Quantcast

“Abis lulus kuliah, gue bakal kerja di Ogilvy & Mather dan menghasilkan 3000 dolar!” kataku dengan mata berbinar-binar dan suara yang lantang. Tony dan Richard mengangguk-anggukkan kepala mereka setengah takjub, setengah terkejut dengan mimpiku untuk bekerja di salah satu perusahaan periklanan terpopuler di Singapura saat itu. Saat itu aku berumur 21 tahun dan beberapa bulan lagi aku akan lulus kuliah. Tiga tahun terakhir ini aku sudah berusaha untuk mengumpulkan berbagai pengalaman dan memoles resume ku sehingga aku bisa bekerja di Ogilvy & Mather Singapura. Namun, setengah tahun kemudian, aku menemukan diriku sendiri pulang ke Semarang, bekerja meneruskan pabrik kayu ayahku. Sebuah pekerjaan yang sebenarnya sangat enggan untuk aku lakukan. Mimpiku untuk bekerja di Ogilvy & Mather menjadi kenangan dan aku menjalani hari-hariku di Semarang dengan berat hati… Aku mulai bertanya pada diriku sendiri apa yang aku lakukan disini? bagaimana dengan tujuan hidupku? Menemukan Tujuan Hidup Anda Dimanapun anda berada saat…

“Integritas adalah melakukan hal yang benar, mengetahui bahwa tidak ada orang yang tahu apakah anda melakukannya atau tidak”- Oprah Winfrey Setelah duduk di kursi kepresidenan Amerika Serikat, presiden Andrew Johnson sering bercerita dengan bangga tentang masa lalunya sebagai seorang penjahit sebelum memasuki dunia politik.  Ia  seing berkata, “pakaian saya tidak pernah sobek atau rusak.” Suatu hari saat ia masih berkampanye, seseorang pernah mencoba untuk mempermalukannya di depan umum, berteriak tentang bagaimana ia tidak berhak menjadi presiden karena masa lalunya yang kelam. Johnson hanya menjawab dengan santai: “Hal itu tidak mengusikku sama sekali; karena saat saya menjadi penjahit, saya memiliki reputasi sebagai penjahit yang handal, membuat jahitan yang rapi, tidak pernah datang terlambat, dan selalu menghasilkan jahitan yang berkualitas.” Presiden lain, James Garfield, membayar perguruan tingginya dengan membujuk kepala sekolahnya, Western Reserve Eclectic Institute untuk menjadikannya pembersih sekolah sebagai ganti uang sekolahnya. Ia melakukan pekerjaan itu setiap hari dengan penuh senyuman…

“Jika orang tahu seberapa sulitnya saya harus bekerja untuk mendapatkan keahlian ini, karya saya tidak akan terlihat seindah itu.” – Michaelangelo Apakah anda merasa terjebak, tidak bisa bergerak maju ke arah tujuan yang anda inginkan? Apakah anda menahan diri anda sendiri dari memberikan yang terbaik di setiap aktivitas yang anda lakukan? Apakah melakukan yang terbaik membawa anda kebahagiaan? Apakah anda biasanya memberikan yang terbaik, ataukah ada sesuatu yang menghalangi keinginan anda untuk mencapai kesempurnaan? Saat kita melihat kebanyakan anak kecil belajar untuk berjalan, mereka biasanya terlihat sangat serius untuk menekuni aktivitas itu. Kenyataan bahwa mereka terus jatuh dan jatuh sepertinya tidak mempengaruhi tekad mereka. Namun apa yang terjadi jika setiap kali anak itu jatuh, kedua orangtuanya menjadi marah dan mulai memaki-maki anak itu karena ia jatuh, mempermalukan anak itu karena dia jatuh? Biasanya anak itu akan menjadi takut untuk mencoba berjalan lagi, dan kemampuan berjalan mereka tidak akan berkembang. Saya…

“Kesempurnaan adalah sebuah proses yang terus berlanjut, bukan sebuah kecelakaan.” – A.P.J. Abdul Kalam Pelatih Nick Saban tidak sering mengatakannya, namun semua asisten dan pemainnya hidup di bawah prinsip ini. Mereka mengatakannya untuk Saban, mentato prinsip itu di depan otak mereka dan di setiap langkah yang mereka ambil, karena hanya satu kata itu yang bertanggung jawab atas kesuksesan mereka: proses. Saban kepala pelatih tim sepak bola Amerika Universitas Alabama – mungkin salah satu tim universitas paling kuat di sejarah sepak bola Amerika- tidak meminta pemainnya untuk fokus pada satu hal yang biasanya ditekankan oleh pelatih lain. Ia mengajari pemain-pemainnya untuk menghargai proses permainan itu. “Jangan berpikir untuk memenangkan kejuaraan SEC. Jangan pikirkan tentang kejuaraan nasional. Pikirkan apa yang harus anda lakukan di sesi latihan ini, permainan ini, saat ini. Itulah proses: Mari kita berpikir tentang apa yang bisa kita lakukan sekarang, tugas yang ada di depan mata kita.” Di dalam…

Kita semua memiliki seorang teman yang berkata, “Saya dulu memiliki sebuah ide untuk membuat sebuah bisnis online seperti GO-JEK. Jika saja saya memutuskan untuk meneruskan ide itu, saya akan menjadi seorang konglomerat!” Pemikiran seperti itu sangatlah menyedihkan dan menggelikan, Memiliki sebuah ide untuk sebuah bisnis tidak ada hubungannya dengan memiliki sebuah bisnis. Ide itu murah, apa yang anda lakukan dengan ide itu adalah apa yang paling penting, bukan apa yang anda pikir, katakan, atau rencanakan. Apakah anda pikir ide anda berharga? Cobalah jual ide itu ke orang lain dan lihat kompensasi seperti apa yang akan anda dapatkan. Tidak banyak adalah jawabannya. Sampai anda benar-benar melakukan sesuatu, ide cemerlang anda hanyalah sebuah ide. Dan semua orang memiliki sebuah ide. Ide Itu Murah, Buatlah Sesuatu Stanley Kubrick memberikan nasihat in kepada anak-anak muda yang ingin menjadi seorang sutradara: “Carilah sebuah kamera dan sebuah cerita dan buatlah sebuah film, apapun itu.” Kubrick tahu…

“Anda tahu siapa anda? Jangan bertanya. Bertindak! Tindakan anda akan mendefinisikan jati diri anda”- Thomas Jefferson Amelia Earheart ingin menjadi pilot yang terkenal. Namun, ia terlahir di tahun 1920an, sebuah zaman dimana orang-orang masih berpikir bahwa wanita adalah makhluk lemah yang rapuh dan tidak memiliki kesempatan untuk sukses. Hak pemilihan suara untuk kaum wanita saja baru diperbolehkan beberapa tahun yang lalu. Ia tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menjadi seorang pilot, jadi ia memutuskan untuk bekerja sebagai pekerja sosial. Lalu, suatu hari telepon di rumahnya berbunyi. Orang yang meneleponnya menantang Amelia untuk melakukan sesuatu yang bisa dibilang cukup gila. Tawaran itu terdengar mencemooh, pria itu berkata sesuatu seperti ini: kami menemukan seseorang yang mau membiayai pilot wanita yang mau melakukan penerbangan trans-atlantik. Pilihan pertama kita mundur. Anda sebenarnya tidak akan benar-benar menerbangkan pesawat itu, kita akan mengirim dua pilot laki-laki untuk terbang bersama anda. Kita tidak akan membayar anda. Oh, dan…

Banyak orang merasa terjebak karena beberapa alasan: Sebuah tugas atau proyek yang terlalu mengintimidasi dan sulit jadi kita menunda tugas itu. Membangun kebiasaan baru itu sulit sehingga kita menyerah setelah satu atau dua minggu. Hidup terasa menjemukan karena ada banyak hal yang harus anda lakukan. Akar dari semua masalah-masalah ini adalah karena kita seringkali mengambil gambar besar dari sebuah masalah. Akibatnya, kita menjadi tertekan karena masalah raksasa yang harus kita hadapi, dan menggunakannya sebagai alasan untuk tidak melakukan apa-apa. Alih-alih melakukan semua itu, saya merasa fokus untuk melakukan satu hal kecil saja bisa merubah segalanya. Contohnya: Ada terlalu banyak hal yang harus saya lakukan saat ini, saya merasa tertekan Solusinya: fokus untuk melakukan satu hal kecil saja. Mulai saja. Lakukan proyek itu pelan-pelan, selangkah demi selangkah. Buatlah daftar tugas-tugas yang harus anda lakkan. Sesuatu yang bisa anda lakukan dalam 1-2 menit. Anda bisa melakukannya. Saya gagal untuk membangun kebiasaan baru…

Anda pernah merasakan racun kehidupan yang lebih mematikan dan masih bertahan hidup. Anda telah menghadapi berbagai trauma kehidupan dan masih bertahan hidup. Tubuh dan pikiran manusia jauh lebih kuat daripada perkiraan kita. Langit dan bintang mengagumi anda karena anda adalah bagaimana Tuhan menunjukkan kekuatannya.  Jadi saat orang-orang mencoba untuk menuduh, menjelek-jelekkan, atau meremehakan anda, anda berhak untuk membuang mereka dari kehidupan anda. Tinggalkanlah mereka karena mereka tidak baik untuk jiwa anda. Orang-orang yang benar-benar mencintai anda akan terus mencintai anda apa adanya, bukan memaksa anda untuk berpura-pura menjadi orang lain. Mencintai Orang Lain dan Menjadi Diri Sendiri Mencintai seseorang adalah salah satu tindakan paling berani yang bisa anda lakukan. Karena untuk menjalin sebuah hubungan anda harus mengesampingkan diri anda sendiri. Itulah mengapa anda harus belajar untuk mencintai diri anda sendiri.  Mencintai diri anda sendiri jugalah satu bentuk dari keberanian walaupun tidak semua orang akan memahaminya. Di sebuah zaman dimana kecanggungan dan ketidaknyamanan…

Apa yang menghalangi orang-orang dari kehidupan impian mereka? Bagi kebanyakan orang, biasanya hal itu adalah kebiasaan terlalu banyak berpikir. Kita terlalu banyak memikirkan masalah-masalah kecil yang muncul di kehidupan kita sehingga masalah-masalah itu berubah menjadi lebih menakutkan dari kenyataannya. Berpikir terlalu banyak tentang hal-hal positif sampai hal-hal tersebut tidak terlihat positif lagi. Atau menganalisa segala hal sehingga kebahagiaan yang seharusnya kita rasakan sebelumnya hilang seketika. Tentu, berpikir sebelum bertindak adalah sesuatu yang harus kita lakukan. Namun, terlalu banyak berpikir bisa menjadikan kita orang yang pasif di kehidupan ini.  Saya tahu perasaan itu. Saya dulu adalah tipe orang yang terlalu banyak memikirkan segalanya sehingga saya menjadi takut untuk melangkah dan itu bukanlah perasaan yang menyenangkan. Namun, beberapa tahun terakhir, saya telah belajar bagaimana mengendalikan pikiran saya sehingga saya tidak terus mencoba untuk menganalisa segala hal. Dalam artikel ini saya ingin membagikan 9 kebiasaan yang telah membantu saya untuk menyederhanakan kehidupan saya…

“Anda tidak perlu gelar untuk menjadi pemimpin.” -Mark Sanborn Pernahkah anda merasa tertekan oleh pekerjaan anda? Merasa jengkel dengan teman kerja anda, dimaki-maki pelanggan anda, terlalu sibuk, atau merasa kewalahan? Cobalah eksperimen kecil ini. Bayangkan anda telah kembali menjadi anak berusia 5 tahun. Jika anda memiliki seorang anak berumur 5 tahun di rumah, hal ini mungkin akan terasa lebih mudah. Namun, jika tidak, bayangkan apa yang biasanya ada di dalam pikiran anak berumur 5 tahun. Bagaimana ini bisa membantu anda menjadi pemimpin yang lebih baik? Karena cara berpikir anak berumur 5 tahun akan mengembalikan semangat belajar dan rasa ingin tahu yang sempat kita miliki dulu. Hal ini akan memberikan anda persepsi baru dalam kehidupan. Terlebih lagi, mengadopsi cara berpikir seorang anak kecil adalah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah atau menemukan inovasi baru. Di bawah ini, mari kita lihat bagaimana berpikir seperti anak-anak akan merubah cara anda melihat dunia dan menjadikan…