manusia-manusia yang lebih baik…

Mencari Mentor 101

Oke, mungkin sekarang lo sudah bisa melihat kenapa peran seorang mentor sangatlah penting di dalam kehidupan dan kesuksesan kita. Nah pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana lo bisa menemukan orang-orang ini?

Well pada dasarnya, mencari orang-orang ini sebenarnya kurang lebih mirip seperti mencari jodoh: lo harus mempunyai sesuatu yang bisa lo tawarkan ke calon mentor lo.

Mari kita hadapi kenyataannya, mengajari seseorang itu adalah sesuatu yang sulit. Tanyalah pada guru SD lo, tanyalah pada orang tua lo, dan tanyalah pada guru agama lo. Mengajari seseorang adalah sebuah aktivitas yang membutuhkan dedikasi tinggi, kesabaran, dan terkadang, muka yang sangat garang…

Kebanyakan orang-orang sukses di dunia ini tidak mempunyai banyak waktu untuk mengajari seseorang. Bahkan jika orang itu menawarkan untuk bekerja secara cuma-cuma dan berjanji akan membersihkan klosetnya 3x seminggu…

Namun, ini bukan berarti mereka tidak mau mengajari lo.

Jika lo mempunyai sesuatu atau sebuah keahlian yang bisa mempermudah kehidupan orang-orang sukses itu, mereka mungkin tidak akan keberatan untuk membuka pikiran mereka dan mengajari lo satu atau dua hal.

Keahlian yang lo tawarkan tidaklah harus mengagumkan: mungkin itu adalah keahlian untuk mengorganisir hari-hari mereka yang padat. Mungkin itu adalah menyunting informasi-informasi yang mereka terima. Atau mungkin, itu adalah energi dan antusiasme muda lo yang berlimpah-limpah, membantu mereka untuk melakukan tugas-tugas kecil yang menggerogoti waktu mereka. Apapun keahlian yang lo tawarkan, pastikan keahlian itu bisa mempermudah kehidupan mereka.

Gue yakin, dengan melakukan hal itu lo sudah merubah persepsi mereka tentang lo 180 derajat

Tips Untuk Memaksimalkan Hubungan Mentor Lo

Nah, setelah memenangkan hati seorang mentor apa yang selanjutnya ingin lo lakukan adalah untuk memperdalam hubungan lo dengan mereka sehingga lo bisa menyerap ajaran-ajaran mereka lebih baik. Berikut adalah beberapa tips untuk memaksimalkan hubungan dengan mereka lo:

  1. Pilihlah mentor sesuai dengan tujuan kehidupan lo

Jika lo ingin menjadi seorang pianis internasional, mendekati Raisa agar ia bersedia untuk menjadi mentor lo mungkin bukanlah sebuah tindakan yang bijaksana.

Hal ini disebabkan karena dua alasan sederhana: Satu, walaupun ia mungkin bisa mengajari lo cara-cara dasar untuk bermain piano, ia bukanlah seorang pianis kelas dunia. Ia adalah seorang penyanyi kelas dunia. Jadi Raisa mungkin bukanlah mentor yang tepat untuk lo.

Kedua, gue yakin lo sudah mendengar bahwa Raisa sekarang sudah resmi menjad istri Hamish. Dan mencari waktu untuk berlatih bersama Raisa mungkin bukanlah sebuah perkara yang sederhana…

Intinya, pastikan mentor yang lo cari sesuai dengan tujuan lo.

  1. Mintalah kritik dan saran mereka

Seperti yang sudah gue tuliskan di post gue tentang berlatih dengan tujuan. Dua hal paling efektif yang akan membantu lo untuk menguasai sesuatu adalah latihan dan saran.

Dengan mengetahui kelemahan dan kekurangan lo, lo bisa mulai membenahi kesalahan-kesalahan lo dan menjadi lebih baik. Ya lo mungkin bisa mencoba untuk mengkritik dan memperbaiki kesalahan-kesalahan lo sendiri, namun itu bukanlah sesuatu yang efektif.

Manusia seringkali terjebak di dalam prasangka dan kebiasaan lama mereka. Hal ini membuat kita menjadi kurang objektif. Itulah kenapa lo membutuhkan seorang mentor untuk mengkritik dan menilai kinerja dan performa lo.

  1. Sesuaikan ide-ide mereka untuk diri lo sendiri

Tentu pada awalnya, lo ingin mengikuti semua saran dan ajaran mentor lo. Lo masih belum berpengalaman dan lo tidak tahu apa-apa.

Namun pelan-pelan, lo ingin mulai menciptakan gaya dan kepribadian lo sendiri. Dan itu berarti menyesuaikan ide mentor lo untuk diri lo sendiri.

Hal ini mungkin mengharuskan lo untuk mempertanyakan asumsi mentor lo dan mencocokkan ajaran mana yang harus lo serap dan ajaran mana yang harus lo buang. Di satu titik di dalam hubungan lo dengan mentor lo, lo harus mulai membangun jarak dan melihat semua ajarannya secara objektif.

  1. Ajari mereka untuk mengajari lebih baik

Pada satu titik di dalam hubungan kita dengan mentor kita, hubungan itu mungkin akan menjadi membosankan.

Sangatlah sulit untuk menjaga ketertarikan dan perhatian kita seperti saat kita pertama kali mengenal mentor kita. Kita mungkin mulai membenci otoritas mereka karena sekarang perbedaan level keahlian lo dengan mentor lo tidaklah begitu tinggi. Lo dan mentor lo juga hidup di dua masa yang berbeda jadi mungkin prinsip-prinsip yang ia rasa sangatlah penting tidak lagi menjadi penting di zaman ini.

Satu hal yang bisa lo lakukan untuk menjaga hubungan itu agar tetap hidup adalah dengan menawarkan beberapa saran untuk membuat proses pengajaran mereka lebih baik. Tentu hal ini harus lo lakukan dengan hati-hati.

Pada awalnya lo harus menunjukkan bahwa lo memang memiliki niat untuk belajar dan menghargai segala kritik dan ajaran yang ia berikan. Namun seiring berjalannya waktu, setelah hubungan lo dan mentor lo menjadi lebih dalam dan ia mulai mempercayai lo, tawarkanlah saran-saran lo. Tunjukkan bagaimana ia bisa mengajar lebih baik dan bagaimana ide-idenya bisa dikembangkan lebih lanjut.

Pada akhirnya, sadari bahwa semua mentor mempunyai kelemahan dan kekuatan mereka sendiri-sendiri. Beberapa mentor memiliki maksud yang baik dan beberapa mentor lainnya hanya ingin memanfaatkan lo. Itu semua adalah hal yang wajar, mereka juga manusia. Mentor yang baik seperti layaknya orang tua yang baik akan pelan-pelan melepaskan lo dan membantu lo membangun indentitas lo sendiri. Sementara mentor yang buruk biasanya tidak akan segan-segan untuk menyabotase kesuksesan lo dan menekan lo untuk terus menjadi asistennya. Mereka adalah manusia yang lebih kejam dalam ibu tiri dalam sinetron…

Jika lo melihat mentor lo pelan-pelan berubah menjadi seorang ibu tiri galak seperti dalam sinetron Indonesia, segeralah keluar dari program mentorship itu atau jika lo mau, lo bisa belajar darinya selama satu atau dua tahun dan saat akhirnya lo menjadi lebih ahli, mendepaknya dalam kehidupan lo.

Pilihlah mentor yang tepat dan kehidupan lo akan menjadi lebih mudah. Pilihlah mentor yang buruk dan kehidupan lo akan menjadi lebih sengsara daripada kehidupan Sitti Nurbaya. Jadi berhati-hatilah dengan pilihan lo karena itu semua akan menentukan kesuksesan dan masa depan lo.

Mempelajari sesuatu itu memang tidak mudah bahkan dengan bantuan seorang mentor sekalipun. Lo membutuhkan tekad dan kegigihan yang tinggi. Itulah kenapa minggu depan kita akan membahas bagaimana lo bisa membangun dua hal itu dalam hidup lo.

 

Jika lo ingin mendapatkan artikel itu lebih cepat, subscribe di kotak dibawah ini dan dapatkan juga Ebook gratis, artikel-artikel tambahan dan rekomendasi buku-buku yang menginspirasi artikel ini.

  

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment