Quantcast
Love

Si Murid Pemabuk: Cerita Tentang Menjadi Diri Sendiri

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Seorang guru Zen memiliki ratusan murid. Mereka semua berdoa saat mereka harus berdoa, kecuali seorang murid yang selalu menghabiskan waktunya mabuk-mabukkan.

Guru itu bertambah tua dan suatu hari mulai mengidap penyakit misterius. Beberapa murid senior mulai membicarakan siapa yang akan menjadi pemimpin baru perguruan itu, seseorang yang akan menerima rahasia terbesar tradisi itu.

Namun, beberapa hari sebelum kematiannya, guru itu memanggil pengikut yang sering mabuk-mabukan tadi dan memberikan segala rahasia Zen kepadanya.

Pengikut yang lain menjadi marah.

“Ini memalukan!” mereka berteriak di jalanan. “Kita telah mengorbankan kehidupan kita pada guru yang salah, seseorang yang gagal untuk melihat kebajikan kita.”

Mendengar kericuhan di luar, guru yang sekarat itu berkata:

“Saya harus memberikan rahasia ini ke orang yang sudah sangat saya kenali. Semua pengikut saya terlihat baik dan bijak, mereka tidak mau saya melihat karakter negatif mereka. Itu adalah sesuatu yang berbahaya, karena kebaikan biasanya adalah sebuah topeng yang menutupi kesombongan, keangkuhan, dan kejahatan. Itulah mengapa saya memilih satu pengikut yang sudah saya kenali, seseorang yang kelemahan dan kekurangannya terlihat dengan jelas.”

 

Kunci Kebahagiaan: Kesempurnaan bukanlah segalanya. Kesempurnaan biasanya digunakan untuk menutupi kebencian, kedengkian, dan kesombongan seseorang. Terimalah segala kekuatan dan kelemahan anda apa adanya. Berhenti mencari kesempurnaan di dalam diri anda dan orang lain.

Jika anda mendapati tips ini bermanfaat dan ingin mendapatkan artikel-artikel terbaru saya lebih cepat, subscribe ke box dibawah ini atau like Facebook Page saya.

Jika anda ingin membaca artikel-artikel terpopuler saya yang lain, baca di sini.

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment