Quantcast
Love

Satu Karakteristik yang Harus Pasangan Anda Miliki

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Di post saya sebelumnya, saya menulis bagaimana anda tidak akan mungkin menemukan pasangan yang sempurna. Setiap orang di dunia ini pasti akan memiliki kelemahan dan kegelisahannya masing-masing.

Pertanyaannya adalah, bagaimana kita harus menghadapi kelemahan dan kegelisahan ini?

Di artikel ini, saya ingin menguraikan satu karakteristik paling penting yang harus anda cari dalam pasangan anda sebelum membuat komitmen bersamanya. Saat anda dan pasangan anda memiliki sifat ini, kelemahan anda dan pasangan anda tidak akan menghancurkan hubungan anda. Malahan, sifat ini mungkin bisa merubah kelemahan anda dan pasangan anda menjadi kekuatan.

Bagaimana Pasangan Saya Mengajari Saya Tentang Cinta

Pengalaman-pengalaman awal saya berpacaran dulu dipenuhi oleh intrik, manipulasi, dan eksploitasi. Peran kami di hubungan-hubungan itu terus bertukar antara korban/penolong dan penolong/korban. Hubungan-hubungan ini adalah pelajaran-pelajaran berharga, namun mereka juga menyebabkan kepahitan berkepanjangan di hati saya.

Dinamika ini terus bergulir sampai saya mulai mengubah diri saya dan berpacaran dengan wanita-wanita yang sehat secara emosional. Dari situlah saya mulai belajar untuk memahami sifat-sifat apa saja yang harus saya cari saat saya ingin berpacaran serius dengan seseorang.

Saya kemudian menemukan bahwa ada satu sifat paling penting yang pasangan anda harus miliki jika anda ingin memiliki sebuah hubungan yang kokoh. Beberapa dari kita memiliki beberapa kriteria yang membantu kita menentukan pasangan ideal kita: kepintaran, edukasi, tampang, atau status. Kriteria-kriteria ini mungkin terlihat penting, namun jika ada satu kriteria penting yang harus pasangan anda miliki, kriteria itu adalah:

Kemampuan untuk menyadari kekurangan diri sendiri, dan bertanggung jawab untuk kekurangan itu.

Masalah di dalam sebuah hubungan cinta adalah satu hal yang pasti. Pertengkaran pasti akan terjadi di dalam sebuah hubungan dan kedua belah pihak harus menghadapi kelemahan mereka masing-masing. Berapa lama sebuah hubungan berlangsung biasanya sangat bergantung pada seberapa rela kedua orang di dalam hubungan tersebut mengakui kelemahan mereka masing-masing dan mengkomunikasikan kelemahan-kelemahan itu secara terbuka.

Pikirkan pasangan anda dan tanyalah pada diri anda sendiri, “Bagaimana reaksi pasangan anda jika anda memberikan pasangan anda sebuah kritikan jujur tentang bagaimana ia bisa menjadi pribadi yang lebih baik?” Apakah ia akan marah? Menyalahkan dan mengkritik anda balik? Berkata bahwa anda tidak mencintainya? Memutuskan anda?

Atau, apakah mereka akan menghargai persepsi anda, walaupun pendapat anda sedikit menyakitkan atau tidak enak didengar? Apakah mereka akan memikirkan saran-saran anda dan berani membicarakan hal tersebut baik-baik? Bisakah ia melakukan hal tersebut tanpa menyalahkan siapa-siapa, tanpa membuat anda merasa marah atau jengkel?

Tidak?

Well, itu artinya mereka belum cukup dewasa untuk berhubungan dengan anda.

Namun, sebelum mencapai kesimpulan itu, pertanyaan paling penting yang harus anda jawab sekarang adalah ini: pikirkan pasangan yang sama, dan sekarang bayangkan mereka sedang memberikan kritikan positif kepada anda, menunjukan apa yang mereka percayai sebagai kelemahan terbesar anda. Bagaimana reaksi anda? Apakah anda tidak akan menggubris kritikan tersebut? Apakah anda akan menyalahkan mereka? Apakah anda akan memperdebatkan pendapat itu dengan logika? Apakah anda akan menjadi marah dan resah?

Kemungkinan besar, anda dan pasangan anda akan melakukan hal tersebut. Kebanyakan orang biasanya akan melakukan hal itu dan itulah mengapa mereka akhirnya berhubungan dengan satu sama lain.

Salah satu hal paling sulit yang bisa kita lakukan di dunia ini adalah membicarakan kelemahan kita secara terbuka dengan pasangan kita tanpa menyalahkan satu sama lain. Hanya beberapa orang di dunia ini yang bisa melakukan hal tersebut dengan baik. Sampai hari ini, setiap kali saya harus melakukan pembicaraan ini bersama ayah, teman, atau pacar saya, saya akan merasa jantung saya berdegup lebih kencang dan pikiran saya merasa tidak tenang.

Saya tidak pernah menyukai perasaan ini, namun pembicaraan ini adalah sesuatu yang wajib anda lalui jika anda menginginkan sebuah hubungan yang kokoh dan sehat. Satu-satunya cara anda akan bisa melakukan hal ini adalah dengan memulai hubungan anda- dari saat pertama kali anda bertemu – dengan kejujuran dan integritas, mengekspresikan emosi anda tanpa rasa malu, dan tidak dengan bermain cinta dengan pasangan anda.

Menahan emosi anda akan menarik seseorang yang juga akan menahan emosi mereka. Menyampaikan emosi dan perasaan anda dengan sehat dan jujur akan menarik seseorang yang juga akan mengekspresikan perasaan dan emosi mereka dengan sehat dan jujur.

Anda mungkin berpikir bahwa orang-orang seperti ini tidak ada di dunia ini. Namun, anda akan terkejut saat anda menyadari bahwa kejujuran emosional anda akan menentukan kejujuran emosional pasangan anda. Saat anda mulai membenahi diri anda sendiri, orang-orang yang akan anda temui akan mulai berubah menjadi lebih baik. Kegelisahan yang akan anda rasakan saat anda berpacaran akan mulai hilang dan berpacaran akan menjadi sesuatu yang menyenangkan. Ketakutan-ketakutan anda akan mulai sirna dan anda akan bisa mempercayai bahwa apapun yang terjadi, pasangan anda akan bisa menerima anda apa adanya.

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment