Quantcast
Live

Tips Melawan Kegalauan dan Membuat Keputusan Lebih Baik

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Oke, aku yakin setelah membaca post tentang 3 Rencana Kehidupan dan Eksperimen Hidup, kamu kurang lebih sudah mempunyai gambaran yang lebih jelas tentang karier yang kamu inginkan. Namun, gambaran-gambaran ini tidak cukup untuk menciptakan sebuah karier. Kamu harus membuat pilihan yang tepat, dalam artian bukan pilihan yang 100% benar (karena pilihan seperti itu tidak ada), tetapi sebuah pilihan yang mantap. Sebuah pilihan yang kamj percayai. Sebuah pilihan yang membuat hatimu tenang. Dan membuat pilihan seperti itu membutuhkan sebuah keahlian tersendiri. Sebuah keahlian yang akan kita bedah di post ini.

Kenapa Kita Harus Membuat Pilihan?

Saat kita masih kecil dulu, keinginan kita sepertinya tidak ada habisnya. Kita selalu menginginkan mainan baru, gadget baru, baju baru, atau dalam kasus tertentu, pacar baru. Dan anak-anak kecil biasanya bisa bertingkah seperti itu karena mereka masih belum tahu bahwa ada harga yang harus mereka bayar untuk mendapatkan sesuatu. Mereka hanya belum merasakannya. Mereka tidak perlu bersusah payah untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Apa yang mereka inginkan bisa mereka dapatkan dengan sedikit rengekan dan kata terima kasih yang manis. Seorang anak biasanya tidak akan pernah tahu jerih payah, perjuangan, dan pengorbanan yang orang tua mereka harus bayar untuk memenuhi keinginan mereka…

Namun, seiring berjalannya waktu, saat kita bertambah dewasa, kita mulai sadar bahwa apa yang kita inginkan tidak akan datang begitu saja. Kita harus berjuang, bekerja, dan berusaha keras untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.

Kita mulai sadar bahwa keinginan kita datang dengan daftar harga mereka masing-masing. Dan seiring berjalannya waktu, kamu juga akan menyadari bahwa sumber daya, tenaga, dan waktumu di dunia ini sangatlah terbatas. Kamu tidak mungkin bisa mengingkan segalanya, karena saat kamu mengingingkan segalanya, kamu tidak mungkin bisa mendapatkan apa-apa…

Dan itulah kenapa kita harus membuat pilihan…


Memilih Kesuksesan

Hal ini juga berlaku untuk kesuksesan dan karier kita. Ya, mungkin ada banyak karier di luar sana yang bisa cocok dengan keunikan kita. Namun pada akhirnya, jika kamu ingin sukses dalam sebuah karier, kamu harus membayar harga untuk sukses dalam karier itu.

Untuk mencapai kesuksesan, seseorang tidak hanya harus mencintai pekerjaannya, tetapi juga menjadi ahli dalam melakukan pekerjaan itu, dan yang paling penting, memenuhi sebuah kebutuhan nyata di dunia ini.

Semua ini membutuhkan sumber daya, usaha, dan waktu. Namun, tidak ada orang yang memiliki sumber daya, usaha, dan waktu yang tak terbatas di dunia ini.

Itulah kenapa kita harus membuat pilihan, walau terkadang itu artinya, melepaskan pilihan-pilihan lain…

Tips Membuat Pilihan Lebih Baik

Membuat pilihan yang lebih baik bukan berarti membuat pilihan yang lebih benar, karena benar tidaknya sebuah pilihan tidak akan kita ketahui sampai kita menjalani pilihan kita. Membuat pilihan yang lebih baik adalah tentang bagaimana cara kamj membuat pilihan dan bagaimana kamu menghidupi pilihan-pilihan itu, bukan tentang membuat pilihan yang tepat.

Berikut adalah empat cara untuk membuat pilihan yang lebih baik:

  1. Kumpulkan dan ciptakan beberapa alternatif pilihan

    Jika kamu sudah mengikuti dua postku sebelumnya, aku yakin kamu sudah mempunyai berbagai alternatif hidup yang menarik. Dalam langkah ini kamu ingin menjelajahi dirimu sendiri, melihat pilihan-pilihan yang ada, dan ber-eksperimen dengan pilihan-pilihan itu. Dengan melakukan tiga hal itu, kamu akan mempunyai banyak ide dan alternatif-alternatif yang bisa kamu pilih. Jika kamu masih belum mempunyai cukup banyak ide untuk membuat pilihan, aku menyarankanmu membaca artikelku tentang Tiga Rencana Kehidupan dan Eksperimen Hidup lagi.
  2. Sederhanakan pilihan-pilihanmu

    Oke, kamu sekarang sudah mempunyai berbagai pilihan menarik, tetapi saat kamu melihat pilihan-pilihan itu, kamu tiba-tiba menjadi galau. Kamu menemukan dirimu tidak bisa membuat pilihan dengan penuh percaya diri, dan kamu mulai berpikir kamu telah membuat sebuah kesalahan. Kamu merasa kamu belum meriset dan memahami pilihan-pilihanmu dengan baik.

    “Coba aku punya informasi lebih baik dan gambaran yang lebih jelas tentang pilihan-pilihan ini, aku pasti akan bisa membuat pilihan ini dengan mudah…” pikirmu.

    Dan dari situ kamu mulai melakukan riset lagi, kamu mulai memawancarai orang-orang yang sudah melakukan pekerjaan idealmu dan membuat eksperimen-eksperimen kecil lagi. Dan itu tidak akan bekerja karena walaupun tidak mempunyai informasi yang cukup terkadang adalah sebuah masalah, kekurangan informasi biasanya bukanlah masalah utamanya.

    Jika kamu seperti kebanyakan dari kita, alasanmu tidak bisa membuat keputusan bukanlah karena kamu kekurangan informasi- kecenderungan itu disebabkan oleh panjang daftarmu dan hubunganmu dengan opsi-opsi itu. Eksperimen berikut akan mengilustrasikan poinku:

    Seorang profesor psiko-ekonomis bernama Sheen Iyengar dari sekolah bisnis pernah melakukan sebuah eksperimen yang menarik. Suatu hari, Iyengar dan asistennya menaruh sebuah meja dengan 6 jenis selai buah-buahan di sebuah supermarket. Ia lalu memasang sebuah CCTV dan memperhatikan apa yang pendatang supermarket itu lakukan- siapa yang berhenti dan melihat-lihat, dan siapa yang berhenti melihat-lihat, lalu membeli selai itu. Satu minggu kemudian, dengan enam jenis selai, mereka menemukan bahwa 40% pendatang supermarket itu akan berhenti untuk melihat-lihat selai tersebut dan sepertiga dari orang-orang itu kemudian akan membeli sebuah selai (13% dari jumlah pendatang).

    Beberapa minggu kemudian di supermarket yang sama dan di waktu sama, Iyengar dan timnya kembali dengan 24 jenis selai buah-buahan. Kali ini 60% pendatang supermarket itu berhenti dan melihat-lihat. Namun, hanya 3% pendatang-pendatang itu yang membeli sebuah selai.

    Riset ini mengilustrasikan tiga poin yang menarik. Pertama, manusia menyukai pilihan, semakin banyak pilihan kita, semakin kita akan merasa bahagia. Kedua, pilihan yang terlalu banyak membuat otak kita bingung. Menurut sebuah riset, otak kita hanya bisa memilih antara 3-5 pilihan secara efektif, saat kita dihadapkan lebih dari itu, kemampuan kita untuk membuat pilihan akan menurun. Otak kita seakan-akan membeku di depan pilihan-pilihan ini. Ketiga, riset ini mungkin menjelaskan kenapa Pak Sukarno, Bang Rhoma Irama, dan AA Gym tidak pernah bahagia dalam pernikahan mereka…

    Pada prinsipnya, jika pilihan-pilihanmu membuatmu bingung, itu artinya kamu tidak punya pilihan. Pilihan adalah sesuatu yang bernilai di kehidupanmu saat pilihan itu bisa dipilih.

    Jadi langkah kedua yang harus kamu lakukan adalah menyederhanakan daftar rencanamu. Coret rencana-rencana yang menurutmu kurang relevan. Pastikan kamu hanya mempunyai 3-5 rencana kehidupan.
  3. Buat pilihan itu!

    Untuk membuat keputusan yang lebih baik kamu harus memahami cara otakmu bekerja.

    Menurut riset-riset terbaru tentang otak manusia, bagian otak manusia yang paling berperan penting dalam proses pembuatan sebuah pilihan adalah basal ganglia. Bagian otak ini tidak terhubung dengan otak verbal kita, sehingga basal ganglia tidak berbicara dengan kata-kata. Ia berbicara dengan perasaan. Perasaan-perasaan ini muncul berdasarkan pengalaman baik dan buruk yang sudah kita kumpulkan sepanjang kehidupan kita. Inilah kenapa membuat keputusan yang lebih baik tidak hanya membutuhkan logika, tetapi juga insting dan perasaan kita.

    Inilah kenapa saat kita merasa galau dan tidak mengerti pilihan mana yang harus kita ambil, hal terakhir yang kita butuhkan adalah lebih banyak informasi. Saat otak kita menjadi terlalu berisik, kita tidak bisa mendengar suara hati kita.Kunci langkah ketiga ini adalah untuk membuat keputusan tidak hanya dengan logika dan akal sehat kita, tetapi juga dengan insting dan perasaan kita. Aku tidak berkata kamu harus membuat keputusan dengan mengandalkan perasaanmu saja, karena kita tahu banyak orang yang melakukan hal itu biasanya berakhir di sebuah karaoke dengan seorang pelacur atau membeli tas bermerk yang dua kali lipat lebih mahal dari gaji mereka. Yang aku maksud disini adalah menyatukan perasaan dan logika kita untuk membuat keputusan yang lebih baik.

    Selama ratusan tahun, filsuf-filsuf dunia menyarankan kita untuk melakukan hal-hal seperti menulis jurnal, berdoa, dan latihan-latihan spiritual seperti meditasi, Yoga, atau Taichi untuk mempertajam perasaan dan insting kita. Kamu bisa mencoba salah satu aktivitas di atas untuk lebih memahami perasaanmu.

    Untuk saat ini, carilah tempat yang tenang  dan cobalah untuk mendengar isi hatimu (seperti gambar anak dibawah). Dengarkan apa yang sebenarnya kamu inginkan…

  4. Terima dan jalani saja

    Alasan utama kenapa kita merasa kesulitan untuk membuat keputusan adalah karena keputusan itu biasanya sangat penting untuk kehidupan kita dan kemungkinan besar juga mempengaruhi kehidupan orang-orang yang kita cintai. Kita ingin membuat keputusan terbaik, namun tentu, kita tidak akan tahu apakah keputusan itu adalah keputusan terbaik sampai kita benar-benar menjalaninya. Ketidakpastian adalah satu hal yang tidak akan hilang dari dunia ini, dan tidak ada seorang pun yang bisa melihat masa depan dengan jelas (kecuali kamu adalah seorang dukun).Jadi bagaimana kita bisa menghilangkan keresahan ini?

    Ternyata cara berpikir kita dalam membuat keputusan juga sama pentingnya dengan proses pembuatan keputusan itu sendiri.

    Saat kita diharuskan untuk membuat keputusan dengan berbagai opsi, kita biasanya akan merasa kurang puas dengan pilihan kita. Masalah ini tidak hanya disebabkan oleh keputusan yang kita buat dan pilihan-pilihan yang kita tinggalkan, tetapi juga oleh ratusan pilihan lain yang tidak sempat kita jelajahi. Pola pikir bahwa ada ratusan kemungkinan luar biasa lain yang masih belum sempat kita jelajahi adalah akar ketidakpuasan kita. Apalagi, hidup di sebuah zaman yang terhubung dengan Internet, kita selalu memiliki ratusan atau bahkan ribuan opsi yang tidak mungkin kita jelajahi. Aku percaya inilah kenapa banyak manusia modern tidak pernah merasa puas dengan kehidupan mereka.

    Kunci untuk melawan pola pikir ini adalah mengingat bahwa pilihan-pilihan yang tidak kita pilih hanyalah pilihan-pilihan bayangan yang tidak nyata. Pilihan-pilihan itu tidak akan mempengaruhi kehidupan kita.

    Jika kita terus membebani kehidupan kita dengan mencoba untuk memahami pilihan-pilihan kita lebih dalam dan terus menjelajahi opsi-opsi baru, kita tidak akan bisa membuat sebuah keputusan.

    Pada akhirnya, tindakan kitalah yang akan merubah kehidupan kita. Jadi mari kita belajar untuk melepaskan opsi-opsi yang tidak akan mempengaruhi kehidupan kita secara langsung dan berdamai dengan keputusan kita. Inilah cara untuk merasa bahagia dengan pilihan kita.

    aku tidak berkata bahwa kamu harus menutup matamu dari pilihan-pilihan yang kamu lewatkan atau kamu tidak boleh merubah pilihanmu di tengah jalan. Hidup tidak sekaku itu. Yang aku ingin paparkan di artikel ini adalah pentingnya untuk menjadikan pilihan-pilihanmu sebuah tindakan nyata.

    Pilihan-pilihan yang tidak ditindaklanjuti hanyalah angan-angan kosong yang akan membingungkan kehidupanmu.

    Jadi, lain kali kamu merasa bingung karena pilihan-pilihan yang ada di kehidupanmu, ingat, tindakanmu lah yang ujung-ujungnya akan merubah kehidupan/situasimu saat ini. Jadi jangan biarkan pilihan-pilihanmu menghentikan kehidupanmu…

Seperti yang sudah aku bahas sebelumnya, untuk mencapai kesuksesan, seseorang tidak hanya harus mencintai pekerjaannya, tetapi juga menjadi ahli dalam melakukan pekerjaan tersebut, dan yang paling penting, memenuhi sebuah kebutuhan dunia. Beberapa minggu terakhir kita telah membahas bagaimana cara menemukan keunikan dan pekerjaan idealmu. Dua bulan setelah ini, kita akan membahas bagaimana kamu bisa menjadi seorang ahli di bidangmu.

Kenapa tidak minggu depan? Karena minggu depan kita akan memasuki bulan Februari dan merayakan hari Valentine. Jadi aku akan menulis beberapa post tentang cinta, sebuah tema penting di blog ini dan salah satu topik favorit orang Indonesia. Entah kamu masih jomblo, sudah berhubungan, atau berpikir untuk berpindah haluan, aku yakin post-post ini akan membantu menjadikan hubunganmu lebih baik.

So stay tuned dan subscribe ke blog ini untuk mendapatkan artikel-artikel terbaruku langsung ke emailmu. Kamu juga akan mendapatkan beberapa bonus lainnya seperti Ebook gratis, artikel tambahan, dan rekomendasi buku.

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment