Quantcast
Love

Hubungan Cinta Yang Sebenarnya Itu… Membosankan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Seperti kebanyakan cowok normal di dunia ini, aku paling benci jika seseorang mengajakku menonton film drama. Aku sebenarnya tidak pernah punya masalah dengan film drama itu sendiri. Film itu memang dibuat sedramatis dan semelankolis mungkin untuk memainkan perasaan penontonnya, dan itu adalah sesuatu yang wajar. Para sutradara memang dibayar untuk itu.

Masalahnya adalah saat orang yang mengajakku  menonton film-film ini menggunakan film itu sebagai sebuah standar untuk mengukur kualitas hubungan mereka. Aku tidak tahan dengan mereka karena biasanya orang-orang ini mempunyai ekspektasi yang sangat tidak nyata dengan hubungan mereka. Dan ujung-ujungnya, setelah film itu selesai, kita biasanya akan berdebat tentang apa itu artinya sebuah hubungan yang bahagia. Aku akan berargumen bahwa tokoh-tokoh di film itu adalah orang-orang idiot, sementara temen nontonku akan berargumen bahwa pemeran utama di film itu adalah orang-orang romantis yang sangat memahami cinta. Sebuah argumen tidak penting yang bisa berlangsung berjam-jam.

Aku melakukan semua itu karena setelah beberapa kali berpacaran, merasakan sakitnya putus cinta, dan menyanyikan lagu “When I Was Your Man” setiap kali aku putus, aku sadar, mau dibandingkan dengan cara apapun, hubungan -hubungan yang kita lihat di layar kaca pasti akan lebih menarik dan seru daripada hubungan-hubungan kita di dunia nyata.

Padahal, hubungan yang menarik belum tentu adalah hubungan yang bahagia…

Hubungan yang Nyata Adalah Hubungan yang Membosankan…

Percaya tidak percaya hubungan terbaik itu biasanya membosankan karena hubungan-hubungan terbaik di dunia ini biasanya terbebas dari drama dan konflik. Jika kalian sering menonton film-film  Drama dan menyukai genre itu, coba berhenti sejenak dan pikirkan, apa yang biasanya membuat film-film ini menarik?  Apa yang membuat lo ingin terus menonton film ini?

Aku yakin, kamu akan sadar bahwa selain aktor dan artis kece yang memainkan film ini, apa yang membuat film-film ini menarik adalah konflik-konflik yang harus dihadapi tokoh-tokoh utama di film itu untuk berhubungan dengan satu sama lain.

Hubungan Bella Swann dan Edward Cullen tidak akan semenarik itu jika Edward Cullen bukanlah seorang vampir yang berkilau di bawah sinar matahari dan keluarga Cullen tidak sedang berperang dengan vampir-vampir lain.

Hubungan Anastasia Steele dan Christian Grey tidak akan semenarik itu jika Christian Grey adalah seorang rakyat jelata dan bukan seorang miliader psikopat yang menyukai BDSM dengan masa lalu yang kelam.

Hubungan Cinta dan Rangga tidak akan semenarik itu tanpa teman-teman Cinta yang menurutku super posesif… (nyalahin Cinta karena ia lebih memilih gebetan barunya ketimbang teman-temannya? Come on girls… Namanya juga Cinta kan?)

Intinya tanpa konflik, hubungan tokoh-tokoh ini tidak akan menjadi semenarik itu. Hubungan mereka akan menjadi seperti hubungan-hubungan kita: flat, membosankan, dan gitu-gitu aja… dan di dunia nyata, tidak ada yang salah dengan hal itu…

Hubungan Tanpa Konflik Bisa Berarti Dua Hal.

Pertama, dua orang di dalam hubungan itu tidak mampu untuk mengemukakan perasaan mereka dengan jujur sehingga mereka memilih untuk memendam kemarahan dan kejengkelan mereka di dalam hati, seperti kebanyakan tokoh-tokoh protagonis di dalam sinetron Indonesia.

Jika ini adalah kasusnya, kamu mungkin mau membaca artikelku tentang keterbukaan dan berpikir dua kali apakah kamu ingin melanjutkan hubungan itu atau tidak. Hubungan yang bahagia adalah sebuah tempat di mana kamu bisa menjadi dirimusendiri. Jika kamu harus berpura-pura untuk menjaga hubunganmu, ada yang salah dengan hubungan itu. Dan hal terbaik yang bisa kamu lakukan saat ini adalah mengevaluasi hubunganmu, lalu melihat apakah hubungan itu layak dilanjutkan. (Kamu bisa mengecek artikelku tentang keterbukaan dan batasan setelah ini jika kamu mau. Di artikel-artikel itu aku menunjukkan petingnya keterbukaan dan batasan yang kuat dalam sebuah hubungan yang bahagia).

Kedua, hubungan tanpa konflik juga bisa berarti dua orang di dalam hubungan itu adalah dua orang dewasa yang memahami bagaimana cara menyelesaikan sebuah konflik dengan sehat. Mereka sudah memahami bagaimana mengkomunikasikan perasaan mereka secara jujur sekaligus bertanggung jawab atas perasaan dan tindakan mereka masing-masing. Mereka memahami bahwa sebuah hubungan terkadang akan terasa membosankan, namun mereka juga menyadari bahwa di tengah kebosanan itu, mereka akan menemukan keamanan, penerimaan, dan tentunya cinta…

Sebuah hubungan yang tidak stabil mungkin akan terasa menyenangkan pada awalnya. Cintamu terhadap satu sama lain terasa menggebu-gebu, berapi-api, dan tidak bisa diprediksi. Namun, biasanya, hubungan-hubungan seperti itu tidak akan bertahan lama, dan berakhir dengan tragis. Hubungan-hubungan seperti ini lebih enak ditonton daripada dijalani…

Orang-Orang Nyata Adalah Orang-Orang yang Membosankan

Alasan kedua kenapa aku membenci orang-orang yang kecanduan menonton film drama adalah karena mereka juga biasanya memiliki ekspektasi yang tidak nyata terhadap pasangan mereka.

Kebanyakan manusia di dunia ini itu rata-rata… membosankan….

Setiap harinya, mereka harus makan dua sampai tiga kali, tidur enam sampai delapan jam, buang air kecil, dan tentunya, buang air besar..

Tentu beberapa manusia di dunia ini memiliki kehidupan yang luar biasa. Mereka mempunyai beberapa pesawat pribadi, dibayar milyaran dolar untuk melakukan pekerjaan mereka, tinggal di rumah-rumah mewah, dan bisa memutuskan untuk berlibur kemana saja kapanpun mereka mau.

Tapi kamu harus sadar. Orang-orang ini hanya merepresentasikan 1% populasi manusia di bumi ini. 99% manusia lain di dunia ini adalah orang-orang yang harus bekerja dari jam delapan sampai jam empat sore, mempunyai rumah-rumah sederhana, dan terkadang harus menebeng teman-teman mereka untuk bepergian.

Kebanyakan orang di dunia itu membosankan. Dan itu adalah sesuatu yang normal.

Kamu harus memahami bahwa aktor dan artis yang kamu lihat di layar kaca telah menghabiskan hampir seluruh waktu dan tenaga mereka untuk menciptakan sebuah sosok pria atau wanita yang terlihat sempurna di mata kita. Mereka bukanlah manusia sempurna, mereka hanya berpura-pura untuk menjadi sempurna selama beberapa jam.

Namun di dunia nyata, kesempurnaan adalah sebuah tujuan yang mustahil. Seperti yang aku bahas sebelumnya, tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Dan itu tidak apa-apa. Ketidaksempurnaan adalah bagian dari menjadi manusia. Kelemahan dan kerapuhan kitalah yang menarik kita terhadap satu sama lain.

Saat kita mampu mencintai kekuatan DAN kelemahan pasangan kita, kamu akan menyadari kebahagiaan yang selama ini kamu cari sebenarnya sudah ada di sisimu. Kamu hanya terbutakan oleh ekpekstasi-ekspektasi palsu yang kamu dapatkan dari film-film yang kamu tonton dan artis-artis yang memainkannya…

Rubah ekspektasi itu sekarang juga….

Jika kamu menemukan artikel ini bermanfaat dan ingin mendapatkan artikel-artikel terbaruku lebih cepat, cantumkan Emailmu dibawah ini dan klik subscribe. Dengan melakukan hal itu, kamu akan mendapatkan Ebook tentang cinta, artikel bonus, dan rekomendasi buku setiap bulannya.

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment