Quantcast
Live

Menemukan Pekerjaan Impianmu Dengan Eksperimen Hidup

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Menurut sebuah riset, kita akan menghabiskan paling tidak 90,000 jam dari waktu kita di dunia ini bekerja. Itu artinya ⅓ waktu kita di dunia ini akan habis bekerja…

Inilah mengapa menentukan pekerjaan apa yang ingin kita lakukan di dunia ini sangatlah penting. Jika kita tidak menanggapi isu ini dengan serius, kehidupan kita akan menjadi jauh lebih menyedihkan daripada karakter-karakter protagonis di kebanyakan sinetron Indonesia. Dan dalam kasus ini, ibu tirimu adalah pekerjaanmu… Brrrr!!

Nah masalahnya, saat kamu mencoba untuk mencari pekerjaan idealmu dan mulai menjelajahi pilihan-pilihan yang ada, berbagai pertanyaan seringkali akan mulai bermunculan di kepalamu.

Apakah mengejar mimpi-mimpiku akan membuat aku lebih bahagia? Apakah mimpi-mimpi ini hanya akan membuang-buang waktuku? Menjadikanku orang gagal yang hidup sendirian di sebuah gubug reyot dengan seekor kucing?

Percaya tidak percaya hal ini adalah ketakutan umum yang dirasakan banyak anak muda di dunia ini. Bahkan Steve Jobs muda pun sempat merasakan ketakutan ini. Ia menghabiskan masa mudanya berkeliling dunia, menjadi praktisi Zen Budhisme, dan mencoba berbagai diet-diet aneh untuk menemukan apa yang ingin ia lakukan dengan hidupnya.

Namun untungnya kamu tidak harus mengikuti jejak Steve Jobs, ada cara yang lebih baik untuk menjawab kegalauanmu. Dan kita akan membahas cara itu di post ini.

Bereksperimen Dengan Karirmu

Saat kamu mencoba untuk menyelesaikan masalah, masalah apapun itu, kamu membutuhkan data. Kamu membutuhkan data yang cukup untuk memahami penyebab masalah itu dan apa yang kira-kira akan terjadi jika kamu memutuskan untuk mencoba sebuah solusi baru. Namun sayangnya, saat kita membicarakan masalah kehidupan, kita tidak akan pernah memiliki data yang cukup untuk menemukan solusi yang tepat, apalagi saat kita membicarakan masa depan kita.

Cara terbaik untuk menyelesaikan masalah seperti ini adalah dengan ber-eksperimen dan dalam konteks ini, itu berarti ber-eksperimen dengan karir kita.

Intinya, kamu harus membangun eksperimen-eksperimen kecil untuk menjelajahi alternatif-alternatif karir idamanmu. Seperti yang aku bahas sebelumnya, menemukan karir yang cocok bukanlah sebuah jalan lurus. Kamu harus menciptakan karir idamanmu selangkah demi selangkah, melakukan eksperimen-eksperimen kecil seperti seorang ilmuwan gila…

Manfaat Eksperimen

Kita bereksperimen untuk menjelajahi opsi kita, menciptakan pengalaman, membuktikan asumsi, belajar dari kegagalan, memahami masa depan yang ingin kita bangun, memahami diri kita sendiri, dan tentunya, orang lain.

Eksperimen yang baik akan membuatmu fokus pada satu aspek dari masalah kita dan mendesain pengalaman-pengalaman yang memberikanmu kesempatan untuk mencoba beberapa karir yang kira-kira cocok untukmu. Eksperimen akan membantumu membayangkan kira-kira seperti apa rasanya bekerja di bidang x, y, atau z, dan membantumu memilih karir yang tepat. Atau dalam konteks ini, karir yang paling tepat untukmu saat ini.

Dengan bereksperimen, kamu bisa membayangkan masa depanmu seolah-olah kamu sudah menghidupinya.

Ada dua cara kamu bisa melakukan eksperimen ini.

1# Eksperimen Verbal

Cara termudah untuk ber-eksperimen dengan karirmu adalah dengan melakukan sebuah eksperimen verbal. Itu artinya mencari seseorang yang sudah bekerja di bidang yang ingin kamu gandrungi dan menanyakan beberapa pertanyaan untuk memahami pekerjaan itu lebih dalam. Kamu ingin mencari seseorang yang sudah memiliki hidup yang selama ini kamu bayangkan, atau seseorang dengan pengalaman di satu bidang yang ingin kamu kuasai. Bukan karena dia ganteng atau cantik.

Cerita yang ingin kamu dapatkan adalah cerita pribadi tentang bagaimana orang itu bisa melakukan apa yang ia lakukan, atau bagaimana ia bisa menguasai bidang itu, dan bagaimana rasanya melakukan apa yang ia lakukan.

Kamu ingin mendengar apa yang orang itu benci dan cintai dari pekerjaannya. Kamu ingin mengetahui seperti apa jadwal sehari-harinya, dan kamu ingin membayangkan apakah kamu bisa melakukan pekerjaan itu- dan mencintainya- berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun ke depan. Di atas semua itu kamu juga ingin mengetahui bagaimana mereka bisa sampai di posisi itu- di bidang karir tersebut.

Tentu kamu tidak ingin menakut-nakutinya dengan pertanyaan-pertanyaanmu. Jelaskan pada mereka kenapa kamu ingin tahu bagaimana rasanya bekerja di bidang yang mereka geluti itu. Ini bukanlah wawancara kerja atau sebuah usaha PDKT, jadi tarik napas sejenak dan cobalah untuk terlihat santai.

#2 Eksperimen- Eksperimen Kecil

Tentu selain berbincang-bincang dengan orang yang sudah bekerja di bidang yang ingin kamu geluti itu, kamu juga harus mencari kesempatan untuk mencoba bekerja di bidang tersebut. Hal ini memberikan kita kesempatan langsung untuk merasakan bagaimana rasanya bekerja di dalam pekerjaan itu. Kebanyakan dari kita tidak tahu seberapa menyenangkannya sebuah pekerjaan sampai kita mencobanya sendiri.

Eksperimen ini bisa kamu lakukan dalam bentuk: menghabiskan satu hari mengikuti seorang profesional ke kantornya, menerima proyek satu minggu secara cuma-cuma, atau internship tiga bulan (beberapa perusahaan biasanya memiliki program intern, cobalah untuk mencarinya di internet).

Dan jika kamu tidak menemukan kesempatan-kesempatan tadi, kamu bisa bertanya,

“Proyek apa yang membuatku bersemangat dan memberikanku banyak kesempatan untuk belajar?”

“Proyek apa yang akan menciptakan sebuah dampak yang besar pada organisasiku? Klienku? Masyarakat?

Lalu cobalah untuk mencari proyek-proyek kecil yang memadukan keunikanmu dan kebutuhan orang-orang yang ada di sekitarmu.

Melakukan eksperimen-eksperimen kecil ini pelan-pelan akan mengarahkanmu ke sebuah karir yang cocok untukmu, sebuah karir di mana tujuan kehidupanmu, ketertarikanmu, dan kebutuhan dunia bertemu.

Hal ini akan membebaskanmu dari tekanan untuk menemukan satu pekerjaan yang tepat yang akan membuatmu bahagia selamanya.

Ingat, menemukan pekerjaan yang tepat adalah sebuah proses. Anggaplah eksperimen-eksperimen ini sebagai langkah-langkah kecil untuk mencapai pekerjaan idamanmu.

Rencana Kehidupan dan Eksperimen

Post ini sebenarnya adalah lanjutan dari post minggu lalu, di mana kita membahas bagaimana cara membuat tiga rencana kehidupan untuk menjelajahi dan menemukan kehidupan idaman kita. Dengan menggunakan eksperimen-eksperimen kecil, kamu bisa menentukan rencana kehidupan mana yang sebaiknya kamu jadikan kenyataan. (Jika lo belum membaca post ini, kamu bisa membacanya dengan mengeklik link ini terlebih dahulu).

Mari kita kembali ke contoh Tono si komikus yang kita bahas minggu lalu.

Seperti yang sudah dituliskan di post sebelumnya, Tono ingin menjadi seorang komikus profesional. Dan dengan membuat 3 rencana kehidupan, ia menemukan bahwa ada 3 jalan yang bisa ia tempuh untuk menjadikan mimpinya sebuah kenyataan.

Rencana 1: Menjadi komikus paruh waktu sambil bekerja sebagai freelance desainer.

Rencan 2  : Menjadi komikus paruh waktu sambil bekerja di sebuah perusahaan sebagai desainer.

Rencana 3 : Menjadi pembuat komik bokep.

Untuk menentukan rencana apa yang harus Tono pilih, ia bisa melakukan beberapa eksperimen seperti berikut

Eksperimen untuk rencana 1:

  • Menanyakan kakak kelasnya yang bekerja sebagai part time designer bagaimana rasanya bekerja di bidang itu.
  • Menerima 3 freelance design job untuk menentukan apakah rencana ini cukup layak untuk dikerjakan
  • Mencoba mengirim komik pendek ke LINE Webtoon

Hipotesa yang ingin dibuktikkan dari rencana 1

  • Apakah bekerja sebagai freelance desainer akan memenuhi kebutuhanku?
  • Apakah membuat komik paruh waktu memungkinkan?

Eksperimen untuk rencana 2:

  • Mencari program intern desainer selama 3 bulan
  • Mencoba mengirim komik pendek ke LINE Webtoon

Hipotesa yang ingin dibuktikkan dari rencana 2

  • Apakah bekerja di perusahaan memberikanku cukup waktu untuk menggambar komik?
  • Apakah membuat komik paruh waktu memungkinkan?

Eksperimen untuk rencana 3:

  • Mengupload komik bokep pertamanya ke situs porno
  • Menjual komik bokep lewat media sosial

Hipotesa yang ingin dibuktikkan dari rencana 3:

  • Apakah gambaranku cukup baik untuk diterima masyarakat.
  • Bisakah komik bokepku terjual?

Seperti yang kamu lihat, eksperimen-eksperimen Tono dilengkapi dengan hipotesa yang ingin ia buktikkan. (Jika kamu ingat, hipotesa adalah asumsi yang ingin kamu buktikan dari eksperimen kamu). Dari hasil eksperimen-eksperimen Tono, ia bisa menentukan rencana mana yang sebaiknya ia jalani jika ia ingin menjadi seorang komikus profesional.

Aku tahu, ini mungkin adalah sebuah konsep yang baru untukmu. Jadi jika kamu mempunyai pertanyaan, silahkan tulis pertanyaanmu di fitur comment di bawah ini atau message aku lewat Facebook pageku. Aku akan berusaha menjawab pertanyaanmu sebaik mungkin (aku berjanji tidak akan menawari produk MLM).

Pada akhirnya, aku yakin dua tools ini (rencana kehidupan dan membuat eksperimen hidup) akan membantumu  menjelajahi pekerjaan-pekerjaan apa saja yang cocok untukmu. Namun, setelah melakukan semua ini, ada satu langkah penting yang harus kamu lakukan, yaitu:

Memilih pekerjaan yang tepat.

Berpuluh-puluh tahun yang lalu memilih pekerjaan yang tepat adalah sebuah perkara yang mudah. Jika ayahmu adalah pedagang bakso, biasanya kamu akan bekerja sebagai pedagang bakso atatu suplier mie dan tepung. Jika ayahmu adalah seorang petani, biasanya kamu akan menjadi seorang petani atau peternak sapi. Jika ayahmu adalah seorang gigolo… ehmm… Oke lupakan kalimat itu dan mari lanjut saja…

Di dunia yang serba terhubung ini, lapangan-lapangan pekerjaan baru mulai terbuka. Kesempatan ada di mana-mana (terakhir kali aku cek, ada orang yang dibayar untuk mengepost foto-foto mereka di social media! Damn!) dan untuk pertama kalinya, manusia memiliki berbagai pilihan dalam karier mereka.

Namun, pilihan-pilihan ini biasanya malah membuat kita bingung. Kita takut jika kita salah memilih, kita akan menyesal karena telah melewatkan sebuah kesempatan emas. Dan ujung-ujungnya kita tidak akan melakukan apa-apa.

Inilah kenapa membuat pilihan yang tepat membutuhkan keahlian tersendiri. Dan itulah apa yang akan kita bahas minggu depan…

So, ikuti terus blog ini dengan mengeklik tombol “subscribe”  dibawah ini.

 

 

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

2 Comments

  1. Pa magnus saya merasakan tiap hari bekerja seperti ibu tiri sesuai yang bapak bilang,hee saya berusaha bekerja sebaik mungkin tapi hati kecil saya bertentangan saya bukan pegawai yang pandai bicara,saya sering jadi tameng kemarahan pak sebelumnya saya jelaskan dulu pekerjaan saya sebagai planner tapi saya bukan planner yang merdeka, pak magnus apa yang harus saya lakulan bertahan atau saya cari pekerjaan lain.

    • Hi Titik, terimakasih atas pertanyaanmu. Saya percaya bahwa pada akhirnya setiap orang harus melakukan pekerjaan yang mereka cintai; dan jika saat ini kamu tidak mencintai pekerjaanmu, mungkin kamu ingin memikirkan kembali karirmu. Namun, sebelum kamu membuat keputusan apa-apa; kamu mungkin mau memikirkan keadaanmu saat ini dan membuat rencana dari situ. Setiap orang memiliki kondisi yang berbeda-beda jadi sangat tidak mungkin bagi saya untuk memberikan nasihat dari sebuah comment board (saya bukan cenayang).

      Tapi jika kamu memang serius ingin mencari pekerjaan yang kamu cintai, dua tools yang saya tulis di blog ini (3 rencana hidup dan eksperimen hidup) mungkin bisa membantumu 🙂

      Semoga ini membantu 🙂

Write A Comment