Quantcast

Salah satu teori model hubungan manusia paling akurat yang pernah saya baca ditulis oleh seorang antropolog bernama Helen Fisher. Ia menghabiskan puluhan tahun mencoba memahami dan mempelajari konsep cinta, keintiman, dan hubungan manusia. Di post ini kita akan membahas 3 tahapan cinta yang biasanya dialami seorang manusia di dalam sebuah hubungan. Menurut saya, mempelajari 3 tahapan cinta ini berguna untuk memahami bagaimana hubungan cinta antara pria dan wanita berkembang dari perasaan suka menuju komitmen. Dasar dari 3 tahapan cinta ini berasal dari sebuah pemahaman bahwa tidak semua cinta yang kita alami di dunia ini sama. Siapapun yang sudah pernah berpacaran beberapa kali pasti akan menyadari bahwa cinta dan nafsu datang dengan rasa yang berbeda. Untuk beberapa orang cinta datang berapi-api, untuk beberapa orang lain cinta datang secara , dan untuk beberapa orang lainnya lagi cinta adalah sesuatu yang konsisten dan bertumbuh sedikit demi sedikit. Perbedaan ini bukanlah disebabkan karena cinta…

Mengapa banyak orang merasa jatuh cinta adalah satu pengalaman yang begitu menakutkan? Mengapa orang-orang begitu enggan dengan keintiman? Jawabannya adalah karena keintiman adalah sesuatu yang menakutkan. Dr. Brene Brown, seorang profesor di universitas Houston Graduate College of Social College menjelaskan fenomena ini sebagai dilema antara keinginan kita untuk membuka hati kita pada orang-orang yang kita cintai dan ketakutan kita pada penolakan. Ironisnya, keterbukaan yang selama ini kita takutkan adalah kunci keintiman dan keberhasilan sebuah hubungan. Riset menunjukan bahwa 1 faktor yang akan menentukan keberhasilan sebuah hubungan adalah keintiman pasangan tersebut,  dan keintiman berawal dari keterbukaan. Brene Brown melakukan ribuan wawancara dan survei untuk memahami apa yang bisa mengokohkan sebuah hubungan. Setelah menganalisa data-data yang ia kumpulkan, ia menemukan bahwa keterbukaan adalah kunci hubungan yang kokoh dan keintiman. Keterbukaan berarti memiliki keberanian untuk menjadi diri kita sendiri. Hal ini mengharuskan kita untuk mengambil risiko, menerima ketidakpastian, dan jujur dengan perasaan kita…

Di zaman modern ini, keterbukaan dipandang sebagai sebuah kelemahan yang bisa membahayakan anda. Di dunia dimana informasi bisa tersebar dalam waktu beberapa detik, mengungkapkan apa yang kita rasakan bisa membahayakan reputasi kita. Namun, setelah melakukan beberapa riset pribadi tentang topik ini, saya menyadari bahwa keterbukaan bukanlah sebuah kelemahan atau sebuah kekuatan. Keterbukaan adalah pintu gerbang segala emosi dan perasaan manusia. Merasakan sesuatu berarti membuka hati anda terhadap perasaan tersebut. Menganggap keterbukaan sebagai sebuah kelemahan sama saja menganggap perasaan manusia sebagai sebuah kelemahan. Walaupun beberapa masalah di kehidupan ini disebabkan oleh perasaan manusia, perasaan manusia juga bertanggung jawab atas sebagian besar kebahagiaan manusia. Memagari hati kita dari segala perasaan yang ada di dunia ini berarti melewatkan satu-satunya hal yang akan membuat kehidupan ini lebih bahagia. Penolakan kita terhadap keterbukaan berakar dari ketakutan, kesedihan, dan rasa malu yang biasanya kita rasakan setiap kali kita mencoba membuka hati kita pada orang lain. Kebanyakan…

Suatu hari, hiduplah seorang raja yang baik dan murah hati. Namun, orang-orang di kerajaan itu tidak menyukai sang raja karena ia sangat malas dan tidak mau melakukan apapun selain makan dan tidur. Ia menghabiskan hari-harinya tidur-tiduran di kasur, membaca buku sambil memakan sesuatu. Pelan-pelan sang raja mulai bertambah gendut dan penasihat-penasihatnya mulai merasa kuatir dengan kesehatan sang raja Suatu pagi, sang raja mulai menyadari bahwa ia tidak bisa menggerakkan badannya, ia juga menyadari bahwa ia tidak bisa menggerakkan kedua kakinya! Musuh-musuhnya mulai menjelek-jelekkan sang raja dan menamainya ‘si raja gendut’ atau ‘sang raja babi.’ Sang raja yang mulai jengkel kemudian memanggil semua dokter yang ada di kerajaannya dan menjanjikan mereka imbalan yang besar pada siapapun yang bisa membuatnya bergerak kembali. Namun, tidak ada dokter di kerajaan itu yang bisa membantunya. Tidak ada obat yang bisa membantu raja itu menjadi kurus. Sang raja kemudian menghabiskan hartanya untuk mencari pengobatan-pengobatan alternatif yang…

Membuat pilihan yang lebih baik membutuhkan usaha. Ada beberapa hal yang harus anda korbankan setiap harinya, namun pengorbanan ini setimpal dengan hasil yang akan anda dapatkan. Pengetahuan manusia untuk mencegah kanker, serangan jantung, dan berbagai penyakit berbahaya lainnya sangatlah mencengangkan. Setap harinya, saya membaca berbagai riset baru yang bisa membantu orang-orang yang saya cintai hidup lebih sehat dan lebih lama.     Apa yang saya pelajari dari riset-riset ini juga mempengaruhi pilihan-pilihan yang saya buat setiap harinya. Setiap makanan yang saya makan bisa memperpanjang atau memperpendek waktu yang saya miliki bersama orang-orang yang saya cintai. Waktu yang saya habiskan di gym untuk berolahraga membuat interaksi saya dengan orang lain menjadi lebih baik. Tidur yang nyenyak memberikan saya energi untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan saya lebih baik. Saya menjadi pacar, pekerja, dan orang yang lebih baik saat saya makan, bergerak, dan tidur lebih baik.   Hal-hal yang sepertinya terlihat kecil dan tidak penting biasanya…

Hidup adalah sebuah lomba balap sepeda raksasa yang tujuannya adalah memenuhi misi pribadi kita masing-masing. Kita memulai lomba ini bersama-sama, bercanda, tertawa, dan menguatkan satu sama lain. Namun sambil berjalannya waktu, kebahagiaan yang kita rasakan pada awal lomba itu mulai digantikan dengan kelelahan, kebosanan, dan keraguan terhadap kemampuan kita. Pelan-pelan, kita mulai melihat beberapa teman-teman seperjuangan kita mulai menyerah dan kehilangan motivasi mereka. Mereka masih mengayuh sepeda mereka, namun itu karena mereka tahu mereka tidak bisa berhenti di tengah jalan. Sepeda-sepeda mereka mulai melambat dan menepi. Mereka mulai bercanda dengan satu sama lain, mencoba mengalihkan pikiran mereka dari kesengsaraan yang mereka rasakan. Lambat laun, kita akhirnya meninggalkan mereka, dan kita mulai merasakan kesepian. Kita mulai melihat tikungan-tikungan asing yang tidak pernah kita lalui sebelumnya dan sepeda kita mulai terasa berat. Kita mulai bertanya pada diri kita sendiri apakah perjalanan ini setimpal dengan upaya yang kita berikan? Saat itulah anda harus…

Beberapa dawarsa terakhir, banyak sekali motivator dan lifestyle blogger yang menganjurkan pengikutnya untuk keluar dari pekerjaan mereka dan mengejar impian mereka. Mereka mengajarkan bahwa kita berhak untuk memiliki hidup yang bahagia. Mereka berkata hiduplah untuk hari ini, bekerjalah untuk bersenang-senang, dan berliburlah sebanyak-banyaknya. Namun, kenapa kita tidak bisa berbahagia dengan apa yang kita kerjakan hari ini? Kita hidup di sebuah budaya yang meninggikan kenyamanan di atas kerja keras. Kita mengharapkan kita bisa menjadi CEO jarak jauh yang bekerja 4 jam seminggu dan mendapatkan pendapatan rutin. Sayangnya seperti banyak hal dalam budaya kita saat ini, janji ini hanyalah sebuah ilusi palsu yang terdengar manis di telinga kita. Banyak orang yang keluar dari pekerjaannya untuk mengejar mimpi-mimpi mereka mulai menyadari bahwa mereka telah membuat sebuah kesalahan besar. Sesungguhnya anda tidak harus membenci pekerjaan anda. Pekerjaan anda bisa menjadi sumber kepuasan anda, jika anda memilih untuk melihatnya demikian.    Setelah membaca beberapa buku…

Di sebuah biara di Sceta, kepala biara yang bernama Lukas mengumpulkan saudara-saudara seimannya untuk berkhotbah. “Semoga semua kebaikan anda akan dilupakan!” Katanya mengakhiri khotbah itu dengan suara lantang dan menggema. “Mengapa kebaikan kita harus terlupakan?” Tanya salah seorang biarawatinya yang sudah mendengarkan khotbahnya dengan seksama. “Apakah itu salah jika kita mengingat kebaikan orang lain?” “Di sebuah zaman yang sejahtera, tidak ada orang yang akan mengingat orang-orang yang berbuat baik.” Jawab kepala biara Lukas. “Setiap orang memberikan yang terbaik pada satu sama lain, tidak memikirkan bahwa kebaikan adalah sesuatu yang spesial. Mereka mencintai tetangga mereka karena mereka memahami bahwa cinta adalah bagian dari kehidupan, dan cinta adalah sebuah hukum alam. Mereka membagikan barang-barang mereka supaya mereka tidak mengumpulkan lebih banyak harta dari yang mereka bisa nikmati di kehidupan ini, menyadari bahwa perjalanan kehidupan mereka masih panjang. Mereka hidup dalam kebebasan, memberi dan menerima , tidak menuntut apa-apa atau menyalahkan siapa-siapa. Itu…

Hidup adalah pilihan, tapi kita membutuhkan orang lain untuk mengingatkan kita untuk membuat pilihan yang terbaik Satu kesalahpahaman terbesar manusia adalah ketidaksadaran kita bahwa hidup adalah sebuah pilihan, namun, kita juga harus menyadari bahwa pilihan kita dipengaruhi oleh orang yang ada di kehidupan kita. Jika anda merubah orang-orang yang berpengaruh besar di kehidupan anda, maka secara tidak langsung kehidupan anda akan otomatis menjadi lebih baik. Setelah membaca ratusan artikel tentang psikologi manusia dan buku-buku pengembangan diri, saya menemukan bahwa hubungan-hubungan positif adalah penentu terbesar kebahagiaan manusia. Membangun hubungan-hubungan positif di dalam kehidupan anda adalah salah satu kunci paling penting untuk memiliki kehidupan yang bermakna. Orang itu mungkin adalah motivator yang anda temui di sebuah seminar, penasihat yang anda temui di pekerjaan anda, atau bahkan seorang figur penting di dalam kehidupan anda. Orang-orang yang positif pasti akan memiliki beberapa karakteristik yang secara tidak langsung akan mempengaruhi karakter anda. Saat anda bersama…

“Berhati-hatilah dengan kesibukan yang kosong”- Socrates Seperti anak muda lain yang baru lulus kuliah dan mulai memasuki dunia profesional, saya mulai merasakan tekanan untuk memenuhi hidup saya dengan kesibukan-kesibukan yang bermanfaat, menggunakan masa muda saya sebaik mungkin. Di sekolah, kita didorong untuk mengikuti berbagai ekstrakurikuler untuk memaksimalkan pendidikan kita. Waktu kita mulai bekerja, kita diharapkan untuk menjadi semakin produktif dan menerima tanggung jawab yang lebih besar. Sesampainya di rumah, kebanyakan dari kita merasa seperti mas Anang yang baru saja ditinggalkan oleh Krisdayanti: separuh jiwa kita telah pergi. Rutinitas ini terus berulang setiap hari, dan pelan-pelan kita mulai merasa bahwa kesibukan-kesibukan ini merupakan satu bagian dari kehidupan yang normal. Kebanyakan dari kita hidup seolah-olah menjadi manusia paling sibuk merupakan sebuah prestasi yang bisa dibanggakan. Namun, jika kesibukan merupakan sesuatu yang normal di kehidupan manusia, mengapa banyak dari kita yang merasa tidak bahagia? Dengan majunya zaman, kasus bunuh diri, depresi, dan stres…