Quantcast
Live

Bagaimana Merubah Masalah Anda Menjadi Kesempatan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Berbicaralah dengan para pengusaha sukses, atau pekerja profesional mana pun yang memiliki sikap yang positif, dan anda akan menemukan sebuah karakter yang sama: Mereka semua memiliki cara berpikir unik yang membuat mereka dapat menghadapi masalah-masalah kehidupan dengan cara yang berbeda. Alih-alih melihat masalah sebagai sebuah beban yang menghalang-halangi kesuksesan, mereka melihat masalah sebagai kesempatan- kesempatan untuk belajar, bertumbuh, berkembang, atau berubah menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik. 

Cara berpikir ini memiliki banyak manfaat. Pertama, cara berpikir itu akan mengurangi stres yang biasanya akan mendampingi masalah-masalah baru- karena masalah dianggap sebagai sesuatu yang positif, masalah tersebut menjadi sebuah tantangan yang menyenangkan. Kedua, cara berpikir itu akan memberikan arti yang baru terhadap masalah ini. Karena otak kita langsung memikirkan efek dan tanggapan kita terhadap masalah-masalah yang kita hadapi, masalah itu menjadi lebih mudah untuk dipelajari dan diselesaikan. Ketiga, cara berpikir itu akan mendorong perkembangan- cara berpikir ini akan memaksa anda untuk beradaptasi dan menjadi lebih baik setiap waktu. Terakhir cara berpikir ini akan membuat masalah-masalah anda ke depan menjadi lebih mudah. Masalah-masalah yang anda selesaikan akan membuat anda menjadi pribadi yang lebih baik, menciptakan sebuah siklus pengembangan diri yang positif.  

Sayangnya, tidak ada tombol ajaib yang bisa membuat anda tiba-tiba melihat masalah-masalah anda dalam cara ini. Jika anda ingin membangun pola pikir seperti ini, anda membutuhkan waktu untuk melatih otak anda. Hal ini sangatlah mungkin untuk dilakukan, namun merubah pola berpikir anda membutuhkan waktu dan usaha.

Terima Kenyataan Bahwa Masalah Anda Tidak Bisa Dihindari, Fokus Pada Kesempatan

menguasai ketakutan

Kebanyakan dari kita menanggapi masalah-masalah kehidupan kita dengan negatif. Anda mengemudi ke tempat kerja anda dan mendapati mobil anda mogok. Kejadian ini mungkin bukanlah sesuatu yang anda sangka, namun masalah ini bisa merusak hari anda. Namun, jika anda pikir-pikir lagi, sebenarnya perjalanan anda ke kantor mungkin dipenuhi oleh masalah-masalah kecil yang tidak pernah anda sadari. Contohnya, mungkin anda mengalami kemacetan, melupakan sesuatu dari rumah, atau baterai handphone anda mati sehingga anda tidak bisa mendengarkan musik.  Bahkan lampu lalu lintas pun memiliki kemungkinan untuk merusak hari anda.

Masalah adalah sesuatu yang pasti akan muncul di kehidupan anda- namun, intensitas masalah itu biasanya bervariasi. Jika anda bisa belajar untuk menerima masalah sebagai sesuatu yang normal, anda telah menginjakkan langkah pertama untuk menyelesaikan masalah dengan lebih objektif.

Perhatikan Kesan Pertama Anda

kota dan pasukan

Kesan pertama kita biasanya akan menentukan tanggapan kita terhadap sebuah situasi baru, jadi untuk mulai melihat masalah sebagai sebuah kesempatan, anda harus belajar untuk mengendalikan reaksi pertama anda. Mari kita gunakan contoh mobil yang mogok di atas. Kesan pertama anda mungkin terdengar seperti “saya akan terlambat” atau “ini akan menjadi sebuah masalah” atau “ini akan mengurangi gaji saya bulan ini.” Kesan-kesan pertama ini akan membuat anda melihat masalah-masalah tersebut dengan cara yang negatif, ketimbang melihat masalah itu apa adanya- sebuah situasi yang netral. Hentikan diri anda sebelum anda membuat pikiran-pikiran tersebut. Lihat masalah itu apa adanya: mobil anda mogok.

Berlatihlah dengan masalah-masalah kecil seperti menumpahkan minuman anda lalu mulailah praktikkan prinsip ini terhadap masalah-masalah yang lebih besar. Insting alamiah kita adalah untuk membuat kesan pertama, apalagi saat menghadapi sebuah masalah yang datang tiba-tiba. Kita harus berusaha untuk mengendalikan insting manusia kita.

Ambillah Jarak Dari Masalah-Masalah Anda

Setelah anda mengendalikan reaksi pertama anda terhadap sebuah masalah, anda harus mulai mengambil jarak dari masalah itu. Kita biasanya memiliki cara pandang yang egoistis, membuat kita berpikir bagaimana sebuah masalah akan mempengaruhi kehidupan kita. Namun, jika anda dapat melihat masalah anda sebagai sebuah kejadian yang tidak akan mempengaruhi kehidupan anda, anda akan dapat dengan mudah mengendalikan perasaan anda dan memikirkan solusi dari masalah itu dengan objektif. Satu strategi yang bisa anda lakukan adalah mendeskripsikan masalah anda seolah-olah masalah itu terjadi kepada teman anda: “Mobil Andi mogok. Ia harus menelepon truk penarik atau menghubungi sahabat-sahabatnya. Ini akan membantu anda menghindari reaksi-reaksi emosional yang akan anda sesali.  

Belajar untuk Menilai Ancaman dan Konsekuensi Masalah Anda

menyelesaikan masalah

Langkah selanjutnya adalah untuk membedakan ancaman yang sebenarnya dan masalah yang anda bayangkan atau lebih-lebihkan, Melakukan hal ini akan membantu anda melihat masalah sebagai sebuah situasi netral yang bisa anda selesaikan dengan objektif. Setiap kali anda menghadapi sebuah masalah, buatlah catatan pendek tentang konsekuensi negatif dari masalah-masalah itu. Setelah anda melakukan hal itu, anda akan menyadari bahwa masalah anda ternyata tidaklah sebesar perkiraan anda. Otak kita memiliki sebuah kecenderungan untuk membayangkan skenario terburuk yang bisa terjadi dan melebih-lebihkan ancaman yang ada di depan mata kita, sehingga kita bisa menyiapkan diri kita sendiri. Di dalam dunia modern, kecenderungan ini telah membatasi kehidupan kita.   

Diamkan Reaksi anda, Fokus Pada Pengembangan

Terakhir, anda harus melatih otak anda untuk menganggap sebuah masalah sebagai sebuah kesempatan untuk berkembang dan menjadi manusia yang lebih baik. Contohnya pada insiden mobil mogok itu, sangatlah mudah untuk berpikir “Mobil saya mogok. Saya harus memperbaiki mobil saya.” Namun, setelah menemukan solusi yang tepat anda harus berpikir bagaimana memastikan bahwa masalah itu tidak akan terulang kembali. “Mobil saya mogok, saya harus belajar cara memperbaiki mobil yang mogok.” Atau, “Mobil saya mogok, saya harus sering-sering mengecek oli dan spare part mobil saya sehingga kejadian ini tidak akan terulang lagi.” Dengan cara ini, anda akan mulai melihat sebuah masalah sebagai kesempatan untuk berkembang dan menjadi manusia yang lebih baik.

Anda pasti akan menemui berbagai masalah di kehidupan ini, entah itu masalah pribadi, pekerjaan, atau malapetaka yang tiba-tiba muncul di kehidupan anda dan merusak hari anda. Jika anda bisa melatih otak anda untuk melihat masalah-masalah ini dengan objektif dan menganggap masalah-masalah ini sebagai sebuah kesempatan untuk mengembangkan diri, anda akan dapat menyelesaikan masalah anda lebih cepat, efisien, dan mudah.

Jika anda ingin mendapatkan artikel-artikel terbaru saya, tinggalkan email anda dan klik tombol subscribe di bawah ini. Atau, klik tombol “follow” dibawah 🙂  

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment