Quantcast
Live

Menemukan Pekerjaan Impianmu Dengan 3 Rencana Kehidupan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Minggu lalu kita sudah membahas bagaimana menemukan keunikan kita adalah kunci untuk menemukan pekerjaan impianmu. Kita juga membahas bagaimana menemukan pekerjaan impianmu adalah sebuah proses panjang yang terkadang mengharuskan kita untuk mengorbankan sesuatu. Nah pertanyaannya adalah, bagaimana kita mengaplikasikan prinsip-prinsip itu dan menemukan pekerjaan impianmu?

Gali Masa Lalumu

Seperti yang sudah kita bahas minggu lalu, cara paling mudah untuk menemukan keunikan kita adalah dengan menggali masa lalu kita dan menilik kembali ketertarikan masa kecil kita.

Coba ingat-ingat aktivitas seperti apa yang membuatmu tidak keberatan untuk melakukannya berkali-kali, sebuah subjek yang mengaduk rasa penasaranmu, sesuatu yang membuatmu bersemangat hingga kamu lupa diri dan ngompol di kelas. Keunikan ini sudah ada di dalam dirimu, jadi kamu tidak perlu bingung untuk mencarinya kemana-mana lagi. Kamu hanya perlu menggali masa lalumu dan menemukan apa yang sudah terpendam di dalam hatimu selama ini.

Berhenti membaca post ini sejenak, tutup matamu, dan coba ingat-ingat aktivitas apa yang membuatmu bahagia saat kamu masih kecil dulu? Ambil selembar kertas atau smartphonemu dan tulislah aktivitas-aktivitas itu. Jangan mencoba untuk menyensor pikiranmu dan jangan berpikir untuk mencoba melewati aktivitas ini.

Berikut adalah sebuah gambar untuk memastikan kamu melakukan latihan ini dengan benar.

Sudah? Mari kita lanjutkan diskusi kita.

Satu Mitos Tentang Pekerjaan yang Berarti

Apa yang biasanya membuat orang bingung saat ditanya apa yang ingin mereka lakukan dalam hidup adalah pemikiran bahwa mereka harus menemukan satu bidang atau karir yang tepat agar mereka bisa bahagia selamanya. Seolah-olah, mereka akan menjadi orang yang gagal jika mereka salah menjawab pertanyaan tadi…

Namun, ini tidak benar.

Pada dasarnya, kamu tidak pernah terikat dengan sebuah bidang atau karir, ada banyak pekerjaan di dunia ini yang cocok dengan keunikanmu. Contohnya, seseorang yang pandai bernyanyi mungkin bisa menjadi penyanyi Pop, penyanyi Opera, atau bahkan, pemandu Karaoke…

Tidak ada satu pekerjaan yang cocok untukmu. Dan itu adalah kabar yang baik. Berbagai hal di dalam hidup ini sebenarnya lebih mirip dengan lukisan abstrak daripada laporan laba rugi- ada banyak cara untuk menafsirkannya- dan mencari pekerjaan yang berarti adalah salah satunya.

Menanyakan bidang pekerjaan apa yang terbaik untukmu adalah pertanyaan yang konyol: itu seperti menanyakan mana yang lebih baik kaki kita atau tangan kita?

Kita harus menerima bahwa ada banyak pekerjaan di luar sana yang sebenarnya bisa membuat kamu bahagia. Kamu tidak ditakdirkan dengan satu bidang pekerjaan saja di dunia ini, kecuali jika kamu adalah Kim Jong Un…

Pada akhirnya, seperti mencari pasangan hidup, tidak ada satu pekerjaan yang tepat untukmu di dunia ini. Jadi jangan terobsesi untuk mencari satu pekerjaan yang tepat itu karena saat kamu mencoba untuk melakukan hal itu, kamu pasti akan kecewa…

Mendesain Kehidupan

Dengan memecahkan mitos tadi, kita sekarang bisa mulai menentukan pekerjaan yang paling cocok dengan keunikan-keunikan kita. Dan menentukan pekerjaan yang cocok dimulai dengan menciptakan beberapa rencana kehidupan.

Ya, kamu tidak salah baca. Langkah pertama yang harus kamu ambil jika kamu ingin menentukan pekerjaan yang tepat adalah dengan membayangkan dan menuliskan tiga rencana kehidupanmu lima tahun ke depan.

Coba untuk tidak melihat tiga rencana kehidupan ini sebagai rencana A, B dan C, dimana A adalah rencana terbaik, B adalah rencana yang kurang baik, dan C adalah rencana skenario terburuk. Rencana-rencana ini adalah sketsa kehidupan yang akan membantumu bereksperimen dengan hidupmu  (ini adalah langkah kedua untuk menentukan pekerjaan yang tepat, kita akan membahasnya minggu depan) dan membantumu menemukan pekerjaan yang berarti dalam hidup ini.

Untuk saat ini, ambil penamu dan tiga lembar kertas putih dan mari mulai merencanakan kehidupan.

Tiga Rencana Kehidupan

Buatlah tiga rencana kehidupan itu dalam format seperti ini:

Rencana pertama- rencana yang kamu jalani saat ini.

Rencana kedua- rencana kedua yang akan kamu jalani jika rencana pertama tiba-tiba mustahil untuk dilakukan.

Rencana ketiga- rencana ideal jika uang atau popularitas bukanlah sebuah masalah.

Buat tiga rencana alternatif untuk 5 tahun ke depan. Setiap dari rencana ini harus:

  1. Menunjukkan timelime visual: masukkan tujuan-tujuan yang berhubungan dengan karir dan kehidupan pribadimu seperti menulis buku pertama, mendapatkan perut six pack, dan mungkin, melepas kejombloanmu.
  2. Judul untuk setiap rencana untuk mendeskripsikan intisari dari rencana-rencana tersebut.
  3. Pertanyaan-pertanyaan untuk mengukur kesuksesan rencana-rencanamu. Di setiap kemungkinan kehidupan-kehidupan yang kamu ciptakan, kamu akan belajar berbagai hal baru tentang dirimu sendiri dan dunia ini. Hal-hal apa saja yang ingin kamu coba dan jelajahi di setiap versi kehidupanmu? Pertanyaan apa saja yang harus bisa kamu jawab untuk menentukan kesuksesan rencana itu?
  4. Sebuah skala dimana kamu bisa mengukur
  • Modal (apakah kamu punya modal- waktu, uang, keahlian, kenalan- yang cukup untuk menjalankan rencana itu?)
  • Passion (apakah kamu menyukai rencana ini?)
  • Keyakinan (apakah kamu yakin kamu bisa melaksanakan rencana ini?)
  • Integrasi (apakah rencana ini konsisten dengan nilai-nilai kehidupan dan keunikan kamu?)

Beberapa faktor-faktor lain yang ingin kamu pikirkan

  • Lokasi- dimana kamu akan hidup?
  • Pengalaman atau pelajaran apa yang akan kamu dapatkan?
  • Apa dampak atau hasil dari memilih rencana ini?
  • Bagaimana kehidupanmu akan berubah? Peran, industri, atau perusahaan apa yang ingin kamu jelajahi?


Catatan:

Pikirkan juga aspek-aspek kehidupanmu yang lain. Walaupun pekerjaan dan uang sangatlah penting untuk kehidupanmu beberapa tahun ke depan, ada beberapa aspek kehidupan lain yang ingin kamu perhatikan seperti hubungan atau kesehatan.

Jika kamu merasa kesulitan untuk membuat rencana-rencana ini, ambil kertas dimana kamu mencatat aktivitas-aktivitas yang membahagiakanmu saat kamu masih kecil dulu tadi, lalu gunakan kertas itu sebagai referensi.

Aplikasi

Oke, mari kita coba lihat contoh tiga rencana kehidupan yang baik. Tono adalah anak muda berumur 22 tahun yang baru saja lulus kuliah jurusan Desain. Sejak kecil, Tono gemar menggambar kartun Jepang. Setelah pulang sekolah, ia akan mengambil komik Jepang milik kakaknya dan meniru gambaran komikus-komikus itu. Seperti kebanyakan anak muda lain yang baru lulus kuliah, Tono merasa bingung dengan apa yang harus ia lakukan dengan hidupnya. Ia tahu ia suka menggambar dan mendesain sejak kecil, tetapi ia tidak tahu karir seperti apa yang ia inginkan.

Suatu hari, saat Tono sedang mengestalk wanita yang sedang ia kejar tiga bulan terakhir di Instagram, ia menemukan post ini dan mulai membacanya. Awalnya, ia tidak begitu tertarik, namun saat ia menemukan bahwa post ini bisa membantunya menemukan pekerjaan yang berarti, ia segera mengambil tiga lembar kertas HVS dan mulai membuat 3 rencana kehidupannya. (Terimakasih Magnus!)

Berikut adalah 3 rencana kehidupan Tono:

Rencana 1: Freelance Komikus

Tono menemukan bahwa menggambar komik membuat kehidupannya lebih berarti. Setiap kali ia duduk dan mulai menggambar, waktu tiba-tiba bergulir begitu cepat. Pikirannya menjadi jernih dan hatinya terasa damai.

Namun, ia tidak yakin menggambar komik akan mencukupi kebutuhan hidupnya. Ia harus mencari pekerjaan lain agar bisa bertahan hidup, paling tidak sampai komik-komiknya mulai terjual. Jadi, Tono berpikir bahwa menjadi Freelancer adalah solusi dari masalah itu.

Di rencana ini, ia bermaksud untuk melakukan jasa freelancer sampai ia bisa menerbitkan komik-komiknya di toko buku. Ia juga berandai-andai jika ia bisa menjadi freelancer handal, ia mungkin bisa membangun perusahaan desainnya sendiri.

Di rencana ini, ia juga menuliskan rencananya untuk menikahi Susi 4 tahun lagi (wanita yang sedang ia kejar tiga bulan terakhir).

Rencana 2: Part Time Komikus

Rencana ini sebenarnya hampir mirip dengan rencana pertama Tono, namun bedanya, alih-alih menjadi seorang freelancer, Tono bermaksud untuk melamar menjadi karyawan tetap sebuah perusahaan.

Ia merasa bahwa menjadi freelancer memang memberinya kebebasan untuk menggambar komik-komiknya kapanpun ia mau. Namun, melihat kondisi ekonomi yang semakin miris, ia takut menjadi freelance desainer hanya akan membuatnya menjadi pengangguran yang menyedihkan. Tono mulai berpikir bahwa mencari pekerjaan yang stabil adalah opsi yang lebih realistik. Toh, jika ia bisa membuktikan bahwa ia adalah desainer yang luar biasa, ia masih bisa membuka perusahaan desainnya sendiri.

Rencana 3: Komikus Professional

 

Ini adalah rencana ideal Tono. Jauh di dalam lubuk hatinya, Tono tahu menggambar komik memberinya jauh lebih banyak kebahagiaan daripada mengerjakan permintaan desain-desain orang lain. Namun, ia juga tahu menjadi komikus professional tidaklah mudah. Hanya beberapa komikus pemula yang berhasil menghasilkan uang dari komik pertamanya.

Tiba-tiba, entah itu karena wahyu dari surga atau otak jeniusnya, Tono berhasil menemukan sebuah cara untuk mendapatkan uang dari melakukan sesuatu yang ia cintai.

Yaitu menggambar komik bokep.

Ia masih ingat bagaimana teman-teman sekampusnya dulu rela berpuasa demi membeli koleksi DVD film porno milik kakak kelasnya. Ia masih ingat bagaimana mereka tidak pernah gagal untuk menyisihkan uang jajan mereka untuk berlangganan ke berbagai situs porno di Amerika. Kenapa ia tidak bisa membuat dan menjual komik pornonya sendiri?

Tono sadar bahwa ini mungkin bukanlah pekerjaan yang mulia. Namun paling tidak, dengan cara ini, ia bisa melakukan apa yang ia cintai, melatih kemampuan menggambarnya, dan dibayar untuk melakukan hal itu. Dan untuk saat ini, itulah yang paling penting.

Tono melihat rencana-rencana ini dengan bangga. Ia harus mengakui, ia menyukai rencana-rencana ini. Masalahnya, rencana mana yang harus ia jadikan kenyataan?

 

Nah itu adalah pertanyaan yang akan kita jawab minggu depan. Di post itu aku akan memberimu sebuah tools untuk mengetes rencana mana yang sebaiknya kamu jadikan kenyataan. Jadi jika kamu menikmati artikel ini, klik subscribe dibawah ini dan ikuti terus artikel-artikel terbaruku!

 

 

 

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

2 Comments

  1. kopi paste Reply

    Jika saya lupa dengan masa kecil saya yg mungkin sedikit menyedihkan , apa yg harus saya lakukan??

Write A Comment