Quantcast
Love

Cinta Ada Dalam Pilihan-Pilihan Kecil

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Apakah kamu ingin tahu rahasia hubungan yang luar biasa?

Well, kamu bukanlah orang pertama yang menanyakan pertanyaan itu. Di sekitar tahun 1990an seorang psikolog bernama John Gottman memutuskan untuk mendedikasikan hidupnya untuk menjawab pertanyaan itu. Ia mengumpulkan puluhan pasangan ke sebuah Villa modis (yang aku rasa berada di daerah Bali) selama beberapa hari dan membiarkan mereka berlaku seperti layaknya sepasang kekasih yang sedang liburan. Tanpa sepengetahuan pasangan-pasangan ini, Gottman dan teman-temannya memasang beberapa kamera rahasia di Villa tersebut. Dan tentunya, sebagai psikolog beretika dan bermoral tinggi, mereka tidak memasang kamera di kamar mandi dan kamar tidur.

Setelah mengumpulkan semua data yang ada, Gottman dan teman-temannya mulai berusaha untuk mencari sebuah pola yang membedakan hubungan yang positif (hubungan yang harmonis) dan hubungan yang negatif (hubungan yang penuh pertengkaran dan konflik). Mereka melihat karakter pasangan-pasangan tersebut, jumlah kata “sayang” yang mereka gunakan dalam pembicaraan mereka, dan cara mereka menatap satu sama lain…

Dan setelah berbulan-bulan menyunting data-data tersebut, Gottman dan teman-temannya… tidak menemukan apa-apa…

Pasangan-pasangan dengan hubungan yang positif dan negatif membicarakan dan melakukan hal-hal yang sama membosankan. Tidak ada karakteristik spesial yang membedakan pasangan yang positif dan negatif. Lantas apa yang membuat sebuah hubungan menjadi luar biasa?


Pilihan-Pilihan Kecil


Setelah bersemedi tujuh hari tujuh malam di bawah air terjun di malam bulan Purnama, Gottman akhirnya menemukan jawaban pertanyaan itu.

Ternyata cara kita menanggapi interaksi emosional pasangan kita jauh lebih berpengaruh daripada watak, kata-kata, dan bahkan kebiasaan buruk kita.

Interaksi-interaksi ini bisa berwujud dalam sebuah pertanyaan, cara pasangan kita menatap wajah kita, sebuah sentuhan- apapun yang mengatakan “aku ingin berhubungan denganmu.”

Saat pasanganmu mengatakan, “Rindu itu berat, kamu tidak akan kuat. Biar aku saja…” ketahuilah bahwa itu adalah sebuah interaksi emosional.

Saat pasanganmu tiba-tiba muncul dari samping dan menyapamu dengan motor favoritnya, ketahuilah bahwa itu adalah sebuah interaksi emosional.

Dan saat pasanganmu memberimu sebuah kado buku teka-teki yang sudah terisi, ketahuilah bahwa lagi-lagi, itu adalah sebuah interaksi emosional…

Ini bukanlah tentang apa yang kita katakan atau lakukan, tetapi perasaan tersembunyi dibalik kata-kata atau tindakan tersebut.

Menurut Gottman bagaimana kita menanggapi interaksi-interaksi emosional pasangan kita akan menentukan kualitas dan bahkan kesuksesan hubungan kita.

Di dalam risetnya, Gottman menemukan tiga cara kebanyakan orang menanggapi interaksi emosional pasangan mereka. Saat pasanganmu mengatakan: “kalau mencintaimu adalah sebuah kesalahan, ya sudah aku salah terus aja” kamu bisa menanggapinya dengan salah satu tanggapan dibawah ini:

Tanggapan positif: tersipu-sipu malu sambil tersenyum-senyum sendiri seperti Milea di film Dilan

Tanggapan negatif: “apaan sih norak banget kamu!”

Tanggapan acuh tak acuh: “Oh…” yang sangat dingin.

Seperti yang kamu duga, tanggapan-tanggapan positif akan membangun hubungan yang stabil dan bahagia. Sebuah tanggapan positif memberitahu pasanganmu bahwa “aku memahamimu” atau dalam konteks Milea, “hehe, kamu lucu deh…”

Menurut Gottman ini adalah fondasi hubungan yang kuat.

Sementara itu, tanggapan negatif dan acuh tak acuh pelan-pelan akan menghancurkan hubunganmu. Saat kamu menemukan dirimu beragumen dengan pasanganmu karena masalah-masalah kecil seperti tutup toilet, maka kemungkinan besar masalah itu ada hubungannya dengan interaksi-interaksi emosional yang tidak kamu tanggapi atau kamu tanggapi dengan negatif sebelumnya.

Di bukunya Relationship Cure, Gottman mengatakan: “Riset saya menemukan bahwa orang yang seringkali gagal atau menanggapi interaksi emosional pasangannya dengan negatif cepat atau lambat akan menghancurkan hubungan itu. Walaupun orang yang memulai interaksi itu tidak terlihat marah atau terluka saat interaksinya didiamkan atau ditanggapi dengan negatif, sepertinya ada sebuah mekanisme internal yang menghitung skor tersebut.”

Jadi kesimpulannya?

Cinta dibangun dari pilihan-pilihan kecil…


Aplikasinya?


Semua ini memang terdengar luar biasa. Tetapi seperti segala informasi-informasi di dunia ini, membacanya saja tidak akan menyelamatkan hubunganmu. Berikut adalah beberapa cara yang dianjurkan Gottman untuk mengaplikasikan konsep ini di dalam hubunganmu.

1) Perhatikan bagaimana caramu menanggapi interaksi emosional pasanganmu.
Seperti seseorang yang ingin mengurangi berat badannya, hal pertama yang harus kamu lakukan untuk membuat hubunganmu menjadi lebih baik adalah dengan memperhatikan bagaimana caramu menanggapi interaksi emosional pasanganmu. Mulailah sebuah jurnal dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut selama 30 hari kedepan:

– Interaksi emosional apa yang sering digunakan pasanganmu? Tanggapan seperti apa yang membuat mereka bahagia? Tanggapan apa yang membuat mereka marah? Tanggapan apa lagi yang ingin mereka inginkan di luar dari tanggapan verbal/fisik-mu?

– Bagaimana kamu berinteraksi secara emosional? Apakah pasanganmu menanggapinya dengan positif, negatif, atau bahkan tidak menanggapinya sama sekali? Perubahan apa yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan jawaban yang lebih memuaskan?

– Kapan kamu menanggapi pasanganmu dengan positif, negatif, atau pasif hari ini? Menurutmu apa penyebab tanggapan itu?

Setelah kamu melakukan introspeksi ini selama 30 hari, kamu akan menjadi lebih peka terhadap kebutuhan emosional pasanganmu dan pilihan-pilihan kecil yang kamu buat. Hubunganmu akan menjadi lebih sehat dan tentunya, mertuamu akan merasa lebih tenang…

2) Fokus, fokus, fokus.
Orang-orang zaman sekarang sering berkata, “teknologi telah mendekatkan kita dengan orang-orang yang jauh tetapi di saat yang sama, menjauhkan orang-orang yang ada di dekat kita.” Dan aku sangat setuju dengan kata-kata itu.

Berapa kali kita gagal untuk menanggapi interaksi emosional pasangan kita karena kita sibuk dengan Gadget kita sendiri?

Kamu tidak akan bisa menangkap interaksi emosional pasanganmu tanpa fokus dan kehadiran penuh.

Ya memang, di zaman yang dipenuhi gangguan ini, memusatkan perhatianmu pada sesuatu memang sangatlah sulit. Namun, sebuah hubungan, apalagi hubungan dengan pasanganmu adalah sesuatu yang layak untuk diperjuangkan. Kebahagiaan yang akan kamu dapatkan dari sebuah hubungan yang positif setimpal dengan waktu, tenaga, dan perhatian yang kamu berikan ke pasanganmu. Fokus kepada pasanganmu mungkin adalah pilihan kecil yang mungkin akan membawa pengaruh besar pada kesehatan hubunganmu. 

Jadi lain kali kamu sedang bersama pasanganmu, matikan Gadgetmu, gunakan airplane mode jika perlu, dan fokus, fokus, fokus. Ajak pasanganmu untuk melakukan hal yang sama.

3) Ciptakan momen-momen emosional.
Gottman juga menganjurkan kita untuk membuat tiga momen emosional dengan orang-orang di sekitar kita.

Momen emosional terjadi saat dua orang memfokuskan perhatian mereka pada satu sama lain dan menanggapi interaksi emosional masing-masing dengan positif.

Pernahkah kamu berada di sebuah kafe dengan teman terdekat atau pasanganmu, dan merasa seakan-akan dunia hanya milik kalian saja?

Itu adalah tanda bahwa momen emosional telah tercipta. Di momen-momen ini, kamu akan mendengar mimpi terbesar, ketakutan terdalam, dan rahasia-rahasia lawan bicaramu. Momen-momen inilah yang membuat sebuah hubungan menjadi indah. Sesuatu yang pantas diperjuangkan dan diusahakan…

(P.S. Kolum ‘3 Magic Moments’ di dalam Zoe planner-ku terinspirasi oleh penemuan ini. Aku ingin pengguna-pengguna Zoe Planner ku merasakan lebih banyak kebahagiaan dalam hubungan mereka dengan menciptakan momen-momen emosional bersama pasangan mereka)

Setelah membaca semua ini, kamu mungkin berpikir bahwa membangun hubungan yang luar biasa adalah sesuatu yang sulit yang membutuhkan usaha, tenaga, dan investasi yang sangat besar. Dan itu memang adalah kenyataannya.

Membangun sebuah hubungan memang bukanlah sebuah proses yang efisien, tetapi seperti yang aku katakan sebelumnya, beberapa hubungan memang layak untuk diperjuangkan.

Dan memperjuangkan cinta dimulai dengan membuat pilihan-pilihan kecil yang lebih baik. Bagaimana kamu menanggapi gombalan pasanganmu, bagaimana kamu memeluknya, dan apa yang kamu katakan saat ia menceritakan kegalauannya…

Jika kamu menikmati artikel ini dan ingin membuat pilihan-pilihan kecil yang lebih baik, klik subscribe di bawah ini. Dengan melakukan itu, kamu juga akan mendapatkan Ebook gratis, rekomendasi buku di awal bulan, dan bonus artikel di akhir bulan. Jadi tunggu apa lagi?

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment