Quantcast
Live

Seni Menggunakan Masalah Untuk Menyelesaikan Masalah Itu Sendiri

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

“Kita biasanya melewatkan kesempatan karena kesempatan itu biasanya terlihat seperti sebuah masalah.” – Thomas A. Edison

Gandhi tidak berjuang untuk kemerdekaan India. Kerajaan Inggris yang melakukan semua pertarungan dan perjuangan kemerdekaan India. Itulah bagaimana kerajaan Inggris kehilangan India.

Tentu semua itu sudah direncanakan. Kampanye satyagraha Gandhi dan demonstrasi halus yang ia lakukan menunjukkan bahwa tindakan itu ternyata banyak artinya.  Bertindak bukan berarti harus selalu bergerak maju. Tindakan juga bisa berarti berdiam dan menunjukkan ketenangan dan kesabaran di tengah kesulitan. Tindakan juga bisa berarti berpegang teguh pada pendirian kita.

Terkadang anda harus menyelesaikan masalah anda bukan dengan menyerang masalah itu, tapi dengan berserah dan membiarkan masalah itu menyerang anda. Anda dapat memanfaatkan tindakan negatif orang lain untuk melindungi atau bahkan menguntungkan diri anda sendiri.

Gandhi yang tidak mempunyai kekuatan atau pengaruh apapun dibandingkan Kerajaan Inggris menggunakan kelemahannya dan menunjukkan tirani Kerajaan Inggris kepada dunia. Ia berkata kepada negara dengan kekuatan militer tertinggi, saya akan berjalan ke Samudra India untuk mengumpulkan garam, menentang peraturan-peraturan yang anda buat. Ia sedang memprovokasi mereka- apa yang akan anda lakukan tentang itu? Tidak ada yang salah dengan apa yang kita lakukan.

Dengan melakukan hal ini, ia memberikan kerajaan Inggris sebuah dilema moral: mengukuhkan sebuah kebijakan yang jelas-jelas salah atau turun takhta. Dengan cara itu, kekuatan militer Kerajaan Inggris yang terkenal akan keberingasannya tidak bisa digerakkan. Menggunakan kekuatan militer hanya akan membuat Kerajaan Inggris terlihat jahat di mata dunia.

Mengikuti jejak Gandhi, Martin Luther King Jr. memberi tahu pengikutnya bahwa mereka akan menghadapi “kekuatan fisik dengan kekuatan jiwa.” Dengan kata lain, mereka akan menggunakan sesuatu yang berlawanan. Di hadapan kekerasan mereka akan menggunakan kedamaian, dengan kebencian mereka akan menggunakan kasih- dan dalam proses itu, mereka akan menunjukkan kejahatan mereka ke dunia.

Saat Berdiam Adalah Sebuah Tindakan

Berdiam diri bisa menjadi sebuah tindakan. Dengan berdiam, kita bisa memanfaatkan kekuatan orang lain dan merubah kekuatan mereka menjadi bagian dari kekuatan kita. Membiarkan mereka menyelesaikan masalah kita.

Bertanyalah pada orang-orang Rusia yang mengalahkan Napoleon dan tentara Nazi bukan dengan kekukuhan mereka, namun dengan berlari ke pedalaman dan membiarkan cuaca buruk Rusia menghancurkan musuh-musuhnya.

Apakah ini sebuah tindakan? Ya, tentu, ini adalah sebuah tindakan yang efektif.

Mungkin musuh atau masalah anda terlalu besar untuk anda- seperti yang dihadapi orang-orang ini. Mungkin dalam konteks ini, anda tidak punya kekuatan untuk memenangkannya lewat kerja keras atau anda tidak mau beresiko untuk mempelajari pekerjaan itu. Oke. Jangan menyerah dulu, masih ada banyak yang bisa anda lakukan.

Ini mungkin adalah waktu yang tepat untuk menyadari bahwa beberapa masalah tidak mungkin bisa di selesaikan- tidak penting seberapa keras anda berusaha. Alih-alih, anda harus menemukan sebuah cara untuk memanfaatkan masalah itu, energi itu, untuk membantu diri anda sendiri.

Sebelum ditemukannya teknologi uap, kapten kapal memiliki cara yang jenius untuk mengalahkan arus Sungai Mississippi yang keras. Sebuah kapal yang melaju ke hulu akan menarik sebuah kapal yang sedang melaju ke hilir, dan setelah mengikat sebuah tali disekitar sebuah pohon atau batu, kapal-kapal itu lalu akan mengikatkan tali itu ke kapal mereka masing-masing. Kapal kedua kemudian akan melepaskan tali yang mengikat kapalnya dan membiarkan sungai Mississippi itu membawanya ke hilir, mengayunkan kapal yang pertama ke hulu.

Jadi, alih-alih melawan arus, carilah sebuah cara untuk membuat mereka melawan diri mereka sendiri.

Ada sebuah cerita Alexander Agung yang mengilustrasikan poin ini dengan baik- ini merupakan strategi brillian Alexander untuk menggunakan sebuah halangan untuk melawan halangan itu sendiri. Satu hal yang membuat orang-orang yang mendengar cerita ini sadar bahwa anak ambisius ini suatu hari nanti akan menguasai dunia. Sebagai anak muda, ia melatih kuda terkenalnya Bucephalus- seekor kuda yang bahkan ayahnya, Raja Philip II dari Macedon, tidak bisa jinakkan- dengan membuatnya lelah. Sementara pelatih-pelatih lain mencoba menggunakan kekerasan dan pecut dan tali, Alexander berhasil menjinakkan kuda itu dengan menaiki kuda itu dan membiarkannya berlari dan melompat sampai kuda itu menjadi tenang. Membuat kuda itu menjadi lelah, Bucephalus tidak punya pilihan lain selain menyerahkan dirinya pada pengaruh Alexander. Alexander kemudian akan mengendarai kuda itu ke medan perang selama 20 tahun ke depan.

Sekarang apa masalah anda?

Ya, terkadang kita harus belajar dari Amelia Earhart dan mengambil tindakan. Namun kita juga harus menyadari bahwa menahan diri terkadang adalah sebuah strategi terbaik untuk menyelesaikan masalah kita. Terkadang di kehidupan kita, kita harus bersabar- menunggu masalah itu menyerang dirinya sendiri. Biarkan dua ego yang bertentangan menyelesaikan masalahnya sendiri.  Terkadang masalah tidak membutuhkan tindakan kita untuk diselesaikan.

Saat kita menginginkan sesuatu kita bisa menjadi musuh terburuk kita. Di dalam keinginan kita, kita melupakan paku yang ingin kita putar dan kita menjadi tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Kita memutar ban kita di salju atau di lumpur dan menggali lubang yang lebih dalam- sebuah lubang yang mengubur diri kita sendiri.

Saat Menghadapi Masalah Tidak Menyelesaikan Masalah

Kita terlalu berkutat dengan perkembangan dan keinginan kita untuk maju sehingga kita lupa bahwa ada banyak jalan menuju surga. Biasanya kita tidak bisa membayangkan bahwa berdiam diri- atau dalam kasus tertentu, menghindar- adalah cara terbaik untuk maju. Jangan melakukan sesuatu, berdirilah disitu!

Kita mendorong dan mendorong untuk mendapatkan kenaikan gaji, klien baru, menghindari terjadinya sebuah masalah. Namun, terkadang, cara terbaik untuk mendapatkan apa yang kita inginkan adalah mengevalusi keinginan kita. Atau mengejar tujuan yang lain, dan menggunakan halangan itu sebagai sebuah kesempatan untuk menjelajahi tujuan yang baru. Dengan melakukan itu, kita mungkin berakhir membuat sebuah usaha yang bisa menggantikan gaji kita yang tidak pernah cukup. Atau kita mungkin akan menemukan bahwa dengan mendiamkan klien kita, kita menarik lebih banyak klien baru- menemukan bahwa mereka mau bekerja dengan seseorang yang tidak memaksa untuk bekerja sama dengan mereka. Atau kita bisa memikirkan masalah yang kita takutkan dan menemukan sebuah cara untuk mendapatkan keuntungan dari masalah itu.

Kita salah berasumsi bahwa bergerak maju adalah satu-satunya cara untuk sukses, satu-satunya cara untuk menang. Terkadang, berdiam, menyerang dari samping, atau mundur adalah cara terbaik untuk melewati apa yang menghalangi tujuan kita.

Anda membutuhkan sedikit kerendahan hati untuk menggunakan pendekatan ini, Itu berarti menerima bahwa cara pertama anda menyelesaikan masalah itu tidak efektif. Anda tidak mampu untuk melakukan cara tradisional itu. Lalu mengapa?

Apa yang paling penting adalah menggunakan sebuah cara yang bisa membantu anda mencapai tujuan anda. Dan mari kita jelaskan situasinya, menggunakan masalah untuk menyelesaikan masalah itu sendiri sangatlah berbeda dengan tdak melakukan apa-apa. Perlawanan pasif itu sangatlah aktif. Tindakan-tindakan itu datang dalam bentuk disiplin, pengendalian diri, keberanian, tekad, dan kecerdikkan.

Strategis terkenal Saul Alinsky percaya jika anda “mendorong situasi negatif cukup keras dan cukup dalam, situasi itu akan hancur dari samping.” Sesuatu yang positif memiliki sesuatu yang negatif. Kuncinya adalah pada mendorong dari sisi samping. Menjadikan sesuatu yang negatif menjadi sesuatu yang positif.  

Ini merupakan sesuatu yang seharusnya menenangkan anda. Itu berarti tidak semua masalah terlalu besar untuk kita. Karena masalah yang besar mungkin adalah sebuah keuntungan. Karena kita bisa menggunakan ukuran masalah itu untuk menyerang masalah itu sendiri. Ingat, sebuah istana bisa terlihat menakutkan, kokoh, dan kuat, atau kita bisa melihatnya sebagai sebuah penjara. Perbedaannya terletak pada persepsi dan pendekatan kita.

Kita bisa menggunakan apa yang menghalangi kita sebagai sebuah batu loncatan, membiarkan masalah-masalah itu bekerja untuk kita. Terkadang ini berarti membiarkan masalah itu ketimbang mencoba untuk menyelesaikannya sendiri.

Semakin cepat Bucephalus berlari, semakin cepat ia akan menjadi lelah. Semakin kasar para polisi menanggapi pembangkangan sipil, semakin mereka terlihat jahat. Semakin keras mereka bertarung, semakin mudah masalah itu untuk diselesaikan. Semakin keras anda berjuang, semakin sedikit pencapaian anda.

Hal ini juga berlaku untuk masalah-masalah kita.

Jika anda mendapati tips ini bermanfaat dan ingin mendapatkan artikel-artikel terbaru saya lebih cepat, subscribe ke box dibawah ini atau like Facebook saya.

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment