Quantcast
Love

Arti Cinta Sejati

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Apakah sesuatu yang baik, mulia dan indah bisa menjelma menjadi sesuatu yang jahat, egois, dan kejam?

Apakah sesuatu yang dapat memberikan kehidupan juga dapat mengakhiri kehidupan?

Itulah kekuatan cinta; karena meskipun cinta bisa membuat anda orang paling bahagia di bumi ini, cinta juga dapat membuat anda menjadi orang yang paling sengsara di bumi ini. Ketika kita membuka hati kita untuk mencintai, mempercayai dan mengasihi, kita juga membuka hati kita untuk dikhianati, dilukai, dan disakiti. Namun, kebanyakan orang tidak menyadari hal ini, dan inilah yang mengapa kebanyakan hubungan di dunia ini gagal.

Pengkhianatan

Waktu kecil dulu, saya sering menonton film Disney. Satu hal yang membuat saya menyukai film-film Disney adalah melihat tokoh favorit saya menemukan cinta sejati mereka. Hal ini membuat saya percaya bahwa setiap kisah cinta harus berakhir dengan bahagia. Namun, kepercayaan itu sirna ketika saya bertemu dengan Clara (bukan nama sebenarnya).  Setelah berpacaran dengannya, saya sadar bahwa tidak semua kisah cinta harus berakhir bahagia. Clara adalah teman kos saya saat bersekolah di Singapura dulu, dan kami sering berkeliling Singapura bersama. Seperti kisah cinta lainnya, pelan-pelan cinta mulai tumbuh diantara kami dan kami pun mulai berpacaran.

Itu adalah pertama kalinya saya benar-benar mencintai seorang wanita, sehingga cinta saya padanya terasa meluap-luap. Namun, ketika saya mulai mempercayainya, ia malah berpacaran dengan pria lain. Dia berkata kepada saya, bahwa hubungan kami tidak akan bisa bertahan lama, dan akan lebih baik bila kita mengakhiri hubungan kami saat itu juga.

Rasa sakit memiliki cara sangat unik untuk mengubah seseorang. Hari itu, saya berjanji pada diri saya sendiri untuk tidak terluka seperti itu lagi. Saya bersumpah untuk menjadi orang yang lebih hati-hati, dan peka, saya tidak mau disakiti lagi. Tanpa saya sadari, dengan membuat janji-janji konyol seperti itu, saya telah menutup hati saya terhadap perasaan terindah di dunia ini, yakni Cinta.

Sejak hari itu, saya menganggap bahwa cinta sejati adalah sebuah konsep yang diciptakan oleh orang-orang naïf yang tidak memahami arti cinta yang sesungguhnya. Saya mulai melompat dari satu hubungan ke hubungan lain untuk mengisi lubang di kehidupan saya. Saya memulai setiap hubungan dengan hati-hati, terus mengingatkan diri saya sendiri untuk tidak terlalu mempercayai pasangan saya. Saya membangun hubungan-hubungan saya diatas ketakutan dan dimana ketakutan ada, cinta tidak akan bisa ada. Seperti seekor singa yang terluka, saya menjadi pria yang egois, sensitif, dan cepat marah. Hubungan saya tidak pernah bertahan lama, dan saya mulai menganggap cinta sebagai sebuah permainan.

Saya harus mengakui bahwa pada awalnya, saya merasa senang karena bisa dicintai tanpa mencintai. Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Agar cinta menjadi cinta, cinta  tidak bisa disimpan sendiri. Agar cinta dapat tumbuh di hati seseorang, cinta harus diberikan ke orang lain. Sebuah cinta yang terus disimpan didalam diri hanya akan membusuk dan meracuni hati. Walaupun saya merasa dicintai, saya mulai merasa kosong dan jenuh. Untungnya, saya menemukan sebuah kutipan indah dari C.S. Lewis yang akhirnya membuka mata saya pada arti cinta yang sesungguhnya. Dia mengatakan:

“Tidak ada investasi yang aman. Untuk mencintai, seseorang harus membuka hatinya pada orang lain. Cintailah apapun, dan hati Anda pasti akan remuk atau mungkin hancur. Jika Anda ingin memastikan hati anda utuh, Anda tidak boleh memberikan hati Anda kepada siapapun, bahkan untuk hewan sekalipun. Bungkus hati anda dengan hati-hati, lalu penuhi diri anda dengan hobi dan kemewahan-kemewahan kecil; menghindari semua hubungan yang ada; mengunci  hati anda di dalam sebuah peti mati dan keegoisan Anda Tapi dalam peti mati yang aman, gelap, dan pengap itu-hati anda akan berubah.  Hati anda tidak akan rusak, tidak bisa dipecahkan, tak tertembus, dan tidak bisa diperbaiki. Alternatif dari sebuah tragedi, atau setidaknya risiko tragedi, adalah hukuman Satu-satunya tempat di luar surga di mana Anda dapat benar-benar aman dari segala bahaya dan gangguan.. cinta adalah neraka. ”

Ketika saya mendalami kebenaran ini, membuka hati saya untuk mencintai lagi dan akhirnya mengalami apa yang saya pikir adalah cinta sejati; Saya belajar beberapa hal:

Mencintai seseorang berarti mengambil sebuah risiko; dan seperti risiko lain di dunia ini, pasti ada kemungkinan untuk gagal. Namun, untuk tidak mengambil risiko itu dan tidak mencintai sama sekali adalah keputusan terburuk yang seseorang bisa pilih. Meskipun anda aman dari rasa sakit, luka dan pengkhianatan cinta; anda akan melewatkan keindahan, sukacita dan kewelasan cinta. Saya menyadari sekarang bahwa mengambil risiko untuk mencintai seseorang dan dicintai balik oleh orang tersebut adalah perasaan paling indah di bumi ini. Melewatkannya berarti melepaskan hadiah terindah di bumi ini.

Memilih Cinta

Banyak orang meringis ketika mereka membaca kalimat terakhir karena pengalaman mereka dengan cinta mungkin tidak terasa seperti sebuah hadiah. Saya telah mendengar berbagai cerita horor tentang seorang pria yang tidak diperbolehkan bertemu dengan ‘saudaranya’ karena pacarnya cemburu; atau tentang seorang gadis yang tidak boleh memakai pakaian tertentu karena pacarnya merasa pakaiannya tidak senonoh. Bagi saya, agar cinta menjadi cinta, kedua belah pihak harus diberikan kebebasan untuk memilih. Cinta terwujud ketika dua orang memilih satu sama lain di tengah pilihan-pilihan yang ada. Tanpa adanya pilihan, hubungan cinta tidak pantas  disebut sebagai sebuah hubungan percintaan; hubungan tersebut adalah sebuah pemaksaan.

Istilah pemaksaan ini mungkin terdengar sedikit keras untuk Anda, tetapi ketika anda bertemu dengan banyak orang dan berbicara kepada mereka, anda akan menyadari bahwa banyak hubungan cinta masuk dalam kategori ini.

Banyak hubungan cinta putus karena salah satu dari pasangan tersebut berpikir bahwa ia dapat memiliki pasangannya. Namun, dengan mencoba untuk memiliki seseorang, Anda membatasi pilihan-pilihan orang itu. Ketika seseorang tidak memiliki pilihan; cinta tidak bisa tumbuh di hati orang itu. Hanya ketika dua pasangan tersebut bisa mencintai tanpa berusaha untuk memiliki satu sama lain, cinta sejati baru akan tumbuh.

Langkah Pertama menuju Cinta

Sekarang, setelah mengatakan semua itu, bagaimana kita bisa mulai menemukan cinta sejati?

Saya bukanlah seorang guru cinta, pickup artist atau bahkan seorang pendeta, tetapi jika ada satu hal yang saya pelajari tentang cinta selama ini adalah, bahwa cinta dimulai dari mencintai diri sendiri. Saya tidak meminta Anda untuk menjadi orang yang egois dan hanya mempedulikan diri sendiri; Saya meminta untuk mulai menghargai diri anda sendiri. Menerima kenyataan bahwa Anda adalah manusia tidak sempurna yang indah. Seseorang yang tidak memiliki cinta tidak akan pernah bisa untuk mencintai; ia hanya akan mengambil cinta. Bagaimana anda meminta seseorang yang bangkrut untuk memberikan anda uang? Seseorang yang tidak memiliki cinta tidak akan pernah bisa untuk mencintai; ia akan mencoba untuk mengendalikan cinta pasangannya, karena mereka takut kehilangan cinta yang sudah ia miliki.

Cinta dimulai dengan mencintai diri sendiri.

 

Sumber:

Four Loves by C.S. Lewis

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

4 Comments

  1. cinta dimulai Dari mencintai diri sendiri. satu fakta yang agaknya banyak dilupakan para pecinta jaman Sekarang. termasuk saya.
    thanks for the reminder, 🙂

Write A Comment