Quantcast
Love

Menemukan Pasangan Hidup Dengan Penolakan dan Pengembangan Diri

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Seperti yang aku bahas di artikelku sebelumnya, keterbukaan dan kejujuran adalah dua hal yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih menarik. Di artikel itu aku telah menjelaskan manfaat keterbukaan dan bagaimana keterbukaan akan membuatmu menjadi orang yang lebih menarik di mata orang lain. Jika kamu belum membaca artikel itu, aku menyarankanmu untuk membaca artikel itu terlebih dulu.

Sudah? Mari kita lanjutkan bahasan kita tentang keterbukaan.

Di artikelku yang sebelumnya, aku menuliskan bahwa membuka hati kita dan menunjukkan kejujuran kita tidaklah mudah. Jika kamu tidak biasa melakukan hal itu dan kamu adalah orang yang tertutup, membuka hatimu pada orang lain mungkin akan terasa seperti melepaskan celanamu di depan umum.

Para atlet angkat besi mengalami sebuah fase yang disebut sebagai “masa-masa sakit” dan mereka menyadari di fase inilah justru otot-otot mereka mulai berkembang. Sama seperti itu, saat kamu mempraktikkan keterbukaan untuk pertama kalinya, kamu mungkin akan mengalami sakit hati, momen-momen canggung, dan bahkan penolakan. Namun, jangan khawatir, penolakan dan sakit hati adalah sesuatu yang normal di dalam sebuah hubungan cinta.

Seorang filsuf terkenal yang bernama C.S. Lewis pernah berkata:

Tidak ada investasi yang aman. Untuk mencintai seseorang, kamu harus membuka hatimu pada orang lain. Cintailah apapun, dan hati Anda pasti akan remuk atau mungkin hancur. Jika Anda ingin memastikan hati Anda utuh, Anda tidak boleh memberikan hati Anda kepada siapapun, bahkan untuk hewan sekalipun. Bungkus hati Anda dengan hati-hati, lalu penuhi kehidupan Anda dengan hobi dan kemewahan-kemewahan kecil; menghindari semua hubungan; mengunci hati Anda di dalam sebuah peti mati dan keegoisan Anda. Tapi dalam peti mati yang aman, gelap, dan pengap itu-hati Anda akan berubah.  Hati Anda tidak akan rusak, tidak bisa dipecahkan, tak bisa ditembus, dan tidak bisa diperbaiki… (tidak bisa dicintai).

*kalimat dalam kurung di atas adalah tambahan dariku. Hal ini aku lakukan untuk membantu kalian memahami kalimat itu.*

Cinta itu berisiko, dan seperti semua risiko yang ada di dunia ini, cinta bisa menyakitkan. Dan hal terbaik yang bisa kamu lakukan saat ini adalah berdamai dengan risiko itu dan terus memilih cinta…

Menafsirkan Penolakan

Kamu mungkin tidak akan pernah bisa mengendalikan risiko sebuah hubungan cinta. Namun,  kamu bisa selalu merubah caramu untuk menafsirkan risiko penolakan itu. Alih-alih merasa sakit hati karena ditolak, penolakan bisa menjadi sebuah pengalaman yang positif. Kamu hanya harus tahu bagaimana cara menafsirkan penolakan itu dengan benar.

Ini Bukan Selalu Tentang Kamu…

Hal pertama yang harus kamu ketahui tentang penolakan adalah:

Kebanyakan orang yang menolakmu biasanya melakukan hal itu bukan karena mereka tidak mau, tetapi lebih karena mereka tidak bisa.

Membuka hatimu pada orang lain tidak menjamin bahwa mereka akan tiba-tiba menyukai mu (Kecuali kamu adalah Afgan atau Raisa). Beberapa orang mungkin memiliki nilai yang berbeda denganmu (agama, watak yang tidak bisa mereka toleransi), sedang berada di situasi yang sulit (bersekolah ke luar negeri, dijodohkan orangtuanya, punya anak di luar nikah), atau belum bisa menyelesaikan trauma-trauma masa lalu mereka.

Poin pertama dan kedua dari kalimat tadi sangatlah jelas. Namun, aku akan menghabiskan sedikit waktu untuk menjelaskan poin ke tiga dari kalimat tadi

Banyak orang membawa trauma hubungan lama mereka ke hubungan baru mereka. Hal ini terjadi karena pengalaman traumatik yang mereka alami di hubungan mereka yang sebelumnya, seperti pelecehan seksual, kekerasan fisik atau emosional, dan sebagainya. Hal ini membuat mereka menjadi orang yang lebih sensitif, takut terhadap komitmen, dan sulit mempercayai orang lain.

Masalah-masalah ini (nilai yang berbeda, situasi yang sulit, dan trauma masa lalu) biasanya bisa di selesaikan atau di siasati. Namun, dalam kasus tertentu, masalah-masalah ini terlalu besar untuk diselesaikan, seberapa kerasnya pun kamu mencoba. Jika masalah-masalah ini tidak bisa diselesaikan atau disiasati, hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah mencari orang lain. Banyak orang di dunia ini yang bisa cocok denganmu. Kamu tidak bisa menghindari ketidakcocokan, kamu hanya bisa menerimanya.

Kamu harus menerima kenyataan bahwa banyak orang di dunia ini akan menolakmu, dan hal ini bukanlah salahmu. Kamu dan dia hanyalah dua orang berbeda yang bertemu di waktu dan tempat yang salah. Tugasmu bukanlah memacari semua orang yang menarik, tetapi mencari seseorang yang akan mencintaimu dan menerimamu apa adanya di waktu dan tempat yang tepat…

Tapi Itu Juga Mungkin Salahmu…

Nah, sekarang setelah mengatakan semua itu dan membuatmu merasa sedikit lebih baik aku ingin memberitahumu kabar buruknya:

Terkadang kamu sendirilah yang menyebabkan usaha PDKTmu gagal. Kamu sendirilah yang menyebabkan penolakan yang kamu alami…

Namun, jangan kecewa dan memutuskan untuk melompat dari kamar lantai dua dulu. Aku tidak berkata bahwa ada sesuatu yang salah denganmu. Yang aku maksud tadi adalah ada sesuatu yang salah dengan caramu melakukan PDKTmu. Dan itu adalah dua hal yang berbeda.

Saat kamu mendekati seseorang dan ia menolakmu, itu bisa berarti dua hal. Orang itu memang sedang tidak bisa didekati karena ia memang tidak cocok denganmu, atau caramu  melakukan PDKT salah.

Dalam skenario kedua tadi, itu bukan berarti kamu tidak cukup baik untuk dia atau ada yang salah denganmu, tetapi cara kamu merepresentasikan dirimu sendiri dan kata-kata yang kamu gunakan mungkin kurang tepat. Entah itu karena kamj merasa malu, takut, atau sedang minder…

Biasanya saat seseorang menolakmu, mereka tidak sedang menolakmu, mereka biasanya menolak caramu mendekati mereka. Bagaimana mungkin mereka bisa mengenalmu hanya dengan satu atau dua kali pertemuan? Bagaimana mungkin mereka bisa membaca hati dan maksudmu dalam waktu satu atau dua jam saja?

Tidak. Tidak ada seorang pun yang bisa melakukan hal itu. Hati dan jiwa manusia lebih dalam dari itu. Saat seseorang menolakmu, mereka tidak menolak seluruh identitasmu. Mereka hanya menolak cara PDKTmu.

(Tentu perlu digaris bawahi hal ini hanya berlaku untuk laki-laki dan perempuan normal yang ingin menemukan cinta yang tulus di dunia yang semakin kacau ini)

Hal inilah yang membawaku ke poin terakhir esai ini.

Terkadang membuka hati dan kejujuran saja tidak cukup untuk membuat seseorang tertarik kepadamu. Kamu harus belajar untuk mempresentasikan apa yang ada di dalam hati dan kepalamu dengan baik. Dan itu adalah sebuah keahlian tersendiri.

Lalu bagaimana kita bisa membangun keahlian ini?

Well, sayangnya, satu-satunya jalan untuk melakukan hal ini adalah dengan merubah pola pikirmu, cara pandang, dan identitasmu. Hanya dengan melakukan semua itu, baru penampilanmu, kata-katamu, dan tindakanmu akan berubah menjadi lebih menarik.

Peraturan pertama untuk menarik seorang pasangan yang berkualitas adalah dengan menginvestasikan waktu dan tenagamu untuk menjadi manusia yang lebih baik. Dan satu-satunya cara kamu bisa melakukan hal itu adalah dengan terus mengembangkan dirimu sendiri.

Minggu depan kita akan membahas aspek terakhir dari keterbukaan yaitu membangun batasan. Membangun batasan adalah sesuatu yang banyak pasangan lupakan begitu mereka memulai sebuah hubungan. Padahal ketahanan sebuah hubungan ditentukan oleh batasan-batasan ini. Apa itu batasan? Bagaimana kita bisa membangun batasan-batasan ini di dalam hubungan kita?

Tunggu artikelku selanjutnya dan jangan lupa subscribe ke blogku dengan mengeklik tombol di bawah ini!

 

 

Magnus lives in Semarang, Indonesia. He is currently managing the family's business together with his dad and his elder brother. Magnus enjoys reading and recently he started writing his personal reflections.

Write A Comment