Quantcast

Seorang guru Zen memiliki ratusan murid. Mereka semua berdoa saat mereka harus berdoa, kecuali seorang murid yang selalu menghabiskan waktunya mabuk-mabukkan. Guru itu bertambah tua dan suatu hari mulai mengidap penyakit misterius. Beberapa murid senior mulai membicarakan siapa yang akan menjadi pemimpin baru perguruan itu, seseorang yang akan menerima rahasia terbesar tradisi itu. Namun, beberapa hari sebelum kematiannya, guru itu memanggil pengikut yang sering mabuk-mabukan tadi dan memberikan segala rahasia Zen kepadanya. Pengikut yang lain menjadi marah. “Ini memalukan!” mereka berteriak di jalanan. “Kita telah mengorbankan kehidupan kita pada guru yang salah, seseorang yang gagal untuk melihat kebajikan kita.” Mendengar kericuhan di luar, guru yang sekarat itu berkata: “Saya harus memberikan rahasia ini ke orang yang sudah sangat saya kenali. Semua pengikut saya terlihat baik dan bijak, mereka tidak mau saya melihat karakter negatif mereka. Itu adalah sesuatu yang berbahaya, karena kebaikan biasanya adalah sebuah topeng yang menutupi kesombongan, keangkuhan,…

Salah satu sumber kesulitan dan kesedihan terbesar manusia adalah keinginan untuk merubah orang lain. Kita sepertinya tidak bisa mengendalikannya: kita ingin kehidupan berjalan sesuai keinginan kita. Sayangnya, realita biasanya memiliki rencana yang berbeda, dan orang-orang sepertinya terus bertindak di luar keinginan kita. Masalahnya bukanlah pada orang-orang ini, namun pada ekspektasi kita. Ya, tentu sangatlah luar biasa jika penduduk Indonesia bisa berhenti bertengkar dengan satu sama lain karena perbedaan ras, agama, dan lain-lain. Namun, itu bukanlah realita yang terjadi, Indonesia masih membutuhkan waktu untuk berubah. Ya tentu sangatlah luar biasa jika pacar saya bisa terus memberi saya lebih banyak kebebasan untuk melakukan apa yang saya mau (menulis blog ini, dll), namun wanita butuh dicintai dan diperhatikan. Itu adalah realita dunia. Jadi masalahnya:   Kita mempunyai sebuah ide bagaimana orang-orang seharusnya bertindak Orang-orang tidak bertindak sesuai ekspektasi  dan kehendak kita Kita terganggu dengan kenyataan itu. Kita menjadi jengkel, marah, kecewa, dan sedih…

Tidak ada orang yang bahagia di hari Valentine. Hari itu menaruh semua orang di posisi yang tidak nyaman. Jika anda tidak menemui siapa-siapa (alias jomblo), maka hari itu menjadi satu hari yang mengingatkan anda akan kegagalan anda mencari seorang pasangan. Jika anda sudah berpasangan, namun hubungan anda masih belum serius, maka anda akan bingung. “Apakah saya harus mengatakan sesuatu? Apakah saya tidak perlu melakukan apa-apa?” Anda terjebak di dalam sebuah situasi di mana apapun yang anda lakukan, anda tetap akan memberikan kesan yang salah. Dan jika anda benar-benar serius berhubungan dengan seseorang, maka pasangan anda akan memiliki ekspektasi tinggi untuk coklat, kencan makan malam, lilin, violin, dan hal-hal lain yang romantis, semua yang terkadang terasa “terpaksa” atau “palsu.” Maaf untuk mengatakannya, namun keromantisan adalah seperti kentut. Jika anda memaksakannya, maka sesuatu yang tidak anda inginkan akan terjadi. Jadi hmmm… biarkan keromantisan itu keluar dengan sendirinya.   Di post ini saya…

Mari kita hadapi kenyataan bahwa jika anda tidak bisa membuat orang merasa nyaman, anda tidak akan memiliki banyak teman atau mempunyai pacar. Membuat seseorang merasa nyaman saat ia sedang bersama anda adalah langkah pertama dalam setiap proses hubungan manusia, entah itu berbicara dengan wanita paling cantik di bar, mencoba membuat teman baru, atau meminta bos anda untuk menaikkan gaji anda. Namun, jika anda tidak bisa membuat lawan bicara anda merasa nyaman, anda tidak akan mendapatkan apa yang anda inginkan. Setiap tips yang saya tulis ini tidak hanya berguna untuk menarik lawan jenis, namun juga untuk menemui orang baru. Di bisnis, acara networking, liburan, di toko, dimanapun, kapanpun. Apakah seseorang merasa nyaman dengan anda atau tidak bukanlah sebuah kecelakaan. Hal itu adalah sesuatu yang bisa anda kendalikan. Berikut ini adalah sebuah teknik yang bisa anda gunakan saat anda memutuskan untuk pergi ke bar atau mengajak bicara orang yang berdiri di depan…

Memenangkan semua pihak bukanlah tentang berbuat baik dengan lawan kita ataupun sebuah teknik negosiasi yang bisa menyelesaikan segalanya. Berpikir untuk memenangkan semua pihak adalah sebuah prinsip dasar interaksi dan kerjasama manusia yang didasari integritas dan karakter. Banyak dari kita belajar untuk membangun harga diri kita dengan membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain. Kita memikirkan kesuksesan kita berdasarkan kegagalan orang lain- yaitu, jika saya menang, anda kalah; atau jika anda menang, saya kalah. Hidup menjadi sebuah perlombaan raksasa. Kesempatan itu terbatas, jika orang lain mendapatkannya, kesempatan saya untuk mendapatkan kesempatan yang sama akan berkurang. Ini tidak adil, dan saya akan memastikan anda juga tidak akan mendapatkannya. Kita semua memainkan permainan ini, namun seberapa menyenangkannya permainan ini?      Pola pikir “memenangkan semua pihak” ini membuat anda melihat kehidupan sebagai tempat yang kooperatif, bukan kompetitif. Memenangkan semua pihak adalah sebuah pola pikir yang selalu mencari keuntungan bersama di dalam setiap interaksi manusia.…

Jika ada satu gerakan yang setiap pria dan wanita di dunia ini harus dukung, hal itu adalah: Kita harus belajar untuk menerima perbedaan satu sama lain. Artinya kita harus bisa menghargai perbedaan yang terdapat di setiap DNA umat manusia, berempati dengan semua orang, dan memerangi diskriminasi. Keindahan perbedaan Manusia adalah makhluk paling unik di dunia ini. Seks, etnisitas, ras, agama, nasionalitas, seksualitas, filosofi dan gaya hidup. Perbedaan kita tidak ada habisnya. Namun, pada dasarnya, kita semua adalah satu spesies yang sama. Kita mengalami kebahagiaan dan kecemasan yang sama di dalam hidup dan kita semua menginginkan sesuatu yang sama, untuk bahagia dan merasa terpenuhi. Kesakitan dan kegembiraan kita mempersatukan kita, namun perbedaan kita membuat kita unik. Itulah yang membuat anda dan saya orang-orang yang spesial. Seseorang yang tidak ada duanya dan tidak akan ada lagi.   Masalah Perbedaan kehidupan kita ini merupakan sesuatu yang indah, namun banyak orang di dunia ini…

Di sebuah zaman yang dipenuhi perdebatan politik, diskriminasi, perang mulut di social media, dan orang-orang yang terus mencari kesempatan untuk mencaci maki orang lainl; empati menjadi sebuah konsep asing yang mulai hilang dari masyarakat. Sebuah penelitian di Amerika menunjukkan bahwa empati adalah sesuatu yang bisa kita pelajari, dan kita sebenarnya memiliki kemampuan untuk berempati dengan orang-orang yang tidak kita kenal. Penelitian ini menunjukkan bahwa kita hanya memerlukan beberapa pengalaman positif untuk menjadi orang-orang yang lebih berempati. Ini bisa menjadi kabar baik bagi orang-orang yang merasa bahwa mereka adalah orang-orang yang patah semangat dan negatif. Jika semua orang bisa sedikit lebih berempati setiap harinya, bayangkan kemungkinan perdamaian yang bisa terjadi? Walaupun konsep empati ini hampir setua “Peraturan Emas” Tuhan Yesus, orang-orang tidak selalu mempraktikkan konsep ini di kehidupan sehari-hari mereka. Kehidupan kita menjadi sibuk dan terburu-buru. Banyak orang merasa stress di kehidupan ini, dan orang yang menyetir di depan anda yang…

Berkontribusi ke kehidupan orang lain- menambah nilai di dalam kehidupan mereka- adalah satu-satunya cara untuk membuat orang membeli barang atau jasa anda, dan merupakan satu diantara beberapa cara untuk membuat orang lain percaya kepada anda. Berkontribusi ke kehidupan orang lain sangatlah penting di dalam semua aspek kehidupan manusia: kempemimpinan, persahabatan, pernikahan, dan yang pasti, keluarga. Jika kita ingin orang-orang menghargai kita, kita harus membuat kehidupan mereka lebih baik- jika tidak kita hanya akan menjadi beban di kehidupan mereka. Untungnya, ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membuat kehidupan orang lain menjadi lebih baik… Buatlah sesuatu yang bisa dipakai orang lain Dorong seseorang untuk melakukan sesuatu yang positif Bantu orang yang membutuhkan Dengarkan masalah seseorang dengan sungguh-sungguh Tunjukkan bagaimana cara melakukan sesuatu Tunjukkan cara yang lebih baik Berikan sudut pandang baru Memimpin dengan contoh Lebih sering mendengar Berikan perhatian anda Cintai orang lain Bagaimanapun anda berkontribusi ke kehidupan orang lain,…

Ada satu pertanyaan sederhana yang harus anda tanyakan untuk merubah masalah anda menjadi sebuah kesempatan. Dan percaya atau tidak, anda bisa menemukan pertanyaan itu di dalam sebuah film yang dimainkan John Belushi. Film yang berjudul Continental Divide tiba-tiba menghilang saat pertama kali muncul 30 tahun yang lalu di pasaran, dan itu sangat disayangkan. Tentu, plot film itu sangatlah buruk sehingga IMDB menuliskan “Seorang jurnalis sombong dari Chicago berselingkuh dengan peneliti burung elang.” Dan di film ini, Belushi tidak terlihat seperti pemeran utama film ini. Namun, film ini masih memilik dua hal yang bisa kita apresiasikan: Sebuah naskah cermelang yang ditulis oleh Lawrence Kasdan (Raiders of the Lost Ark, The Big Chill) dan Sebuah dialog yang harus anda gunakan pada diri anda sendiri setiap kali anda dihadapkan dengan sesuatu yang tidak menyenangkan. Blair Brown peneliti burung elang yang saya sebutkan tadi mengajak Belushi ke alam liar dan saat pertama kalinya Belushi…

“Kita biasanya melewatkan kesempatan karena kesempatan itu biasanya terlihat seperti sebuah masalah.” – Thomas A. Edison Gandhi tidak berjuang untuk kemerdekaan India. Kerajaan Inggris yang melakukan semua pertarungan dan perjuangan kemerdekaan India. Itulah bagaimana kerajaan Inggris kehilangan India. Tentu semua itu sudah direncanakan. Kampanye satyagraha Gandhi dan demonstrasi halus yang ia lakukan menunjukkan bahwa tindakan itu ternyata banyak artinya.  Bertindak bukan berarti harus selalu bergerak maju. Tindakan juga bisa berarti berdiam dan menunjukkan ketenangan dan kesabaran di tengah kesulitan. Tindakan juga bisa berarti berpegang teguh pada pendirian kita. Terkadang anda harus menyelesaikan masalah anda bukan dengan menyerang masalah itu, tapi dengan berserah dan membiarkan masalah itu menyerang anda. Anda dapat memanfaatkan tindakan negatif orang lain untuk melindungi atau bahkan menguntungkan diri anda sendiri. Gandhi yang tidak mempunyai kekuatan atau pengaruh apapun dibandingkan Kerajaan Inggris menggunakan kelemahannya dan menunjukkan tirani Kerajaan Inggris kepada dunia. Ia berkata kepada negara dengan kekuatan militer tertinggi,…