Quantcast

Seperti yang sudah gue tulis minggu lalu, hidup itu pendek. Cepat atau lambat kematian akan mendatangi kita semua. Itulah kenapa kita harus menggunakan waktu kita di dunia ini dengan baik dan melakukan sesuatu yang berarti. Nah, pertanyaannya adalah apa itu artinya melakukan sesuatu yang berarti? Apakah itu berarti keluar dari pekerjaan kantor lo yang super membosankan dan mengikuti sebuah organisasi nil laba yang berusaha untuk menyelamatkan dunia? Apakah itu berarti belajar karate dan menciptakan kostum kelelawar untuk melawan kejahatan? Well, nggak juga. Jawaban dari pertanyaan itu jauh lebih sederhana dari dugaan lo. Melakukan sesuatu yang berarti bisa ditafsirkan sebagai menemukan sebuah pekerjaan yang berarti… Coba pikir sejenak. Kita akan menghabiskan ⅓ waktu kita di dunia ini bekerja. Dalam konteks ini, pekerjaan itu sendiri bisa berarti pekerjaan yang dibayar atau tidak dibayar seperti mengasuh anak atau memimpin sebuah organisasi sosial. Jika lo adalah seperti kebanyakan manusia di dunia ini, ini adalah…

Berita Kematian… Gue sedang makan siang, menikmati campuran dada ayam rebus, tumis bayam, dan nasi merah, saat salah satu staf gue tiba-tiba menggebrak pintu kantor gue dan masuk dengan tergesa-gesa. Wanita yang biasanya selalu tersenyum ramah itu terlihat panik dan ia seolah-olah telah menjadi satu atau dua tahun lebih tua. “Pak kamu nggak akan percaya apa yang baru aku dengar…” katanya sedikit terbata-bata. Bokap gue yang saat itu sedang menggigit ikan lele di sebelah gue langsung menjatuhkan ikan itu ke piringnya dan menatap staf gue dengan mata was-was. “Mmmenapa?” Tanya Bokap gue dengan mulut penuh. (Kenapa?) Wanita yang telah menjadi staf perusahaan keluarga kami selama hampir tujuh tahun itu menelan ludahnya lalu berkata “Febri mati Pak, digilas truk…” sahut staff gue setengah bergidik. Febri adalah salah satu staff perusahaan kami yang lain, dan di hari itu, ia meninggal ditabrak dan digilas sebuah truk. ### Gue tidak ingat apa yang terjadi…

Kita akan mendapatkan apa yang kita investasikan. Waktu yang kita investasikan akan kembali, dengan bunga. Jika anda berlatih gitar dengan sungguh-sungguh selama 15 menit setiap pagi, anda akan menjadi gitaris yang handal. Jika anda menghabiskan sedikit lebih banyak waktu anda untuk mengeluh atau merasa malu, tindakan itu akan menjadi bagian dari diri anda. Kata-kata yang anda tulis, orang-orang yang sering anda temui, artikel-artikel yang anda baca… Perbedaan antara siapa anda sekarang dan siapa anda lima tahun ke depan dipengaruhi oleh bagaimana anda menghabiskan waktu anda dalam kurun waktu tersebut. Kebiasaan yang kita tanamkan akan menjadi bagian dari pribadi kita. Hal-hal kecil yang terus diulangi terus menerus bukanlah hal yang kecil.  Bangun mimpi anda dengan kebiasaan-kebiasaan kecil (Dan hal itu juga sama dengan merk, organisasi, dan bisnis) Jika anda mendapati tips ini bermanfaat dan ingin mendapatkan artikel-artikel terbaru saya lebih cepat, subscribe ke box dibawah ini atau like Facebook saya.

Anda tidak dilahirkan di dunia ini untuk melakukan satu hal saja sepanjang perjalanan hidup ini. Namun, ide bahwa kita semua dilahirkan dengan sebuah ‘passion’ yang unik telah tersebar ke masyarakat luas, apalagi di Internet, seolah-olah setiap orang memiliki sebuah pekerjaan yang sudah ditakdirkan- seolah-olah evolusi, atau apapun itu- telah berkonspirasi besar-besaran untuk menjadikan anda seorang penulis, guru yoga, atau astronot.   Tidak ada yang pasti di kehidupan ini. Tidak ada orang yang mempunyai nasib yang sudah ditentukan: tidak ada orang yang lahir dengan sebuah passion yang menunggu untuk ditemukan. Ada puluhan, atau bahkan ratusan hal yang bisa anda lakukan dengan hidup anda- pekerjaan yang bisa membuat anda bahagia atau bersemangat. Itulah mengapa “follow your passion” adalah sebuah nasihat yang sangat buruk. Apa yang lebih penting adalah untuk memikirkan pertanyaan ini: Apa misi saya? Banyak dari kita menjalani hidup ini bekerja, atau lebih parahnya lagi, membangun karir. Kita menjadi terbiasa dengan…

Barang-barang mewah hanya akan kita beli saat kita sudah berkecukupan. Jangan membeli tas Chanel saat anda hanya memiliki satu juta di tabungan anda. Sangat mudah untuk percaya bahwa kebaikan bekerja seperti itu. Kita harus merasa cukup, sebelum kita bisa memberikan kebaikan kita ke orang lain. Anda mungkin mempunyai hari yang buruk, anda kehujanan, dunia telah berubah, bos anda memecat anda, tabungan anda menipis, deadline proyek anda semakin dekat… Namun… Apakah segala kebutuhan kita harus terpenuhi sebelum kita bisa berbuat baik? Apakah kita harus mempunyai cukup uang, merasa positif dengan kondisi ekonomi dunia, dan merasa cukup dengan apa yang kita punyai sebelum kita bisa mengulurkan tangan kita ke orang-orang yang lebih membutuhkan? Namun, kebaikan tidak bekerja seperti itu, banyak orang mengartikannya terbalik. Berbuat baik adalah fondasi kehidupan. Memberikan waktu dan tenaga kita untuk membantu orang lain akan memberikan kita persepsi yang baru terhadap kebutuhan-kebutuhan kita. Hidup akan terasa lebih bahagia, kecemasan-kecemasan…

Anda hanya memiliki satu kesempatan untuk hidup di dunia ini. Jadi jangan segan-segan untuk mengejar mimpi-mimpi anda, jangan biarkan ketakutan membatasi hidup anda. Jangan tinggal di dalam sebuah pekerjaan yang membuat anda tidak bahagia hanya karena anda takut anda tidak akan mendapatkan pekerjaan lain. Jangan hidup dengan orang yang membuat hidup anda menderita karena anda takut hidup sendirian. Jangan menunggu sampai anda mempunyai cukup uang di tabungan anda untuk memulai sebuah proyek atau kehidupan yang anda impikan. Saya tidak berkata bahwa kita harus bertindak dengan sembrono dan mengharapkan keberuntungan, namun yang saya maksudkan disini adalah untuk berhenti menunggu dan mulai melakukan sesuatu. Mulai kejar mimpi anda sekarang- biarkan mimpi itu masuk ke dalam setiap pori-pori tubuh anda. Biarkan hal-hal yang tidak anda sukai hilang dari kehidupan anda. Saya baru-baru ini mendengar sebuah wawancara Joseph Campbell, seorang penulis mitologis dan dosen terkenal di Amerika. Di wawancara itu ia mengatakan sesuatu yang…

Natal telah tiba. Tony yang baru berumur 4 tahun sedang sibuk merobek kertas kado yang kemudian menunjukkan mainan lego yang ia terima dari kedua orang tuanya. Ia tersenyum melihat mainan istana berwarna-warni itu. Namun, senyuman di wajah kedua orangtua Tony berubah kecut saat Tony kecil mendorong mainan istana itu dan berlari ke pohon natal di ruang tamu. Beberapa menit kemudian, Tony mulai membuka kado-kadonya yang lain, mengambil setiap kotak yang berada di bawah pohon natal, satu demi satu- beberapa panjang, beberapa tinggi, beberapa berat, beberapa ringan. Setiap kotak menunjukkan mainan baru. Setiap mainan itu dibungkus kertas-kertas terang yang berwarna-warni. Satu jam kemudian, Tony menangis. Dari suara tangisannya, itu adalah natal terburuk yang pernah ia alami. Tentu, Tony menerima berbagai hadiah yang ada di dalam daftar mainan impiannya- namun ia lebih cemas akan hal-hal yang tidak ia dapatkan. Mainan-mainan yang ada di depannya hanya mengingatkannya akan mainan-mainan yang tidak ia miliki.…

Beberapa hari yang lalu saya menemukan puisi ini: “Bahkan setelah semua yang ia lakukan, sang matahari tidak pernah berkata ke bumi,  Anda berhutang kepada saya.’ Lihat apa yang terjadi dengan cinta seperti itu. Ia bisa menyinari seluruh dunia.”- Hafiz Beberapa kali seminggu, saya akan pergi ke beranda rumah saya untuk melihat matahari datang dari belakang gunung. Sinar matahari memberi saya kebahagiaan dan tidak pernah menuntut apa-apa, tidak penting berapa kalipun saya menikmati kebaikannya. Saat kita terobsesi dengan siapa yang akan membayar kopi terakhir, giliran siapa yang harus mencuci piring, bagaimana hadiah yang kita terima sesuai dengan hadiah yang kita berikan, atau mengharapkan ucapan terima kasih yang sama dengan waktu, talenta, atau harta yang kita berikan; kita menjadi tersinggung, jengkel, dan marah. Kita pun memutuskan untuk tidak membantu orang itu lagi. Bagaimana jika kita terus memberi karena kebahagiaan yang kita dapatkan dari memberikan sesuatu, dan berhenti berpikir, “Anda berhutang pada saya.”…

Bagi saya kesuksesan terdiri dari beberapa rumus sederhana: Kebahagiaan + Perkembangan + Kontribusi = Sukses Itu adalah satu-satunya sukses yang saya tahu. Jika kita tidak bahagia, kita tidak sukses. Jika kita tidak berkembang, kita tidak sukses. Jika kita tidak berkontribusi ke dunia ini, kita tidak sukses. Orang yang sukses tanpa kebahagiaan, perkembangan, atau kontribusi hanya akan mendapatkan sebuah kesuksesan yang kosong. Jika anda mendapati tips ini bermanfaat dan ingin mendapatkan artikel-artikel terbaru saya lebih cepat, subscribe ke box dibawah ini atau like Facebook saya.

Terkadang aku sering lupa, dan harus terus mengingatkan diriku sendiri bahwa aku tidak sedang berjalan ke suatu tempat. Momen ini bukanlah sebuah batu loncatan untuk mencapai tempat lain. Momen ini adalah destinasiku. Aku sudah disini. Aku tidak sedang berjalan ke momen yang lebih penting. Momen ini adalah momen paling penting. Hal ini mungkin adalah sesuatu yang kamu sudah ketahui, namun kita sering melupakannya. Kita tidak akan menyadarinya sampai kita mengingatkan diri kita sendiri bahwa momen ini adalah momen paling penting. Dan bahkan setelah itupun, aku harus memaksa diriku sendiri, karena aku mempunyai kebiasaan untuk melewatkan momen ini untuk memikirkan momen-momen yang aku pikir lebih penting di masa depan. Mari kita lihat beberapa contoh: Kamu terjebak di kemacetan padahal kamu sudah berjanji akan menemui seseorang 10 menit yang lalu. Kamu terburu-buru untuk mencapai tempat itu. Namun momen ini, duduk di mobil sendirian, merasa marah, tidaklah lebih buruk dari momen lain di…