Quantcast
Uncategorized

Ingin Merasa Lebih Damai? Bangunlah Rutinitas Pagi Hari

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Waktu aku baru lulus kuliah dulu, satu hal yang paling sulit untuk aku lakukan adalah bangun pagi. Aku tidak menemukan alasan yang kuat untuk bangun lebih pagi selain melihat sinar matahari pagi dan toh, aku juga sering berpergian sampai malam, jadi bangun pagi adalah sesuatu yang menurutku hampir tidak mungkin untuk dilakukan.

Namun, itu semua berubah saat aku memutuskan untuk menjadi seorang blogger. Tiba-tiba aku menemukan bangun lebih pagi adalah satu-satunya cara aku bisa menemukan waktu untuk menulis dan bahkan menurutku, satu-satunya waktu untuk menulis.

Begitu aku masuk kantor sekitar jam delapan pagi, aku hampir tidak memiliki waktu untuk melakukan hal lain sampai jam empat atau lima sore. Bahkan, di jam makan siang pun aku masih tidak bisa menemukan waktu untuk menulis: teleponku akan terus berbunyi, tamu tiba-tiba datang, dan tugas-tugas urgent lain tiba-tiba muncul. Begitu aku pulang dari kantor, otakku biasanya sudah tidak dalam kondisi prima untuk menulis dan biasanya aku akan pergi bersama pacar atau teman-temanku.

Itulah kenapa aku mengatakan bahwa pagi hari adalah waktu terbaik untuk menulis, karena di waktu itu, orang-orang yang seringkali mengganggu-ku biasanya juga masih tidur. Dan di pagi hari aku akan menemukan fokus dan konsentrasi yang aku butuhkan untuk menulis.

Nah, setelah menjalani rutinitas ini selama kurang lebih tiga tahun, aku mulai sadar bahwa bangun satu atau setengah jam lebih pagi tidak hanya bermanfaat untuk orang-orang yang ingin menjadi penulis, tetapi siapapun yang ingin menjadi lebih sukses dan bahagia dalam hidupnya. Dan itulah kenapa aku memutuskan untuk menulis post ini.

Memiliki rutinitas pagi yang baik adalah salah satu resep baku untuk menciptakan hari yang luar biasa. Pemikir-pemikir modern seperti Tim Ferris dan pengusaha-pengusaha terkenal seperti Phil Knight (pendiri Nike) mengukuhkan argumen ini. Mereka merasa bahwa rutinitas pagi hari membantu mereka berfungsi lebih baik sebagai pengusaha, pembicara, dan ya, manusia.

Manfaat Rutinitas Pagi Hari

Menurut Tim Ferris, rutinitas pagi hari adalah salah satu kebiasaan terbaik yang bisa kamu miliki di kehidupan ini. Ia mengibaratkan rutinitas pagi hari sebagai proses menyalakan sebuah komputer atau men-tune up mobil.

Saat kita baru bangun tidur, otak kita membutuhkan beberapa waktu untuk beroperasi dengan kapasitas penuh. Nah, rutinitas pagi hari yang baik akan membantu-mu untuk “memanaskan” hati dan pikiran-mu sehingga kamu bisa lebih siap untuk menghadapi masalah-masalah yang akan muncul hari itu. Dengan memulai hari-harimu dengan baik, tidak sulit untuk mengakhiri hari-hari-mu dengan baik juga.

Rutinitas pagi hari juga akan memberikanmu waktu untuk melakukan hal-hal yang paling penting. Seperti novelis, John Grisham, konon, untuk menyelesaikan dua novel pertamanya, ia akan bangun dua jam lebih pagi dan mulai menulis. Hal ini ia lakukan karena saat itu ia masih bekerja sebagai seorang pengacara dan sudah berkeluarga. Untuk keluar dari pekerjaannya dan menjadi seorang penulis profesional adalah sesuatu yang terlalu gila. Jadi solusinya: membangun rutinitas pagi hari untuk menulis.

Baru setelah ia mulai menjadi novelis yang sukses dan menghasilkan cukup uang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, ia berhenti menjadi pengacara dan menjadi seorang penulis profesional.

Jadi Rutinitas Pagi Hari Apa yang Baik Untukku?

Rutinitas pagi yang cocok untukmu sangat tergantung dengan dirimu sendiri. Rutinitas pagi seorang pemuda berumur 24 tahun yang ingin menjadi seorang penulis pasti berbeda dengan seorang pengusaha berumur 56 tahun yang sudah mempunyai anak dan istri. Namun sebagai acuan dasar, kamu ingin melakukan aktivitas yang akan mengasah beberapa aspek kehidupanmu seperti:

Fisik

Olahraga pagi adalah salah satu rutinitas pagi hari terbaik yang bisa kamu lakukan. Selain memacu jantung dan membuat badanmu kelihatan lebih seksi, olahraga pagi akan memberikanmu waktu untuk berpikir.

Pendiri Nike, Phil Knight sering menemukan berbagai inovasi baru dan solusi untuk masalah-masalah perusahaannya saat ia lari pagi. Hal yang sama juga dialami oleh Steve Jobs setiap kali ia berjalan-jalan mengitari rumahnya.

Olahraga yang kamu pilih tidaklah penting, yang penting adalah komitmen-mu untuk melakukannya setiap pagi dan kesenangan yang kamu dapatkan setelah melakukannya.

Mental

Melakukan aktivitas-aktivitas yang menstimulasi otak-mu jugalah rutinitas pagi hari yang baik.

Membaca buku-buku sastra dan menulis adalah dua aktivitas luar biasa yang menurutku bisa mempertajam pikiranmu. Buku-buku sastra biasanya akan memperluas pengetahuanmu terhadap dunia ini dan merubah persepsimu. Sedangkan menulis akan membantumu menata dan menganalisa isi pikiranmu, memastikan kamu sudah memiliki persepsi yang tepat di dunia ini. Keahlian ini memiliki banyak manfaat di dunia nyata, dan kamu tidak harus menjadi seorang penulis untuk merasakan manfaatnya.

Di sekitar tahun 161 AD, Kaisar Romawi, Marcus Aurelius menyimpan sebuah buku catatan untuk mendokumentasikan usahanya untuk mempraktikkan filosofi stoikisme dan menjadi manusia yang lebih baik. Sampai saat ini, Marcus Aurelius dikenal sebagai lima kaisar bijaksana terakhir dan bukunya, Meditations masih banyak ditemukan di toko buku.

Kamu bisa mulai melakukan hal yang sama dengan membeli sebuah buku tulis dan mencatat berbagai pelajaran kehidupan apa yang ingin kamu praktikkan hari ini.

Tentu jangan membatasi aktivitas pagi harimu dengan membaca buku-buku sastra dan menulis jurnal. Carilah aktivitas lain yang cocok untuk cara berpikirmu (kursus online, Audio-Book) dan lakukan hal itu.

Spiritual

Banyak orang memilih untuk memulai hari-hari mereka dengan meditasi dan doa. Aku tidak akan berpanjang lebar untuk menjelaskan manfaat dua aktivitas ini karena manfaat yang akan kamu dapatkan dari dua aktivitas ini biasanya sangatlah subjektif dan sangatlah bergantung dengan kepercayaanmu. Namun, fakta bahwa banyak orang mengaku merasa lebih baik setelah melakukan dua aktivitas ini menunjukkan bahwa ada manfaat psikologis yang bisa kamu dapatkan dari melakukan dua aktivitas ini. Jadi jika kamu merasa doa atau meditasi dapat membuat pikiranmu lebih damai, lakukan hal itu.

Emosional

Mungkin kamu adalah seorang profesional sibuk yang hampir tidak mempunyai waktu untuk istri dan anakmu. Jika itu adalah kasusnya, kamu mungkin mau menggunakan pagi harimu untuk memasak bersama istri atau sekedar ngobrol bersama anak-anakmu. Ya mungkin mereka akan menanggapimu sambil mengigau, tapi paling tidak mereka tahu bahwa kamu ada untuk mereka. Dan terkadang itulah yang istri dan anakmu butuhkan.

Jadi Bagaimana Aku Bisa Memulai Sebuah Rutinitas Pagi Hari?

Well, pertanyaan itu jauh lebih mudah dijawab daripada perkiraanmu. Ya, memang bagi beberapa dari kita, bangun lebih pagi dan melakukan sebuah aktivitas adalah sebuah penyiksaan emosional dan psikologis. Namun, dengan merubah sedikit kebiasaan dan persepsi kita, bangun lebih pagi akan menjadi jauh lebih mudah. Berikut adalah tiga tips untuk membangun sebuah rutinitas pagi hari

  1. Tidur lebih pagi

    Ya aku tahu, kamu sudah tahu hal ini. Aku sempat memperdebatkan apakah aku harus memasukkan tips sederhana ini atau tidak. Namun, setelah dipikir-pikir, tanpa tidur lebih pagi, bangun lebih pagi akan menjadi sangat sulit dan hampir tidak mungkin.

    Di malam hari, pikiran kita biasanya sudah lelah dan akhirnya kita hanya akan melakukan hal-hal tidak penting yang hanya membuang waktu kita. Itulah kenapa Barney Stinson, seorang karakter dari acara TV How I Met Your Mother pernah berkata tidak ada hal yang baik yang terjadi setelah jam 12 malam.

    2) Mulai sedikit demi sedikit

    Jika bangun tiga puluh menit lebih pagi sangatlah sulit untukmu, kenapa tidak mulai dengan bangun 15 menit lebih pagi?

    Poin dari sebuah rutinitas pagi hari adalah memulai sebuah kebiasaan positif setiap pagi. Jika kamu menemukan bahwa membuat komitmen untuk melakukan sesuatu setiap pagi terlalu sulit, komitmen itu tidak akan bertahan lama. Kamu biasanya akan menyerah di tengah jalan.

    Jadi, apa yang ingin kamu lakukan adalah membiasakan tubuhmu untuk bangun lebih pagi sedikit demi sedikit. Mulai dari 15 menit, lalu 1 bulan kemudian tambahkan 10 menit lagi sampai kamu bisa bangun 1 atau 2 jam lebih awal. Jangan memarahi dirimu sendiri jika kamu suatu hari gagal untuk bangun lebih pagi. Kuncinya adalah komitmen. Kamu ingin melakukannya setiap hari, sepanjang hidupmu. Jadi jangan terlalu sedih jika kamu melewatkan satu hari. 

    3) Mulai dengan aktivitas-aktivitas sederhana

    Aku tidak akan menulis begitu aku bangun. Jika aku melakukan hal itu, tulisanku biasanya akan terlihat seperti karangan anak SD. Aku biasanya memulai hari-hariku dengan membaca renungan harian Daily Stoics. Aku menemukan dua aktivitas sederhana itu membantu mempersiapkan hati dan otakku untuk menulis.

    Jadi jika kamu ingin lari pagi, jangan langsung lari mengitari rumahmu. Mulai dengan berjalan-jalan selama satu atau dua menit. Jika kamu ingin membaca sebuah buku pengembangan diri, mulailah dengan membaca blog post ringan seperti ehem… blog ini.

    Intinya, pikiranmu membutuhkan waktu untuk benar-benar sadar, jadi berikan otakmu sedikit waktu untuk melakukan hal itu.

Jika kamu mendapati post ini bermanfaat, silahkan subscribe ke blog ini dengan mencantumkan emailmu dibawah ini. Dengan melakukan hal itu, kamu akan mendapatkan artikel terbaruku langsung dan mendapatkan beberapa bonus lainnya seperti rekomendasi buku yang aku percayai akan merubah kehidupanmu setiap bulannya, dan berbagai artikel tambahan. Jadi, tunggu apa lagi?

 

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment